Rekor Lagi! Harga Emas Hari Ini Tembus Rp 1.029.000/Gram

Harga emas terus merangkak naik. Hari ini, harga emas Antam bahkan tembus Rp 1 juta. Pergerakan harga emas ini pun diperkirakan masih akan mengalami kenaikan.

Harga emas Antam hari ini naik lagi dan mencatatkan rekor. Harga emas naik Rp 1.000/gram dari harga emas kemarin.

Emas hari ini dijual di level Rp 1.029.000 per gram. Harga tersebut naik Rp 1.000 per gram.

Demikian dikutip dari laman perdagangan Antam, Selasa (4/8/2020).

Sementara harga buyback atau pembelian kembali emas Antam hari ini naik Rp 2.000 ke level Rp 929.000 per gram. Harga buyback ini berarti, jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga emas tersebut.

Harga emas Antam tersebut sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9%. Bila ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45% maka bawa NPWP saat transaksi.

Berikut rincian harga emas Antam hari ini:

Emas batangan 1 gram Rp 1.029.000
Emas batangan 5 gram Rp 4.925.000
Emas batangan 10 gram Rp 9.785.000
Emas batangan 25 gram Rp 24.337.000
Emas batangan 50 gram Rp 48.595.000
Emas batangan 100 gram Rp 97.112.000
Emas batangan 250 gram Rp 242.515.000
Emas batangan 500 gram Rp 484.820.000
Emas batangan 1.000 gram Rp 969.600.000

[detik]


source https://www.kontenislam.com/2020/08/rekor-lagi-harga-emas-hari-ini-tembus.html

Klik Link Untuk Membaca Artikelnya - Terima Kasih


Selengkapnya


IPB Pastikan Hadi Pranoto di Video Anji Bukan Alumninya

Rektor IPB University Arif Satria

Beredar informasi Hadi Pranoto yang mengklaim menemukan 'obat COVID-19' dalam video di channel YouTube musisi Anji adalah lulusan S3 IPB. IPB pun membantahnya.

Berdasarkan penelusuran di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi, Selasa (4/8/2020), ada nama Hadi Pranoto dengan latar belakang pendidikan S1 Universitas Muhammadiyah Malang, S2 Universitas Mulawarman, dan S3 IPB. Dalam data tersebut disebutkan Hadi Pranoto adalah dosen tetap Program Studi Agroekoteknologi Universitas Mulawarman. Tak ada foto Hadi Pranoto dalam informasi data tersebut.

Rektor IPB Arif Satria mengatakan pihaknya telah melakukan penelusuran terkait informasi tersebut. Ia menegaskan Hadi Pranoto lulusan S3 IPB berbeda dengan Hadi Pranoto yang mengklaim menemukan 'obat COVID-19'.

"Berdasar penelusuran di internal institusi kami, 'Hadi Pranoto' yang dimaksud dalam berita ini adalah orang yang berbeda dengan Hadi Pranoto yang merupakan Alumnus S3 IPB," kata Arif saat dihubungi detikcom, Selasa (4/8/2020).

Arif mengatakan pihaknya sudah mengonfirmasi langsung kepada Hadi Pranoto yang saat ini menjadi dosen di Universitas Mulawarman. Arif memastikan kedua Hadi Pranoto itu adalah dua orang yang berbeda.

"Memang ada alumni IPB bernama Hadi Pranoto, tapi bukan orang yang saat ini sdg diperbincangkan publik terkait obat COVID. Jadi orang yang berbeda," tegas Arif.

"Sudah (dikonfirmasi langsung). Ada dosen pembimbing beliau yang langsung konfirmasi. Iya (dipastikan bukan orang yang sama)," imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Biro Komunikasi IPB Yatri Indah Kusumastuti juga menegaskan Hadi Pranoto alumni IPB berbeda dengan yang mengklaim menemukan 'obat COVID-19'. Bidang keahlian Hadi Pranoto pun bukan mikrobiologi seperti yang disebutkan dalam video Anji.

