Penuh Hikmah ! Ini Dialog Ulama Sufi yang Akan Membuat Anda Tercengang 😦

  Ayo  Jalan Terus  - Seorang sufi besar, Dzun Nun al-Mishri Rahimahullah, selesai bermalam di rumah gurunya selama tujuh puluh hari. Sang guru ialah ulama besar yang wafat di tahun 186 Hijriyah, Imam Syuqran al-Qairawani. Imam Syuqran merupakan seorang ahli ibadah, orang zuhud yang sebenarnya, dan shalih.

Di akhir kunjungannya, Dzun Nun al-Mishri meminta nasihat dan pelajaran terakhir, sebelum melanjutkan perjalanan untuk berguru kepada ulama lain.


“Ketahuilah,” tutur Imam Syuqran, “orang yang zuhud terhadap dunia itu; makanannya apa yang ditemukan, tempat tinggalnya di mana saja berada, pakaiannya adalah semua yang menutup auratnya, tempat duduknya adalah khalwat (menyendiri bersama Allah Ta’ala), ucapannya adalah al-Qur’an, kawan akrabnya adalah Allah Ta’ala yang Mahaperkasa, teman satu perjalanannya adalah zikir kepada Allah Ta’ala, pendampingnya adalah hidup sederhana, kesukaannya adalah diam, tujuannya adalah rasa takut, kendaraannya ialah rindu, ambisinya adalah nasihat, pemikirannya adalah mengambil pelajaran, bantalnya adalah kesabaran, alas tidurnya adalah debu tanah, teman-temannya adalah orang yang sesuai antara perkataan dan perbuatannya, tutur katanya adalah hikmah, dalilnya adalah akal, sahabat sejatinya ialah kesabaran untuk tidak marah, nafkah untuknya ialah tawakkal, lauknya adalah lapar, dan penolongnya adalah Allah Ta’ala.”
Kelar mencerna semua nasihat sang guru, Imam Dzun Nun al-Mishri berhenti sejenak, memasukkan nasihat agung dari sang guru ke dalam hatinya, untuk dijadikan pegangan hidup setelah al-Qur’an dan as-Sunnah ash-shahihah.
Sebelum pamit, Imam Dzun Nun al-Mishri tak lupa bertanya tentang cara menggapai semua hal yang diwasiatkan oleh gurunya tersebut. “Semoga Allah Ta’ala merahmatimu, wahai Guruku. Lantas,” tanya Imam Dzun Nun al-Mishri kepada Imam Syuqran al-Qairawani, “jalan apa yang harus ditempuh agar seorang hamba menggapai derajat tersebut?”
Jawab Imam Syuqran singkat namun membutuhkan perenungan sepanjang hayat, “Caranya,” lanjut sang Imam, “dengan mengintrospeksi diri dan senantiasa berdiskusi dengan dirimu sendiri.”
“Nah,” pungkas Imam Syuqran, “pelajaran untukmu cukup sampai di sini.”
Dalam nasihatnya yang lain, Imam Syuqran mengatakan, “Siapa yang bertawakkal, ia akan merasa kaya. Dan siapa yang meninggalkan tawakkal, dia akan kelelahan. Siapa bersyukur, dia akan dicukupi. Siapa yang ridha, dia akan diselamatkan. Siapa yang terpukau saat melihat orang yang berlaku zalim, itu merupakan kegagalan, sedangkan meninggalkan mereka merupakan keberhasilan.”
Mari menepi sejenak. Konsentrasikan pikiran, fokuskan hati. Baca ulang nasihat Imam Syuqran al-Qairawani kepada Imam Dzun Nun al-Mishri ini. Adakah getaran di hati, atau biasa-biasa saja? Jika masih ada iman sekecil apa pun, Anda pasti tercengang dengan kedalaman ruhani dua sufi besar ini melalui nasihat yang mengalir dan menyejukkan dari lisannya.
Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]



republished by AYO JALAN TERUS -   Good Day Good News :)  





Selengkapnya

Kini Tampil Bercadar, Kisah Artis Peggy Melati Sukma: "22 Tahun Saya Jual Aurat" 😮😮

  Ayo  Jalan Terus  - Artis Peggy Melati Sukma kini memang aktif di dunia dakwah sejak memutuskan untuk berhijrah dan memakai hijab.

Padahal dulu dikenal sebagai artis yang kehidupannya sangat glamour, sering berpakai tak layak dipandang mata dan suka membuat “pusing” para kaum adam Indonesia. Masa kecilnya orangtuanya juga ketat memintannya untuk tak lupa mengaji Al-Qur’an.

Bagaimana Peggy melewati itu semua? Berikut penuturannya ketika mengisi kajian kemuslimahan di Masjid Albarokah Gedung Cyber, Jakarta, beberapa waktu silam.




***
Saya bukan orang yang dari kecil di pesantren dan saya bukan orang yang suci. Saya ini pendosa, saya ini jahiliyah. Kejahiliyahan yang gampang dilihat. Jadi artis umur 14 tahun (sekarang 40 tahun). Dakwah baru 3 tahun. Pakai jilbab baru 4 tahun. Jadi artis sudah 22 tahun (berhijab usia 36), selama 22 tahun itu saya jual aurat untuk dunia. Ini yang kasatmata. Begitu aurat itu dibuka, direlakan untuk dunia, untuk kepentingan pergaulan, untuk kepentingan dunia, untuk kepentingan segala sesuatu. Akhirnya sikap juga terbawa.



Al-iman yazid wa yankus. Iman itu naik dan turun. Maka kalau iman kalian mau naik, caranya cuma satu yaitu takwa. Apa itu takwa? Jalankan perintah, jauhi larangan. Kalau tinggalkan perintah dan lakukan larangan, sengaja melakukan maksiat, nggak mau belajar dan Allah disingkirkan, maka iman akan turun terus. Itu terimplementasi dalam sikap.

Maka ketika saya memutuskan untuk berhijrah, untuk move on, yang saya lakukan adalah syahadat. asyhadu allah ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah. “Masuk” Islam lagi. Saya tanya diri sendiri, saya Islam? Konstruksi paling mendalam dari keislaman kita adalah keyakinan.

Kenapa saya membuat Amazing Muslimah? Kenapa saya sangat ingin berkontribusi dalam pelatihan membaca Al-Qur’an? Kenapa metodenya One Day Training?

Yang pertama, 53 % umat Islam di Indonesia tidak bisa membaca Al-Qur’an. Saya jahiliyah, begajulan, jumpalitan, ini itu, umur 0-12 tahun orangtua saya habis-habisan mengajari agama, punya dasar, punya basis. Terjun di dunia (entertainment) habis dilibas oleh dunia, nanti nggak punya pegangan bila tidak belajar agama sejak dini. Tapi ketika menemukan jalan kembali untuk hijrah, ada pegangan, karena punya ilmu yang ditanamkan orangtua, baca Al-Qur’an terjaga hingga hari ini.

