Heboh ! Patung Yesus Di Tugu Pekabaran Injil Wali Holelo, Jayapura Roboh


Artikel Terbaru :



  Ayo  Jalan Terus  - Patung Yesus di kawasan Tugu Pekabaran Injil Wali Holelo roboh di Danau Sentani Kampung Ifar Besar, Sentani, Jayapura, Papua, Kamis (13/6).

Tugu Pekabaran Injil Wali Holelo roboh dengan hanya menyisakan patung Yesus tersebut diduga akibat retakan pondasi saat Danau Sentani meluap beberapa waktu lalu. [antara]


Patung Yesus di kawasan Tugu Pekabaran Injil Wali Holelo roboh di Danau Sentani Kampung Ifar Besar, Sentani, Jayapura, Papua, Kamis (13/6/2019). Tugu Pekabaran Injil Wali Holelo roboh dengan hanya menyisakan patung Yesus tersebut diduga akibat retakan pondasi saat Danau Sentani meluap beberapa waktu lalu. ANTARA FOTO/Gusti Tanati/aww.


Bervakansi ke Danau Sentani


Birunya air, kemuning ilalang di perbukitan, dan hijau pepohonan yang mengitari Danau Sentani, adalah pemandangan yang menyambut dari atas pesawat, ketika kali pertama berkunjung ke ibu kota Provinsi Papua.

Bandara Sentani, di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, tepat berada di tepi Danau Sentani yang menjadi gerbang wisata. 

Selain dikelilingi perbukitan, ada sekitar 22 pulau terserak di tengah-tengah Danau Sentani.

Menurut data Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, saat Seminar Nasional Hari Air Sedunia Tahun 2018, yang diselenggarakan Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura di salah satu hotel di Kota Sentani, (12/03/2018), Danau Sentani bertipe tektonik adalah danau terluas di Papua, seluas 9.360 hektare. 

Kedalaman danau berkisar antara 42 meter hingga 59 meter. Dari utara ke selatan, danau ini dipagari Kawasan Cagar Alam dan Pegunungan Cyclop yang menjulang kebiruan.
Ada 14 sungai bermuara ke danau dan ditemukan pula delapan mata air di dalamnya. Danau ini berada di ketinggian 75 meter di atas permukaan laut.

Dari data Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Limnologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), saat seminar berlangsung, terdapat 30 spesies ikan air tawar di danau ini.
Empat di antaranya: ikan hiu gergaji (pristis microdon), ikan pelangi Sentani (chilatherina sentaniensis), ikan pelangi merah (glossolepis incisus), dan ikan gabus Danau Sentani (oxyeleotris heterodon), merupakan spesies endemik Danau Sentani.

Bukit Teletubbies

Jika ingin menikmati Danau Sentani dari ketinggian puncak bukit, Anda bisa menuju lokasi berjuluk Bukit Teletubbies, di Kampung Doyo Lama, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura.
Perbukitan ini dinamai sesuai serial televisi anak-anak Teletubbies, yang berlatar perbukitan hijau, mirip perbukitan di Danau Sentani.
Akses transportasi menuju Bukit Teletubbies dari Bandara Sentani, bisa menggunakan jasa angkutan umum. Tarifnya bervariasi dari lima sampai sepuluh ribu rupiah.
Jika ingin menyewa mobil rental, per 1 x 24 jam dipatok harga Rp500 ribu. Sementara jasa ojek berkisar Rp100-150 ribu.
Di kaki Bukit Teletubbies, disediakan area parkir untuk mobil dan motor. Ada beberapa pondok pula berjejer menjajakan minuman kemasan dan kudapan.
Pendakian ke puncak bukit pertama yang terjal, butuh beberapa menit. Namun penat saat mendaki akan terbayarkan sesampainya kita di puncak.
Di puncak pertama, terpancang kokoh sebuah salib kayu putih setinggi lima meter. Dari puncak, kita bisa menikmati puluhan punuk bukit yang menghampar memupus tatap.
Lambaian ilalang yang tertiup angin, seakan mengajak kita untuk menyusuri jalan setapak di sepanjang gundukan bukit. Ada sekitar belasan pondok perhentian dibangun pula di masing-masing puncak berikutnya.
Jika hendak mengitari semua bukit, butuh kondisi tubuh yang prima sebab jaraknya berkilo-kilometer.

