Kala Anies, Gubernur Jakarta ‘Pamer’ Suasana Jakarta yang Sedap Dipandang Mata

[ AyoJalanTerus.com ]  Sejak tahun baru 2020, banjir melanda Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Dan hingga kini, banjir beberapa kali merendam sejumlah wilayah di Jakarta jika hujan deras turun, baik di kota tersebut atau kota-kota di sekitar Jakarta.

Memang, banjir terus menjadi persoalan di Jakarta dari tahun ke tahun. Namun, Jakarta tentu tidak melulu soal banjir saja. Ada kalanya, pemandangan indah tampak di kota yang pada zaman kolonial Belanda dahulu bernama Batavia tersebut.
Hal itu dapat dilihat dari unggahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui akun Twitter resminya, @aniesbaswedan, Sabtu, 22 Februari 2020. Melalui media sosial tersebut, Anies menampilkan pemandangan Jakarta yang sedap dipandang mata.


Mantan Rektor Universitas Paramadina itu menampilkan setidaknya empat foto. Pada foto pertama yang diposting, tampak sejumlah mobil, dan pengendara sepeda motor melintasi jalan raya yang lengang. Ada nuansa lega di sana, dengan cuaca cerah, tampak awan putih dan langit biru seperti memanjakan mata.
Di sisi kanan jalan, terlihat beberapa pohon dengan daun yang hijau. Lalu gedung-gedung yang megah, dengan lingkungan yang super bersih. Sedangkan di sisi kiri jalan, tertulis keterangan di papan informasi “Halte FX-Kemendikbud”.
Pada foto kedua, Anies menampilkan suasana taman bernama Taman Papyrus. Ada sejumlah orang yang tengah beraktivitas di sana, dengan suasana yang menentramkan, mengasyikkan.
Di sana, tampak banyak pepohonan, ada juga danau kecil, dan perosotan untuk bermain anak.
Pada foto ketiga, Anies menampilkan suasana JPO Pasar Minggu. JPO dengan warna hijau, kuning, dan dihiasai langit biru serta awan putih dengan cuaca yang cerah.
Lalu pada foto keempat, tampak seorang warga tengah bersepeda. Dengan daun-daun berwarna kuning yang berserakan di jalanan yang dilewati warga tersebut.
pekan belakangan ini. Ajak teman, tetangga, dan saudara…. berjalan, bersepeda menikmati #WajahBaruJakarta. Selamat menikmati akhir pekan, semoga selalu dalam keberkahanNya,” tulis Anies dalam keterangan tertulisnya.
Unggahan Anies itu segera ditanggapi para netizen atau warganet. Ada yang mengunggah foto-foto yang menampilkan banjir, kehidupan warga miskin di bantaran sungai, juga tumpukan sampah di bantaran Sungai Ciliwung, daerah Manggarai, Jakarta.
Lalu ada pula yang menampilkan suasana semrawut, macet, jalanan di Tanah Abang, Jakarta. Bajaj, motor, dan juga mobil tampak berhimpit-himpitan.
Meski demikian, ada pula yang mendukung postingan Anies tersebut. Warganet itu menuliskan bahwa sejak Anies memimpin Jakarta, kota tersebut menjadi lebih cerah, warganya juga cerah wajahnya tanda mereka bahagia. Dia mendoakan Anies memimpin negeri ini pada 2024.(vn)



Terima Kasih sudah membaca πŸ˜Š , Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu . Sekaligus LIKE fanspage  kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya πŸ“Œ@Tahukah.Anda.Info   Membuka Mata Melihat Dunia 

πŸ“’  Sumber  





πŸ˜‰ Anda Sudah Membaca ✔️ Kala Anies, Gubernur Jakarta ‘Pamer’ Suasana Jakarta yang Sedap Dipandang Mata



Selengkapnya

Gaji Anda Pas-Pasan Tapi Ingin Menabung, Berikut 5 Tipsnya

[ AyoJalanTerus.com ]   Menabung jadi salah satu cara andalan untuk menjadi kaya. Namun, tidak semua orang bisa menabung. Terutama bagi mereka yang memiliki gaji pas-pasan, sehingga akan terasa sulit untuk menabung.


