Subscribe | Daftarkan Email Kamu disini

Keceplosan Jubir Covid-19: Saya Tidak Melihat Dalam Perspektif Bohong, Tapi Mengatur Kebenaran

[ AyoJalanTerus.com ]   Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona (Covid-19) Achmad Yurianto keceplosan di acara Deddy Corbuzier soal data penderita covid-19.






Deddy Corbuzier: Saya yakin, bapak juga tahulah, bahwa ketika kita bilang negatif itu, pasti kemungkinan sudah ada yang kena (positif covid-19); tapi kita berusaha menenangkan masyarakat (dengan mengatakan negatif). Gimana pak, Anda bukannya dianggap membohongi masyarakat?

Jubir Pemerintah:
Saya tidak melihat dalam perspektif bohong ya, (tapi) Mengatur Kebenaran menurut saya.

WHAT ???

[Video]



😉 Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Keceplosan Jubir Covid-19: Saya Tidak Melihat Dalam Perspektif Bohong, Tapi Mengatur Kebenaran



Selengkapnya

Duka Negeri... Mereka Pergi Karena Pandemi, Para Dokter yang Gugur Saat Tangani Corona

[ AyoJalanTerus.com ]   Pandemi virus corona di Indonesia telah menginfeksi 2.273 orang dan menyebabkan 198 orang di antaranya meninggal dunia. [data per hari Minggu 5 April 2020]

Dari jumlah orang yang meninggal karena virus corona tersebut, terdapat pula tenaga medis yang berjuang di banyak fasilitas kesehatan di Indonesia.

Setidaknya 24 dokter wafat dalam sebulan ini. Menurut IDI, dokter-dokter itu tertular virus corona dari pasien yang mereka tangani.






Beberapa waktu sebelumnya banyak dikeluhkan kekurangan Alat Perlindingan Diri (APD) bagi dokter, perawat dan petugas kesehatan yang berjuang di garis depan dalam menangani wabah virus corona.

Hingga kemarin, kebutuhan alat pelindung diri tenaga medis tersebut belum tercukupi.

Berikut ini adalah daftar ke-24 dokter yang telah gugur akibat terpapar virus corona penyebab penyakit Covid-19:

1. Prof. DR. dr. Iwan Dwi Prahasto (Guru Besar FK UGM)
2. Prof. DR. dr. Bambang Sutrisna (Guru Besar FKM UI)
3. drg. Amutavia Pancasari Artsianti Putri, Sp. Ort (RSUD Jati Sampurna, Bekasi)
4. drg. Yuniarto Budi Santosa, M.Kes (Dinkes Kota
Bogor)
5. dr. Bartholomeus Bayu Satrio (IDI Jakarta Barat)
6. dr. Exsenveny Lalopua, M.Kes (Dinkes Kota Bandung)
7. dr. Hadio Ali K, Sp.S (Perdossi DKI Jakarta)
8. dr. Djoko Judodjoko, Sp.B (IDI Bogor)
9. dr. Adi Mirsa Putra, Sp.THT-KL (IDI Bekasi)
10. dr. Laurentius Panggabean, Sp.KJ (RSJ dr. Soeharto Herdjan)
11. dr. Ucok Martin Sp. P (Dosen FK USU)
12. Dr. Heru S. (Undip 1974)
13. dr. Efrizal Syamsudin, MM (RSUD Prabumulih, Sumatera Selatan)
14. dr. Ratih Purwarini, MSi (IDI Jakarta Timur)
15. Laksma (Purn) dr. Jeanne PMR Winaktu, SpBS. Gugur di RSAL Mintohardjo.
16. Drg. Roselani Odang Sp.Pros
17. Dr. Anneke Suparwati, MPH (Dosen FKM UNDIP)
18. Dr Eddy Supriyadi SpPA
19. DI RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo dr. Bernadetta Tuwanakotta Sp. THT- KL
20. dr. Bernadette Albertine Francisca T, Sp. THT-KL IDI Cabang Makassar.
21. DR.Dr. Lukman Bubakar SpOT (RsP)
22. Dr Ketty, IDI Tangsel
23. Drg Gunawan Oentaryo, PDGI Banjarmasin
24. Dr. Adi Santoso, Leuwiliang Jabar

Dokter. Dokter Gigi. Profesor. Perlu waktu belasan hingga puluhan tahun bagi kita untuk mendapatkan SDM unggul seperti mereka.