"Kita cek fotonya beda, dan kita konfirmasi beliau ada di Mulawarman, dosen. Dan memang bidang keahliannya itu tidak sama. Pak Hadi Pranoto yang mahasiswa di kami bukan dalam bidang mikrobiologi, bidang yang lain. Beliau itu di agronomi," ujar Yatri.

Ia pun meminta publik tidak mudah percaya dengan berita yang belum dipastikan kebenarannya.

"Tentu saja jangan mudah percaya. Kalau dalam kaitan apakah dia orang IPB atau bukan memang yang bisa menjelaskan hanya kami, kalau kami sudah cek daya dan ternyata tidak, ya mohon publik menerima itu karena memang itu fakta yang sebenarnya," tuturnya.

Seperti diketahui, Hadi Pranoto dalam video di channel YouTube Anji disebutkan sebagai profesor ahli mikrobiologi. Hadi mengklaim telah menemukan antibodi COVID-19 sebagai 'obat' yang bisa menyembuhkan dan mencegah COVID-19. Hadi Pranoto juga mengatakan swab test untuk virus Corona bisa seharga Rp 10-20 ribu. Dalam video itu, Anji juga menyapa Hadi Pranoto sebagai 'dok'.

Hadi Pranoto dan Anji pun dilaporkan ke polisi. Adalah Cyber Indonesia yang dipimpin Muannas Alaidid yang melaporkan Anji dan Hadi Pranoto ke Polda Metro Jaya.

Laporan tersebut tertuang dalam Laporan Polisi LP/4538/VIII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ. tanggal 3 Agustus 2020. Anji dan Hadi Pranoto dilaporkan atas tuduhan menyebarkan berita bohong.

"Sudah resmi dilaporkan pada malam ini jam 18.30 pelapor disebut jelas Hadi Pranoto profesor yang di-interview. Kemudian adalah pemilik akun Youtube duniamanji," kata Muannas di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (3/8). [detik]



source https://www.kontenislam.com/2020/08/ipb-pastikan-hadi-pranoto-di-video-anji.html

Klik Link Untuk Membaca Artikelnya - Terima Kasih


Selengkapnya


PBNU Minta Polisi Tak Hanya Tangkap Buronan Djoko Tjandra

PBNU Minta Polisi Tak Hanya Tangkap Buronan Djoko Tjandra

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) minta pada Polri terus mengejar dan menangkap buronan kelas kakap lainnya yang masih berkeliaran. Hal ini disampaikabn PBNU setelah polisi menangkap terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra.

"Kali ini penegak hukum didorong political will Presiden Joko Widodo mampu menangkap Djoko Tjandra yang telah menghilang selama 11 tahun," Ketua PBNU K.H. Marsudi Syuhud dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Selasa (4/8/2020).

Dengan keberhasilan itu dan dukungan political will Presiden Jokowi, Marsudi berharap penegakan hukum ke depan akan makin baik.

"Keberhasilan ini didorong oleh political will Presiden Jokowi sehingga penegakan hukum akan lebih baik lagi," kata Marsudi.

Ditegaskan pula bahwa hukum harus ditegakkan terhadap siapa pun yang terlibat kasus dan menjadi target buruan penegak hukum.

Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah itu juga menilai Kepala Badan Reserse Krimimal (Kabareskrim) Mabes Polri Komjen Polisi Listyo Sigit Prabowo menunjukkan kinerja yang baik dan menjaga kepercayaan publik untuk mengejar para buronan kelas kakap.

"Sebagai orang awam hukum, saya apresiasi, ini menunjukkan ke publik bahwa Polri serius bekerja memburu para buronan," ujar Marsudi.

Selain itu Marsudi turut mengapresiasi langkah pimpinan Polri yang menetapkan tersangka terhadap salah satu oknum perwira tinggi kepolisian Brigjen Pol. Prasetijo Utomo lantaran turut memuluskan pelarian Djoko Tjandra dengan menerbitkan surat jalan.