Untuk itu, bagi yang memiliki uang pas-pasan harus pintar-pintar mengatur keuangan agar bisa menabung. Menabung adalah soal kreativitas bukan akuntansi, sedikit kreativitas bisa membuat perubahan besar pada masalah uang.

Berikut tips menabung untuk Anda yang bergaji pas-pasan, dilansir Businessworld.
Merawat Rumah dengan Baik
Biaya perumahan memang dapat menguras anggaran, karena selain pembayaran hipotek, biaya utilitas, pemeliharaan akan terus bertambah. Idealnya, total biaya perumahan tidak boleh melebihi 35 persen dari anggaran. Tetap awasi utilitas dan laksanakan pengelolaan konservasi, karena rumah yang dirawat dengan baik akan menghindari biaya perawatan yang mahal dan biaya perawatan tidak naik.
Hindari Utang
Hindari utang, karena utang merupakan masalah besar dalam keuangan, dengan adanya utang dapat menambah pengeluaran tiap bulannya. Siklus suku bunga ganas menjaga kebebasan finansial Anda. Fokuslah untuk bebas dari utang sesegera mungkin dan uang yang dihemat dapat digunakan lebih produktif. Mungkin tidak mungkin untuk menghentikan utang sekaligus, tetapi upaya untuk menjadi bebas utang secara bertahap harus dilakukan.

Refreshing dengan Sederhana


Memprioritaskan biaya untuk hal lain yang lebih penting daripada untuk bersenang-senang sangat bermanfaat. Boleh bersenang-senang, tetapi juga harus memerhatikan biaya dan dapat dilakukan dengan cara yang lebih sederhana, seperti makan malam di pinggir jalan bersama teman-teman, menonton tayangan favorit di internet atau televisi sambil makan popcorn, jadi tidak perlu ke bioskop, dan menggunakan kupon untuk menghemat.
Prioritaskan Kebutuhan
Banyak anggaran yang tergelincir karena pengeluaran yang tidak perlu, beli apa yang dibutuhkan bukan yang diinginkan. Hindari penawaran diskon pada hal-hal yang tidak menjadi kebutuhan, sehingga dapat menghemat uang dan dapat menabung.
Membuka Dua Rekening
Cara terbaik untuk melawan godaan adalah dengan membuka dua rekening bank. Satu untuk pengeluaran diskresioner dan satu lagi untuk tabungan. Jika saldo pada pada rekening dikresioner sudah habis, jangan menggunakan saldo pada rekening tabungan. Dengan menabung,dapat menjamin masa pensiun atau tujuan hidup lainnya. Menabung juga dapat membuat kehidupan yang bijaksana.
Reporter: Tiara Sekarini



Terima Kasih sudah membaca πŸ˜Š , Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu . Sekaligus LIKE fanspage  kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya πŸ“Œ@Tahukah.Anda.Info   Membuka Mata Melihat Dunia 

πŸ“’  Sumber  





πŸ˜‰ Anda Sudah Membaca ✔️ Gaji Anda Pas-Pasan Tapi Ingin Menabung, Berikut 5 Tipsnya



Selengkapnya

Virus Corona / Covid-19: Epidemik, Outbreak atau Pandemik, Serta Bagaimana Otoritas Meresponnya

[ AyoJalanTerus.com ]  Oleh:Achmad Nur Hidayat MPP

DALAM ilmu Epidemiologi, setiap penyakit memiliki level penyebaran tertentu. Penyebaran yang meningkat di atas ekpektasi normal diberi nama tertentu. Setidaknya ada tiga istilah yang digunakan yaitu Epidemik, Outbreak dan Pandemik.

Epidemik menunjukan bahwa terjadi peningkatan sebaran penyakit yang tiba-tiba diatas penyebaran normal di satu daerah (distrik) tertentu.

Outbreak memiliki definisi yang sama dengan epidemik tetapi sering digunakan untuk wilayah satu (propinsi) negara tertentu. Pandemik merupakan sebuah epidemik yang telah menyebar ke berbagai negara atau benua yang menginfeksi manusia dalam jumlah yang besar. Pandemik adalah level tertinggi yang mengerikan.




Bagaimana level penyebaran atas Covid-19, apakah epidemik, outbreak atau pandemik?