Selamat jalan para Guru dan para senior. Semoga amal ibadah kalian diterima di sisi Allah.

Kami akan terus berjibaku untuk pertahankan rakyat & negara.




View image on Twitter




😉 Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Duka Negeri... Mereka Pergi Karena Pandemi, Para Dokter yang Gugur Saat Tangani Corona



Selengkapnya

Resep Sop Buntut Sapi Spesial, Segar dan Menghangatkan Badan

[ AyoJalanTerus.com ]  Hujan mengguyur hampir setiap hari, tentunya cuaca jadi lebih dingin. Tak sedikit yang mengalami penurunan kekebalan tubuh di cuaca seperti ini. Karena itu, tak ada salahnya menyantap makanan yang bergizi tinggi. Sop buntut sapi misalnya.

Sop buntut sangat baik untuk kesehatan, karena mengandung mineral dan protein tinggi dari daging sapi. Sementara kuahnya yang kaya rempah akan membantu menghangatkan badan. Masih dilengkapi dengan wortel dan kentang yang baik untuk kesehatan pula.

Kalau Anda ingin mencoba membuat sop buntut sendiri, berikut ini kami tampilkan resep yang bisa dicoba di rumah. Selamat memasak!





Bahan:

  • 500 gram buntut sapi
  • 2 batang wortel
  • 2 buah kentang
  • 1 batang daun bawang
  • 1 batang seledri
  • 1 buah tomat merah


Bumbu Halus:

  • 6 siung bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 1/4 biji pala

Bumbu Kuah:

  • 1 ruas jahe geprek
  • 1 sendok teh merica bubuk
  • 1 sendok teh kaldu sapi bubuk (opsional)
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1/2 sendok teh gula pasir
  • 1/2 sendok teh kayu manis bubuk



Cara Membuat Sop Buntut:

  1. Rebus buntut kurang lebih selama satu jam atau sampai empuk. Setelah itu buang air rebusan pertama.
  2. Maak air secukupnya, kemudian masukkan buntut sapi yang telah direbus sebelumnya.
  3. Panaskan sedikit minyak, kemudian tumis bumbu halus hingga harum. Setelah itu masukkan ke dalam rebusan buntut sapi. Bumbui dengan gula, garam, merica bubuk, kayu manis, dan kaldu sapi bubuk. Masak kurang lebih 10 menit.
  4. Masukan wortel dan kentang, kemudian masak kurang lebih 10 menit.
  5. Setelah semua sayuran dan daging empuk meresap bumbu. Matikan api lalu taburi dengan daun bawang, seledri iris dan potongan tomat merah.
Sajikan sop buntut yang baru matang selagi hangat. Sajikan bersama nasi yang ditempatkan di mangkuk atau piring terpisah. [tsr]

😉 Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Resep Sop Buntut Sapi Spesial, Segar dan Menghangatkan Badan



Selengkapnya

Buat Aturan Selama Anak Libur saat Corona, Aksi Ibu Ini Panen Pujian Publik

[ AyoJalanTerus.com ] Seorang ibu di Kota Batam mendadak viral di media sosial usai membuat aturan kreatif untuk anaknya. Aturan yang dibuat tersebut menginspirasi banyak orang tua lainnya untuk membuat anak mereka mau bertahan di rumah selama pandemi virus corona.

