[AWAS HOAX] Luhut: "Jokowi Shalat Jumat Sampai 4 Rakaat, Prabowo Kalah Jauh.” Ini Kata Jawapos


Artikel Terbaru :






  Ayo  Jalan Terus !  - Luhut Bilang Jokowi Shalat Jumat Sampai 4 Rakaat? Ini Kata Jawapos

Sebuah berita viral di media sosial. Berita itu berjudul “Luhut: Jokowi Shalat Jumat Sampai 4 Rakaat, Prabowo Kalah Jauh.”

Berita itu berasal dari asiasatu.online, diposting pada Selasa, 26 Februari 2019. Salah satu kutipan pernyataan Luhut yang ditampilkan di badan berita berbunyi: "Sejak saya kenal 12 tahun lalu, dia (Jokowi) tukang sembahyang, tukang puasa. Bahkan shalat Jumat hingga 4 rakaat. Yang sebelah sana kita belum jelas juga."



Benarkah Luhut sampai mengatakan Jokowi shalat Jumat hingga 4 rakaat? Ternyata hoax. Hal itu dibahas di koran Jawa Pos edisi Kamis, 28 Februari 2019.



Pada Ahad, 10 Februari 2019, Luhut memang mengatakan Jokowi tukang sembahyang. Namun, ia tidak menyebut “shalat jumat hingga 4 rakaat.”

"Jadi kalau dibilang, misalnya Jokowi kriminalisasi ulama. Itu darimananya? sejak saya kenal 12 tahun dia (Jolowi) tukang sembahyang dan puasa. Yang sebelah sana belum jelas," kata Luhut di Jiexpo, Kemayoran, Ahad (10/2/2019) lalu, seperti dikutip Jawapos.


Hasil penelusuran Tarbiyah.net, perkataan “shalat jumat hingga 4 rakaat” sebelumnya tidak ditemukan di media lain. Berita di asiasatu.online itulah yang pertama kali memuatnya.

Sejumlah netizen muslim pun mengingatkan, meskipun semangat dalam perjuangan, jangan terjebak dengan hoax. Sebab nanti umat Islam bisa dituduh sebagai tukang hoax. [Ibnu K/Tarbiyah] 




Luhut: Jokowi Tukang Sembahyang, Yang Sebelah Belum Jelas



Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan bercerita soal kedekatannya dengan Presiden Joko Widodo. Luhut mengaku sudah mengenal Jokowi 12 tahun dan tahu ia adalah tukang sembahyang.

Sebaliknya, kata Luhut, yang sebelah malah belum jelas.

Karenanya ia heran jika ada tuduhan Jokowi suka mengkriminalisasi ulama.

"Jadi kalau dibilang, misalnya dibilang kriminalisasi ulama, darimana? Sejak saya kenal 12 tahun dia tukang sembahyang, tukang puasa. Yang sebelah sana kita belum jelas juga," kata Luhut dalam acara silaturahmi purnawirawan TNI-Polri dan deklarasi dukungan untuk Jokowi, JI Expo Kemayoran, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Luhut juga membantah jika dikatakan Jokowi adalah sosok otoriter. 
"Tidak otoriter, he listen to you carefully, saya mengalami. Saya tidak sering bersama presiden, tapi kalau saya butuh saya laporkan. Ya saya minta waktu, saya jelaskan argumen," ujarnya seperti dikutip Merdeka.

Luhut juga mengklaim Jokowi akan membawa masa depan yang bagus bagi Indonesia.

"Sekali lagi, dari lubuk hari saya terdalam, anda mau pilih siapa saja itu terserah. Tapi kalau mau masa depan Indonesia yang bagus, pilihlah Pak Jokowi. Hemat saya itu, akan bagus bagi Indonesia," tandasnya.

Belum ada penjelasan siapa “sebelah” yang dimaksud oleh Luhut. Namun sejumlah netizen menganggap ucapan itu tidak pantas karena banyak yang mengartikannya pasangan capres kompetitor yakni Prabowo-Sandi. Padahal Prabowo-Sandi juga jelas beragama Islam dan mengerjakan sholat. [Ibnu K/Tarbiyah]




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Ayo Jalan Terus! -  Suarakan Fakta dan Kebenaran ! 



Good Day Good News


Artikel Terbaru :


Back to Top