Covid-19 dalam dua bulan terakhir, di sikapi sebagai ancaman global, negara-negara di seluruh dunia telah memberlakukan larangan perjalanan, pemberlakuan karantina terhadap jutaan orang, dan mengisolasi orang sakit menghentikan penyebaran virus baru.

Namun, pada hari Minggu 23/02, ada 78.000 kasus Covid-19 yang tersebar di 29 negara, termasuk loncatan peningkatan di Italia, Iran, dan Korea Selatan.

Menurut para ahli kesehatan publik, dunia sedang memasuki ke sebuah pandemi, penyakit baru yang menyebar di seluruh dunia. Paternnya jelas penyebaran Covid-19 sudah lebih banyak dan lebih menyebar ke berbagai benua dibandingkan minggu sebelumnya.

Direktur Eksekutif WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan (Jumat, 21/2) bahwa window of opportunity (peluang) menghentikan penyebaran Covid-19 kini menyempit, kita membutuhkan tindakan cepat sebelum tertutup sepenuhnya.

Ahli lain mengatakan bahwa window of opportunity tersebut telah tertutup, kini kita akan saksikan Covid-19 meningkat di tempat-tempat jauh dari asalnya, China.

Anthony Fauci Kepala Institut Nasional Alergi dan Penyakit Infeksi AS mengatakan bahwa Covid-19 memiliki trnasmisi luas maka penyebaran spillover ke negara lain tidak bisa terelakan.

Ahli dari Universitas Georgetown, dunia sudah berada di titik balik dari outbreak ke pandemik.

“Kita harus mempersiapkan diri untuk kemungkinan mendatang, bahkan probabilitas, bahwa Covid-19 akan segera menjadi pandemi di hampir semua benua,” katanya.

Update Terbaru Covid-19: Respon Kebijakan Publik dari Para Otoritas

Pada Minggu, 23 Februari, ada lebih dari 1.800 kasus Covid-19 di luar China, di setidaknya 29 negara.

Hal terebut meningkat dari sekitar 500 kasus lebih dari seminggu yang lalu.

Jepang telah mengkarantina kapal pesiar Diamond Princess dengan 3.600 penumpang dan awaknya setelah diketahui seorang pria berumur 80 tahun positiif Covid-19. Kini sudah terdapat 634 kasus yang terkait dengan wabah yang sedang berlangsung di sana.

Hal itu merupakan outbreak lokal terbesar di luar Cina. Pemerintah Jepang memerintahkan karantina pada awal Februari sebagai upaya secara dramatis namun kini menjadi bumerang karena karantina mungkin menghasilkan lebih banyak kasus, baik karena virus tampaknya sangat menular dan karena protokol karantina tidak diikuti dengan baik.

Pada 18 Februari otoritas Jepang mulai membiarkan penumpang dari kapal yang diuji negatif Covid-19 untuk dipulangkan ke negaranya masing-masing.

Korea Selatan pada 23/02 melaporkan peningkatan kasus Covid19 sebanyak 602 kasus dalam satu Minggu. Banyak dari mereka terkait dengan sebuah kelompok keagamaan tertutup, yang dikenal sebagai Shincheonji Gereja Yesus, di kota Daegu.

Presiden Korsel Moon Jae-in telah menempatkan Korea Selatan di tingkat siaga tertinggi.

Iran pada minggu 23/02 melaporkan terdapat 28 kasus covid19, termasuk 5 orang meninggal dunia. Kasus Iran terkait erat penyebaran di Kanada dan Lebanon. Padahal sehari sebelumnya Otoritas Iran mengatakan mereka tidak memiliki Covid-19.

Situasinya sangat cepat, narasi negara tentang virus telah berubah. Sekolah dan universitas di seluruh negeri Iran tertutup sebagai tindakan pencegahan, bersama dengan beberapa bioskop dan restoran.

Italia saat ini adalah rumah terbesar Covid-19 di luar Asia. Terdapat 132 orang telah dikonfirmasi terinfeksi termasuk setidaknya 2 kematian.

Peningkatan tersebut telah mendorong pemerintah Italia untuk memberlakukan langkah-langkah tegas untuk mencoba dan menghentikan virus. Aktivitas Olahraga, agama, dan budaya dibatalkan, Kampus diliburkan dan mendenda siapa saja yang mencoba untuk memasuki atau meninggalkan daerah di mana wabah ini terjadi, termasuk 11 kota-kota di wilayah Lombardy.

