BEDA Sikap Indonesia-Inggris dalam Kasus Abdul Somad-Cat Stevens, Nrimo VS Protes Keras

Artikel Terbaru Lainnya :





  Yes  Muslim  - Tindakan tidak bersahabat diterima Ustaz Abdul Somad saat hendak berdakwah ke Hong Kong. Ustaz Somad ditolak masuk oleh otoritas Hong Kong dan dipulangkan kembali ke Indonesia tanpa alasan yang ke jelas.

Pemerintah Indonesia lewat kementerian luar negeri tak banyak bereaksi terkait insiden ini. Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia serta Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal mengatakan peristiwa penolakan yang menimpa Ustaz Abdul Somad oleh otoritas pemerintah Hong Kong, Sabtu (23/12) adalah otoritas pemerintah setempat dan merupakan hak berdaulat negara tersebut.

"Sebenarnya keputusan menolak atau mengizinkan orang asing masuk ke suatu negara adalah hak berdaulat negara tersebut. Secara hukum tidak ada kewajiban negara tersebut menjelaskan alasannya," ujar Iqbal saat dikonfirmasi, Ahad (24/12).

Iqbal menjelaskan, setiap negara memiliki hak untuk menolak. Ia pun memberi contoh Imigrasi Indonesia juga sering menerima masukan dari berbagai pihak mengenai orang-orang yang perlu dicegah masuk ke Indonesia.

"Dalam hal imigrasi kita kemudian menolak masuk orang tersebut, kita juga tidak berkewajiban menjelaskan alasannya karena itu adalah hak berdaulat kita. Insya Allah Ustaz Somad dan jamaahnya bisa memahami hal itu," ujarnya.

Sikap "nerimo" pemerintah RI yang melihat insiden pengusiran sang ulama sejatinya berbanding terbalik dengan apa yang pernah dilakukan pemerintah Inggris pada September 2004. Saat itu, penyanyi Inggris yang juga menjadi juru dakwah setelah mualaf, Cat Stevens, ditolak masuk ke Amerika. Saat itu, Stevens yang kini bernama Yusuf Islam, diinterogasi FBI dan tanpa alasan jelas ditolak masuk Amerika untuk dipulangkan ke London.

Berbeda jauh dengan pemerintah Indonesia dalam kasus Ustadz Abdul Somad, pemerintah Inggris memprotes keras pengusiran Yusuf Islam. Seperti dilansir BBC, insiden pengusiran sang juru dakwah Islam ini sempat menimbulkan ketegangan diplomatik antara Inggris dengan Amerika.

Meneri luar Negeri Inggris saat itu, Jack Straw sampai melayangkan protes kepada Menlu Amerika Colin Powell. "Pemulangan (Yusuf

Islam) itu menimbulkan protes kepada pemerintah Amerika dari menteri luar negeri, Jack Straw. Pada Rabu Straw berbicara pada Menlu Amerika Colin Powell bahwa tindakan pengusiran itu tak seharusnya dilakukan," tulis BBC dalam laporannya, 23 September 2004.



(Link: http://news.bbc.co.uk/2/hi/uk/3682434.stm)

Ya, sikap pemerintah Indonesia memang berbeda terkait pengusiran sang ulama. Sebab seperti yang sudah disampaikan Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia, Muhammad Iqbal, ditolaknya Somad adalah bentuk hak negara Hong Kong.

Padahal muslim di Inggris hanyalah minoritas. Sementara di Indonesia muslim mayoritas.

(Republika)


BEDA Sikap: Indonesia Nrimo atas Penolakan Ustadz Abdul Somad Oleh Hongkong, Sementara Inggris Protes Keras Sampai Terjadi Ketegangan Diplomatik Setelah Seorang Dai Mualaf Yusuf Islam (Cat Stevens) Ditolak Masuk AS http://bit.ly/2DVSJdU pic.twitter.com/Mx733J6SD7
Lha kayak ngga tau aja, negeri ini kan dikendalikan Sutradara yg berpusat di Hongkong dan Singapore.
😊


Fahri Kritik Keras "Lepas Tangan" Pemerintah RI Terhadap Pencekalan Ustadz Abdul Somad Oleh Hongkong





Kemenlu: Penolakan Ustaz Somad adalah Hak Berdaulat Negara
http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/12/24/p1ghc4366-kemenlu-penolakan-ustaz-somad-adalah-hak-berdaulat-negara

Mabes Polri: Deportasi Abdul Somad Sepenuhnya Wewenang Hongkong
http://hukum.rmol.co/read/2017/12/26/319753/Mabes-Polri:-Deportasi-Abdul-Somad-Sepenuhnya-Wewenang-Hongkong-

***

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengkritik keras sikap "lepas tangan" pemerintah terhadap kasus Ustadz Abdul Somad yang ditolak dan dipulangkan paksa oleh Hongkong.

"Mental modelnya sudah salah dari awal...lupa bahwa melindungi segenap bangsa adalah kewajiban...lepas tangan kayak gini bikin pegel," kritik Fahri atas sikap pemerintah RI.

Berikut selengkapnya rilis yang disampaikan Fahri Hamzah yang saat ini tengah berada di Makkah Mukaramah:

PENOLAKAN USTADZ ABDUL SOMAD

Pertama, Peristiwa ini adalah peristiwa memalukan. Sebab saya ingat dulu, sebagai ketua PANJA UU Imigrasi DPR memperjuangkan semua orang di dunia ini untuk tidak boleh ditolak masuk Indonesia tanpa alasan.

Kedua, Konvensi Internasional tentang Kebebasan / Hak-hak Dasar (termasuk Bertransportasi) melindungi setiap manusia untuk datang ke megara mana saja dan keluar dari negara mana saja. Apalagi memasuki Hongkong yang sama sekali tidak memerlukan visa. 

Ketiga, oleh sebab itu pemerintah berdaulat Negara Republik Indonesia ini harus mengutuk keras jika ada warganya ditolak dimanapun. Sebab itu (bersikap tegas) adalah pertanda kita sebagai negara berdaulat. Kita telah meratifikasi pasal-pasal HAM DALAM UUD1945 secara luas.

Keempat, ini bukan soal Ustadz Abdul Somad, tapi soal tugas negara untuk melindungi warga negara dan seluruh tumpah darah Indonesia. Karenanya jika seorang rakyat Indonesia mendapat perlakuan seperti ini, maka kita kembali kepada tugas negara kita. 

Kelima, berbeda ceritanya jika ternyata pemerintah menyetujui dan telah menerima pencegahan itu sebelumnya. Belakangan kita mendengar kepolisian mengatakan “itu hak Hongkong”. Tidak ada hak Hongkong yang kebal hukum. Semua harus dipertanyakan dasarnya.

Publik perlu tahu peristiwa ini sebab ada ratusan ribu warga Indonesia di Hongkong. Jangan sampai peristiwa ini hilang begitu saja seperti pertistiwa penolakan Panglima TNI di masa lalu. Hadirnya negara dalam setiap peristiwa seperti ini penting sekali.

Pemerintah sering nampak diam saja. Tanpa penjelasan. Padahal ini masalah penting dalam kerangka wibawa negara dan perlindungan warga negara di manapun.

Makkah Al-Mukarramah, 26/12/2017.

(Fahri Hamzah)



Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 



Back to Top