MASYA ALLAH... 1,7 Miliar! Donasi Mesut Ozil untuk Anak-anak di Rohingya, Suriah dan Somalia selama Ramadhan

 


Gelandang Fenerbahçe asal Jerman, Mesut Ozil, telah memberikan hibah 120.770 dolar setara Rp 1,7 miliar kepada Bulan Sabit Merah Turki untuk bantuan selama bulan suci Ramadhan, lapor kantor berita Anadolu pada Rabu (14/04/2021).

Bulan Sabit Merah Turki dalam pernyataannya mengatakan bahwa hibah Mesut Ozil itu akan disalurkan berupa 2.800 paket makanan kepada mereka yang membutuhkan di Turki, 1.000 paket makanan di Indonesia, dan 750 paket makanan untuk Muhajirin Rohingya di kamp pengungsi di Bangladesh.

Bantuan berupa makanan buka puasa juga akan disalurkan untuk anak yatim di Idlib, Suriah, dan Mogadishu, Somalia selama bulan suci Ramadhan, lanjut pernyataan tersebut.

Pernyataan tersebut mengutip pernyataan Presiden Bulan Sabit Merah Turki, Dr Kerem Kinik, yang mengatakan bahwa selama bertahun-tahun, Ozil telah berkontribusi menyebarkan senyuman di wajah ribuan anak di banyak negara.

Ozil adalah pesepakbola profesional Turki-Jerman yang sebelumnya bermain untuk Arsenal dan Real Madrid.

(Sumber: MEMO)


Klik Link Untuk Membaca Artikelnya - Terima Kasih


Selengkapnya


Koar-koar Klaim "Demi Melindungi Warga Bogor" terkait Kasus HRS-RS Ummi, Bima Arya Dihajar Massal Netizen


Wali Kota Bogor Bima Arya menjadi saksi di persidangan Habib Rizieq terkait kasus tes swab RS Ummi, Rabu (14/4/2021).


Dalam kesaksiannya, Bima Arya menyampaikan hal-hal yang menurut Habib Rizieq tidak benar.

Habib Rizieq sampai marah kepada Bima Arya dalam persidangan kasus tes swab RS Ummi. 

Kemarahan Habib Rizieq itu berawal saat dia mencecar Bima Arya terkait berita acara pemeriksaan (BAP)-nya yang menyatakan eks pimpinan FPI itu berbohong. Habib Rizieq kemudian menuding Bima Arya memberikan kesaksian bohong.

"Saya minta dicatat, bahwa Wali Kota Bogor Bima Arya sekaligus Kepala Satgas COVID-19 di pengadilan yang mulia ini telah melakukan kebohongan di atas kebohongan. Terima kasih," kata Habib Rizieq dengan nada tinggi di PN Jaktim, Rabu (14/4/2021).

NAMUN... di akun twitternya, Bima Arya dengan pongahnya mengklaim apa yang dia lakukan terkait kasus Habib Rizieq-RS Ummi adalah demi melindungi warga Bogor.

"Semua yang saya lakukan hanya untuk melindungi warga yang saya cintai. “Kalau saja RS Ummi koperatif sejak awal, tidak ada yang disembunyikan, sidang ini tidak pernah ada.”," kata Bima Arya di akun twitternya @BimaAryaS, Rabu (14/4/2021).
SONTAK... postingan Bima Arya ini mendapat reaksi keras dari netizen yang langsung menghajarnya.

Ada
netizen yang membungkam klaim Bima Arya dengan video acara HAOL SHOLAWAT NARIYAH TANAH BARU Bogor 2020 (di masa pandemi) yang dihadiri ribuan jamaah TETAP DIPERBOLEHKAN DIGELAR... PADAHAL DI MASA PANDEMI. APA INI NAMANYA MELINDUNGI WARGA BOGOR???

Ada lagi netizen yang menampar Bima Arya dengan arsip berita "Bima Arya Dangdutan Saat Bogor Zona Merah Covid-19".

Sementara ada netizen yang membandingkan dengan Menteri Airlangga yang menyembunyikan hasil tes swab, dan tidak dipermasalahkan, apalagi dipidana.

"Menteri Erlangga Hartarto juga menyembunyikan hasil swabnya lantas di pidanakah rumah sakit tempat beliau di periksa?" ujar @humairoh7979.

Aktivis buruh non-muslim @kafiradikalis bahkan menyebut apa yang dilakukan Bima Arya tak lain hanya cari muka ke penguasa.

"...Halah. Cari muka ke rezim. Gak akan bisa anda jadi presiden/wapres...Rezim ini berakhir, anda pun akan dilepeh...," twit @kafiradikalis.


