Kenapa Kita Harus Mencium Hajar Aswad?

Artikel Terbaru Lainnya :


https://1.bp.blogspot.com/-lBnzMssRltU/Vnl8Tah-k2I/AAAAAAAAAlQ/woaNJe4qKNc/s1600/hajar_aswad_newsnesia2.jpg

TANYA: Kenapa kita harus mencium hajar aswad?

JAWAB: Dikutip dari rumahfiqih.com, para orientalis kafir yang sejak awal memang dengki kepada umat Islam, selalu menuduh umat Islam ambigu. Kata mereka, umat Islam di satu sisi tidak mau menyembah berhala, tapi disisi lain malah menyembah hajar aswad dan ka’bah.

Ini bukti bahwa ilmu para orientalis itu sangat dangkal dan sama sekali tidak tahu sejarah Arab. Padahal sejarah sudah sangat jelas menunjukkan bahwa orang Arab sejak dahulu tidak pernah menyembah hajar aswad, apalagi ka’bah. Tidak pernah ada satu pun literatur yang menyebutkan bahwa bangsa arab pernah melakukannya.

Bangsa Arab di masa paganismenya menyembah 360 berhala yang diletakkan di dalam dan di sekeliling ka’bah. Tapi tidak pernah menyembah ka’bah. Demikian juga, mereka tidak pernah menyembah batu hitam (hajar aswad). Yang mereka sembah itu patung yang diukir dan dibuat membentuk dewa-dewa. Tapi mereka tidak pernah menyembah batu sebagai bahan dasar pembuatan patung.


http://4.bp.blogspot.com/-bZrZQzzQ-Mg/VYwq37GwCTI/AAAAAAAACuw/NDGNN1PVKLU/s1600/Kenapa%2BUmat%2BIslam%2BMencium%2BHajar%2BAswad.jpg

Makanya tanpa harus diajari lagi, orang Arab yang kemudian masuk Islam pun sudah tahu posisi mereka terhadap hajar aswad. Mereka tidak menyembahnya. Bahkan Umar bin Al-Khattab kita kenal dengan ungkapannya yang abadi:

“Sesungguhnya aku tahu bahwa engkau adalah batu yang tidak membahayakan, dan tidak pula dapat memberi manfaat. Seandainya aku tidak melihat Rasulullaah SAW menciummu, maka sekali-kali aku tidak akan menciummu,” (H.R. Bukhari).

Rasulullah SAW mencium hajar aswad karena batu itu mulia dan berasal dari surga. TApi bukan karena kita diajarkan untuk menyembah batu itu.

Dari Ibn Abbas bahwa Nabi Muhammad SAW tidak melambaikan tangan (menyalami) kecuali kepada Hajar Aswad dan Rukun Yamani.


Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
Back to Top