Singapura dilaporkan masih memberlakukan larangan rapat bisnis di perkantoran dan menghimbau warganya tidak mendatangi tempat perbelanjaan dan keramaian.
Mengapa Kasus-kasus di Jepang, Korea Selatan, Iran, Italia dan Singapura terlihat sebagai awal dari sebuah pandemik.

Ini perlunya otoritas Indonesia untuk menetapkan sejumlah langkah berani dengan hati-hati sebagai respon menaiknya level penyebaran Covid-19 dari Outbreak menjadi Pandemik.

Bila sudah pandemik di dunia maka cepat atau lambat Covid-19 sebagai wadah menakutkan itu akan terjadi di Indonesia. Inilah yang perlu disiapkan oleh pemangku kepentingan namun sayang informasi kesiagaan tersebut tidak terlihat dari para pemangku kepentingan.

(Pengamat kebijakan publik)




Terima Kasih sudah membaca πŸ˜Š , Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu . Sekaligus LIKE fanspage  kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya πŸ“Œ@Tahukah.Anda.Info   Membuka Mata Melihat Dunia 

πŸ“’  Sumber  





πŸ˜‰ Anda Sudah Membaca ✔️ Virus Corona / Covid-19: Epidemik, Outbreak atau Pandemik, Serta Bagaimana Otoritas Meresponnya



Selengkapnya

Penyanyi Sandhy Sondoro Sebut ada Monster Berhijab Ngamuk di KRL, Ini Sebab nya

[ AyoJalanTerus.com ]   Akun twitter Sandhy Sondoro mengomentari video emak-emak yang mengamuk di KRL tujuan Bogor. Ibu paruh baya itu menjambak dan menampar cewek yang duduk di kursi priortas.


Akun Sandhy Sondoro menyebut emak-emak itu adalah monster berhijab. Ia mengungkit Pilpres 2019 yang dimenangkan oleh Jokowi.
“Astagfirullah, MONSTER berhijab ??? Kadrun nih pasti, frustasi karena pak @jokowi memang Pilpres lagi,” kata Sandhy Sondoro mengemntari video yang diunggah oleh Rina Farzia Arieyani, Sabtu (23/2/2020).
Komentar Sandhy SonDoro menuai kritik dari warganet. Salah satunya pemilik akun @berlianidris.





Ia melaporkan akun Sandhy SonDoro karena diduga melontarkan ujaran kebencian dan rasisme.
“Saya melaporkan akun Sandhy SonDoro karena rasisme dan ujaran kebencian. Banyak contoh tuit yang sangat kasar dan merendahkan, tidak sulit memilih lima diantaranya,” tulisnya.
“Saya berharap sahabat semua dapat melakukan hal yang sama. Demi keutuhan Bangsa,” tambahnya.
Sebelumnya, video emak-emak ngamuk jambak dan tampar cewek di kereta commuterline tujuan Bogor, viral di media sosial.
Insiden tersebut terjadi di gerbong wanita pada Sabtu, 22 Februari 2020 pukul 21.15 tadi malam.
Dalam tayangan video, emak-emak terlihat menarik dan memaksa si cewek agar tidak duduk di kursi prioritas. Kursi ini diprioritaskan untuk para lansia dan wanita hamil.
“Eh kamu berdiri,” kata emak emak itu sambil menarik tangan si cewek dari kursi prioritas.


Namun si cewek menolak berdiri. Hal itu membuat emak-emak emosi. Ia langsung menjambak rambut cewek berambut sebahu tersebut.
Tak cukup sampai di situ, emak-emak yang mengenakan hijab itu kemudian menampar wajah si cewek. 
“Saya ini orang tua,” katanya dengan nada tinggi.
Emak-emak tersebut kemudian beranjak di tempat itu dan duduk di kursi lain. Namun sesaat kemudian, ibu itu datang lagi dan kembali menyuruh si cewek berdiri.
“Eh berdiri kau. Berdiri! Situ tidak pantas (duduk di kursi prioritas),” bentak emak-emak dengan suara tinggi.