Sebuah akun Twitter @widanwp mengunggah beberapa foto poster berisi aturan yang diterapkan di rumah. Sang ibu yang bernama Mama Gita itu menuliskan serangkaian aturan agar sang anak bisa mendapatkan uang dari ibunya.

Dalam foto tersebut, ada beberapa cara agar anak bisa mendapatkan uang, mulai dari aktivitas salat, mandi sendiri, menghabiskan makanan, memakain baju sendiri, menghapal Al Quran hingga menuruti nasihat ibunya.

Bila si anak berhasil melakukannya, maka Mama Gita akan memberikan uang, yakni Rp 1 ribu dan RP 2 ribu. Uang yang digunakan bukan uang sungguhan, melainkan hanya uang mainan.

"Duitnya duit palsu ya. Kalau pakai duit asli nanti jajan ke Indomart guys. Sebenar-benarnya social distancing dan #dirumahaja buat anak-anak," tulis akun itu seperti dikutip Suara.com, Minggu (5/4/2020).

Tak hanya menetapkan aturan agar bisa mendapatkan uang, Mama Gita juga menerapkan denda bagi anaknya. Apabila sang anak menangis, tidak menghabiskan makanan, tidak mau pakai baju sendiri hingga marah-marah, maka Mama Gita akan memberikan denda sebesar Rp 2 ribu.

Uang yang diperoleh oleh anaknya itu bisa digunakan untuk membeli makanan ringan yang sudah disiapkan oleh Mama Gita. Ada beberapa jajanan yang sudah ia siapkan, harga jajanan bervariatif mulai Rp 1 ribu hingga Rp 2 ribu.


Saat dikonfirmasi Suara.com, akun tersebut mengaku telah berbincang dengan Mama Gita. Mama Gita mengaku menerapkan metode seperti itu untuk mengajarkan anaknya berdagang.
"Ngobrol dikit sama Mama Gita, kenapa beliau menerapkan metode seperti itu. Soalnya anak-anak beliau lihat sehari-hari mamanya dagang terus ingin belajar jual beli tapi nggak tahu uangnya dari mana," ungkapnya.
Alasan Mama Gita menggunakan uang mainan pecahan Rp 1 ribu dan Rp 2 ribu karena anaknya baru mengetahui pecahan uang tersebut. Metode itu berhasil membuat anaknya senang dan betah tetap di rumah selama pandemi corona.
Namun, tak sedikit juga warganet yang menilai metode 'reward and punishment' tidak baik untuk diterapkan pada anak.
"Yang paling penting katanya biar senang dan berkesan buat si anak karena #dirumahsaja," tuturnya.
Ide kreatif Mama Gita untuk mengisi waktu selama di rumah di tengah pandemi corona menuai pujian publik. Banyak warganet yang terinspirasi dengan metode yang diterapkan oleh Mama Gita.
"Lucu sih ini, bisa mengajarkan konsep uang sekalian belajar matematika juga. Mau kayak gini besok kalau sudah kumpul sama Yas lagi," ujar @belindch.


"Lucu buat peraturan ke suami juga," kata @gamawutauk.

😉 Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Buat Aturan Selama Anak Libur saat Corona, Aksi Ibu Ini Panen Pujian Publik



Selengkapnya

Kota Terhoror COVID-19, Mayat Tak Cuma Tergeletak di Jalanan, Tapi Banyak Juga di Dalam Rumah

[ AyoJalanTerus.com ]  Kota Guayaquil di Ekuador mendadak jadi sorotan dunia setelah di jalanan kota itu ditemukan banyak sekali jenazah-jenazah korban keganasan Virus Corona atau COVID-19.


Fakta terbaru terungkap, menurut Menteri Kesehatan Ekuador, Juan Carlos Zevallos, jumlah korban meninggal dunia di kota berpenduduk 2,5 juta jiwa itu sudah mencapai 1.500 jiwa.