Selain itu, Brigjen Pol. Prasetijo juga dicopot sebagai Kepala Biro Korwas PPNS Polri, termasuk mantan Ses NCB Interpol di Indonesia Brigjen Pol. Nugroho Wibowo dan mantan Kadiv Hubungan Internasional Polri Irjen Pol. Napoleon Bonaparte juga sedang menjalani pemeriksaan di Divisi Propam Polri.

Diketahui, sejumlah buronan kelas atas masih berkeliaran menghirup udara bebas seperti Indra Budiman terkait dengan perkara tindak pidana penipuan dan pencucian uang penjualan Condotel Swiss Bell di Kuta Bali, serta tersangka kasus suap KPU Harun Masiku.[suara]



source https://www.kontenislam.com/2020/08/pbnu-minta-polisi-tak-hanya-tangkap.html

Klik Link Untuk Membaca Artikelnya - Terima Kasih


Selengkapnya


Disebut Langgar UU ITE, Anji dan Hadi Pranoto Terancam Penjara 10 Tahun

Disebut Langgar UU ITE, Anji dan Hadi Pranoto Terancam Penjara 10 Tahun

Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alidid melaporkan Anji dan Profesor Hadi Pranoto ke Polda Metro Jaya, Senin (3/8/2020) oleh Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid.

Muannas menuding bahwa ada informasi bohong yang disampaikan oleh narasumber ketika ngobrol bareng Anji.

"Pertama ada dugaan berita bohong yang disampaikan oleh si narsum (Hadi Pranoto) ini pas interview kemudian disebarkan. Penyebaran itu dilarang menurut undang-undang ITE ada di pasal 28 makanya kita laporkan ada pasal 14, 15," terang Muannas Alaidid usai membuat laporan.

Menurut Muannas, baik Anji maupun Profesor Hadi Pranoto bisa langsung ditahan oleh kepolisian.

"Ini ancaman pidananya 10 tahun loh, nggak main-main. Bisa langsung ditahan pelakunya, bisa langsung ditangkap," jelas Muannas.

Sementara menurut Muanas, Anji sebagai terlapor kedua juga terancam hukuman penjaran lima tahun. Sebab, kata Muannasm, Anji telah memberikan ruang kepada Hadi untuk menyebarkan berita bohong tersebut.

"Termasuk pasal 28 ayat 1 yang kemudian diduga dijerat pada Anji dan itu di atas lima tahun. Artinya apa, Anji memungkinkan juga untuk dilakukan penangkapan dan penahanan dalam perkara ini karena ancaman pidananya begitu tinggi," ucap Muannas Alaidid.

 Menurut Muanas mereka berdua dikenakan undang-undang ITE atau menyebarkan berita bohon pasal 28 ayat (1) Juncto pasal 45A UU RI Nomer 19 Tahun 2016 dan atau Pasal 14 dan 15 UU RI No.1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

Muanas telah menyerahkan kasus tersebut kepada pihak berwajib. Pasalnya, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga telah meninta polisi segera menindak tegas kasus tersebut.

"Kita serahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib. Yang pasti ini sudah resmi dilaporkan dan sejauh ini di media sosial ada beberapa dari IDI misalnya mengatakan bahwa minta polisi untuk mengusut, menindak tegas pelakunya," ucapnya.[suara]



source https://www.kontenislam.com/2020/08/disebut-langgar-uu-ite-anji-dan-hadi.html

Klik Link Untuk Membaca Artikelnya - Terima Kasih


Selengkapnya


Peneliti Italia Ungkap Fakta Mengejutkan, Pasien Yang Sembuh Dari Covid-19 Rentan Terkena Gangguan Kejiwaan

Peneliti Italia Ungkap Fakta Mengejutkan, Pasien Yang Sembuh Dari Covid-19 Rentan Terkena Gangguan Kejiwaan

Para peneliti di Rumah Sakit San Raffaele Milan mengungkap sebuah fakta baru yang mengejutkan. Mereka menyebut sebagian besar survivor atau orang-orang yang sembuh dari Covid-19 menderita tingkat gangguan kejiwaan yang lebih tinggi termasuk stres pasca-trauma (PTSD), kecemasan, insomnia, dan depresi.