Terima Kasih sudah membaca πŸ˜Š , Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu . Sekaligus LIKE fanspage  kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya πŸ“Œ@Tahukah.Anda.Info   Membuka Mata Melihat Dunia 

πŸ“’  Sumber  





πŸ˜‰ Anda Sudah Membaca ✔️ Penyanyi Sandhy Sondoro Sebut ada Monster Berhijab Ngamuk di KRL, Ini Sebab nya



Selengkapnya

Pakar: Susur Sungai Tidak untuk Anak Anak dan Remaja, apalagi di Musim Hujan

[ AyoJalanTerus.com ]  Dosen Sumber Daya Air dan Sungai Fakutas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Agus Maryono menegaskan, kegiatan susur sungai tidak diperuntukkan bagi anak-anak dan remaja.

Hal tersebut sekaligus menanggapi peristiwa hanyutnya ratusan siswa SMP Negeri 1 Turi, Sleman, yang terbawa arus sungai saat melakukan susur sungai, Jumat (21/2/2020) sore.

"Idealnya susur sungai dilakukan oleh orang-orang dewasa, anak dan remaja tidak boleh susur sungai," kata Agus saat dihubungi oleh Kompas.com.

Orang dewasa yang dimaksud adalah mereka yang telah memiliki keterampilan.

"Seperti TNI, Mapala, komunitas sungai, mereka-mereka yang telah terbiasa," ucap dia.

Sementara dalam kasus hanyutnya siswa-siswa SMPN 1 Turi, beberapa di antara korban selamat mengaku belum pernah menyusuri sungai sebelumnya.


"Ini merupakan pengalaman pertama saya seperti ini. Saya luka beberapa di kaki karena terkena batu," kata Salma, siswa kelas 7 SMPN 1 Turi.

Apa itu susur sungai?


Susur sungai termasuk dalam kegiatan pengenalan sungai.

Menurut Agus, bukan hanya menengok kondisi sungai, susur sungai dapat disertai kegiatan lain, seperti pembersihan sungai.

Selain itu, susur sungai menjadi salah satu upaya mengenali potensi sungai.

Kendati demikian, dalam susur sungai bukan berarti mereka harus masuk ke dalam aliran sungai, apalagi bagi anak-anak dan remaja.

"Bagi anak dan remaja, susur sungai bisa dilakukan di luar (aliran) sungai, tidak jalan-jalan di dalam (aliran) sungai," kata Agus.

Sebab, lanjutnya, kegiatan ini berisiko tinggi dan hanya diperkenankan dilakukan oleh orang yang terlatih dan terbiasa.




Kondisi cuaca sangat berpengaruh

Agus menambahkan, dalam prosedur yang benar, susur sungai harus memperhatikan kondisi cuaca.

Dia menegaskan, kegiatan susur sungai tidak diperkenankan dilakukan saat musim hujan.

Sebab, saat hujan terjadi fenomena alam seperti banjir yang tidak bisa diprediksi.

"Banjir bandang tidak bisa diduga, debit air bisa tiba-tiba meningkat," kata dia.

Baca juga: Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Tak tahu hulu hujan

Sebenarnya, BMKG telah mengeluarkan peringatan bahwa wilayah Sleman dan sekitarnya turun hujan sedang hingga lebat saat peristiwa itu terjadi.

BPBD DIY pun menyatakan, peringatan sudah disebar.

Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantana memaparkan, saat susur sungai berlangsung, tiba-tiba aliran air dari hulu membesar dan menghanyutkan siswa.

Kemunculan aliran tersebut diperkirakan akibat hujan di hulu Sungai Sempor.

Sekitar 250 siswa yang mengikuti kegiatan Pramuka berupa susur sungai di lokasi tersebut pun hanyut.

"Enam di antaranya ditemukan tewas," katanya.

(Sumber: Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma | Editor: Khairina, Teuku Muhammad Valdy Arief)



Terima Kasih sudah membaca πŸ˜Š , Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu . Sekaligus LIKE fanspage  kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya πŸ“Œ@Tahukah.Anda.Info   Membuka Mata Melihat Dunia 

πŸ“’  Sumber  





πŸ˜‰ Anda Sudah Membaca ✔️ Pakar: Susur Sungai Tidak untuk Anak Anak dan Remaja, apalagi di Musim Hujan



Selengkapnya

Sempat Diperingatkan Warga Tak Susur Sungai, Pembina Jawab "Kalau Mati di Tangan Tuhan"

[ AyoJalanTerus.com ]  Salah seorang korban selamat dalam tragedi susur sungai SMPN 1 Turi Sleman, Jumat (21/2/2020) lalu, Tita Farza Pradita, bercerita tentang peringatan warga setempat terkait kegiatan mereka.