"Kamu tidak bisa menyembunyikan mayat, kamu tidak bisa menyembunyikan korban tewas. Itu sama sekali tidak layak, itu adalah momen ketidak-transparansi. Apa yang saya jelaskan adalah bahwa ada peningkatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam jumlah orang yang meninggal di kota itu, dari pergi dari 700 menjadi 1500 mati dalam waktu yang sangat singkat adalah sesuatu yang menjadi tidak terkendali," kata Zevallos.


Apa yang dikatakan Zevallos itu kemungkinan besar benar atau bahkan jumlah warga yang meninggal bisa lebih dari perkiraannya.
Sebab, ternyata mayat-mayat korban corona tak hanya ada di jalanan dan depan rumah-rumah warga saja. Banyak sekali jenazah ditemukan di dalam-dalam rumah warga.
Hal itu diketahui setelah pemerintah Ekuador melakukan evakuasi besar-besar setelah membentuk gugus tugas darurat. Jenazah yang ditemukan di dalam rumah pun sama kondisinya dengan yang dibiarkan di jalanan.





Ada jenazah yang sudah dikemas dalam peti mati, ada juga yang dibungkus dengan kantong plastik. Bahkan banyak yang dibungkus dengan kain seadanya.

Warga terpaksa menyimpan jenazah keluarga mereka di dalam rumah karena tak pernah ada bantuan darurat datang. Walaupun sudah berusaha dihubungi. Bahkan, tak cuma itu saja kondisi di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit di kota itu juga genting. Banyak pasien corona yang terlantar di luar ruangan.

Kondisi yang tak kalah memilukan terlihat di kamar jenazah rumah sakit setempat. Jenazah tak lagi tertampung karena jumlahnya yang sangat banyak. Petugas terpaksa memanfaatkan kamar mandi untuk menyimpan jenazah.

Sementara itu, pemerintah juga telah mengerahkan tim medis untuk menangani pasien. Selain itu, tentara juga dikerahkan untuk melakukan penyemprotan disinfektan. Dan ribuan peti mati juga telah dibagikan.


Fakta Kota Terhoror Dunia, Tempat Mayat COVID-19 Dibiarkan di Jalanan


Sebuah fakta baru terungkap terkait kondisi horor yang terjadi di Kota Guayaquil, Ekuador. Ternyata jumlah penderita Virus Corona atau COVID-19 di kota kecil itu telah mencapai 1.500 orang.

Hal itu diungkap Menteri Kesehatan Ekuador, Juan Carlos Zevallos, saat diwawancarai Radiolacalle, Minggu 5 April 2020.

"Kamu tidak bisa menyembunyikan mayat, kamu tidak bisa menyembunyikan korban tewas. Itu sama sekali tidak layak, itu adalah momen ketidak-transparansi. Apa yang saya jelaskan adalah bahwa ada peningkatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam jumlah orang yang meninggal di kota itu, dari pergi dari 700 menjadi 1500 mati dalam waktu yang sangat singkat adalah sesuatu yang menjadi tidak terkendali," kata Zevallos.




Kondisi kota berpenduduk itu memang sangat menyeramkan, bagaimana tidak dalam beberapa hari terakhir ini, banyak sekali ditemukan jenazah-jenazah di jalanan kota  dan juga di depan-depan rumah warga.
Ada jenazah yang telah dikemas dengan peti, ada juga yang hanya dibungkus seadanya dengan kantong plastik berwarna hitam. Bahkan tak sedikit jenazah ditemukan dalam kondisi hanya ditutupi kain saja.
Warga di kota yang berpenduduk sekitar 2,5 juta itu, terpaksa membiarkan jenazah di jalanan karena tak mampu menguburkannya. Mereka sengaja meletakkan jenazah keluarga mereka di jalanan dengan harapan dievakuasi oleh petugas penyelamat negara.
Sementara itu, Pemerintah Ekuador telah mengerahkan petugas untuk mengevakuasi dan menguburkan jenazah di Kota Guayaquil. Tak cuma itu saja, pemerintah juga telah mengirimkan ribuan peti jenazah untuk dibagikan ke warga.

