Atlet Silat Ini Tagih Janji Pemerintah Kasih Rumah & Jadi PNS, Menpora Malah Bilang begini


Artikel Terbaru :



  Ayo  Jalan Terus !  - Atlet pencak silat putra Indonesia Hanifan Yudani Kusumah rupanya belum mendapatkan seluruh haknya sebagai peraih medali emas Asian Games 2018. Meski telah menerima uang tunai sebesar Rp 1,5 miliar, pesilat yang namanya tenar setelah memeluk Presiden RI Joko Widodo dan Prabowo Subianto secara berbarengan ini menuturkan bahwa ada dua janji pemerintah lainnya yang belum ditepati.

Sebagaimana diketahui, pemerintah menjanjikan tiga hal kepada para atlet peraih medali emas Asian Games 2018. Tiga janji itu meliputi uang bonus sebesar Rp 1,5 miliar, status Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan sebuah rumah. Hanifan mengaku sampai sekarang belum ada kabar lebih lanjut soal statusnya sebagai PNS dan rumah yang dijanjikan tersebut.





"Yang sudah terima baru uang Rp 1,5 miliar. Dari Kementrian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Red) itu belum ada info (soal pemberian rumah, Red). Semoga segera cair. Karena kami juga sangat menunggu bonus itu. Bonus itu adalah janji yang harus ditepati," ujar Hanifan saat dihubungi, Selasa (12/2).

Untuk statusnya sebagai PNS, Hanifan menuturkan bahwa ia sudah menjalani prosedur formalitas layaknya para atlet peraih medali emas Asian Games 2018 lainnya. Suami atlet silat putri Pipiet Kamelia itu pun berharap semua bonus yang belum dilunasi bisa secepatnya diberikan.

"Kalau status jadi PNS masih menunggu SK (Surat Keputusan, Red) Kemenpora. Semoga segera dikeluarkan SK-nya," tutupnya.


Hanifan sendiri merupakan satu dari 14 atlet pencak silat Indonesia yang sukses meraih medali emas di Asian Games 2018. Hanifan merupakan juara di nomor tarung putra kelas C (55-60 kg). Ia mengalungkan medali emas setelah memecundangi pesilat asal Vietnam Thai Linh dengan skor 3-2.

Usai mendapatkan medali emas, Hanifan lalu menghampiri Jokowi dan Prabowo yang saat itu sedang duduk bersebelahan menyaksikan pertandingan. Setelah menyalami Jokowi dan Prabowo secara bergantian, Hanifan dengan bendera Indonesia di tangannya lalu memeluk kedua sosok yang saat ini tengah bersaing memperebutkan kursi pemerintahan periode 2019-2024 itu. [jp]



Soal Bonus Rumah Peraih Emas Asian Games 2018, Menpora: Lahannya dari Atlet






 Menpora Imam Nahrawi memperjelas bonus rumah bagi atlet peraih medali emas Asian Games 2018. Pemerintah hanya membangunkan rumah, tak menyiapkan tanahnya. 

Asian Games 2018 sudah beres digelar sejak 2 September lalu. Bonus-bonus uang juga posisi sebagai pegawai negeri sipil (PNS) sudah diberikan, namun tersisa isu bonus rumah untuk peraih medali emas.

Agar tak menjadi isu liar, Imam pun menjelaskan persoalannya. Dia menegaskan rumah akan dibangun pemerintah lewat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR), namun dengan catatan tanah disediakan masing-masing atlet.

"Ya mungkin soal prosedur, soal verifikasi, karena modelnya pemerintah nanti membangunkan, tidak mengadakan tanah. Nah, ini yang perlu waktu, karena tak setiap atlet punya tanah. Karena nggak mungkin tanah disiapkan oleh pemerintah," kata Imam di Kantor Kemenpora, Senayan, Selasa (12/2/2019).

"Kami sudah berulang-ulang rapat dengan Kementerian PUPR, ini soal realiasi dan waktu saja. Yang penting bonus uang sudah dibayar penuh, baik untuk atlet Asian Games dan Asian Para Games, bonus PNS juga sudah diterima kan, tinggal formalitas ceremony saja." 


"Yang pasti dari awal memang kami ingin pemerintah yang bangun rumah dan tanah sendiri disediakan atlet atau nanti seperti bagaimana, tergantung kebijakan PUPR," tambahnya. [dtk]




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Ayo Jalan Terus! -  Suarakan Fakta dan Kebenaran ! 



*★*――――*★**★*――――*★**★*――――*★**★*――――*★*

Asyik . Unik . Baik


Artikel Terbaru :


Back to Top