Survei menunjukkan bahwa lebih dari setengah 402 pasien yang dipantau setelah dirawat karena virus, mengalami setidaknya satu dari gangguan ini secara proporsional dengan tingkat keparahan peradangan selama penyakit.

Para pasien yang terdiri dari 265 pria dan 137 wanita diperiksa pada tindak lanjut satu bulan setelah perawatan di rumah sakit.

"Jelas sekali, bahwa peradangan yang disebabkan oleh penyakit ini juga dapat berakibat pada tingkat psikiatri," kata profesor Francesco Benedetti, ketua kelompok Unit Penelitian Psikiatri dan Psikologi Klinis di San Raffaele, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters, Senin (3/8).

Laporan ini diterbitkan pada hari Senin di jurnal ilmiah Brain, Behavior and Immunity.

Berdasarkan wawancara klinis dan kuesioner penilaian diri, dokter menemukan PTSD pada 28 persen kasus, depresi pada 31 persen, kecemasan pada 42 persen pasien dan insomnia pada 40 persen, dan akhirnya gejala obsesif-kompulsif pada 20 persen.

Studi ini menunjukkan bahwa wanita lebih rentan menderita kecemasan dan depresi, meskipun tingkat keparahan infeksi lebih rendah, kata pernyataan itu.

"Kami berhipotesis bahwa ini mungkin disebabkan oleh perbedaan fungsi sistem kekebalan tubuh," kata Profesor Benedetti.

Akhirnya, dampak kejiwaan yang kurang serius telah ditemukan pada pasien rawat inap daripada pada pasien rawat jalan.

Konsekuensi psikiatrik dari Covid-19 dapat disebabkan oleh respon imun terhadap virus itu sendiri dan oleh faktor-faktor stres psikologis seperti stigma, isolasi sosial dan kekhawatiran bahwa dirinya akan menginfeksi orang lain, katanya.

Hasilnya akan menggarisbawahi kekhawatiran yang berkembang tentang potensi komplikasi kesehatan yang melemahkan bagi penyintas penyakit.

Awal bulan ini, para ilmuwan memperingatkan kemungkinan gelombang kerusakan otak terkait virus corona pada orang yang menderita penyakit itu.[rmol]


source https://www.kontenislam.com/2020/08/peneliti-italia-ungkap-fakta.html

Klik Link Untuk Membaca Artikelnya - Terima Kasih


Selengkapnya


KAMI Dibutuhkan Rakyat Saat Pemerintah Abai

KAMI Dibutuhkan Rakyat Saat Pemerintah Abai

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) merupakan harapan bagi rakyat Indonesia ketika negara dan pemerintah abai dengan nasib rakyat.

Begitu kata Direktur Ekskutif Oversight of Indonesia's Democratic Policy, Satyo Purwanto saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (4/8).

Menurut Satyo, KAMI yang berisi para tokoh nasional, agama, dan aktivis itu bukanlah sebuah gerakan makar, melainkan gerakan civil society.

"Kata makar propaganda kekuasaan. Dalam sistem civil society kelompok masyarakat yang tercerahkan diperlukan untuk melakukan kontrol dan evaluasi jalannya kekuasaan tersebut, agar kekuasaan itu berkhidmat untuk rakyat, bukan hanya untuk oligarki kekuasaan politik," ujarnya.

Karena, kata mantan Sekjen ProDEM ini, rakyat sangat membutuhkan adanya gerakan yang bisa menyuarakan pendapat mereka yang sudah tidak bisa lagi berharap kepada pemerintah.

