“Pribumi Dipersulit, Lah Orang Asing Mudah Banget Dapat eKTP”


Artikel Terbaru :



  Ayo  Jalan Terus !  - Kabar beredar dan menjadi viral di media sosial setelah ada keterangan bahwa warga negara asing di Cianjur memiliki KTP resmi Cianjur.


Kepala Unit Kerja Kantor (UKK) Imigrasi Cianjur, Faried Apriandy, mengatakan, bahwa warga negara asing ( WNA) yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Cianjur telah melalui persyaratan yang sah karena telah memiliki kartu izin tinggal tetap (KITAP).

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Sukabumi Nurudin menerangkan, orang asing yang mendapatkan Kitap memiliki sejumlah kondisi. Misalnya ikut suami atau istri, melakukan pekerjaan, karena menanam modal atau aktivitas lainnya yang legal, atau anak yang ikut dengan orang tuanya.
“Jumlah WNA yang memegang Kitap dan KTP di Imigrasi Sukabumi mencapai 111 orang,” ujar Nurudin, dikutip dari Republika.
Rinciannya sebanyak 40 orang ddi Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi sebanyak 16 orang dan Kabupaten Cianjur sebanyak 57 orang. WNA pemegang Kitap terbanyak berasal dari Cina yakni mencapai 28 orang.
Viralnya berita warga asing bisa memiliki eKTP menuai protes di media sosial.
Warganet rata-rata mengeluhkan sulitnya proses pembuatan eKTP. Ada yang berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun mengurusnya, namun belum juga mendapatkan eKTP. Sedangkan warga asing dinilai mudah memperolehnya.
Beikut beberapa komentar warganet:
rusdian_alfin: Gile lu wi..lha saya ngurus Ktp dah ampir setengah tahun kga siap siap…rezim si jae tipu tipu..
atheu_noeraja: Pribumi d persulit bkin ktp, lah org asing mudah bgt dpt e ktp
rudiwidmark: lahhh gue asli sukabumi aja KTP belum jadi udah 2 tahun kecuali lewat pak ogah baru jadi seminggu wkwkw (*)



Ada 111 WNA Punya e-KTP, Ini Penjelasan Lengkap Imigrasi Sukabumi




 Kepemilikan e-KTP oleh TKA asal China di Cianjur membuat heboh. Imigrasi Sukabumi pun mengungkap ada 111 warga negara asing (WNA) yang memegang e-KTP di wilayahnya. Tak ada aturan yang dilanggar, semua sesuai dengan undang-undang.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Sukabumi Nurudin menjelaskan warga negara asing (WNA) yang memiliki kartu tanda penduduk (KTP) tidak mempunyai hak memilih ataupun dipilih pada pemilihan umum (pemilu).

"Di wilayah hukum kami, jumlah WNA yang mempunyai KTP sebanyak 111 orang, mereka sah memiliki identitas kependudukan tersebut karena sudah mempunyai kartu izin tinggal tetap (Kitap) sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 atas perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 Pasal 21 tentang Administrasi Kependudukan," kata Nurudin seperti dilansir Antara, Selasa (26/2/2019).


Kepemilikan KTP bagi WNA tersebut tidak perlu dipolitisasi karena sejak adanya UU 24/2013, yang merupakan perubahan dari UU 23/2006, WNA pemegang Kitap bisa mempunyai KTP yang bisa diurus di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Nurudin mengatakan, meskipun bentuk KTP-nya sama seperti KTP WNI, sudah jelas bahwa dalam kolom warga kenegaraan tercantum asal negara WNA tersebut dan tentunya tidak punya hak seperti WNI, salah satunya tidak punya hak dipilih ataupun memilih.

Pihaknya juga menyayangkan, pada momen pemilu seperti saat ini, KTP untuk WNA dipolitisasi oleh sebagian oknum, padahal sudah jelas ada undang-undangnya yang mengatur, bahkan penerbitan KTP itu sudah sejak 2006 atau saat disahkannya UU tentang administrasi kependudukan.

WNA harus mempunyai KTP setelah atau paling lambat 14 hari Kitap diterbitkan. Adapun masa berlaku e-KTP itu disesuaikan dengan Kitap dan itu pun WNA wajib lapor ke Kantor Imigrasi terkait izinnya tersebut.

"Kami juga mengimbau kepada warga yang ada di wilayah hukum Kantor Imigrasi Kelas II Sukabumi, yakni Kabupaten Cianjur serta Kota dan Kabupaten Sukabumi, tidak perlu khawatir terkait adanya KTP untuk orang asing karena sudah aturannya. Dan kami jelaskan bahwa orang asing pemegang KTP tersebut tidak punya hak berpolitik," tambahnya.

Nurudin mengatakan, dari 111 WNA pemegang KTP, 57 orang berada di Kabupaten Cianjur, Kota Sukabumi 16 orang, dan Kabupaten Sukabumi 40 orang. Adapun rinciannya, 28 orang warga China, 16 warga Korea Selatan, 7 orang warga Australia, dan 6 orang warga Pakistan. Kemudian Singapura 5 orang, Yaman 5 orang, Kuwait 2 orang, Suriah 2 orang, Arab Saudi 5 orang, Tunisia 2 orang, Bangladesh 2 orang, serta Kanada, Brasil, Kamerun, Selandia Baru, Afrika Selatan, Afghanistan, Turki, Taiwan, dan Iran masing-masing satu orang.


Selanjutnya Rusia, Prancis, Belanda, dan Filipina masing-masing 2 orang. Sedangkan India, Malaysia, dan Amerika Serikat masing-masing 3 orang. "Keberadaan orang asing yang tinggal di wilayah hukum kami tentunya selalu diawasi keberadaannya. Jika meresahkan atau tidak menguntungkan, maka bisa langsung diambil tindakan tegas seperti deportasi," katanya.

Untuk jumlah WNA yang berada di Kabupaten Cianjur serta Kota dan Kabupaten Sukabumi sebanyak 840 orang, dengan rincian 11 orang izin kunjungan, 725 orang izin tinggal terbatas, dan 111 orang izin tinggal tetap.




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Ayo Jalan Terus! -  Suarakan Fakta dan Kebenaran ! 



Good Day Good News


Artikel Terbaru :


Back to Top