Teriak Lantang 'Demi Allah', Petani Bawang Di Brebes Ini Menangis & Peluk Sandi


Artikel Terbaru :







  Ayo  Jalan Terus !  - Amat emosional. Menguras perasaan. Seorang laki-laki berpakaian batik. Kulitnya agak gelap. Ia bertutur blak-blakan. Tangan kananya menunjuk. Setengah berteriak dan mengucapkan demi Allah.

Dada laki-laki itu terasa sesak. Sandi meminta laki-laki ini menarik nafas. Dua kali. Kemudian Sandi memeluknya. Persis pemimpin penuh kasih kepada rakyatnya.





"Demi Allah, saya ngutang di Bank Puspa Kencana sampai sekarang tidak bisa bayar, 15 juta." kata petani Bawang Merah di Brebes, Jawa Tengah, Senin (11/2/19). 

Sandi memerhatian dengan cermat penuturan si laki-laki di depannya, di hadapan ratusan petani Bawang Merah lainnya. 

"Jeleknya adalah rumah bapak saya digadaikan." lanjut si laki-laki mencurahkan isi hatinya. Rumah bapaknya digadaikan kepada pihak bank.

Petani Bawang ini mengaku, pihaknya bukan memanen untung. Meski yang ditanam bawang, yang dipanen justru hutang.

"Pak, bukan hanya menanam bawang memanen hutang, ketika harga bawangnya rendah, banyak teman-teman saya menjadi duda. Karena (istrinya) menjadi TKW." teriaknya, matanya berkaca-kaca.


Menjadi TKW, lanjut si laki-laki, merupakan pilihan akhir bagi para istri karena bertani dan berladang tak lagi bisa diharapkan.

Setelah menenangkan dan memeluk akrab petani Bawang Merah di Tegal, Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan keprihatinan dan komitmennya ketika memenangkan pilpres 2019 mendatang.

"Kami sangat prihatin. Pemerintah harus hadir. Prabowo-Sandi akan menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya, menstabilkan harga-harga dan memastikan kesejahteraan petani." tegas Sandi. [Tarbawia]




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Ayo Jalan Terus! -  Suarakan Fakta dan Kebenaran ! 



*★*――――*★**★*――――*★**★*――――*★**★*――――*★*

Asyik . Unik . Baik


Artikel Terbaru :


Back to Top