"Masyarakat memerlukan “dissenting opinion” seperti yang disuarakan oleh kelompok KAMI itu untuk menjaga masyarakat agar memiliki harapan, ketika negara dan pemerintah terkesan abai dengan segala kenyataan kesulitan hidup mereka di tengah himpitan krisis ekonomi akibat pandemik Covid-19," pungkas Satyo.[rmol]


source https://www.kontenislam.com/2020/08/kami-dibutuhkan-rakyat-saat-pemerintah.html

Klik Link Untuk Membaca Artikelnya - Terima Kasih


Selengkapnya


Menutup Rumah Sakit Bukan Solusi Hentikan Penyebaran Covid-19

Menutup Rumah Sakit Bukan Solusi Hentikan Penyebaran Covid-19

Keputusan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menutup sebagian layanan di Rumah Sakit Umum Teunku Peukan dapat kritikan masyarakat. Karena hal ini dinilai tak bisa jadi solusi untuk menghentikan laju pertambahan kasus Covid-19 di wilayah tersebut.

Seorang warga Aceh Barat Daya, Khairil Arwadi, meminta pemerintah tidak menutup RSU Teungku Peukan untuk mengantisipasi jumlah kasus Covid-19. Seharusnya pemerintah kabupaten lebih serius mengatasi penyebaran Covid-19 dengan mencegah kerumunan orang.

“Pemerintah juga harus memastikan masyarakat selalu menjalankan protokol kesehatan. Menutup rumah sakit bukan solusi. Itu malah menambah masalah. Harusnya, ada upaya lebih serius dalam menjaga para petugas medis dan warga dari paparan corona,” kata Khairil kepada Kantor Berita RMOLAceh, Selasa (3/8).

Menurut Khairil, mengalihkan pelayanan kesehatan dari rumah sakit ke puskesmas hanya memindahkan masalah, bukan menyelesaikan masalah. Bahkan Khairil menilai peralatan medis di puskesmas tidak memadai untuk merawat pasien yang memerlukan penanganan serius.

“Misalkan, ada yang kecelakaan dan membutuhkan operasi. Sudah tentu dia tidak bisa ditangani di pukesmas,” kata Khairil. “Kalau memang serius mau mencegah, pemerintah harusnya menggunakan anggaran daerah untuk membangun rumah sakit khusus Covid-19.”

Pemkab, kata Khairil, bisa menggunakan sejumlah bangunan yang tidak terpakai sebagai rumah sakit darurat. Dengan anggaran yang ada, Pemkab juga bisa menyediakan alat pemeriksaan tes usap dan ventilator sehingga penyakit itu bisa dapat segera dideteksi dan diobati.

Menurut Khairul, hingga saat ini tidak ada langkah serius yang diambil Pemkab untuk memutus mata rantai Covid-19. Pasalnya, di banyak titik, cukup mudah dijumpai kerumunan orang tanpa menerapkan protokol kesehatan.

“Banyak petugas medis yang terpapar ini akibat tidak ada kebijakan yang jelas untuk mengantisipasi penularan. Dan yang jelas, menutup rumah sakit bukan solusi,” kata Khairul.

Untuk diketahui, jumlah pasien Covid-19 di Aceh terus bertambah. Dalam laman informasi pasien corona milik Dinas Kesehatan Aceh, total warga Aceh yang tertular Covid-19 mencapai 433 orang. Senin kemarin (3/8) juga terdapat dua pasien Covid-19 yang meninggal dunia.[rmol]


source https://www.kontenislam.com/2020/08/menutup-rumah-sakit-bukan-solusi.html

Klik Link Untuk Membaca Artikelnya - Terima Kasih


Selengkapnya


Kritiknya Disebut Salah Alamat, Zita Anjani: Haduh Mas Menteri Bisanya Ngirim BuzzerRp Doang

Kritiknya Disebut Salah Alamat, Zita Anjani: Haduh Mas Menteri Bisanya Ngirim BuzzerRp Doang

Akun media sosial Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Zita Anjani mendadak mendapatkan serangan dari pendengung atau buzzer. Ini lantaran sikap kritisnya atas kebijakan pemerintah yang menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di masa pandemik.

Mereka mencibir Zita dengan mengatakan kritikan yang dilontarkan ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) ini salah alamat.

Kata mereka, tugas Zita sebagai anggota DPRD DKI Jakarta seharusnya mengawasi gubernur. Bukan mengritik menteri.

