Tata Cara Puasa Syawal dan Doa Buka Puasa, Dilengkapi Niat Berbuka


Artikel Terbaru :



Doa buka puasa Syawal sebagai puada sunah dengan keutamaan yang sangat luar biasa sudah seharusnya diketahui oleh umat muslim. Akan sangat rugi rasanya bila seorang umat muslim tidak melaksanakan puasa Syawal ini.




Keutamaan puasa Syawal yang seakan kamu berpuasa selama setahun penuh bila kamu juga sudah menyempurnakan puasa ramadan memang sangat luar biasa. Karena hal itu juga puasa syawal menjadi salah satu puasa sunah yang sangat digemari umat muslim.

Oleh karena itu, doa buka puasa Syawal sudah sepatutnya diketahui oleh seluruh umat muslim. Dengan kamu yang sudah terbiasa berpuasa sebelumnya di bulan ramadan, tentunya tidak akan susah untuk beradaptasi dalam melaksanakan puasa Syawal ini.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (6/6/2019) tentang doa buka puasa Syawal

1 of 3

Hukum dan Tata Cara Puasa Syawal

Seorang wanita melewati halaman Masjid Agung Sheikh Zayed di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Masjid ini dibangun oleh presiden pertama Uni Emirat Arab, yaitu Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan. (Photo by Vincenzo PINTO / AFP)

Hukum Puasa Syawal

Hukum puasa Syawal sendiri adalah sunah muakkad, yaitu sunah yang dianjurkan. Sebagaimana pada sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan, kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun” (HR. Muslim)

Jadi sebesar itulah keutamaan puasa syawal ini. Akan sangat merugi bila kamu tidak memanfaatkannya karena hanya dengan 6 hari ditambah dengan puasa ramadan yang telah kamu lakukan, seakan-akan kamu sudah berpuasa selama setahun.

Tata Cara Puasa Syawal

Secara umum, tata cara puasa Syawal sama saja dengan puasa lainnya. Yang membedakan hanyalah niat berpuasanya. Berikut tatar cara puasa Syawal secara ringkas:

1. Niat

Niat puasa Syawal boleh dilakukan di malam hari, boleh dilakukan saat makan sahur, bahkan boleh dilakukan ketika pagi karena ini merupakan puasa sunnah.

Semua ulama sepakat bahwa niat tempatnya di hati. Ia tidak harus dilafazkan karena bukanlah syarat. Menurut mazhab Maliki, yang terbaik adalah tidak melafazkan niat karena tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Niat puasa Syawal:

Nawaitu shouma ghodin ‘an sittatin min syawwaalinn sunnatan lillaahi ta’aalaa

Artinya: Aku berniat puasa besok dari enam hari Syawal, sunnah karena Allah Ta’ala

2. Makan sahur

Makan sahur juga merupakan salah satu sunah dalam puasa Syawal. Disunnahkan makan sahur sebelum terbit fajar. Namun tidak makan sahur pun tidak apa-apa, asalkan puasa tetap sah.

Setelah itu kamu wajib menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa seperti pada puasa ramadan, sampai waktunya berbuka. Jangan lupa untuk mengawali berbuka dengan doa buka puasa Syawal.

3. Berbuka

Menyegerakan berbuka puasa merupakan salah satu sunah saat sudah masuk waktunya. Namun, jangan lupa adab sebelum berbuka, yaitu doa buka puasa syawal terlebih dahulu.

Biasanya banyak orang yang setelah mendengar azan maghrib, langsung berbuka puasa dan lupa mengucapkan doa buka puasa Syawal ini. Padahal sudah seharusnya kamu bersyukur dengan segala nikmat dan berkah dari Allah SWT dengan doa buka puasa Syawal.

Begini lafaz doa buka puasa Syawal:

Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthortu

Artinya: Ya Allah, untuk Mu aku berpuasa dan dengan rizki Mu aku berbuka.

Doa buka puasa Syawal di atas sebenarnya merupakan doa berbuka puasa secara umum. Karena memang doa berbuka puasa tersebut digunakan untuk segala jenis puasa, termasuk sebagai doa buka puasa Syawal. Oleh karena itu, kau tidak perlu khawatir, karena doa buka puasa Syawal sama dengan doa berbuka di bulan ramadan.

Waktu Puasa Syawal

Gambar yang diambil menggunakan lensa fisheye menperlihatkan Masjid Agung Sheikh Zayed di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Dengan luas area sekitar 22, 412 meter persegi, masjid ini mampu menampung lebih dari 40,000 jemaah. (Photo by Vincenzo PINTO / AFP)

Waktu puasa Syawal dilakukan selama 6 hari di bulan Syawal. Sebagaimana yang telah disebutkan di dalam hadits:

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim).

Puasa 6 hari di bulan Syawal tidak berlaku lagi bila dilakukan di bulan lainnya. Selain itu, waktu puasa Syawal ini lebih utama bila dilaksanakan sehari setelah Hari Raya Idul Fitri. Namun tidak apa-apa bila dilaksanakan di hari lain asalkan masih di bulan Syawal. Menyegerakan waktu puasa Syawal di hari kedua bulan Syawal menunjukkan i’tikad baik dalam bersegera untuk melakukan kebaikan.

Waktu puasa Syawal juga lebih utama bila dilaksanakan secara berurutan dalam 6 hari. Namun tidak apa-apa juga bila dilaksanakan tidak secara berurutan asalkan masih di bulan Syawal. Dengan melaksanakan Waktu Puasa Syawal secara berurutan dalam 6 hari, menunjukkan bahwa seorang umat islam berlomba-lomba dalam melaksanakan perintah Allah SWT.

Namun bila seorang umat islam memiliki puasa ramadan yang harus diganti karena berbagai hal yang dibolehkan pada bulan ramadan, maka ia wajib mengganti puasa tersebut terlebih dahulu. Hal ini agar waktu puasa syawal dilaksanakan, maka keutamaannya akan ikut didapatkan karena telah menyempurnakan puasa ramadan.

Bahkan mengganti puasa ramadan lebih utama hukumnya dari puasa 6 hari di bulan Syawal, karena puasa ramadan adalah puasa wajib. Bila seorang muslim tidak menyelesaikan atau mengganti puasa ramadannnya yang batal terlebih dahulu sebelum melaksanakan puasa Syawal, maka keutamaan puasa Syawal tidak bisa didapatkan.

Jadi begitulah doa buka puasa Syawal serta keutamaan dan waktu pelaksanaannya. Semoga amal ibadah puasa Syawal kita bisa diterima oleh Allah SWT.

Good Day Good News


Artikel Terbaru :


Back to Top