Klik Link Untuk Membaca Artikelnya - Terima Kasih


Selengkapnya


Dikuliti Habis! Di PN Jaktim, HRS Bongkar Kebohongan Bima Arya Soal Tes Swab Di RS UMMI

 


Walikota Bogor, Bima Arya benar-benar "dikuliti" dalam persidangan oleh Habib Rizieq Shihab. Habib Rizieq mengungkap berbagai kebohongan Bima Arya pada persidangan kasus hasil tes swab RS Ummi 

"Bahwa saksi hari ini melakukan kebohongan. Melanggar kesepakatan dia berbohong," tegas Habib Rizieq dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (14/4/2021). 

Habib Rizieq mengungkapkan, Bima Arya tidak sabar menunggu hasil tes swab PCR. Sebab RS Ummi sedang melaksanakan uji hasil tes swab. 

"RS Ummi tidak bisa memberikan kepastian karena tes PCR dilakukan siang itu. Tapi yang bersangkutan tidak sabar, Wali Kota Bima Arya dalam persidangan ini melakukan kebohongan," katanya.

Habib Rizieq juga mengungkapkan Bima tak melakukan pendekatan kekeluargaan maupun kekuasaannya sebagai wali kota dalam menangani kasus ini.

"Ada kesempatan pendekatan kekeluargaan gak Anda pakai. Sekarang pendekatan kekuasaan, 'Saya berwenang mau ketemu pasien, keluarkan data semua, kalau tidak, saya tutup rumah sakit ini'. Tapi dua-duanya tak Anda lakukan. Anda justru melakukan
pendekatan pidana," kata Habib Rizieq ke Bima dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu, 14 April 2021. Bima pun hanya bisa tertegun. 

Adapun soal pendekatan kekeluargaan, Habib Rizieq  sempat menyinggung beberapa nama ulama yang juga pendukung Bima Arya di pemilihan Wali Kota Bogor. Habib Rizieq menyebut, Bima Arya harusnya bisa menggunakan orang-orang tersebut sebagai jembatan komunikasi.

Habib Rizieq pun menanyakan alasan Bima yang justru memilih menggunakan jalur pidana dengan melaporkan masalah RS Ummi ini kepada polisi.

"Apa betul tak ada yang memerintahkan Anda untuk ini semua? Anda sudah janji depan habaib, depan ulama, 'Saya akan mempertimbangkan untuk cabut laporan'. Tapi dengar Kapolda tak bisa cabut, Anda percaya begitu saja. Kalau betul Kapolda Jawa Barat ngomong tidak boleh dicabut, Kapolda bohong itu," kata dia yang membuat Bima Arya terpojok dan tak mampu berkelit. 

Habib  Rizieq kemudian mengingatkan Bima Arya bahwa masalah pidana ini bukan urusan mudah. "Hati-hati Pak Bima, ini bukan urusan main-main, ini urusan penjara, walaupun saya dipenjara dengan kasus yang lain, ini (kasus RS Ummi) berpotensi menambah masa penjara saya, apa Anda tak pikir saat itu?," kata Habib Rizieq.

(Sumber: Faktakini)



Klik Link Untuk Membaca Artikelnya - Terima Kasih


Selengkapnya


Habib Rizieq ke Bima Arya: Prokes Lain Tak Dipidanakan, Kasus Ini Anda Pidanakan!

 Habib Rizieq mencecar Wali Kota Bogor Bima Arya terkait laporannya ke polisi yang berujung kasus data swab di RS Ummi kini disidangkan. Mantan Imam Besar FPI itu mempertanyakan motivasi Bima Arya.


Hal itu disampaikan Habib Rizieq saat menanggapi kesaksian Bima Arya di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (14/4/2021). Selain untuk Habib Rizieq, Bima Arya juga bersaksi untuk menantu Habib Rizieq, Hanif Alatas; dan Direktur Utama RS Ummi, dokter Andi Tatat, yang duduk sebagai terdakwa.

Dalam kesaksiannya, Bima Arya mengaku pernah mendatangi RS Ummi pada 26 dan 27 November 2020. Saat itu, Habib Rizieq sedang dirawat di sana.

Bima Arya mengaku meminta Habib Rizieq melakukan swab untuk memastikan kondisi kesehatannya. Swab kemudian dilakukan pada 27 November 2020.

Namun, Bima Arya menilai swab Habib Rizieq tidak koordinasi lantaran tak didampingi Dinkes Kota Bogor. Swab Habib Rizieq dilakukan di RS Ummi oleh Tim Mer-C. Bima Arya pun merasa dihalang-halangi untuk mendapatkan hasil swab tersebut.

Terkait hal itu, Habib Rizieq menyoroti laporan Bima Arya ke polisi pada tanggal 28 November 2020. Ia mempertanyakan mengapa begitu cepat Bima Arya mengambil langkah pidana tanpa upaya lain terlebih dahulu.