"Anggota DPRD provinsi kok ngurusin menteri," sindir salah satu akun pendengung.

Tak terima dirinya diserang, Zita melakukan pembelaan dengan mengcapture komentar buzzer tersebut dan membalasnya lewat instastory.

"Haduh Mas Menteri bisanya ngirim BuzzerRp doang ya. Kirim dong internet gratis+gadget," tulis Zita seperti yang dikutip redaksi, Selasa (4/8).

Bahkan Zita menantang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, mengirim orang untuk berdebat dengannya mengupas tuntas masalah pendidikan.

"Atau kirim deh professori biar sini debat sama saya kalau Mas Menteri gagal faham terus!" tantang Zita.[rmol]


source https://www.kontenislam.com/2020/08/kritiknya-disebut-salah-alamat-zita.html

Klik Link Untuk Membaca Artikelnya - Terima Kasih


Selengkapnya


Rizal Ramli: Beri Saya Satu Tahun, Insya Allah Krisis Ini Akan Selesai!


MENGATASI KRISIS ALA RIZAL RAMLI

Prediksi pertumbuhan ekonomi kuartal II yang diprediksi anjlok minus 5 persen, dari 2 persen, sudah didengar ekonom senior, Dr. Rizal Ramli.

Tidak merasa khawatir, RR pun mengurai pengalamannya saat menjadi Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur yang berhasil menaikkan pertumbuhan ekonomi yang tadinya minus 3 persen menjadi tumbuh positif 4,5-7,5 persen.

Yaitu dengan cara memompa daya beli rakyat di bawah, menaikkan gaji PNS, TNI, hingga pensiunan. Sehingga nantinya akan dibelanjakan 99 persen ke sektor retail. Bukan malah membatu orang kaya dan konglomerat.

Tokoh nasional Rizal Ramli menyatakan, bahwa banyak saat ini pemerintah tidak bersyukur terhadap kekayaan yang dimiliki Indonesia. Bahkan menurutnya, banyak pejabat lebih memilih meminta-minta kepada pihak asing.

“Indonesia itu seperti ada cawan emas di atas… tapi bangsa kita, pejabat kita justru lebih senang memotong kelapa, batoknya dijadikan tempat untuk meminta-minta kepada pihak asing,” tegasnya, kemarin di Jakarta.

Menurut Rizal, hal tersebut menggambarkan ketidakmampuan pemerintah dalam menyelesaikan berbagai masalah di Indonesia. “Sebetulnya masalah, terutama di sektor ekonomi kita ini tidaklah sulit. Tapi yang jadi masalah adalah pemerintah saat ini tidak mengetahui bagaimana cara mencari jalan keluarnya,” ungkap Rizal.

Ia lantas menjelaskn, bagaimana cara seharusnya Indonesia bisa keluar dari krisis ekonomi yang membuat berbagai macam kondisi saat ini mengalami kesulitan.

“Jadi…gak usah mikirin (pengusaha) yang gede-gede, yang gede mah udah tau jalannya sendiri. Yang penting, presiden itu pemimpin harus jelas hatinya. Saya kadang-kadang bertanya-tanya pak Jokowi kan dari rakyat biasa, masa lihat rakyat susah gak ada hatinya,” tambahnya.

Menurutnya, presiden merupakan pemimpin negara, dan bisa memberikan tugas kepada pihak-pihak yang memahami akar masalah pada Indonesia. “Kan tinggal ngomong, cari jalan donk. Pasti ada yang pinter yang tau jalannya. Mohon maaf, kalau Rizal Ramli yang pimpin gampang nih, mau ekonomi nanti minus 3 persen atau minus 4 persen, kasih waktu saya 1 tahun, insya Allah kita akan bereskan krisis ini.”