Dalam kejahiliyahan saya, ibu saya tiap waktu mengingatkan saya untuk baca Al-Quran.

“Baca Al-Qur’annya!”

Lalu ngumpet ke kamar atas, baca kenceng-kenceng. “Bismillahirrahmanirrahim..” Padahal bacanya cuma dua ayat habis itu diam ngerjain yang lain-lain.

Dalam Al-Qur’an surat Hud 15-16, Allah berfirman, “Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.”

Di dunia hiburan dulu tidak ada yang tidak dikerjain, segala job diambil dan waktu habis dipakai untuk ngerjain itu semua. Di luar itu saya juga pengusaha, perusahaannya tidak hanya satu tapi enam, dari bidang komunikasi hingga trading. Sudah khatam lah urusan bisnis, dari ABCD. Sebagai pegiat sosial, yayasan tidak hanya satu tapi tiga. Umur 18 bikin yang pertama, umur 21 bikin lagi, umur 26 bikin lagi, umur 30 tahun saya memimpin organisasi internasional yang berkedudukan di Eropa.

Dalam masa itu, saya banyak jadi duta negara, juru bicara kementerian atau pemerintah, mewakili Indonesia ke PBB atau KTT ASEAN juga sudah, jadi juru bicara World Bank Amerika juga sudah. Artinya saya hampir melakukan segala hal dalam hidup saya.

Apa kaitannya dengan surat Hud 15-16?

“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.”

Peggy ngetop tidak? Ngetop. Duitnya banyak tidak? Banyak, mengalir dari mana-mana.Segalanya punya dan ada. Pusaang…pusiing..pusaang..pusiiing!Duit berdatangan dari mana-mana. Tujuh tahun masyarakat dibuat pusing dengan pusingnya Peggy Melati Sukma.

“Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.”

“Lenyaplah” di akhirat nanti apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sia. Hilang yang mereka lakukan di dunia. Sia-sia semua.

Kita ahli surga apa ahli jahanam? Mari kita tafakuri.


Tak Hanya Hijrah Kenakan Cadar, Peggy Melati Sukma juga Ganti Nama. Ini Nama Lengkapnya Sekarang

- "Pusing, pusing," begitu jargon Peggy Melati Sukma yang sampai saat ini masih diingat banyak masyarakat.
Namanya kembali menjadi perbincangan publik baru-baru ini.
Bukan karena film atau serial baru. Namun penampilan Peggy kini sangat berubah.
Peggy memang memutuskan untuk berhijrah. Sejak itu Peggy tak lagi aktif dalam dunia keartisan.
Saat ini aktivitasnya lebih serius di bidang keagamaan.
Informasi yang dikumpulkan TribunnewsBogor.com, Peggy sering kali hadir dalam pengajian atau safari dakwah sejumlah ulama.
Belum lama ini Peggy juga ikut andil dalam aksi menentang ucapan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang menginginkan Yerussalem menjadi ibu kota Israel.
Setelah menjalin hubungan selama bertahun-tahun dengan aktor Teuku Zacky, Peggy malah menikah dengan pengusaha, Wisnu Tjandra yang usianya 13 tahun lebih tua darinya yaitu lahir pada 29 Januari 1963, yang juga saat ini menjabat sebagai Presiden Direktur Bank Artha Graha Internasional.
Akad nikah dilakukan pada 28 Januari 2007 di Kampung Cijeruk, Desa Cilada, Cigombong, Sukabumi, Jawa Barat.
Belum setahun usia pernikahan mereka, keduanya dilanda isu akan bercerai, meski kabar itu akhirnya ditepis oleh Peggy.
Pada 12 Oktober 2011, berkas perceraian telah dimasukkan, setelah Peggy mempertimbangkan hal ini selama 1 tahun.
Pada tanggal 14 November 2011, Peggy Melati Sukma akhirnya menyandang status sebagai janda.
Dilihat dari akun @rinikartini_, Peggy kini tampil dengan cadaratau penutup wajah.
Malah, menurut keterangan yang ditulis dalam akun Instagram Peggy sendiri sudah berganti nama yang kemudian didukung oleh salah satu temannya.
Ini kali keduanya kita ketemu di tempat yang sama.
Tapi baru kemarin bisa ngobrol-ngobrol.
Khadija, adalah idola saya.
Dan nama itu menjadi nama hijrah teh Peggy sekarang.
Baik teh Peggy maupun Ibunda Khadija, keduanya sama-sama luar biasa bagi saya. .
MashaAllah... Teh @peggymelatisukmakhadija sangat menginspirasi dan memotivasi saya secara pribadi. 
Potret Khadija masa kini.
Semangat dakwah serta perjuangan teteh dalam membela agama Allah, membuat saya merasa belum ada apa-apanya.
Hatur nuhun teteh, mudah-mudahan bisa ketemu lagi.
Barakallah, sehat selalu





republished by AYO JALAN TERUS -   Good Day Good News :)  





Selengkapnya

Cara Mengetahui Titik Persembunyian Jin Dalam Tubuh dari Gejala Yang Dirasakan 😲😲

  Ayo  Jalan Terus  - Tidak semua penyakit yang dirasakan dalam tubuh berasal dari virus atau bakteri saja. Ada juga penyakit yang tiba-tiba timbul namun kita tidak tahu penyebabnya apa. Terkadang sebagai orang awam kita hanya menduga-duga saja. 





Untuk memastikan dan mendapatkan kejelasan informasi tentang diagnosa penyakit yang kita derita, tindakan yang benar memang kita harus segera memeriksakan diri ke dokter. Namun jika menemukan kasus, sudah diperiksa tapi diagnosanya anda dinyatakan sehat. 

Bisa diprediksi kemungkinan ada masalah yang lain dalam tubuh anda. Karena Ada banyak kasus yang terjadi, ketika seseorang di diagnosa, tapi dokter tidak menemukan penyakit apa-apa padahal seseorang tersebut sering mengalami sakit. 

Baik sakit pencernaan ataupun sakit-sakit yang lain. Dengan Catatan: kalau menemukan kasus seperti itu, jangan berobat ke dukun ya karenA itu adalah perbuatan syirik.

Nah sahabat, ternyata menurut Ustad Muhammad Faidzar. Ada bagian atau titik dalam tubuh manusia yang dijadikan tempat persembunyian jin penyebab sakit kita.