Pesan Pilu Mayat COVID-19 di Jalanan Kota Terhoror Dunia


 Kota Guayaquil di Ekuador kini benar-benar menjadi kota paling horor di dunia. Bagaimana tidak, tiba-tiba saja secara tak terduga di jalanan kota banyak sekali jenazah-jenazah korban Virus Corona atau COVID-19.
Kondisi kota berpenduduk 2,5 juta jiwa itu benar-benar menakutkan, entah berapa banyak mayat ditemukan di jalanan dalam berbagai kondisi. Ada yang dibungkus dalam plastik, ada yang hanya ditutupi kain saja, ada yang dibungkus dengan kasur dan ada juga yang sudah dikemas rapi dalam peti mati.

Namun, dari semua jenazah yang dibiarkan di jalanan. Ada satu jenazah tak dikenal yang benar-benar menjadi sorotan dunia. Foto jenazah ini bahkan telah tersiar luas di media sosial.



Jenazah itu ditemukan di tengah jalan di tengah kota di seberang pertokoan yang tutup. Kondisi terbungkus dalam kain. Jenazah dibaringkan di kursi kayu panjang.
Di bagian kepala jenazah dipasang sebuah payung besar yang biasa dipakai pedagang. Dan yang paling memilukan, di atas badan jenazah itu ada kertas karton yang bertuliskan pesan yang sangat mengharukan.
Pada kertas tertulis kalimat "Kami telah menelepon 911 dan tidak ada bantuan!" dalam bahasa Ekuador.
Pesan yang tertulis di kertas itu benar-benar memukul Pemerintah Ekuador, sebab terbukti negara ini tak siap menghadapi serangan corona.

Hingga saat ini, tak diketahui identitas jenazah korban corona itu. Namun, kini jenazah itu sudah tak ada di lokasi, petugas sudah mengevakuasinya ke kamar jenazah rumah sakit setempat.
Sejauh ini belum diketahui jumlah pasti warga Kota Guayaquil yang meninggal akibat corona. Hanya saja menurut Menteri Kesehatan Ekuador, Juan Carlos Zevallos jumlahnya mencapai 1.500 jiwa.
"Kamu tidak bisa menyembunyikan mayat, kamu tidak bisa menyembunyikan korban tewas. Itu sama sekali tidak layak, itu adalah momen ketidak-transparansi. Apa yang saya jelaskan adalah bahwa ada peningkatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam jumlah orang yang meninggal di kota itu, dari pergi dari 700 menjadi 1500 mati dalam waktu yang sangat singkat adalah sesuatu yang menjadi tidak terkendali," kata Zevallos.
Warga terpaksa menyimpan jenazah keluarga mereka di jalanan dan dalam rumah karena tak pernah ada bantuan darurat datang. Walaupun sudah berusaha dihubungi. Bahkan, tak cuma itu saja kondisi di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit di kota itu juga genting. Banyak pasien corona yang terlantar di luar ruangan.
Kondisi yang tak kalah memilukan terlihat di kamar jenazah rumah sakit setempat. Jenazah tak lagi tertampung karena jumlahnya yang sangat banyak. Petugas terpaksa memanfaatkan kamar mandi untuk menyimpan jenazah.
Sementara itu, pemerintah juga telah mengerahkan tim medis untuk menangani pasien. Selain itu, tentara juga dikerahkan untuk melakukan penyemprotan disinfektan. Dan ribuan peti mati juga telah dibagikan.

😉 Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Kota Terhoror COVID-19, Mayat Tak Cuma Tergeletak di Jalanan, Tapi Banyak Juga di Dalam Rumah



Selengkapnya

Artikel Terkait Lainnya

AyoJalanTerus.com

________________________________

Asyik . Unik . Baik



Back to Top
  PERKEMBANGAN    COVID-19