(Sumber-Sumber Dana Kampanye 01) Soal Sumbangan Jokowi Rp 19,5 M, Tim Hukum 01: Salah Input


Artikel Terbaru :



  Ayo  Jalan Terus  - Dalam Sidang di Mahkamah Konstitusi (MK) hari ini, tim hukum paslon nomor urut 01 menjawab terkait apa yang dipersoalkan oleh kubu 02 soal sumbangan pribadi Jokowi dalam dana kampanye Pilpres 2019.

Tim Hukum 01 membantah adanya sumbangan pribadi tersebut. Tim hukum menyebut ada kesalahan input data sehingga mencantumkan nama Jokowi. Padahal seharusnya TKN Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai pemilik rekening, bukan Jokowi.



Anggota Tim Hukum 01, Luhut Pangaribuan, menjelaskan laporan penggunaan dana kampanye sebesar Rp19.558.272.030 (Rp19,5 miliar) adalah dana dari rekening yang dikelola Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf dengan nomor akun 0230-01-003819-30-2 di BRI kepada Tim Kampanye Daerah.

"Karena teknis peng-input-an data sehingga tertulis nama pengirim Joko Widodo, padahal nama pemilik rekening adalah TKN Jokowi-Ma'ruf Amin," terangnya seperti dikutip CNNIndonesia, Selasa (18/6/2019).

Lebih jauh Luhut mengatakan, sumbangan dana kampanye dari perorangan, partai politik, kelompok ataupun badan usaha non-pemerintah telah diperiksa dan telah diverifikasi langsung oleh Kantor Akuntan Publik independen yang ditunjuk KPU yakni Anton Silalahi.

"Sehingga tuduhan pemohon tentang sumber dana kampanye fiktif adalah tidak benar karena telah melalui proses audit oleh Kantor Akuntan Publik Anton Silalahi," tandasnya.

Sebelumnya, Kubu Prabowo-Sandi mempertanyakan dana kampanye paslon 01 Jokowi-Ma'ruf untuk kampanye Pilpres 2019. Mereka menduga dana kampanye juga berasal dari harta pribadi Jokowi senilai Rp 19.508.272.030 karena tertulis nama Jokowi. Padahal di Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) Jokowi yang diumumkan KPU pada tanggal 12 April 2019, harta kekayaan berupa kas dan setara kas hanya berjumlah Rp 6.109.234.704. [Ibnu K/Tarbiyah] 


Ini Sumber-Sumber Dana Kampanye 01 yang Dipersoalkan di Sidang MK


Dalam sidang MK, Tim hukum Prabowo-Sandiaga Uno mengungkap sejumlah hal yang dianggap sebagai kejanggalan dalam pelaksanaan Pilpres 2019. Di antaranya adalah sumber dana kampanye Paslon 01.

"Bahwa rilis pers yang disampaikan Indonesia Corruption Watch (ICW) tanggal 9 Januari 2019 memuat analisa terhadap kecurigaan sumbangan dari golfer TRG dan golfer TBIG," kata ketua tim hukum Prabowo-Sandiaga, Bambang Widjojanto, membacakan gugatan sengketa Pilpres di MK, Jumat (14/6/2019), seperti dikutip Detik.

ICW menduga golfer TRG dan TBIG adalah dua perusahaan milik bendahara TKN Jokowi-Ma'ruf, Wahyu Sakti Trenggono. Diduga, sumbangan melalui sumber kelompok perusahaan golfer bertujuan mengakomodasi penyumbang yang tidak ingin diketahui identitasnya.

"Kedua, diduga untuk mengakomodasi penyumbang perseorangan yang melebihi batas dana kampanye Rp 2,5 miliar dan teknik pemecahan sumbangan dan penyamaran sumber asli dana kampanye diduga umum terjadi dalam Pemilu," lanjutnya.

Mengutip rilis ICW, Bambang Widjojanto juga memaparkan dugaan sumber dana fiktif dari penyumbang dana kampanye untuk 01. Berikut ini daftarnya:

sumber dana kampanye 01 yang dipersoalkan di MK
Gugatan Tim Prabowo yang dibacakan di Sidang MK

Pada daftar itu ada tiga nama kelompok penyumbang yang berbeda namun alamat dan NPWP pimpinan kelompok sama. 

Bambang Widjojanto menyatakan bahwa bukti tersebut memperjelas adanya dugaan kecurangan dengan menyamarkan sumber asli dana kampanye. Di mana sumbangan kelompok penyumbang kampanye tidak boleh melebihi Rp 25 miliar. [Ibnu K/Tarbiyah] 



republished by AYO JALAN TERUS -   Good Day Good News :)  



Good Day Good News


Artikel Terbaru :


Back to Top