Kebijakan Buka Maskapai Asing: Solusi Harga Tiket Mahal atau Jadi Kuburan Maskapai Lokal?


Artikel Terbaru :





 Kebijakan buka Maskapai Asing solusi harga tiket atau jadi kuburan maskapai lokal?

(maaf agak panjang, makasih buat yang baca)

Saudara saya lebaran ini gagal mudik ke Medan karena tiket pesawat yang melonjak sampai 2 juta, dia punya anak 4 yang berarti 6 tiket sekali berangkat, biaya PP saja bisa samapi 25 juta. Saya kira banyak yang lain yang bernasib sama.

Lalu bagaimana solusinya?

Sebenarnya aneh Pemerintah tak bisa berbuat banyak soal harga tiket pesawat. Solusi mendatangkan maskapai asing adalah cara yang absurd yang akan mematikan maskapai domestik.

Tujuan pemerintah agar ada kompetisi diantara maskapai sehingga tercipta harga yang murah itu benar, namun, pemenang dari kompetisi harga adalah pemodal besar.

Ditambahkannya suplay, maka akan mengubah struktur pasar, yang pasti akan mengubar cara bagaimana menentukan harga. Banyak suplay akan memunculkan kompetisi harga, murah-murahan, yang paling murah maka ia akan menang karena akan mendapatkan demand paling banyak otomatis dengan suplay yang juga paling banyak.

Kunci dari kompetisi harga adalah efisiensi, siapa yang paling efisien, maka ia yang paling mampu memberikan harga paling murah. Dan yang mampu paling efisien adalah yang memiliki produksi paling tinggi tentu dengan modal besar.

Saya misalkan dari yang sederhana biar tidak bingung, misalnya biaya operasional 1 pesawat adalah 800 ribu per tiketnya. harga tiket maskapai A harga 1 juta, berarti laba bersih 200 ribu per tiket, maskapai A punya 2 pesawat, jika masing-masing pesawat berisi 100 penumpang maka laba bersih maskapai A 40 juta.

Sedangkan tiket maskapai B harga 900 ribu, berarti laba 100 ribu, tapi maskapai B punya punya 5 pesawat, berarti total laba bersih B 50 juta. Nah, maskapai B harga lebih murah, tapi karena volume lebih tinggi, ia lebih banyak untung.

Karena murahnya harga lama-lama ia akan mendominasi pasar karena ada perpindahan konsumen, maskapai A akan tersingkir dengan sendirinya jika tidak menyesuaikan harga. Dan jika maskapai A ingin menurunkan harga seperti maskapai B maka harus berani nambah volume yang artinya nambah modal, jika tidak game over.

Membuka maskapai asing sama dengan menutup maskapai lokal. Garuda Indonesia yang notabene maskapai plat merah, harus menutup beberapa rute dalam dan luar negeri karena rugi setelah mengikuti permintaan pemerintah menurunkan 15% harga batas atas. Apalagi nanti perang harga?

Lalu apakah maskapai lokal siap perang harga? Saya kira jika harus berhadapan dengan maskapai asing bermodal besar, maskapai lokal akan tutup usia.

Sebenarnya ada alterntif lain

Jika diserahkan ke pasar tidak bisa tercapai harga yang diinginkan, pemerintah bisa intervensi harga dengan regulasi, bukan hanya dengan himbauan. Memang benar pemerintah telah meminta penurunan batas atas 15% tapi itu tidak efektif bahkan tidak diikuti oleh beberapa maskapai.

Dampak kenaikan harga tiket lumayan, Maret 2019 pengguna Pesawat menurun 20% dibandingkan Maret 2018.

Pemerintah sebenarnya bisa membuat regulasi harga khusus tiket ekonomi. Harga Batas atas khusus tiket ekonomi. Membuat tarif khusus tiket ekonomi. Membuat regulasi harga tiket pesawat murah. Regulasi dilengkapi demgan insentif, pemerintah bisa berikan insentif bagi makapai yang mengikuti regulasi. Contohnya dengan memberikan potongan pajak, dari pajak avtur, onderdil, bahkan sampai pajak bandara. PPn itu lumayan siginifikan karena 10%, apalagi tidak hanya satu jenis pajak. Sehingga maskapai yang menurunkan harga juga bisa lebih efisien dan tidak menurunkan standar laba mereka, namanya bisnis nggak mau laba berkurang.

Maskapai yang bisa memberikan harga tiket sesuai standar harga pemerintah maka akan mendapatkan keringanan pajak tersebut.

Itu salah satu contoh intervensi harga yang bisa dilakukan. Mungkin akan berdampak pada penerimaan pajak di sektor penerbangan, tapi, akan tergantikan pajak di sektor lain terutama pariwisata, hotel, atau restoran, atau sektor-sektor lainnya. Ada multiplayer effect apabila ada kemudahan transportasi.

Semoga segera ada solusi tiket pesawat ini, karena Indonesia adalah negara yang luas dan kepulauan, kecepatan transportasi akan mempermudah terbangunnya kegiatan ekonomi dan pemerataan.

Terimakasih

(Arka Atmaja)

Good Day Good News


Artikel Terbaru :


Back to Top