"Yang jadi persoalan adalah tanggal 26 Anda datang, 27 Anda datang, 28 November sudah lapor polisi. Ini yang saya mau tanyakan apa motivasinya kok bisa begitu cepat," ujar Habib Rizieq ke Bima Arya.

Menurut dia, Bima Arya yang juga Kasatgas COVID-19 Kota Bogor, seharusnya
paham pemeriksaan hasil PCR membutuhkan waktu 1-2 hari. Namun, ketika hasilnya belum ada, Bima Arya sudah memutuskan melapor ke polisi.

"Sekarang hasilnya belum ada, kepastiannya belum ada, tiba-tiba sudah lapor polisi," ujar Habib Rizieq.

Atas pertanyaan tersebut, Bima Arya memberi penjelasan. Menurut dia, saat pertemuannya dengan Hanif Alatas pada 27 November 2020, ada sejumlah hal yang disepakati. Termasuk soal hasil data swab, Habib Rizieq. Namun hal itu kemudian tidak terealisasi.

Menurut dia, laporan ke polisi pun disampaikan atas saran dari Kapolres pada saat itu.

"Kapolres sudah menyampaikan bahwa 'kita akan panggil semuanya supaya jelas apa yang terjadi silakan Satgas menyampaikan laporan'. Jadi laporan Satgas ke polisi ini membuat kami bisa membantu lebih jelas apa yang terjadi. Kalau semua sudah sesuai dengan persoalan, dengan protap kan tidak ada masalah," papar Bima Arya.

Namun Habib Rizieq tetap mempertanyakan Bima Arya yang langsung menempuh upaya pidana. Tanpa menempuh upaya persuasif lain terlebih dahulu.

"Prokes lain Anda tidak pidanakan, tapi khusus kasus ini Anda pidanakan, apa motivasinya," tegas Habib Rizieq.

"Tidak ada motivasi lain selain penegakan aturan prokes, itu yang pertama. Yang kedua, keputusan diambil bersama-sama dalam konteks Satgas," jawab Bima Arya. [kumparan]

[VIDEO]

 



Klik Link Untuk Membaca Artikelnya - Terima Kasih


Selengkapnya


MAKIN TERBONGKAR! Bima Arya Sebut Tak Cabut Laporan Habib Rizieq karena Perintah Kapolda

 


Hal itu diungkapkan Habib Rizieq saat Bima Arya menjadi saksi dalam dalam sidang lanjutan terkait perkara hasil test swab RS Ummi Bogor di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu 14 April 2021.

"Anda ada pertemuan dengan para habaib dan ulama termasuk Habib Mahdi Assegaf dan tadi mengakui akan pertimbangkan akan cabut laporan," kata Habib Rizieq mempertanyakan.

Bima Arya beralasan tak jadi mencabut laporannya di polisi lantaran ada pernyataan dari Kapolda Jawa Barat, yang tak ingin laporannya dicabut.

Habib Rizieq Shihab menyayangkan Wali Kota Bogor Bima Arya mengurungkan niatnya untuk mencabut laporan polisi perkara swab test RS UMMI. 

"Sekarang pertanyaan, Pemkot Bogor punya ahli hukum kenapa enggak tanya bahwa delik aduan itu bisa dicabut kapan saja. Artinya, tidak ada larangan dalam Undang-Undang kita, siapa pun boleh cabut laporannya. Siapa di Polda yang bilang tidak boleh cabut (laporan)?" sambung Rizieq yang bertanya kepada Bima.

Menjawab hal itu, Bima mengatakan, bahwa ada orang disebutnya sebagai Kapolda sudah menyampaikan keterangan secara terbuka laporan yang dia buat tidak boleh dicabut. 

"Habib tentunya menyaksikan sendiri, Kapolda secara terbuka dan tidak bisa dicabut," kata Bima. 

Habib Rizieq kemudian menimpali jawaban Bima. Ia
menyayangkan Bima langsung percaya terhadap apa yang disampaikan Kapolda. Padahal, di sisi lain, Bima mempunyai tim hukum yang bisa ditanya soal hukum. 

"Kenapa enggak tanya ke ahli hukum?" tanya Rizieq. 

"Saya tidak fokus ke sana, karena bagi saya persoalan hukum ini bisa melihat kejelasan bagi semua," jawab Bima.

Dalam perkara swab test RS UMMI, Habib Rizieq didakwa telah menyebarkan berita bohong atau hoaks, yang menyebabkan keonaran soal kondisi kesehatannya yang terpapar COVID-19 saat berada di RS UMMI Bogor.

Habib Rizieq dalam perkara tersebut didakwa dengan Pasal 14 ayat (1), ayat (2), Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 14 ayat (1), ayat (2) UU RI Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan/atau Pasal 216 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 



Klik Link Untuk Membaca Artikelnya - Terima Kasih


Selengkapnya


AyoJalanTerus.com | Membuka mata, Melihat Dunia

Terdepan Mengabarkan !

Back to Top