Apa saja dan dimana saja, berikut penjelasannya:


  1. Jika mereka bersarang di PARU-PARU, maka akan terasa sakit di pundak, nafas pendek,banyak mengeluarkan balgham (dahak), batuk2, tangan dan kaki terasa dingin, telapak tangan panas, dan sering gelisah serta pelupa
    tips mengetahui titik persembunyian jin dalam tubuh dengan mengenali tanda serta gejala yang dirasakan
  2. Jika mereka bersarang dan menyerang USUS BESAR, maka akan merasa pundak kaku, sembelit, diare, kulit gatal, sakit gigi, sakit kepala, tenggorokan nyeri, mudah terserang flu, gampang ngambek
  3. Jika mereka bersarang di LAMBUNG : sering timbul sariawan di mulut, bibir kering, kelebihan atau kadang tidak nafsu makan, tangan dan kaki terasa berat, perut sering kembung, kulit berwarna kekuningan.
  4. Jika berada di LIMPA : sering diare, menstruasi tdk teratur, alergi air, obesitas, slalu ingin makan manisan, kaki sering dingin, sukar mencerna, sering kelelahan yg sangat.
  5. Jika bersarang di JANTUNG : Kulit memerah, jantung suka berdebar, tangan sama kaki terasa lemas, telapak tangan panas, hidung bengkak, insomnia, keringat terlalu banyak keluar, pemarah, sensitif.
  6. Jika bersarang di GINJAL : Masalah pernapasan, kerongkongan bengkak, nyeri sendi, gangguan pada alat vital, gampang capek, lemas, sering cemas, berkeringat di malam hari.
  7. Jika di KANDUNG KEMIH : sering sakit kepala, leher kaku, punggung sakit, sering gugup dan cemas, gelisah, sering kencing, menguap terus, tangan sering gemetar sendiri…

Anda boleh percaya atau tidak info diatas. Yang jelas jika anda seorang muslim anda harus percaya Allah telah menciptakan mereka (Anda bisa membacanya dalam Al-Quran surat Al-jin). Dan anda juga harus yakin bahwa Allah telah menurunkan Al-Quran sebagai petunjuk dan penyembuh. 


Sahabat.. Sebenarnya Setiap kita bisa melakukan rukiyah sendiri agar bisa meminimalisir energi negatif yang ada dalam tubuh. Anda bisa terus berzikir dan mengingat Allah, banyak berdzikir akan mempersempit ruang gerak setan/jin dalam aliran darah kita, anda juga bisa merutinkan diri mendengarkan murotal Al-Qur’an surat Al-Baqarah, dan meletakan segelas air di dekatnya lalu meminum air tersebut, atau dengan membacakan QS. An-nas, QS. Al-falaq dan QS. Al-ikhlas pada telapak tangan lalu langsung meniupkannya ke area yg bersangkutan, insya Allah akan dikeluarkan penyakit beserta jinnya dari dalam tubuh atas ijin oleh Allah SWT. Aamiin selamat mencoba..

Semoga bermanfaat. Silahkan bagikan ke teman-teman anda di facebook atau media sosial lainnya.



republished by AYO JALAN TERUS -   Good Day Good News :)  





Selengkapnya

[ KISAH NYATA 😮 ] Setelah Ditolak Umrah Karena Tato, Bob Akhirnya injakkan Kaki di Tanah Suci

  Ayo  Jalan Terus  - Kisah Pilu Bob yang Banyak Ditolak Agen Umrah, Sekarang Sudah Berada di Tanah Suci!

Sebenarnya perempuan ataupun laki-laki sangat dilarang untuk menggunakan tato, dalam sebuah hadis tentang hukum tato memang menggunakan kata perempuan karena ya, pada jaman dahulu lebih banyak perempuan yang menggunakan tato dibanding laki-laki, karena itulah dalam hadis disebutkan perempuan, tetapi sebenarnya laki-laki ataupun perempuan semua nya diharamkan menggunakan tato.





Dari Alqomah, dari Abdullah bin Mas’ud, beliau mengatakan:

Allah melaknat wanita yang menjadi tukang tato dan wanita yang minta ditato, wanita yang mencabuti bulu alis dan wanita yang minta agar bulu alisnya dicabuti, begitu juga dengan wanita yang merenggangkan giginya demi sebuah kecantikan. Mereka lah wanita-wanita yang mengubah ciptaan Allah" (HR Bukhari no 4604 dan Muslim no 5695)

Dosa tersebut tidak hanya didapatkan oleh tukang tato saja, tetapi juga orang yang di tato, karena itulah hindarilah yang namanya tato.

Mungkin karena hal ini pulalah sehingga banyak orang yang mempunyai jasa untuk membantu orang beribadah sangat takut ketika ada orang yang mempunyai tato ingin menjalankan ibadah, salah satunya adalah untuk pergi berhaji dan umrah ke tanah suci.

Benar adanya apabila tato sangat dimurkai oleh Allah SWT dan jangan sampai kita umat Islam menorehkannya kepada diri kita. Akan tetapi, bukan berarti orang yang hendak beribadah dan bertaubat tetap tak boleh melakukannya. Karena semua ridha hanya ada pada kekuasaan Allah SWT, dan kita sebagai manusia hanya bisa berharap rahmat dari-Nya saja. Siapa yang bisa mengelak kalau sudah Allah menentukan kehedaknya terhadap makhluk ciptaannya. Ia adalah Zat yang maha besar, maha pencipta dan penguasa seluruh alam semesta.

Kisah berikut ini mungkin salah satu bentuk kehendak Allah. Kisah Bob Sick, seorang pria yang tubuhnya dipenuhi tatto akhirnya bisa beribadah dan menginjakkan kaki di Masjidil Haram, Mekkah. Berikut kisahnya

Pria ini memiliki nama asli Bob Yudhita Agung dikenal sebagai seniman lukis asal Jogjakarta. Badannya penuh tato. Dia merelakan kulit tubuhnya dijadikan tempat praktik  para seniman tato belajaran.





Suatu ketika Bob Sick tiba-tiba ingin berangkat umrah mengunjungi Tanah Suci Mekkah dan berziarah ke makam Baginda Nabi Muhammad SAW. Namun niat suci dari Bob tidak berjalan sesuai rencana. Ketika dirinya mendaftar ke sebuah agen perjalanan umrah, dirinya langsung ditolak. Ada 9 agen perjalanan umroh yang telah menolak Bob Sick tanpa alasan yang jelas.

Akun Facebook Bang Gasruk menulis soal Bob :

Sebanyak 9 penyalur jemaah Haji menolaknya karena berbagai alasan tentang pandangan Agama terhadap tato. Sampai akhirnya agen ke-10 yang Ia datangi setuju dan akhirnya Bob Sick bisa menjalankan Ibadah Umroh di Tanah Suci Mekkah.


