Masya Allah... Kapan Ini Bisa Terjadi di Negara Kita ? Tilawah Presiden Ini Merdu Banget....


Artikel Terbaru :





  Ayo  Jalan Terus  - Masya Allah... merdunya Tilawah Presiden Erdogan di malam 27 Ramadhan 1440.

Dihadiri lebih dari 300.000 warga Turki yang memenuhi lapangan Yenikapi Istanbul.

Momen ini juga oleh Presiden Turki Recep Tayyip digunakan untuk mengenang 566 tahun pasca pembebasan/penaklukan Konstatinopel oleh Ummat Islam.

Adapun surah Al Qur'an yang dibaca Presiden Erdogan adalah surah Al Baqarah ayat 285 - 286.

"Kapan ini bisa terjadi di negara kita ???" komen Ustadz Hilmi Firdausi yang mengunggah videonya di akun twitter.

[video]

566 Tahun Penaklukan Konstantinopel, Lebih 300 Ribu Orang Salat Tarawih Bersama Erdogan

Peringatan 566 tahun penaklukan Konstantinopel diperingati dengan salat tarawih akbar. Lebih 300 ribu orang terlibat dalam kegiatan ini.


Konstantinopel yang kini bernama Istanbul ditaklukkan pasukan muslim yang dipimpin Fatih Sultan Mehmed atau juga dikenal dengan nama Muhammad Al-Fatih.

"Doa-doa terbuka diadakan untuk menandai ulang tahun ke-566 penaklukan Konstantinopel (Istanbul) yang dipimpin oleh Fatih Sultan Mehmed," tulis akun Facebook, IlmFeed, Minggu (2/6/2019).

Salat tarawih akbar tersebut turut dihadiri Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Berabad-abad lamanya, kota Konstantinopel yang indah dan makmur telah menjadi simbol kejayaan di mata dunia internasional. 

Ia dibangun pada tahun 330 M oleh Kaisar Theodosius. Lokasinya yang strategis membuat ia menjadi salah satu kota terpenting di dunia.

Sejak didirikan oleh Kekaisaran Byzantium atau Romawi Timur, ia telah menjadi ibu kota pemerintahaan negeri Byzantium itu. 

Dengan fungsinya sebagai ibu kota Kekaisaran Byzantium, Konstantinopel kemudian menjadi salah satu kota terbesar sekaligus benteng terkuat saat itu. 

Ia dikelilingi oleh tiga lautan dari tiga sisi sekaligus, yaitu Selat Bosphorus, Laut Marmara, dan Selat Tanduk Emas yang terpasang rantai amat besar. 

Dikelilingi benteng besar, perariran dalam dan rantai yang kokoh, setiap sisi Kontantinopel amatlah sulit untuk dimasuki pihak asing.

Namun sejarah mencatat peristiwa besar pernah terjadi 564 tahun lalu. Pada tanggal 29 Mei 1453 kota dengan benteng legendaris yang tak tertembus itu akhirnya runtuh di tangan Sultan Muhammad Al-Fatih. 

Sultan ke-7 Turki Utsmani itu berhasil memimpin penaklukan Konstantinopel ketika usianya baru 21 tahun. Ia dianggap telah membuktikan hadis yang diucapkan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam pada 8 abad sebelumnya.

"Sesungguhnya Konstantinopel itu pasti akan dibuka (dibebaskan). Sebaik-baik pemimpin adalah pemimpinnya, dan sebaik-baik pasukan adalah pasukannya." (HR Bukhari)

Mayoritas penduduk Konstantinopel pada masa Kekaisaran Byzantium beragama Kristen Ortodoks. Pada abad ke-6, ketika Heraklius menjadi kaisar Byzantium, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sempat menyurati sang kaisar untuk masuk ke dalam agama Islam. 

Namun sang kaisar tidak bisa mengikuti seruan itu. Ia membalas ajakan itu dengan penghormatan terhadap Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

Upaya penaklukan --umat muslim menyebutnya pembebasan-- Konstantinopel telah dilakukan sedikitnya sebanyak delapan kali oleh umat Islam. Lima kali pada diansti Umayyah, satu kali pada Dinasti Abbasiyah, dan dua kali pada masa Utsmaniyah.

Pembebasan Konstantinopel bukanlah semata-mata karena haus terhadap kekuasaan dan wilayah. Upaya pembebasan ini merupakan usaha umat muslim untuk membuktikan hadis Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam di atas. 

Mereka berkeinginan dan berlomba-lomba menjadi sebaik-baik pemimpin ataupun sebaik-baik pasukan sebagaimana yang disebut di dalam hadis itu.

Semangat pembuktian hadis nabi telah tampak sejak masa para sahabat nabi. Salah seorang sahabat nabi, Abu Ayyub al-Anshari, yang ikut serta dalam upaya pembebasan Konstantinopel pertama kali pada tahun 44 Hijriah gugur dalam usia 80 tahun. 

Ghirah atau semangat untuk membebaskan kota Konstantinopel dalam diri lelaki setua itu lebih-lebih lagi tampak pada bunyi wasiatnya. Ia berwasiat agar jasadnya dikuburkan pada titik terjauh dekat dengan Konstantinopel yang mampu dicapai pasukan kaum muslim. 

Pada akhirnya pasukan Muhammad Al-Fatih-lah yang mampu membuktikan hadis nabi di atas. Upaya pengepungan kota Konstantinopel berlangsung sejak 6 April 1453 sampai 29 Mei 1453. 

Setelah berhasil membebaskan Konstantinopel, Muhammad Al-Fatih kemudian mengganti nama kota tersebut menjadi Islam Bul yang berarti kota Islam.

Di kota Islam Bul itu Muhammad Al-Fatih kemudian membangun sekolah, pasar, perumahan, dan rumah sakit. Ia melindungi segenap penduduk, termasuk yang beragama Nasrani maupun Yahudi, dan menerapkan budaya toleransi. Ia menggratiskan pendidikan untuk setiap warga dan bahkan menyediakan rumah untuk pada pendatang yang mencari nafkah di kota itu.
 








republished by AYO JALAN TERUS -   Good Day Good News :)  



Good Day Good News


Artikel Terbaru :


Back to Top