KEREEEN...! KALIMAT PENUTUP Sandiaga Uno di Mata Najwa (FULL VIDEO)


Artikel Terbaru :





  Ayo  Jalan Terus !  -  Calon Wakil Presiden 02 Sandiaga Salahuddin Uno tampil di acara Mata Najwa yang tayang tadi malam (27/2/2019) di TRANS7.

Dalam segmen terakhir, Najwa Shihab menanyakan kepada Sandi apa yang kerap kali disalahpamahi
orang terhadap sosok Sandi dan apa yang hendak Sandi luruskan. Bagaimana Sandi menyikapi tanggapan negatif masyarakat.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini menjawab dengan sangat elegan:

"Saya melihat bahwa saya sangat beruntung bahwa dalam karir di politik saya yang sangat singkat ini masyarakat bisa menerima saya. Saya terima apa adanya tanggapan masyarat, karena dinamika tanggapan masyarakat seperti apa saja itu adalah konsekuensi, hak dari masyarakat menilai saya. Saya selalu bilang urat baper saya sudah putus...," kata Sandi yang disambut riuh tepuk tangan.

Simak videonya...


Sandi Sandiaga Uno: Doa Neno dari Lubuk Hati Mendalam (Part 1) | Mata Najwa




Doa Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Neno Warisman di Munajat 212 menimbulkan polemik. Cawapres 02, Sandiaga Uno mengatakan dirinya tidak layak berkomentar soal itu. “Kalau saya melihat, doa itu dari lubuk hati yang paling dalam. Hubungan dengan Tuhan dan si pendoa. Walaupun itu disampaikan di ruang publik. Lagi pula, di tahun politik seperti ini apa pun yang dilakukan pasti ada unsur politisnya. Namun saya sampaikan, marilah kita bijak, baik itu doa atau ungkapan, semua perbedaan itu harus disikapi dengan kesejukan," jelasnya. Mengenai Malam Munajat 212, yang dihadiri petinggi BPN Prabowo-Sandiaga, Sandi mengatakan tidak tahu-menahu. "Itu bukan kegiatan yang dilakukan oleh BPN, jelas bahwa saya enggak hadir di situ. Tokoh-tokoh itu diundang sebagai tokoh politik, tokoh masyarakat. Jujur saja, strategi kami adalah menyapa masyarakat secara face to face untuk menangkap aspirasi mereka. Dan itu sudah dilakukan," ujarnya. (Narasi)



Sandi Sandiaga Uno: Sandiaga Soal 3 Emak PEPES (Part 2) | Mata Najwa



Menjelang Pilpres 2019, isu politisasi agama semakin kencang berhembus. Tak jarang, politisasi agama melalui ceramah atau khotbah itu dikobarkan oleh orang-orang yang mengaku ulama ataupun ustaz, seperti misalnya Bahar Bin Smith dan Nur Sugi. Belakangan, saat ujaran kebencian kepada pejabat negara itu diproses oleh pihak berwajib, isu kriminalisasi ulama pun mencuat. Menurut Sandi, soal isu kriminalisasi ulama, baik dirinya maupun Prabowo menekankan pada penegakan hukum yang adil, baik itu untuk perseorangan, maupun untuk iklim usaha. “Jadi saya rasa ketidakadilan itu dirasakan bukan hanya segelintir orang, tapi pada banyak orang,” ujarnya. Soal pernyataannya, mengenai hukum yang tajam ke oposisi, tumpul ke penguasa, dalam hal Bahar Bin Smith, Sandi membantah hal itu. “Jadi saya tidak hanya ke Bahar Bin Smith, tapi semua. Masyarakat bisa menilai itu. Misalnya yang kasus nelayan itu. Jadi masyarakat juga merasa ada ketidakadilan, ulama besar juga merasakan itu,” ujarnya. Bagi Sandi, banyaknya khotbah atau ceramah yang mengkritik pemerintah, hal itu dilihatnya masih wajar, tinggal ditanggapi dengan data dan fakta. Belakangan, ada tiga orang ibu-ibu dari relawan PEPES (Persatuan Emak-Emak Pendukung Prabowo-Sandi) yang ditangkap karena menyebarkan kampanye hitam dari rumah ke rumah. “Saya selalu bilang pada relawan PEPES, fokus saja pada persoalan ekonomi yang memang mereka rasakan sehari-hari,” katanya. (Narasi)