Ia mengaku hanya menyuruh seseorang untuk menguruskan, tapi katanya, 9 agen perjalanan menolak Bob. Ketika ditanya, apakah penolakan itu karena Bob penuh tato, Bob hanya menjawab : "Bisa jadi."

Tapi, disinilah justru kebesaran Tuhan terlihat. Bob akhirnya bisa berangkat setelah sebuah agen perjalanan menyetujui memberangkatkan Bob.

Dalam sebuah foto yang viral di sejumlah sosial media memperlihatkan ketika bob berada di Masjidil Haram dengan wajah penuh tatto sambil memakai Kafiyeh. Wallahu a'lam.




republished by AYO JALAN TERUS -   Good Day Good News :)  





Selengkapnya

Seandainya Para Pelawak Tersebut Tahu Akibat Yang Akan Diterimanya Di Akherat Kelak.😩😩

  Ayo  Jalan Terus  - Kebanyakan tema obrolan dan rubrik ocehan yang diangkat para pelawak seputar masalah yang kosong dari alam realita, cenderung bombastis dan tidak mendidik, yang penting target opini dari para pemirsa tercapai dan rating acara menanjak serta dukungan dari kalangan umum melonjak.

Dan kadang antara pelawak saling lempar hinaan, ledekan dan ejekan untuk menciptakan suasana segar, kadang bentuk tubuh dan raut muka pelawak yang kurang sempurna dibuat bahan bayolan untuk menciptakan suasana humoris.

Bahkan kondisi cacat dan kelainan orang menjadi bumbu dan komoditi lawakan, sehingga kadang sebagian mereka meniru gaya bicara, cara berjalan, dan prilaku aneh seseorang untuk menggelitik tawa penonton.




Lebih parah, kadang simbol agama menjadi sasaran empuk pelecehan para pelawak hanya ingin populer. Padahal setiap kalimat yang meluncur dari lisan kita pasti akan dihisap Allah Subhanahu Wata’ala dengan mudah dan tercatat secara akurat dalam catatan malaikat, seperti firman Allah Subhanahu Wata’ala :


Ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (QS. 50: 17-18)

Imam Ibnu Rajab berkata: Para ulama salaf sepakat bahwa malaikat yang sebelah kanannya mencatat semua kebaikan dan malaikat yang sebelah kirinya mencatat semua keburukan. [1]

Lisan adalah anggota tubuh sangat mungil tapi paling menentukan surga dan nerakanya seseorang.Bahkan kepribadian siapapun bisa ditangkap dari mimik lisannya, maka lisan lebih tajam dari pisau dan lebih bahaya ketimbang semua aksi kejahatan, karena kebanyakan aksi kejahatan bermuara dari mulut, atau kurang kontrol terhadap mulut, sehingga Islam sangat perhatian terhadap bahaya mulut dan menyuruh untuk menjaga lisan.

Dari Sahl bin Saad berkata bahwa Rasulullah Shallallohu ‘Alaihi Wasalam bersabda:

Barangsiapa yang menjaminku mampu menjaga dua bibirnya dan di antara kakinya maka aku akan jamin surga.[2]

Dari Abu Hurairah dari Nabi bersabda:

Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat tentang sesuatu yang diridhai Allah Subhanahu Wata’ala , yang tidak ia sadari, maka Allah Subhanahu Wata’ala  mengangkat dengannya beberapa derajat. Dan sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat tentang suatu yang dimurka Allah Subhanahu Wata’ala , yang ia tidak sadari ternyata menghempaskan dirinya dengannya ke dalam Jahannam.[3]

Ketika seorang muslim berbicara hanya punya dua pilihan, berbicara tentang suatu kebaikan yang mendatangkan ridha Allah Subhanahu Wata’ala atau diam karena takut terhadap murka Allah Subhanahu Wata’ala , sebab berbicara tentang apapun harus berdasarkan ilmu, karena setiap kalimat yang keluar dari mulut kita pasti dimintai tanggung jawab seperti firman Allah Subhanahu Wata’ala : Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertanggunganjawabnya. (QS. 17:36)

Dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah Shallallohu ‘Alaihi Wasalam bersabda:

Barangsiapa yang beriman kepada Allah Subhanahu Wata’ala  dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.[4]


Penghinaan Simbol Islam Dalam Pentas Lawak

Tema obrolan para pelawak pada umumnya kurang berfaedah dan sia-sia belaka, padahal tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan suatu yang kurang berguna dan tidak bermanfaat, sebagaimana sabda Nabi: Di antara pertanda kebaikan Islam seseorang ialah, meninggalkan apa yang tidak penting baginya.[5]

Apalagi berbicara dusta dan bohong untuk mengundang gelak tawa para penonton, maka demikian itu suatu perkataan yang melebihi kesia-siaan bahkan kalau seandainya mereka mengetahui akibatnya, sungguh mereka akan banyak menangis daripada tertawa.

Dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah Shallallohu ‘Alaihi Wasalam bersabda:
Jika kalian mengetahui apa yang aku ketahui maka kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis. [6]

Adakalanya para pelawak dengan seenaknya, membuat guyonan dengan cara melecehkan simbol dan syiar Islam, bahkan pernah ada seorang pelawak dengan enteng membuat lelucon dengan ucapan “Syukur al-Hamdulillah” tukang cukur botak sebelah.

Padahal mengolok-olok agama dan menggunakan ayat-ayat al-Qur’an untuk bercanda berhukum haram, karena mengolok-olok Allah Subhanahu Wata’ala atau asul-Nya atau Sunnah adalah suatu kekufuran dan riddah(keluar dari Islam) mengeluarkan pelakunya dari keislaman sebagaimana firman Allah Subhanahu Wata’ala Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab:”Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah:”Apakah dengan Allah Subhanahu Wata’ala , ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami mema’afkan segolongan dari kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) di sebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa. (QS. 9:65-66)

Dan Allah Subhanahu Wata’ala menjelaskan bahwa Dia bisa memaafkan segolongan di antara mereka hanya dengan bertaubat kepada Allah Subhanahu Wata’ala dari kekufuran mereka yang disebabkan oleh sikap mengolok-olok mereka terhadap Allah Subhanahu Wata’ala , ayatNya dan Rasul-Nya.

Hukum Mengolok-olok Simbol Agama Untuk Membuat Orang Lain Tertawa

Syaikh Ustaimin ditanya: Ada sebagian orang yang bercanda dengan perkataan yang mengandung ejekan dan hinaan terhadap Allah Subhanahu Wata’ala atau RasulNya atau AgamaNya.