Jembatan Yobe dan Patung Yesus

Setelah puas mengitari Bukit Teletubbies, Anda bisa melanjutkan perjalanan menuju jembatan kayu yang menghubungkan daratan dengan Kampung Yobe, Distrik Putali, yang berada di salah satu pulau di tengah danau.
Jembatan Yobe sepanjang seratus meter ini, dijadikan tempat untuk mandi sembari menunggu matahari terbenam. Kampung Yobe juga menjadi kampung wisata, dengan menawarkan pemandangan rumah-rumah penduduk di atas danau, serupa permukiman Suku Bajo.
Tak jauh dari Kampung Yobe, Anda bisa menuju salah satu dermaga kecil, dari belasan dermaga yang ada di sekitar danau. Dermaga kecil ini menghubungkan Kampung Ifar Baru dengan daratan.
Di dermaga ini, bersandar beberapa perahu-perahu mesin yang menjadi alat transportasi bagi penduduk di pulau. Tarifnya pun hanya lima sampai sepuluh ribu rupiah tergantung jauh dan dekatnya kampung tujuan.
Jika ingin menyewa perahu untuk mengelilingi danau, total biaya Rp 300 sampai Rp 400 ribu, untuk satu perahu bermuatan enam sampai delapan orang.

Dari dermaga ini, kita bisa melihat Tugu Pekabaran Injil, Wali Holelo, di tengah danau. Di sana berdiri sebuah patung Yesus di atas perahu, sedang memegang Alkitab di tangan kiri, dan telunjuk tangan kanannya mengarah ke sebuah gereja bernama GKI INRI Phulende, di Kampung Ifar Baru.

Telunjuk dari Patung Yesus pertanda bahwa di lokasi gereja tersebut, pada 1 Mei 1926, kali pertama penyebaran ajaran Kristen di sekitar Danau Sentani, yang diawali di Kampung Ifar Besar.

Di sekeliling Patung Yesus, ada delapan malaikat mungil bersayap yang masing-masing memegang terompet, dan menghadap ke semua penjuru danau. Tugu ini mulai dibangun 2016 lalu, dan baru diresmikan 30 Oktober 2017.

Keindahan lainnya dan wisata kuliner


Tak hanya itu, puncak-puncak yang mengelilingi danau telah dijadikan objek wisata, seperti Bukit Mc. Arthur atau orang-orang Sentani menyebutnya Makatur. Di puncak itu terdapat sebuah situs sejarah yakni Tugu Mc. Arthur, peninggalan Perang Dunia II.
Ada pula Situs Megalitik Tutari yang hanya berseberangan dengan Bukit Teletubbies, di Kampung Doyo Lama. Dari atas bukit di situs tersebut, pemandangan Danau Sentani tak kalah menariknya.

Di salah satu pulau di Danau Sentani terdapat pula Kampung Asei, yang mana penduduknya terdiri dari para pengrajin lukisan kayu. Menuju ke sana, bisa lewat Dermaga Kalkote yang juga merupakan salah satu titik wisata.
Tepat di tepian danau, terdapat belasan rumah makan yang menawarkan sajian khas Danau Sentani. Dari mulai paket papeda, ikan kuah kuning, dan sayur kangkung.
Harga untuk paket keluarga bisa sampai Rp 1 juta. Sementara untuk per orang bisa sampai Rp 100 ribu. Tapi soal rasa, tak perlu diragukan lagi.
Bagi pengunjung yang ingin makan dengan harga lebih terjangkau, tersedia pula beberapa rumah makan di sekitar danau, yang menu lauknya berupa ikan mujair bakar dan sayur kangkung.

Ingin mengeksplorasi Sentani? Sebaiknya Anda berkunjung pada bulan Juni. Sebab setiap tahun pada bulan Juni digelar Festival Danau Sentani



republished by AYO JALAN TERUS -   Good Day Good News :)  



Good Day Good News


Artikel Terbaru :


Back to Top