Tita, demikian sapaan gadis itu, mengaku mendengar warga memperingatkan pembina Pramuka sebelum susur Sungai Sempor berlangsung.

"Sama warga sudah diingetin. Saya mendengar ada warga yang memperingatkan," kata Tita, seperti dilansir Kompas TV.

Namun, lanjut Tita, peringatan tersebut disambut kata-kata tak enak dari pembinanya.

"Katanya, 'Enggak apa-apa, kalau mati di tangan Tuhan', kata kakak pembinanya," ujar Tita yang mengaku mendengar langsung jawaban pembinanya tersebut.





Tita tak menyangka akan mengalami kejadian mengerikan saat menyusuri Sungai Sempor bersama rekan-rekan sekolahnya dan adik-adik kelasnya.
Pada Jumat (21/2/2020) sore itu, mereka dibagi menjadi beberapa regu untuk masuk ke sungai.

"Satu regu ada yang tujuh dan delapan orang," katanya.

Setelah beberapa saat berjalan, arus besar dari arah atas tiba-tiba menerjang.

Salah seorang rekan bernama Via yang saat itu bersamanya mengeluh tidak kuat menahan arus.

"Via bilang, 'Ta, aku udah enggak kuat'. Tak suruh dia pegangan di pundak," katanya.


Belum selesai bertahan dari arus yang kian deras, Tita mendengar teriakan lain dari adik-adik kelasnya.


"Adik kelas bilang, 'Mbak, Mbak, kae tulungi ana sing wes keli soko nduwur' (Mbak, Mbak, tolongi, ada yang sudah hanyut dari atas). Ya udah saya tolong," papar Tita.


Tita menuturkan berusaha menggapai dua orang yang hanyut dari atas.

Terlepas Di tengah derasnya arus, Tita mengerahkan tenaganya. Tangan kanannya memegang seorang adik kelas perempuan, sedangkan tangan kirinya menggapai seorang anak laki-laki.

Keduanya hanyut terbawa arus dari atas.

"Adik kelas ada dua, (tangan) yang kanan megangin cewek, yang kiri megangin cowok, Via pegang pundak," katanya.

Merasa lelah, pertahanan keempat remaja itu pun runtuh. Mereka terseret arus hingga beberapa meter.

Tita mengaku terpisah dari ketiga orang yang sempat ditolongnya.

"Terus aku kesangkut di batu, nangis minta tolong, ada warga yang nolongin," ucap dia.

Tita mengaku tak tahu-menahu mengapa kegiatan susur sungai diadakan. Yang ia tahu, susur sungai menjadi kegiatan rutin Pramuka di SMPN 1 Turi.

"Enggak tahu (tujuannya). Soalnya, setiap tahun kalau mau kemah pasti ada itu (susur sungai)," katanya.

10 orang tewas

Dalam kejadian tersebut, sebanyak 10 siswa ditemukan dalam keadaan tewas. Sementara itu, puluhan siswa lainnya mengalami luka-luka.

Polisi telah menetapkan satu orang pembina sekaligus guru SMPN 1 Turi berinisial IYA sebagai tersangka.

Ia disebut menjadi penginisiasi kegiatan tersebut. Namun, saat susur sungai berlangsung, IYA diketahui meninggalkan lokasi.

"Satu pembina ada keperluan sehingga meninggalkan rombongan setelah mengantar siswa di lembah Sempor. Dan yang meninggalkan peserta inilah statusnya dinaikkan menjadi tersangka," demikian dikutip dari akun Twitter Polda DIY, @PoldaJogja.

IYA dijerat Pasal 359 KUHP tentang Kelalaian yang Menyebabkan Orang Lain Meninggal Dunia.

Polisi juga menjerat IYA dengan Pasal 360 KUHP mengenai Kelalaian yang Menyebabkan Orang Lain Luka-luka. Ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.