Jawaban: Perbuatan mengolok-ngolok Allah Subhanahu Wata’ala , Rasul-Nya dan agama Islam untuk membuat orang lain tertawa walaupun hanya sekedar bercanda, merupakan kekufuran dan kemunafikan. Perbuatan ini seperti pernah terjadi pada jaman Rasulullah Shallallohu ‘Alaihi Wasalam, mereka yang mengatakan,”Kami belum penah melihat seperti para pembaca (Al Qur’an) di antara kami, yang lebih buncit perutnya, lebih berdusta lisannya dan pengecut saat berhadapan dengan musuh. Maksudnya adalah Rasulullah Shallallohu ‘Alaihi Wasalam dan para sahabatnya.

Lalu turunlah ayat tentang mereka: Jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab:”Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja”.( At Taubah 65)

Lantas mereka datang kepada nabi dan berkata:

Sesungguhnya kami berbicara tentang hal itu ketika kami dalam perjalanan, hanya bertujuan untuk menghilangkan jenuhnya perjalanan. Namun Rasulullah Shallallohu ‘Alaihi Wasalam berkata kepada mereka sebagaimana yang diperintahkan Allah Subhanahu Wata’ala Katakanlah:”Apakah dengan Allah Subhanahu Wata’ala , ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. (QS. 9:65-66)

Jadi, bahasan materi Rububiyah, kerasulan, wahyu dan agama adalah materi agama yang terhormat, tidak boleh seorangpun bermain-main dengan itu, tidak menjadikan sebagai bahan ejekan dan bayolan, agar membuat orang lain tertawa ataupun menghina.

Barangsiapa bertindak demikian maka ia telah kafir, karena tindakan tersebut sebagai bukti penghinaan terhadap Allah Subhanahu Wata’ala , para Rasul-Nya, kitab-kitab-Nya dan syariat-syariat-Nya.

Maka barangsiapa melakukan perbuatan tersebut, hendaknya bertaubat kepada Allah Subhanahu Wata’ala , karena perbuaan itu termasuk kemunafikan dan hendaknya harus bertaubat kepada Allah Subhanahu Wata’ala , memohon ampunan dan memperbaiki perbuatannya serta menumbuhkan di dalam hatinya rasa takut, pengagungan dan cinta terhadap-Nya. Hanya Allah Subhanahu Wata’ala lah yang kuasa memberi taufik.[7]

Penghinaan Terhadap Orang Shalih Dalam Pentas Lawak 

Terkadang para pelawak berekting menjadi sosok seorang tokoh agama atau ustadz, namun sosok tersebut menjadi bahan ledekan dan guyonan, bahkan mereka menirukan gaya, gerakan dan mimik sang ustadz, tetapi muatan bicara dan perkataannya jauh dari norma kepantasan sehingga menjatuhkan kredibiltas sosok dan figur agama.

Syaikh Utsaimin ditanya: Apa hukum mengolok-olok orang-orang yang konsisten dalam menjalankan perintah-perintah Allah Subhanahu Wata’ala .

Jawaban: Mengolok-olok orang-orang yang konsisten dan istiqamah dalam menjalankan perintah Allah Subhanahu Wata’ala dan Rasul-Nya, dikarenakan konsistensi mereka merupakan perbuatan haram dan sangat membahayakan pelakunya, karena dikhawatirkan ejekan tersebut berangkat dari sikap ketidaksukaannya terhadap keistiqamahan mereka dalam menjalankan agama Allah Subhanahu Wata’ala , maka ia serupa dengan yang disebutkan Allah Subhanahu Wata’ala dalam firanNya: Jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab:”Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah:”Apakah dengan Allah Subhanahu Wata’ala , ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman.  (QS. 9:65-66)

Kami belum penah melihat seperti para pembaca (Al Qur’an) di antara kami, yang lebih buncit perutnya, lebih berdusta lisannya dan pengecut saat berhadapan dengan musuh. Maksudnya adalah Rasulullah Shallallohu ‘Alaihi Wasalam dan para sahabatnya. Lalu turunlah ayat tentang mereka: Jika  kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab:”Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja”.( At Taubah 65)

Oleh karena itu, hendaklah berhati-hati orang yang suka mengolok-olok komunitas atau kelompok yang menebarkan kebenaran, karena mereka yang diejek dan diolok-olok adalah termasuk para ahli agama yang dimaksudkan dalam firman Allah Subhanahu Wata’ala :

Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang dahulunya (di dunia) 

menertawakan orang-orang yang beriman.) Dan apabila orang-orang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya. Dan apabila orang-orang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira. 

Dan apabila mereka melihat orang-orang mu’min, mereka mengatakan: 

“Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat”, padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk penjaga bagi orang-orang mu’min. Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir, mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. Sesungguhnya orang-orang kafir telah diberi ganjaran terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. (QS. 83:29-36)[8]

[1] . Lihat Jamiul Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab, 1/336[2] . Shahih diriwayatkan Imam Bukhari dalam Shahihnya (6474) dan Imam Muhammadat-Tibrizi dalam Miskatul Masabih, bab Mizah (4889), 3/ 1370.[3] . Shahih diriwayatkan Imam Bukhari dalam Shahihnya (6478) dan Imam Ibnu Majah dalam Sunannya (3970)
[4] . Shahih diriwayatian Imam Ahmad dalam Musnadnya, 2/ 267, Imam Bukhari dalam Shahihnya (6018), (6136) dan (6475), Imam Muslim dalam Shahihnya ((47), Abu Daud dalam Sunannya (5154) dan Imam Tirmidzi dalam Sunannya (2500) serta Ibnu Hibban dalam Shahihnya (506)
[5] . Shahih diriwayatkan Imam at-Timrmidzi dalam Sunannya (2317) dan Imam Ibnu Majah dalam Sunannya (3976) dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya (229).
[6] . Shahih diriwayatkan Imam at-Tirmidzi dalam Sunannya (2313) dan dishahihkan Syaikh al-Albani.
[7] . Majmu’ Fatawa wa Rasail Syaikh Utsaimin, 2/ 156-157.
[8] . Majmu’ Fatawa wa Rasail Syaikh Utsaimin, 2/ 157-158.





republished by AYO JALAN TERUS -   Good Day Good News :)  





Selengkapnya

[ Penjelasan Lengkap ! 👌 ] Mana yang Lebih Dulu, Nabi Adam a.s atau Manusia Purba ?

  Ayo  Jalan Terus  - Tanpa harus mengkonfrontir teori manusia purba dengan Al-Quran, sebenarnya ilmu pengetahuan terbaru sudah mematahkannya. Beberapa temuan terakhir justru menunjukkan bahwa teori tentang manusia purba semakin jelas kebohongannya. Bukti-bukti ilmiyah yang dahulu sering diajukan oleh kalangan evolusionis, satu per satu kini terbantahkan. Semakin hari semakin terkuak fakta bahwa teori manusia purba adalah sebuah kebohongan besar.








