Serangan Balik! Tagar #01BandarSabu Jadi Trending Topik No.1


Artikel Terbaru :






  Ayo  Jalan Terus !  -  Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief ditangkap lantaran kasus narkoba. Namun Polisi menyebut tidak menemukan barang bukti narkoba.

Polisi menyatakan tidak menemukan barang bukti narkoba saat menangkap Wasekjen Demokrat Andi Arief di Hotel Menara Peninsula, Jakarta Barat, Minggu (3/3/2019).

"Saudara AA hanya sebatas pengguna. Jenis narkoba yang ada di ruangan tidak kami temukan. Kemungkinan dia direhabilitasi," kata Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal kepada wartawan di Mabes Polri, Senin (4/3), seperti dilansir CNNIndonesia.

Berita penangkapan Andi Arief ini oleh para pendukung 01 dimanfaatkan untuk menyerang kubu 02 dengan tagar #02Nyabu.

Namun serangan 01 itu malah berbalik, warganet kemudian ramai-ramai membalas dengan tagar #01BandarSabu dilengkapi dengan berita-berita dimana kubu 02 yang tertangkap sebagai bandar besar narkoba.

Ini Ibrahim, Anggota DPRD F-NasDem Bandar Sabu 105 Kg Asal Sumut
https://news.detik.com/foto-news/d-4176716/ini-ibrahim-anggota-dprd-f-nasdem-bandar-sabu-105-kg-asal-sumut

Mengerikan, Anggota DPRD asal Nasdem ternyata Bandar Besar Narkoba
https://www.viva.co.id/berita/nasional/1067018-mengerikan-anggota-dprd-asal-nasdem-ternyata-bandar-besar-narkoba

"klo 02 disebut nyabu karena oknumnya, maka hestek utk sebelah #01BandarSabu," kicau akun @dulatips.

"Lebih ngerik bandar sabu, merusak masa depan
generasi bangsa #01BandarSabu," cuit akun @TitoJalu.

Tagar #01BandarSabu pun jadi Trending Topik no.1 di jagad sosial media twitter.





Politisi Nasdem Pernah Impor Sabu 105 Kilogram




Belakangan ini politisi Demokrat beinisial AA tertangkap basah menggunakan narkoba. Jauh sebelum itu, ada politisi lain yang tak kalah kacau. Anggota DPRD Langkat, Ibrahim Hasan alias Hongkong (45) pernah mengatakan, sudah dua kali mengimpor narkoba dengan jenis sabu dari Malaysia.

Yang pertama, Politikus Partai Nasional Demokrat (Nasdem) itu mengimpor sabu seberat 55 Kilogram. Untuk yang kedua, sabu seberat 105 Kilogram dan pil ekstasi berjumlah 30 ribu butir?. Namun untuk pengiriman kedua sudah diketahui petugas BNN.

"Dia mengaku baru dua kali. Nanti yang lain akan kita lakukan penyelidikan," kata Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari kepada wartawan di Medan, Sumut, tahun lalu pada 21 Agustus 2018.


Narkoba kualitas kelas satu tersebut, kata dia, tidak diproduksi di Indonesia melainkan di luar negeri. Namun pengiriman berasal pulau Pinang, Malaysia. Dengan melakukan transaksi di tengah laut, tepatnya di perairan selat Malaka.

"Modus yang mereka lakukan bukan tergolong baru. Sindikat internasional mengatur pengiriman dari pulau Pinang, Malaysia dengan kapal speed boat. Di satu titik koordinat tertentu, mereka bertemu dengan para penjemput yang berasal dari Indonesia. Di sana mereka lalu menurunkan (memindahkan) barang itu, dikenal dengan ship to ship. Nantinya kurir yang diindonesia yang menyamar sebagai nelayan akan membawa ke darat," kata Arman.




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Ayo Jalan Terus! -  Suarakan Fakta dan Kebenaran ! 



Good Day Good News


Artikel Terbaru :


Back to Top