Sandi Sandiaga Uno: OK OCE Sukses Turunkan Pengangguran (Part 3) | Mata Najwa



Sebagai politikus yang awalnya dikenal sebagai pengusaha sukses, dalam setiap kampanyenya, Sandiaga Uno selalu menawarkan program-program tentang ekonomi. Salah satu program andalan yang selalu digaungkan oleh Sandiaga baik ketika masih menjadi Wagub DKI Jakarta, hingga menjadi cawapres adalah OK OCE. Sandiaga mengatakan dirinya bersama Prabowo akan memberikan perhatian lebih pada persoalan ekonomi masyarakat kecil yakni UMKM, demi perluasan lapangan kerja. “Jadi UMKM ini 97 persen pembentuk lapangan kerja kita. Salah satu program kami, OK OCE ini sudah 65 ribu pendaftarnya. Jadi sejak pertama kali diluncurkan, di DKI 20 ribu pengangguran turun,” ujarnya. Menurut Sandi, saat ini pemerintah Jokowi belum memperlihatkan keberpihakannya kepada UMKM. Mengenai konsep ekonomi yang memihak rakyat kecil dengan pemberdayaan UMKM, Direktur Eksekutif INDEF Enny Sri Hartati melihat konsep tersebut sudah cukup bagus. “ Saya pikir, OK OCE itu bagus, tapi sampai saat ini hanya pada tahap pelatihan saja. Jadi ini bukan soal sekadar akses modal. Teori mengenai bantuan kepada UMKM itu sudah lama ada, saya belum melihat konkretnya, atau how-nya yang membedakan dengan yang lama,” kritik Enny. (Narasi)


Sandi Sandiaga Uno: Ongkos Politik Muaahal Buanget (Part 4) | Mata Najwa




Nama Sandiaga Uno masuk dalam jajaran orang terkaya di Indonesia dan dunia versi Forbes Asia. Bisnisnya menggurita dari mulai perusahaan investasi, Saratoga hingga perusahaan tambang, Adaro Energy. Namun, nama Sandiaga mulai mencuri perhatian publik luas setelah terjun ke politik hingga berhasil menjadi wagub DKI Jakarta dan saat ini menjadi cawapres mendampingi Prabowo Subianto Mengenai biaya kampanye, Sandi mengatakan, biaya kampanye di Indonesia sangat mahal. Untuk memodali kampanyenya sebagai cawapres, Sandiaga bahkan harus menjual sahamnya di Saratoga. “Iya, saya memang menjual saham untuk membiayai. Soal pembagian untuk biaya kampanye, tidak ada sejak awal soal pembagian dana kampanye. Saya hanya ditanyakan siap enggak untuk membiayai kampanye. Ya saya mengatakan siap saja,” ujarnya. Menurut Sandi, seluruh politisi, pemerintah harus duduk bersama dengan komponen civil society untuk membicarakan soal dana kampanye yang terlalu besar ini, terutama soal dana saksi. “Kita sedang mengupayakan bagaimana dana kampanye ini tak terlalu membebani dan bisa diminimalisir. Soalnya harus diakui, ini bisa mengakibatkan hal-hal yang tidak baik,” ujarnya. (Narasi)