Selama ini kita memang dicekoki teori manusia purba dalam kurikulum pendidikan. Para evolusionis telah merekayasa skema khayalan dengan sangat fantastis. Bahkan seringkali dilengkapi dengan ilustrasi yang nampak sangat realistis. Konyolnya, semua itu masuk ke dalam kurikulum pendidikan di seluruh dunia, termasuk di dunia Islam.
Mereka memasukkan Australopithecus, ras kera yang telah punah sebagai ras ‘nenek moyang manusia’. Padahal ada jurang besar dan tak berhubungan antara kera dan manusia.
Adapun ras manusia primitif menurut mereka, sebenarnya hanya variasi dari ras manusia modern, namun dibesar-besarkan sebagai spicies yang berbeda. Faktanya, tidak ada urutan kronologis seperti itu. Banyak yang hidup pada priode yang sama yang berarti tidak ada evolusi, bahkan ada yang lebih tua dari jenis yang diklaim sebagai nenek moyangnya.
Tatkala para evolusionis tak juga menemukan satu fosilpun yang bisa mendukung teori mereka, terpaksa mereka melakukan kebohongan. Contoh yang paling terkenal adalah manusia Piltdown yang dibuat dengan memasangkan tulang rahang orang utan pada tengkorak manusia. Fosil ini telah membohongi dunia ilmu pengetahuan selama 40 tahun.
Kisahnya pada tahun 1912 seorang ahli palaentologi amatir bernama Charles Dawson mengklaim bahwa dia telah menemukan sebuah tulang rahang dan fragmen tengkorak di sebuah lubang dekat Piltdown, Inggris. Tulang itu mirip tulang rahang hewan namun gigi dan tengkoraknya seperti milik manusia. Spesimen ini dinamakan Manusia Piltdown dan diduga berumur 500.000 tahun.
Rekonstruksi terhadap manusia Piltdown dilakukan dan setelah dipajang di berbagai mueium sebagai bukti nyata evolusi manusia. Selama lebih dari 40 tahun sejumlah penafsiran dan gambar dibuat. Banyak artikel ilmiyah tentang manusia piltdown ini, termasuk 500 tesis doktor tentangnya.
Namun pada tahun 1953, hasil pengujian secara menyeluruh terhadap fosil tersebut menunjukkan kepalsuannya. Tengkorak tersebut berasal dari manusia yang hidup beberapa ribu tahun yang lalu, sedangkan tulang rahangnya berasal dari bangkai kera yang baru terkubur beberapa tahun. Gigi-giginya ditambahkan kemudian agar terlihat mirip manusia lalu persendiannya disumpal. Setelah itu seluruh fosil diwarnai dengan potasium dokromat agar tampak kuno.
Kalau kita menyodorkan ayat Allah SWT di dalam Al-Quran Al-Karim dan hadits Rasulullah SAW tentang manusia pertama, besar kemungkinan para hamba sahaya teori evolusi akan menentangnya. Mereka akan mencari alibi dan dalih untuk membuat penafsiran ‘lain’ alias menentang kebenaran yang ada di dalamnya.
Berapa banyak dari umat Islam yang masih saja percaya bahwa ada manusia sebelum nabi Adam. Fanatisme buta kepada teori evolusi telah membuat mereka menentang apa yang telah Allah SWT sampaikan dalam kitab suci.
Jadi jawaban yang benar adalah bahwa manusia purba tidak pernah ada, sebab teori evolusi juga tidak pernah terbukti. Ada sejuta kejanggalan yang memaksa teori evolusi termasuk teori manusia purba harus dihapus dari kurikulum pendidikan sekolah.
Adam alaihissalam adalah makhluk cerdas pertama di muka bumi. Dengan kedatangan beliau, maka untuk pertama kalinya bumi didatangi oleh makhluk cerdas dari luar angkasa (alien). Kecerdasan manusia sungguh merupakan loncatan besar dalam sejarah bumi, yang sebelumnya hanya dihuni oleh makhluk-makhluk kelas bawah berupa hewan dan tumbuhan. Tidak pernah ada makhluk asli bumi yang mengalami proses evolusi, kecuali hanya ada di film-film Holywood saja. *

Menurut Darwin

Teori Darwin adalah teori yang terkenal dalam kehidupan manusia. Darwin berpendapat bahwa manusia berasal dari Kera. Nenek moyang manusia adalah kera yang berevolusi menjadi manusia modern seperti sekarang ini.
Pendukung teori Darwin beranggapan bahwa semua makhluk berasal dari nenek moyang yang sama. Secara kasar, teori ini menyebutkan bahwa nenek moyang manusia adalah kera.Pada awalnya kesimpulan itu adalah berdasarkan penemuan penemuan tulang belulang hewan dan manusia purba termasuk kera purba. Kera tersebut secara bertahap mengalami ‘perbaikan biologis’ selama jutaan tahun sehingga menjadi manusia.

Pendukung teori Darwin beranggapan bahwa semua makhluk berasal dari nenek moyang yang sama. Secara kasar, teori ini menyebutkan bahwa nenek moyang manusia adalah kera.Pada awalnya kesimpulan itu adalah berdasarkan penemuan penemuan tulang belulang hewan dan manusia purba termasuk kera purba. Kera tersebut secara bertahap mengalami ‘perbaikan biologis’ selama jutaan tahun sehingga menjadi manusia.

Masih Missing Link

Secara DNA juga dijelaskan bahwa kera mempunya DNA yang sangat mirip dengan manusia, sehingga teori ini secara Logis bisa diterima. Namun kekuatan teori Darwin ini masih ada kecacatan yaitu masih ada missing link dari proses evolusi manusia dari kera hingga manusia modern. Missing link ini masih belum dapat ditemukan penyambungnya, sehingga tidak semua orang bisa menerima teori darwin ini.



Sebagian besar penganut agama samawi, termasuk Islam mempunyai teori “sudden creation” yaitu manusia diciptakan langsung oleh Tuhan dan tidak melalui proses evolusi sedangkan Pendukung Teori Darwin menolak teori sudden creation.