“Sederhana ilmunya, pompa yang bawah. yang miskin itu yang bawah, yang gak bisa ngapa-ngapain… pasti kalau dia belanja, ekonomi hidup. Kalau kita kasih uang, di-bailout yang gede-gede. ini kan kalau baca di koran, untuk krisis ini tadinya 600 triliun, seminggu naik 800 triliun, trus naik lagi jadi 1000 triliun. Koq bisa makin lama makin gede, koq rakyat 6 bulan ini gak ngerasain apa-apa,” tegas mantan Menko Ekuin era Gusdur ini.

Rizal menambahkan, bahwa saat ini pemerintah terlalu sibuk melobi yang besar-besar, sehingga tidak membaca peluang dari hal yang kecil. “Sederhana. karena dilobby sama yang gede-gede. Kata mereka, bantuin kita juga donk. Akhirnya defisit (?) dinaikkin, pakai uang minjem, mau nyetak uang. Tapi esensinya sederhana, kalau yang gede kita kasih uang Rp 1 triliun, perusahaan yang kapasitas pabriknya turun ke hanya 30%. Gak mungkin dia kasih uang itu untuk naikkan kapasitas pabriknya ke 100%.”

“Karena gak ada permintaan! gak ada yang mau beli. Akhirnya yang Rp 1 trilun dipakai spekulasi, dipakai beli mata uang asing, beli emas, pakai beli tanah, atau rumah yang harganya sudah jatuh 50%. Jadi logikanya harus dibalik. Ciptakan dulu permintaan, dengan mompa daya beli yang golongan menengah ke bawah! otomatis (ekonomi) selamat!” tukasnya. (Fel)

Sumber: RMOL, Indonesiakita
 


source https://www.kontenislam.com/2020/08/rizal-ramli-beri-saya-satu-tahun-insya.html

Klik Link Untuk Membaca Artikelnya - Terima Kasih


Selengkapnya


Wartawan New York Times: Presiden Jokowi Selevel Dengan Presiden Trump


Presiden Jokowi Selevel Dengan Presiden Trump

Oleh: Hersubeno Arief

Kualitas kepemimpinan Presiden Jokowi kelasnya sama dengan Presiden AS Donald Trump.

Cara mereka dalam menangani pandemi Corona, menunjukkan banyak kemiripan. Jadi tidak terlalu salah bila ada yang menilai, kualitas keduanya berada dalam satu level. 11-12.

Jangan anggap ini becanda. Apalagi hoax. Penilaian itu datangnya dari seorang wartawan New York Times Richard C Paddock. Jadi ini bukan penilaian main-main.

New York Times adalah sebuah media dengan reputasi tinggi. Sangat berpengaruh di AS. Didirikan tahun 1851. Usianya hampir dua abad.

Sementara Paddock, sebagai wartawan jam terbangnya juga sangat tinggi.

Dia pernah meliput di berbagai belahan dunia. Pernah ditempatkan sebagai koresponden di Moskow, Bangkok, Singapura, dan Jakarta.

Sebelum bekerja di New York Times dia pernah bekerja di The Los Angeles Times dan The Wall Street Journal.

“Pujian” Paddock atas Jokowi itu muncul dalam laman New York Times edisi Asia Pasific 31 Juli lalu.

Judulnya rada panjang. “In Indonesia, False Virus Cures Pushed by Those Who Should Know Better.” 

Terjemahan secara bebasnya: Di Indonesia penyembuhan palsu  virus, justru didorong oleh mereka yang seharusnya tahu lebih baik.

(Link: https://www.nytimes.com/2020/07/31/world/asia/indonesia-coronavirus.html)

Paddock benar. Presiden, para menteri, gubernur, dan para kepala daerah setingkat walikota dan bupati adalah figur yang seharusnya lebih tahu soal pencegahan dan penyembuhan virus.

Namun sikap mereka yang tidak tegas, kebijakan yang berubah-ubah. Anti ilmu pengetahuan dan medis, serta lebih percaya kepada pengobatan “dukun.” Quack remedies, begitu Paddock menyebutnya, memperparah situasi.

Terhitung tanggal 28 Juli lalu angka resmi yang tertular virus made in China itu sudah tembus di atas 100 ribu. Sudah melebihi jumlah yang terinveksi di China, sebagai negeri asal virus.