Sandi Sandiaga Uno: Saya Masuk Elite 1% Itu (Part 5) | Mata Najwa



Salah satu kritik yang ikut dikomentari Sandiaga adalah soal lahan Prabowo yang dibahas dalam debat capres beberapa waktu lalu dan soal elite yang sering dibahas Prabowo. “Sewaktu saya masih jadi pengusaha, saya juga memegang konsesi lahan yang luas, dalam bentuk HGU. Soal elite, jangankan Pak Prabowo, saya juga masuk dalam satu persen elite itu. Saya sadar, ini ada pengelolaan yang salah, sehingga hanya satu persen dari masyarakat kita yang menjadi elite. Jadi kami ini ingin kembali ke UUD Pasal 33. Pak Prabowo kritik elite itu, semacam koreksi dirinya, koreksi diri saya juga,” ujar Sandiaga. Selain itu, Prabowo juga sempat ramai disoroti terkait dengan pernyataannya yang memperbolehkan rakyat mengambil uang jika ada yang menawari menjelang pencoblosan. “Ini yang tidak perlu kita tutup-tutupi. Kita buka saja. Dan itu bukan dari pihak Pak Presiden saja, dari kita juga ada. Saya pikir, rakyat sulit rasional jika ditawari pada pilihan money politics. Yang pasti, ambil saja uangnya, tapi pilih sesuai hati nurani,” kata Sandiaga. (Narasi)


Sandi Sandiaga Uno: Debat Tak Usah Banyak Tim Hore (Part 6) | Mata Najwa




“Natural saja. Namun, saya menganjurkan agar dalam debat nanti tidak perlu ada banyak penonton. Terlalu riuh, sehingga tidak fokus dan tidak terdengar soal gagasannya,” kata Sandiaga. Saat di meja Mata Najwa, cawapres 02, Sandiaga Uno juga ditantang untuk menebak harapan dari masyarakat umum, di antaranya dari pengusaha rintisan, nelayan di Kepulauan Seribu dan dari pemilih pemula. ”Pengusaha rintisan itu butuh bantuan perizinan, kepastian usaha dan permodalan,” katanya. Sementara, untuk nelayan di Kepulauan Seribu, Sandiaga melihat kebutuhan utama dari nelayan adalah soal kepastian ketersediaan harga solar yang murah dan aturan alat tangkap yang tidak memberatkan mereka. “Nah, untuk pemilih pemula, biasanya ingin medsos itu tidak riuh dengan keributan antar pendukung capres-cawapres, serta kemudahan untuk lolos PTN yang diinginkan,” kata Sandi mencoba menebak harapan masyarakat. (Narasi)


Sandi Sandiaga Uno (Part 7) | Mata Najwa



Sejak ditinggal Sandiaga Uno, kursi wagub DKI Jakarta masih belum terisi. Soal ini, Sandiaga mengatakan dirinya tidak terlalu mengikuti. “Namun, tadi saya sempat bertemu dengan Mas Anies. Beliau bicara dan memberi masukan kepada saya soal pendidikan. Soal wagub itu katanya sudah selesai di level Gerindra DKI, soal jatahnya PKS,” katanya. Sandi juga memberikan saran, dua nama dari PKS yakni Syaikhu dan Agung agar masyarakat lebih mengenal mereka. Soal gaya dan sikapnya yang jauh berbeda ketika menjadi politikus, Sandiaga mengatakan inilah dirinya yang sesungguhnya. “Saya sungguh beruntung, dalam perjalanan karier politik saya ini yang dibilang singkat, saya sangat bersyukur masyarakat mau menerima saya. Jadi, apa pun pandangan masyarakat, saya tidak ingin membantah atau meluruskan. Urat malu saya sudah putus, dan itu hak masyarakat menilai saya. Faktanya, negara ini sudah memberikan banyak kepada saya dan sudah saatnya saya berkontribusi balik,” kata Sandiaga. (Narasi)





Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Ayo Jalan Terus! -  Suarakan Fakta dan Kebenaran ! 



Good Day Good News


Artikel Terbaru :


Back to Top