Terima Kasih sudah membaca πŸ˜Š , Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu . Sekaligus LIKE fanspage  kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya πŸ“Œ@Tahukah.Anda.Info   Membuka Mata Melihat Dunia 

πŸ“’  Sumber  https://regional.kompas.com/read/2020/02/24/05100011/sempat-diperingatkan-warga-tak-susur-sungai-pembina-jawab-kalau-mati-di?page=3





πŸ˜‰ Anda Sudah Membaca ✔️ Sempat Diperingatkan Warga Tak Susur Sungai, Pembina Jawab "Kalau Mati di Tangan Tuhan"



Selengkapnya

Viral, Ini Sosok `Pahlawan Penyelamat` Siswa Susur Sungai di Sleman

[ AyoJalanTerus.com ]  Ada kisah viral di balik tragedi susur Sungai Sempor di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang menelan 10 korban jiwa murid SMPN 1 Turi, Sleman.

Kisah itu menceritakan seorang pemancing ikan yang menjadi pahlawan dalam tragedi yang memilukan tersebut.

Sudarwanto alias Kodir, 37, yang hampir setiap hari memancing ikan di Sungai Sempor, mampu menyelamatkan puluhan murid SMPN 1 Turi yang terseret arus saat mengikuti susur sungai, Jumat (21/2/2020)

"Sudah menjadi kebiasaan, apa lagi sehabis turun hujan deras di sini [Turi] atau di atas sana [Merapi] ikan-ikan akan banyak," katanya, Minggu (23/2/2020).




Sudarwanto alias Kodir. (Harian Jogja-Hafit Yudi Suprobo)





Kodir yang sudah turun ke sungai dan belum sempat menaruh alat pancing, mendengar suara minta tolong. Suara itu berasal dari puluhan murid SMPN 1 Turi yang mengikuti susur sungai di Kali Sempor dan terjebak arus deras.

"Saya langsung lari ke bawah, ternyata ada sekumpulan anak-anak dengan seragam Pramuka yang minta tolong, ada juga yang menangis, saya langsung terjun ke sungai," beber pria yang juga petani tersebut.

Seorang diri, Kodir mampu menyelamatkan puluhan siswa yang terjebak arus deras di Sungai Sempor. "Saya mengambil tangga agar mereka bisa naik ke sisi sungai. Tangga juga saya pakai untuk menyeberangi Kali Sempor. Saat itu siswa yang hanyut kebanyakan wanita," bebernya.

Kedalaman Kali Sempor yang biasanya hanya setengah meter menjadi sekitar dua meter kala itu. Ia mengaku mendengar banyak suara tangisan dari peserta susur sungai.

"Anak-anak banyak yang nangis, saya sih maunya nolong semuanya, tapi apa boleh buat, saya hanya berusaha semaksimal mungkin, saya saja hampir tenggelam," ungkap Kodir.

Kodir tak menghitung berapa jumlah siswa yang ia selamatkan dari derasnya Sungai Sempor. Ia hanya mengingat suara tangisan dan wajah ketakutan. "Saya sedih kalau mengingat kejadian itu," lanjutnya.

Kodir menjadi viral di media sosial setelah kisah inspiratif di balik tragedi susur Sungai Sempor diunggah pengguna akun Facebook Antox King ke Grup Facebook Mancing Mania Jogjakarta (MMJ) pada Sabtu (22/2/2020) pukul 17.53 WIB.

Pemilik akun Facebook Antox King, Sudianto, 43, yang merupakan tetangga Kodir membagikan kisah itu demi menebar inspirasi.

"Saya bagikan ke grup Facebook Mancing Mania Jogjakarta agar para pemancing lainnya terinsipirasi, sampai saat ini sudah ada 8.000 komentar dan like, kebetulan saya dan Mas Kodir hobi mancing. Semoga kebaikan Mas Kodir menular kepada pemancing lainnya," kata Sudianto. [ljc]




Terima Kasih sudah membaca πŸ˜Š , Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu . Sekaligus LIKE fanspage  kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya πŸ“Œ@Tahukah.Anda.Info   Membuka Mata Melihat Dunia 

πŸ“’  Sumber  





πŸ˜‰ Anda Sudah Membaca ✔️ Viral, Ini Sosok `Pahlawan Penyelamat` Siswa Susur Sungai di Sleman



Selengkapnya

Artikel Terkait Lainnya

AyoJalanTerus.com

________________________________

Asyik . Unik . Baik

Back to Top