Budayawan Arswendo, Pencipta 'Keluarga Cemara' Wafat Karena Menderita Kanker Kandung Kemih


Artikel Terbaru :



  Ayo  Jalan Terus  - Wartawan senior sekaligus budayawan Arswendo Atmowiloto berpulang di usia 70 tahun. Ia meninggal setelah kurang lebih setahun bergelut dengan kanker kandung kemih.

"Memang sudah sakit lama, sakit kanker kantung kemih dan sudah cukup lama. Sudah setahunan lebih," kata Tiara, anak ketiga Arswendo, seperti dikutip dari detikHOT, Jumat (19/7/2019).

Dikutip dari Mayo Clinic, kanker kandung kemih atau bladder cancer lebih sering ditemukan pria dibanding wanita. Biasanya ditemukan pada pria di usia lanjut, walau sebenarnya bisa menyerang usia berapapun.


Beberapa gejala yang menyertai kanker ini antara lain:

1. Perdarahan pada urine (hematuria)
2. Nyeri saat berkemih
3. Nyeri panggul.

Apabila mengalami hematuria, warna urine tampak merah terang atau seperti cola. Kadang warnanya biasa saja, tetapi ditemukan bercak darah dalam pemeriksaan mikroskopis.

Nyeri punggung dan frekuensi berkemih yang lebih sering juga bisa menyertai kanker kandung kemih. Namun gejala tersebut sering pula menyertai kondisi selain kanker kandung kemih.

Kapan harus periksa ke dokter? Bila mendapati bercak darah pada urine, dianjurkan untuk segera memeriksakan diri.

Berbagai penyebab kanker kandung kemih antara lain:

1. Rokok dan pemakaian tembakau lainnya
2. Paparan bahan kimia berbahaya
3. Paparan radiasi pada terapi kanker sebelumnya
4. Iritasi kronis pada dinding kandung kemih
5. Infeksi parasit

Meski demikian, penyebab pasti kanker kandung kemih tidak selalu bisa dipastikan. Beberapa orang dengan kanker ini tidak memiliki faktor risiko yang jelas.

Ada beberapa jenis kanker kandung kemih:

1. Urothelial carcinoma
Disebut juga transitional cell carcinnoma, terjadi pada sel yang melapisi bagian dalam kandung kemih.

2. Squamous cell carcinoma
Karsinoma sel skuamosa berhubungan dengan iritasi kronis pada kandung kemih. Misalnya karena infeksi atau penggunaan kateter jangka panjang.

3. Adenocarcinoma
Terjadi pada sel yang menghasilkan kelenjar mukus di kandung kemih.




Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia karena Kanker Kandung Kemih


 Sastrawan dan budayawan Arswendo Atmowiloto meninggal dunia. Ia berpulang di usia 70 tahun.

Tiara, anak ketiga Arswendo Atmowiloto mengatakan sang ayah memang sudah lama sakit. Ia mengidap kanker kandung kemih selama setahun.

"Meninggalnya tadi sama kakak saya, kebetulan saya masih di jalan menuju ke rumah. Memang sudah sakit lama, sakit kanker kantung kemih dan sudah cukup lama. Sudah setahunan lebih," ujar Tiara dengan mana sembab saat ditemui di rumah duka, kawasan Pesangrahan, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2019).

Tiara mengaku kepergian sang ayah sudah menjadi kehendak Tuhan. Ia juga tidak memiliki firasat apapun sebelum sang ayah meninggal dunia.

"Nggak ada firasat apa-apa. Meninggal dengan baik, memang sudah kehendak Tuhan," tukasnya.

Kini, jenazah disemayamkan di rumahnya di Kompleks Kompas, Petukangan Selatan, Jakarta Selatan. Rencananya, Arswendo Atmowiloto akan dimakamkan di Sandiego Hills, Karawang, besok. 


Obituari Arswendo Atmowiloto, Pencipta 'Keluarga Cemara'


Cerita Si Abah dan Emak bersama ketiga anaknya dalam 'Keluarga Cemara' begitu melekat dalam ingatan kita. Di balik cerita tersebut ada sosok Arswendo Atmowiloto yang merupakan penciptanya.

Tadi sore, kabar kepergian penulis, Arswendo Atmowiloto, pun langsung membawa duka mendalam. Arswendo Atmowiloto dikenal sebagai penulis cerita bersambung yang kemudian sukses diadaptasi ke sinetron dan layar lebar. Dia juga dikenal sebagai sosok di balik sinetron populer lainnya. 



Seperti 'Ali Topan Anak Jalanan' (1997-1998), kemudian 'Deru Debu' (1994-1996), '1 Kakak 7 Ponakan' (1996), 'Jalan Makin Membara II dan III' (1995-1997), serta 'Imung' (1997).

Puluhan karya berhasil ditelurkan oleh Arswendo, ada juga beberapa yang berada di bawah nama samaran Said Saat dan B.M.D Harahap. 


Pada 1972 silam, ia sempat memimpin Bengkel Sastra Pusat Kesenian Jawa Tengah di Solo. Aktivitas menulis membawanya menjadi seorang wartawan. 

Sepanjang kariernya, ia menjadi Pemimpin Redaksi Majalah Hai, Tabloid Monitor, dan Majalah Senang. Pada 1979, ia adalah salah satu penulis yang berhasil mengikuti kelas International Writing Program di Universitas IOWA, Amerika Serikat. 

Saat itu hanya segelintir penulis Indonesia yang berhasil masuk seleksi ke program resedensi kepenulisan bergengsi di dunia. Ketika memimpin Tabloid Monitor, Arswendo pernah mengecap bui karena menyusun artikel survei pembaca '50 Tokoh yang Dikagumi Pembaca Kita'. 

Artikel yang dimuat 15 Oktober 1990 mendapat kecaman massa karena nomor 10 terdapat nama dirinya dan ke-11 adalah Nabi Muhammad SAW. Kantor Tabloid Monitor dirusak dan keluarga Wendo tak berani keluar rumah. 


Setelah proses pengadilan yang dijaga personel keamanan secara ketat, Wendo akhirnya dihukum penjara dengan vonis maksimal lima tahun. Di akhir hayatnya, kabar mengenai kesehatannya menyeruak lewat kerabat terdekatnya, Arswendo diketahui sudah dua kali menjalani operasi. 

Selamat jalan, Arswendo Atmowiloto...


republished by AYO JALAN TERUS -   Good Day Good News :)  



Good Day Good News


Artikel Terbaru :


Back to Top