[Beda dengan AHOK] Anies Tak Larang Warga Takbiran Keliling pada Malam Lebaran, Malah Akan Dikawal


Artikel Terbaru :






  Ayo  Jalan Terus  -  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak akan melarang warga untuk melakukan takbiran keliling Jakarta pada malam lebaran. Dengan catatan, warga yang melakukan takbiran keliling bisa berkoordinasi dengan lurah setempat.

"Jadi yang mau mengadakan takbiran keliling koordinasi dengan lurah, nanti kami bantu kawal dengan Dishub, sehingga tertib dan rapih," ujarnya di Puskesmas Kalideres, Jakarta, Senin (3/6/2019).

Anies juga mengatakan nantinya rute takbiran akan ditentukan oleh Dinas Perhubungan agar tertib dan rapi. Dijelaskan Anies bahwa takbiran itu adalah kegiatan turun temurun yang dilakukan masyarakat Indonesia.

Karena itu, ia menegaskan tidak ada alasan bagi pemerintah untuk melarang hal tersebut.

"Intinya bagaimana kegiatan takbiran yang secara tradisional memang memiliki tradisi untuk berkeliling. Dulu berkeliling kampung bawa obor, sekarang berkeliling menggunakan kendaraan," imbuh dia.

Terakhir, Anies meminta agar warga juga menjaga ketertiban selama melakukan takbiran keliling. Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan kegiatan yang berisiko kecelakaan.

"Yang utama adalah keselamatan, jangan melakukan hal yang berisiko pada keselamatan baik takbiran keliling maupun naik motor, naik mobil yang berisiko pada kecelakaan," tuturnya.

Sidang Isbat Kementerian Agama menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1440 bertepatan tanggal 5 Juni 2019. [CNNIndonesia]




2017 : https://metro.tempo.co/read/869046/anies-akan-memberlakukan-lagi-3-kebijakan-yang-dilarang-ahok/full&view=ok

Anies Akan Memberlakukan Lagi 3 Kebijakan yang Dilarang Ahok


Gubernur DKI Jakarta Terpilih Anies Baswedan mengatakan akan kembali memberlakukan aturan-aturan yang sempat dilarang di masa pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok - Djarot Syaiful Hidayat. Menurut Anies, tidak ada alasan yang kuat untuk melarang beberapa kebiasaan baik yang sempat dihilangkan.

"Tadi saya terima kertas dari ibu-ibu yang aspirasinya langsung disampaikan," ujar Anies seraya mencari selembar kertas yang berisi permintaan masyarakat saat menghadiri acara isra mi'raj di Masjid At-tin, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Senin, 24 April 2017.

"Latihan penyembelihan hewan kurban dibolehkan lagi, takbiran dibolehkan lagi, Monas boleh dipakai untuk majelis taklim, rumah dinas dipakai lagi untuk pengajian, kantor kelurahan untuk majelis taklim, GOR untuk majelis taklim. Insya Allah akan kami kembalikan semuanya (ke awal)," ujar Anies menambahkan.


Menurut Anies, Indonesia merupakan negara Pancasila yang sila pertama berbunyi Ketuhanan yang Maha Esa. Artinya, kata Anies, pemerintah harus membantu kegiatan yang menyokong Pancasila, termasuk kegiatan keagamaan.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengimbau warga untuk tidak merayakan takbir secara berkeliling. Ahok meminta kepada masyarakat bahwa takbiran lebih baik dilaksanakan di masjid-masjid serta di kampung wilayahnya masing-masing.

Pelarangan takbir keliling di jalan arteri maupun protokol ialah untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas. Tak hanya itu, kebijakan ini juga untuk mencegah kemacetan di beberapa ruas jalan di Ibu Kota. Untuk itu, Ahok meminta warga berkumpul di suatu tempat atau masjid untuk bertakbir serta beribadah bersama.

Ahok juga menerbitkan Instruksi Gubernur DKI Nomor 168 Tahun 2015 tentang Pengendalian, Penampungan, dan Pemotongan Hewan. Aturan itu berisi pelarangan penjualan serta pemotongan hewan kurban di pinggir jalan dan sekolah.

Kemudian, Ahok juga pernah melarang masyarakat untuk mengadakan pengajian akbar di halaman Monumen Nasional. Menurut dia, pengajian seharusnya dilaksanakan di masjid atau tempat luas, tidak harus di Monas. Peraturan-peraturan tersebut akan dikembalikan oleh Anies.



republished by AYO JALAN TERUS -   Good Day Good News :)  



Good Day Good News


Artikel Terbaru :


Back to Top