Dituding Islamofobia, PSI Anggap Perda 'SYARIAH' Ancam Persatuan


Artikel Terbaru :






  Ayo  Jalan Terus !  -  Partai Solidaritas Indonesia menegaskan Peraturan Daerah berlandaskan agama tidak sesuai dengan semangat persatuan. Dari pandangan itu PSI menolak dicap sebagai partai yang memberi ruang bagi islamofobia atau rasa takut terhadap Islam dan para penganutnya.

Menurut juru bicara PSI Dini Shanti Purwono Perda berlandaskan agama membuat masyarakat terpecah.

"Perda agama tidak sesuai dengan semangat persatuan, membuat masyarakat terpecah, dan berpotensi mengancam persatuan nasional," ujar Dini dalam pesan singkat, Rabu (14/11).


Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief sebelumnya mengkritik sikap PSI menolak Perda berlandaskan agama mencerminkan partai pendatang baru itu dibentuk untuk memberi ruang bagi Islamofobia. 

"PSI kelihatannya dibentuk untuk Islamophobia mendapat gelanggang, juga tidak serius duduk di Parlemen," tulis Andi di akun Twitternya, @AndiArief_, Selasa (13/11). 

Kritik juga datang dari PKS. Direktur Pencapresan PKS Suhud Aliyudin menyamakan sikap politik PSI menolak Perda berlandaskan agama dengan sikap menolak agama. 

Dini menjelaskan sikap politik PSI tidak mendukung Perda berlandaskan agama bukan berarti menolak agama. 

Penolakan Perda Agama, kata dia, merupakan cara PSI menempatkan agama dalam konteks negara berdasarkan Pancasila.

Ia berkata sila pertama Pancasila, yakni 'Ketuhanan Yang Maha Esa' adalah pengakuan bahwa Indonesia negara Ketuhanan, bukan dukungan terhadap agama tertentu.

"Sila pertama Pancasila adalah bentuk pengakuan terhadap Ketuhanan, bukan dukungan terhadap agama tertentu," ujarnya.

Lebih lanjut, Dini mengklaim penolakan PSI sejalan dengan pendiri bangsa yang menilai Perda Agama bertentangan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurut dia, hukum yang mengatur kehidupan bersama harus didasarkan pada prinsip universal, bukan parsial.

"Mengingat keragaman agama yang ada di Indonesia," ujarnya.

Dini menyatakan PSI menghormati keyakinan agama. Kader PSI berasal dari latar belakang yang berbeda seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, hingga aktivis gereja. 

Dengan keragaman latar belakang itu PSI berjanji akan memperjuangkan hak setiap warga agar dapat menjalankan keyakinannya di Indonesia, sebagaimana dijamin konstitusi.

(jps/wis)




Andi Arief Sebut PSI Dibentuk untuk Beri Ruang Islamofobia


CNN Indonesia -- Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief mengkritik sikap Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menolak peraturan daerah berlandaskan agama termasuk Perda Syariah atau Perda Injil. 

Andi menyebut sikap itu mencerminkan PSI dibentuk untuk memberi ruang kepada paham islamofobia atau rasa takut terhadap Islam dan penganutnya. 

"PSI kelihatannya dibentuk untuk Islamophobia mendapat gelanggang, juga tidak serius duduk di Parlemen," tulis Andi di akun Twitternya, @AndiArief_, Selasa (13/11). 


Selain bentuk islamofobia, sikap menolak Perda Syariah juga disebut Andi sebagai bentuk frustasi partai terhadap kenyataan. Dengan menolak Perda Syariah, Andi menduga tujuan PSI adalah untuk meraih target minimum yakni mengincar kursi di DPRD kabupaten dan provinsi. 

"Target minimumnya duduk di DPRD kabupaten dan provinsi. Cukup realistis, tidak besar pasak dari tiang," tulis Andi.

Dia lantas membandingkan kiprah PSI sebagai partai debutan dengan kiprah Partai Rakyat Demokratik (PRD) di masa lalu. 

PRD dibentuk di era 1990-an oleh sejumlah aktivis. Andi pernah terlibat aktif di partai itu. 

Andi Arief Sebut PSI Dibentuk untuk Beri Ruang Islamofobia Wakol Sekjen Demokrat, Andi Arief. (Detikcom/Audrey)
Kata Andi, PRD saat dibentuk bertujuan membuka demokrasi, bukan seperti PSI yang memberikan ruang kepada islamofobia. Sikap PSI itu disebut Andi sebagai contoh salah asuhan.

Lebih lanjut Andi menilai penolakan PSI terhadap Perda Syariah tak sejalan dengan prinsip negara demokrasi. 

Andi berpendapat sebuah negara yang menganut paham demokrasi tak mungkin menolak sebuah produk yang dicapai dengan cara demokrasi. 

"Ada kecenderungan yang kontradiktif, di satu sisi menginginkan kebebasan yang seluas-luasnya. Di sisi lain berupaya melarang sebesar-besarnya," kata Andi.

"Kami boleh bebas, tetapi anda tidak boleh, nanti jadi syariah. Mungkin dulu Belanda juga bilang pada kaum pergerakan hal yang sama."

Andi Arief Generasi Tua

Juru bicara PSI Rian Ernest merespons kritik itu dengan menyebut Andi Arief bagian dari generasi tua.

"Rezim old tidak bisa mencerna visi dan misi PSI. Tidak aneh menurut kami," ujar Rian kepada CNNIndonesia.com.

Rian juga menyebut tudingan Andi terkait islamofobia itu bertentangan dengan semangat merawat kebinekaan.

Ketimbang mengkritik PSI, Rian menyarankan Andi fokus mengurus Demokrat agar bisa memberikan contoh solidaritas dalam mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. 

Rian melihat Demokrat gagal membangun solidaritas karena membebaskan calon legislatornya mendukung capres Joko Widodo.

"Demokrat sudah berikan contoh tidak solidnya mendukung Prabowo," ujarnya. (jps/wis)



Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Ayo Jalan Terus! -  Suarakan Fakta dan Kebenaran ! 



*★*――――*★**★*――――*★**★*――――*★**★*――――*★*

Asyik . Unik . Baik


Artikel Terbaru :


Back to Top