Nadirsyah Hosen, Profesor Seperti rasa rasa Tidak Tamat SD


Artikel Terbaru :



Kebodohan Nadirsyah Hosen ketika ingin menyamakan kesalahan khilafah dengan negara sekuler bahwa ada khalifah yang terindikasi liwath dan berbagai kemaksiatan lainnya adalah melakukan fallacy.

Dia tak bisa membedakan sistem dengan penegakan sistem. Khilafah bicara sistem, adapun penegakannya diperlukan orang-orang beriman.




Kalau khilafah diberikan kepada orang-orang fasik seperti beberapa khalifah dalam sejarah Islam maka dipastikan penegakkannya tidak akan maksimal sesuai kadar kefasikan mereka.

Berbeda dengan sistem sekuler, mau sesholeh apapun pemimpinnya kalau memang sistemnya sudah rusak ya tetap saja akan rusak.

Maka, jelas tidak bisa disamakan marak dengan sekedar adanya fenomea maksiat dalam negara khilafah dengan sekuler.

Di negara khilafah atau yang minimal menerapkan syariat hal itu dilarang dan kalau terjadi ada UU yang siap menjadi payung untuk menindak. Sedangkan di negeri sekuler hal itu dibebaskan maka tak ada yg bisa melarangnya sehingga dia akan tumbuh subur.

Profesor kok kualitas berfikirnya kayak tak tamat SD. [Ustadz Anshari Taslim]

Bantahan Telak untuk Logika Nadirsyah Hosen


Nadirsyah Hosen menjadikan kasus Walid bin Yazid yang tertuduh punya kelainan seksual (liwath) untuk menimpakan kesalahan kepada sistem khilafah.

Padahal, justru kasus itu (kalaupun benar tuduhan tersebut) menunjukkan bahwa penyakit liwath (kata ini masih aman di FB supaya tidak dibanned) tidak akan bisa berkembang di negeri khlafah atau yang berdasarkan syariat.

Kenapa? Karena toh karena sejumlah kefasikan itulah akhirnya Walid harus menemui ajal di tangan para sepupunya sendiri yang marah pada kemungkaran yang konon dilakukan Walid meski tuduhan tersebut dibantah Walid.

Perhatikan, seorang khalifah saja akan dibunuh bila berani melangar aturan di negeri khilafah, apalagi yang awam, jadi mana mungkin penyakit kemaksiatan itu bisa berkembang di negeri khilafah?

Sehingga benarlah bahwa penyakit tersebut akan tumbuh subur dalam sistem sekuler karena diberi perlindungan hukum dan bukan dalam sistem yang menerapkan hukum syariat. [Ustadz Anshari Taslim]

Good Day Good News


Artikel Terbaru :


Back to Top