Angkanya dipastikan masih akan terus bertambah. Jubir Covid pemerintah yang baru ditunjuk,  Wiku Adisasmito menyebut angka tersebut masih jauh dari puncak. Artinya jumlahnya akan terus bertambah. Krisis kesehatan semakin parah.

Meremehkan

Sebagai Presiden, Jokowi dinilai meremehkan pandemi. Dia juga menyampaikan pesan yang beragam dan tidak konsisten.

Jokowi juga terlambat mengambil langkah menutup sekolah, aktivitas bisnis, dan membatasi perjalanan.

Pada bulan Mei Jokowi menyerukan warga untuk berdamai dengan Corona.  Sebulan kemudian dia mengancam akan memecat para menterinya yang bekerja seadanya dan tidak menyadari  krisis.

Pada bulan Juni dia kembali menyerukan agar masyarakat disiplin menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan.

Di luar sikap Jokowi yang membingungkan, para menteri dan pejabat di bawahnya  juga punya andil kian memperparah situasi.

Menteri Pertanian Sahrul Yasin Limpo mengklaim telah menemukan kalung anti Corona. Gubernur Bali I Wayan Koster mendorong penggunaan minuman tradisional arak yang direbus sebagai obat hirup.

Pemerintah juga merekrut para artis sebagai influencer, dan menyebarkan informasi yang salah.

Para influencer dan pakar gadungan juga mendorong berbagai pengobatan “dukun” melalui medsos. Situasi tambah parah karena muncul berbagai hoax, termasuk penggunaan thermogun  bisa mengakibatkan kerusakan otak.

Penyanyi dangdut Iis Dahlia, tulis Paddock, termasuk salah satu influencer yang direkrut.

Kepada 12 juta followernya di Instagram, Iis mengaku merasa lebih aman dan terlindungi setelah memakai “jimat” kalung ekaliptus.

Situasi di Indonesia, dalam penilaian Paddock mirip dengan yang terjadi di Kenya, Afrika dan AS.

Gubernur Nairobi, ibukota Kenya meyakini konsumsi minuman keras cognac bisa mencegah dan menyembuhkan virus.

Presiden Trump terus mempromosikan hydroxychloroquine, obat yang digunakan untuk mengobati malaria, sebagai obat coronavirus meskipun ada bukti medis yang bertentangan.

Trump juga dikenal anti masker. Namun dalam beberapa pekan terakhir akhirnya dia mengalah dan bersedia memakai masker.

Sikap Presiden dan para pejabat tinggi ini bertolak belakang dengan pernyataan juru bicara pemerintah Wiku Adisasmito.

Dia mendesak publik tetap disiplin dan mematuhi protokol kesehatan. Jangan percaya kepada takhayul dan pengobatan yang tidak jelas, kendati itu berasal dari pejabat publik dan selebritas.

“Pada saat darurat, kita semua membutuhkan fakta nyata yang jujur, berbasis ilmiah, untuk memberi kita harapan, ketenangan, dan kejelasan,” kata Wiku, profesor kebijakan kesehatan dari Universitas Indonesia.

Mantan Wapres Jusuf Kalla yang kini memimpin Palang Merah Indonesia (PMI) menilai Menkes Terawan punya andil besar dalam memperparah penanganan pandemi.

“Sampai bulan Maret sikap Terawan sama seperti Presiden Trump. Oh ini hanya flu biasa,” ujar Kalla.

Hmmm rupanya bukan hanya Presiden Jokowi yang kelasnya sama dengan Presiden Trump.

Menkes Terawan, kalau merujuk Jusuf Kalla, kelasnya ternyata juga sama. 11-12 juga. End.[]


source https://www.kontenislam.com/2020/08/wartawan-new-york-times-presiden-jokowi.html

Klik Link Untuk Membaca Artikelnya - Terima Kasih


Selengkapnya


Artikel Terkait Lainnya

AyoJalanTerus.com

Terdepan Mengabarkan !



Back to Top