Terbantahkan

Ternyata eksistensi teori Darwin bahwa manusia berasal dari kera akhirnya terbantahkan dengan teori yang dikemukakan oleh A.J Kelson yang menyatakan bahwa Meganthropus dan Phitecantropus ternyata hidup dibelahan bumi yang berbeda namun pada waktu yang sama.
Ada yang menyimpulkan bahwa Adam tetap manusia pertama, Adam adalah nenek moyang manusia purba dan manusia yang ada sekarang, lalu menyimpulkan Adam telah berusia jutaan tahun yang menjadi nenek moyang semua manusia.
Bahkan ada yang terpengaruh teori evolusi, dan menyimpulkan bahwa Adam bukanlah manusia pertama, Adam adalah keturunan dari manusia purba, sedangkan manusia purba adalah berasal dari jenis kera.
Data tambahan berikut ini semoga bisa dijadikan benang merah yang dijadikan pijakan tentang mana yang lebih dulu antara Adam dan manusia purba.
1 Apabila Nabi Adam yang duluan diturunkan ke bumi ini, berarti masa-masa Kenabian dalam Agama Samawi berbarengan dengan zaman Dinosaurus dan Manusia Purba?



Apabila Nabi Adam yang duluan diturunkan ke bumi ini, berarti masa-masa Kenabian dalam Agama Samawi berbarengan dengan zaman Dinosaurus dan Manusia Purba?

Hanya saja terdapat perbedaan tempat saja. Dan berarti Manusia Purba bukanlah Nenek Moyang Manusia, karena memang sudah ada Nabi Adam. Dan jika hal ini benar, maka teori dan pelajaran yang ada pada kurikulum IPA adalah salah. Karena ternyata nenek moyang manusia bukanlah Manusia Purba, melainkan Nabi Adam, karena pada kenyataannya manusia tidak pernah berevolusi.

2 Tapi, apabila Manusia Purba yang duluan, berarti Nabi Adam bukanlah makhluk yang pertama kali diciptakan Allah?


Tapi, apabila Manusia Purba yang duluan, berarti Nabi Adam bukanlah makhluk yang pertama kali diciptakan Allah?


Manusia purba sudah ada sejak 1-2 juta tahun yang lalu, begitu pun dengan kehidupan para dinausourus (masa Jurasic). Sementara itu, Nabi Adam ditiupkan ruhnya sebelum 8000 tahun yang lalu. Dengan kata lain, secara eksplisit menunjukkan bahwa Nabi Adam dan Manusia Purba lebih dulu tercipta manusia purba.






3. Mengapa Ada Macam Ras di Bumi ini Bagaimanakah rupa adam dan hawa?? Warna kulitnya apa? Warna rambutnya bagaimana? Apakah mereka setinggi manusia sekarang?
Tentu saja kita tidak boleh mengajukan spekulasi tanpa fakta yang jelas, bagaimana warna kulit mereka. Karena sebagaimana kita ketahui, begitu banyak ras yang tercipta sekarang, dan memiliki warna kulit yang khas.
Bagaimana halnya dengan adam hawa. Tentu saja kita tidak bisa menentukan warna kulit mereka? Satu hal yang bisa terjawab, adalah: dengan warna kulit adam hitam dan hawa putih atau sebailknya, atau kedua-keduanya mulatto, bisa menghasilkan berbagai warna kulit semua ras dibumi ini, Adapun kekhasan setiap warna kulit dari ras-ras tersebut terjadi karena pengaruh lingkungan dan adanya adaptasi terhadap lingkungan mereka.
*NB: Jika keduanya berkulit putih (aabb) atau keduanya berkulit hitam (AABB), maka tidak akan mungkin menciptakan variasi warna kulit.
4. Jadi Mana Yang Benar ? Nabi Adam Dulu atau Manusia Purba Dulu ?


Jadi Mana Yang Benar ? Nabi Adam Dulu atau Manusia Purba Dulu ?


Kesimpulan mengenai duluan mana Nabi Adam atau Manusia Purba yang ane dari sebuah situs :
Manusia pertama di muka bumi adalah Nabi Adam sedangkan manusia purba adalah suatu makhluk yang menyerupai manusia, yang berjalan tegak tapi tidak memiliki kecerdasan seperti manusia. Hidupnya jauuuuh sebelum Nabi Adam diciptakan dan diturunkan ke bumi. Archeolog yang menemukannya menamakan manusia purba ini sebagai manusia kera yang berjalan tegak (pithecanthropus erectus). Harusnya sih disebut sebagai ‘makhluk’ yang menyerupai manusia yang berjalan tegak ya? bisa juga di bilang Kera raksasa toh di zaman it hewan2 purba bentuknya besar2 nah jadi bisa di bilang kera itu di anggap seperti manusia ( hewan ). **

Manakah yang lebih dulu ada, Nabi Adamkah atau manusia purbakah? Mungkin Anda sempat bingung, menurut keyakinan Islam, Adam adalah manusia pertama. Tapi di sisi lain ada fakta penemuan fosil manusia purba yang telah berusia jutaan tahun.
Ada yang menyimpulkan bahwa Adam tetap manusia pertama, Adam adalah nenek moyang manusia purba dan manusia yang ada sekarang, lalu menyimpulkan Adam telah berusia jutaan tahun yang menjadi nenek moyang semua manusia.
Bahkan ada yang terpengaruh teori evolusi, dan menyimpulkan bahwa Adam bukanlah manusia pertama, Adam adalah keturunan dari manusia purba, sedangkan manusia purba adalah berasal dari jenis kera. Na’udzubillah.
Data tambahan berikut ini semoga bisa dijadikan benang merah yang dijadikan pijakan tentang mana yang lebih dulu antara Adam dan manusia purba.
Pertama, menurut penemuan fosil-fosil manusia purba di abad-abad akhir ini disimpulkan bahwa para manusia purba ini hidup JUTAAN tahun lalu. Semoga kesimpulan arkeolog ini benar, sebab kesimpulan usia fosil ini menjadi penentu posisi ‘manusia purba’ ini selanjutnya.
Kedua. Bangsa Arab dikenal sangat hafal silsilah nenek moyangnya, bahkan banyak orang Arab yang bisa hafal silsilahnya hingga Nabi Adam as. Dari data yang tertulis maupun hafalan bangsa Arab akan silsilah mereka ini, disimpulkan bahwa Nabi Adam a.s. hidup sekitar 6.000 (ENAM RIBU) tahun silam. Data ini cukup valid, mengingat kemampuan menghafal silsilah (dan banyak hal) dalam bangsa Arab merupakan suatu yang meyakinkan.
Jadi siapakah manusia yang lebih dulu? Dari dua data di atas maka bisa disimpulkan bahwa manusia purba ada terlebih dahulu dibandingkan dengan Nabi Adam a.s.
Jadi, Adam tetap Manusia Pertama?

