Tak Mau Sistem Sekuler Disalahkan, Nadirsyah Hosen Sebut Nama-Nama Khalifah Gay


Artikel Terbaru :



Sebagian netizen menyalahkan sistem sekuler atas maraknya LGBT saat ini. Alasannya, sistem tersebut melindungi atas nama Hak Asasi Manusia (HAM).

Nadirsyah Hosen menolak pernyataan tersebut. Dosen Fakultas Hukum Monash University, Australia, itu tidak setuju jika sistem sekuler disalahkan. Sebab menurutnya, sejumlah khalifah di masa khilafah Islamiyah adalah gay.





Ia menyebut tiga nama khalifah yang gay. Mereka adalah: 
1. Khalifah al-Walid bin Yazid bin Abdul Malik 
2. Khalifah al-Amin bin Harun ar-Rasyid 
3. Khalifah al-Watsiq bin al-Mu’tashim Billah

Penulis buku “Islam Yes, Khilafah No!” itu pun meminta sistem khilafah juga disalahkan

Sebagian netizen menyalahkan sistem sekuler atas maraknya LGBT saat ini. Alasannya, sistem tersebut melindungi atas nama Hak Asasi Manusia (HAM).

Nadirsyah Hosen menolak pernyataan tersebut. Dosen Fakultas Hukum Monash University, Australia, itu tidak setuju jika sistem sekuler disalahkan. Sebab menurutnya, sejumlah khalifah di masa khilafah Islamiyah adalah gay.

Ia menyebut tiga nama khalifah yang gay. Mereka adalah: 
1. Khalifah al-Walid bin Yazid bin Abdul Malik 
2. Khalifah al-Amin bin Harun ar-Rasyid 
3. Khalifah al-Watsiq bin al-Mu’tashim Billah

Penulis buku “Islam Yes, Khilafah No!” itu pun meminta sistem khilafah juga disalahkan. 

“Halah! LGBT muncul kok nyalahin sistem sekuler dan HAM. Anda @ang_ghaziya17 tahu gak khalifah al-Walid bin Yazid bin Abdul Malik dan Khalifah al-Amin bin Harun ar-Rasyid serta Khalifah al-Watsiq bin al-Mu’tashim Billah itu gay? Salahin jg tuh sistem Khilafah 😋,” kata Nadirsyah Hosen melalui akun Twitter pribadinya, @na_dirs, Senin (10/6/2019).

Cccc




Bantahan Telak untuk Logika Nadirsyah Hosen


Nadirsyah Hosen menjadikan kasus Walid bin Yazid yang tertuduh punya kelainan seksual (liwath) untuk menimpakan kesalahan kepada sistem khilafah.

Padahal, justru kasus itu (kalaupun benar tuduhan tersebut) menunjukkan bahwa penyakit liwath (kata ini masih aman di FB supaya tidak dibanned) tidak akan bisa berkembang di negeri khlafah atau yang berdasarkan syariat.

Kenapa? Karena toh karena sejumlah kefasikan itulah akhirnya Walid harus menemui ajal di tangan para sepupunya sendiri yang marah pada kemungkaran yang konon dilakukan Walid meski tuduhan tersebut dibantah Walid.

Perhatikan, seorang khalifah saja akan dibunuh bila berani melangar aturan di negeri khilafah, apalagi yang awam, jadi mana mungkin penyakit kemaksiatan itu bisa berkembang di negeri khilafah?

Sehingga benarlah bahwa penyakit tersebut akan tumbuh subur dalam sistem sekuler karena diberi perlindungan hukum dan bukan dalam sistem yang menerapkan hukum syariat. [Ustadz Anshari Taslim]

Good Day Good News


Artikel Terbaru :


Back to Top