Dalam banyak nash Al-Quran disebutkan bahwa Adam adalah manusia pertama, ia diciptakan dari tanah langsung, dan dia tidak berayah dan tidak beribu. Pernyataan inilah yang menjadi dasar Islam tentang konsep “asal usul manusia”. Kemunculan Adam yang tidak berayah dan beribu dan diciptakan langsung dari tanah menegaskan konsep Islam bahwa Adam “tetap” Manusia Pertama, setidaknya Manusia Pertama dari jenisnya. Dari dialah kemudian muncul manusia termasuk kita sekarang. Sehingga kita sering disebut sebagai “bani Adam” atau “keturunan Adam”.
Jika dilihat dari silsilah yang terekam oleh bangsa Arab di atas, dapat disimpulkan bahwa Adam dan keturunannya yang ada sekarang telah ada di muka bumi sejak 6.000-an tahun lalu. Tetapi usia ini tergolong sangat muda dibanding dengan fosil manusia purba yang diperkirakan telah berusia JUTAAN tahun. Sekalipun muncul fakta ada manusia purba yang telah berusia jutaan tahun mendahului Adam yang baru ribuan tahun, konsep Islam bahwa “Adam adalah manusia pertama” tidaklah berubah. Menurut agama Islam, kedudukan Adam sebagai manusia pertama dari “jenis manusia” yang ada sekarang ini. Bila kemudian ditemukan fakta bahwa sebelumnya ada “manusia purba”, maka manusia purba yang itu tentu “berbeda” dengan manusia dari jenis Adam dan keturunannya.
Keunggulan Manusia Keturunan Adam
Dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 30 dijelaskan bahwa Allah mengumumkan kepada para malaikat akan menjadikan khalifah (manusia) di muka bumi. Pengumuman ini disambut kekhawatiran para malaikat bahwa manusia nanti akan membuat kerusakan di bumi dan menumpahkan darah sesamanya. Sebagian ulama berpendapat, bahwa kekhawatiran para malaikat ini berkaca dari “manusia pendahulunya” yang pernah mendiami bumi dan mengadakan kerusakan serta menumpahkan darah, sehingga mereka punah. Manusia pendahulu inilah yang saat ini ditemukan fosilnya dan kita namai sebagai manusia purba.
Dalam QS. Al-Baqarah 30 disebutkan: Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.
Menanggapi kekhawatiran para Malaikat itu, Allah menyatakan dalam ayat berikutnya bahwa sosok manusia “yang kali ini” Dia ciptakan akan dibekalinya “ilmu seluruhnya” (ilmu yang sempurna). Penekanan pemberian bekal ilmu inilah yang seolah menjadi inti perbedaan “manusia” yang akan diciptakan ini dibandingkan dengan “makhluk lain” (dibandingkan jin, malaikat dan dibandingkan pendahulunya yaitu manusia purba).
Disebutkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 31. Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!”
QS. Al-Baqarah ayat 33. Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini.” Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?”
Dari data-data dan kajian singkat di atas, bisa kita gambarkan kesimpulan sebagai berikut:
Pertama. Ketika Adam dan manusia keturunannya belum diciptakan, di muka bumi ini pernah hidup sejenis manusia yang secara fisik mereka hampir seperti manusia sekarang, mereka memiliki nafsu dan insting untuk hidup tetapi mereka belum diberi “ilmu pengetahuan yang sempurna” oleh Allah, sehingga karenanyalah mereka sering mengadakan kerusakan di muka bumi dan menumpahkan darah di antara sesama mereka. Dan karena itulah mereka punah.
Manusia-manusia inilah yang fosilnya kita temukan sekarang dan kita namai sebagai MANUSIA PURBA. Manusia-manusia jenis ini hampir punah seluruhnya dan tidak tersambung dengan Adam dan keturunannya. Seandainya masih ada keturunan manusia purba, mereka jumlahnya amat sedikit dan hidupnya di pedalaman, dan yang terpenting tingkat kemampuan berfikir dan teknologi mereka tentu sangat rendah, dan hampir-hampir tidak bisa kita lihat sisi “kemanusiaan”nya.
Kedua. Setelah kepunahan manusia purba untuk sekian lamanya, barulah Allah menciptakan jenis manusia baru yang “berbeda”. Manusia jenis ini dibekali nafsu dan insting untuk hidup, namun juga dibekali “ilmu pengetahuan yang sempurna” termasuk diturunkannya agama (QS. Al-Baqarah 31-33). Adam-lah yang menjadi manusia pertama yang diciptakan dari jenis ini. Penciptaan “manusia purba” yang punah itu menjadi pelajaran bagi Adam dan keturunannya, bahwa manusia tanpa “ilmu pengetahuan dan agama” hanya akan menciptakan kerusakan di bumi dan menumpahkan darah sesamanya, dan inilah yang menjadi penyebab punahnya mereka.
Jadi, manusia yang hidup di bumi saat ini merupakan keturunan Adam seluruhnya. Tidak ada satupun yang merupakan keturunan manusia purba. Manusia purba benar-benar sudah punah. Fosil-fosil manusia purba yang ditemukan di Jawa-Indonesia kalaulah benar usianya sudah jutaan tahun, maka bukanlah nenek moyang asli dari penduduk Jawa sekarang ini, begitu juga fosil-fosil di tempat lain bukanlah nenek moyang dari manusia yang ada sekarang.

Lain urusan

Berbeda lagi urusannya, apakah manusia-manusia purba itu merupakan keturunan kera ataukah bukan? Kalau benar keturunan kera, mengapa kera-kera itu sekarang masih ada? Apakah kera-kera itu tidak ikut berevolusi? Kera-kera sekarang ini dulunya seperti apa, dan nanti akan menjadi seperti apa? Jangan-jangan kera punya garis sendiri, dan manusia punya garis sendiri, artinya teori evolusi itu hanya mengada-ada? Ketika teori evolusi menyimpulkan bahwa burung-burung yang ada sekarang adalah hasil evolusi dari dinosaurus seperti T-Rex di zaman purbakala, tiba-tiba ditemukan fosil “burung yang sama” yang usianya sezaman dengan T-Rex. Berarti burung yang sekarang, dulu juga adalah burung, bukan evolusi dari T-Rex, dan memang tidak ada evolusi!?
Semua ini masih menjadi perdebatan antara penganut teori evolusi dan penentangnya, juga menjadi pekerjaan rumah bagi manusia untuk membuktikan kebenarannya. ***
Sumber:
*https://www.eramuslim.com/umum/mana-yang-lebih-dulu-nabi-adam-a-s-atau-manusia-purba.htm#.WK0d0PKIe01
**http://keepo.me/bloopers/manakah-yang-lebih-dulu-nabi-adam-atau-manusia-purba
***http://imamsaifulbahri.co.cc



republished by AYO JALAN TERUS -   Good Day Good News :)  





Selengkapnya

AYO JALAN TERUS

Good Day Good News


Artikel Terbaru :


Back to Top