Ini Kronologi Perempuan Bawa Anjing Masuk Masjid di Sentul


Artikel Terbaru :



  Ayo  Jalan Terus  -  Media sosial dihebohkan dengan menyebarnya video seorang wanita mengamuk dan membawa seekor anjing masuk ke dalam masjid. Wanita itu mendapatkan protes keras pengurus masjid lantaran masuk dengan menggendong anjing dan melepaskannya di dalam masjid.


Dalam video itu, wanita tersebut terlihat berbicara kepada pengurus masjid dan beberapa jamaah dengan suara keras. Ia mempertanyakan suaminya yang masuk Islam dan dinikahkan di masjid tersebut.
Wanita itu mengaku beragama Katholik dan meletakkan anjingnya di hamparan karpet masjid. Kaget tak kepalang, pria yang diketahui DKM Al Munawaroh bernama Ishaq itu menanyakan maksudnya sembari menyuruh wanita tersebut ke luar masjid.
Namun, wanita itu semakin mengamuk dan membentak dengan nada keras. Terlebih, ia menggunakan alas kakinya ke dalam masjid. “Suami gue mau dikawinin di sini,” kata wanita itu dengan nada tinggi.

Dalam video yang diterima, DKM Al Munawaroh menuturkan, wanita tersebut juga mengamuk ketika masuk ke dalam masjid. Bahkan ia menendang makanan seorang ibu-ibu hingga berhamburan. Lalu, ia masuk ke dalam masjid.


“Sekarang anjingnya kabur nggak tahu ke mana. Saya langsung lapor ke kapolsek. Orang-orang turun ke sini semua, dia ngakunya orang Katholik,” kata Ishaq.

Akibatnya, masyarakat sekitar Babakan Madang berdatangan ke Masjid Al Munawaroh. Lalu lintas sekitar masjid sempat macet, namun dalam video tersebut, wanita itu bersikukuh ingin mencari suaminya, meskipun akhirnya digelandang ke Polres Bogor.
“Tadi juga dia naik mobil hampir mau nabrak bayi. Saya juga ditonjok ini, untung saya tepis. Saya juga nggak melawan, nggak enak kan kalau sama perempuan mah,” ujar dia.
Di tempat terpisah, Kapolsek Babakan Madang membenarkan peristiwa tersebut terjadi di Masjid Al Munawaroh, Sentul City, siang tadi sekira pukul 13.00 WIB. Wanita masuk ke dalam masjid, mengamuk, dan melepas anjingnya di dalam masjid.
“Peristiwa itu benar. Kami belum bisa memberikan keterangan. Kami masih Pulbaket (Pengumpulan bukti dan keterangan),” kata Kapolsek Babakan Madang, Kompol Wawan Wahyudin, kepada media, Ahad (30/6).[kl]
Sumber: Indonesiainside

* * * 


Viral, Wanita Ngamuk Bawa Anjing Masuk Masjid
Sebuah video viral seorang wanita mengamuk dan membawa seekor anjing masuk ke dalam masjid. Video yang diunggah akun Twitter @OppositeNewsID, Minggu siang, 30 Juni 2019, memperlihatkan seorang wanita berbaju putih dan celana hitam, sambil menggendong anjing masuk ke dalam masjid.
Dalam video berdurasi sekitar satu menit itu, wanita tersebut nampak berbicara kepada dua pria lawan bicaranya, dengan nada keras. Ia sempat mempertanyakan suaminya yang masuk Islam dan dinikahkan di masjid tersebut.
Wanita tersebut, lantas memperkenalkan agamanya dan menaruh anjingnya di atas karpet masjid. Sontak, dua pria lawan bicaranya itu kaget dan mempertanyakan maksud dari tindakan konyolnya tersebut.
"Saya Katolik," ujar wanita tersebut dalam rekaman video yang beredar.
Video wanita membawa anjing mengamuk di dalam masjid di Sentul City
Setelah melihat pengakuan wanita tersebut yang mengaku beragama Katolik dan melepas anjingnya berkeliaran di karpet masjid, seorang pria berpakaian warna oranye, lantas mendorong si wanita dan menyuruhnya keluar masjid.
Tak terima wanita itu pun berontak dan mengamuk di dalam masjid. Parahnya lagi, wanita itu ternyata masuk ke dalam masjid dengan menggunakan alas kaki alias tidak dilepas. "Suami gue mau dikawinin di sini," kata wanita tersebut dengan nada ketus.
Para jemaah yang ada di dalam masjid pun berhamburan, sembari mengusir anjing yang sengaja dilepas si wanita tersebut di dalam masjid. "Usir anjingnya, anjing enggak boleh masuk masjid," teriak seorang jemaah wanita.
Saat dikonfirmasi, Kapolsek Babakan Madang membenarkan peristiwa tersebut terjadi di Masjid Al Munawaroh, Sentul City, siang tadi sekira pukul 13.00 WIB. Si wanita masuk ke dalam masjid, mengamuk dan melepas anjingnya di dalam masjid.
"Peristiwa itu benar. Kami belum bisa memberikan keterangan. Kami masih Pulbaket (Pengumpulan bukti dan keterangan)," kata Kapolsek Babakan Madang,Kompol Wawan Wahyudin, saat dikonfirmasi VIVA. (asp)

Pandangan Ahli Hukum soal Perempuan Non-Muslim bawa Anjing ke Masjid


Beredar video di media sosial terkait seorang wanita yang diduga masuk masjid serta diduga menggunakan alas kaki dan diduga membawa seekor anjing, didalam video tersebut dia mengaku beragama Katholik.
Berkaitan hal tersebut diatas, saya akan memberikan pendapat hukum (legal opini) sebagai berikut:
PERTAMA, bahwa apabila video tersebut benar adanya maka saya berpendapat perbuatan tersebut dapat dikategorikan sebagai tindak pidana pelecehan atau penistaan terhadap rumah ibadah agama Islam yaitu masjid.
KEDUA, bahwa Perbuatan materiil yang diatur didalam Pasal 156a diantaranya, yaitu “melakukan perbuatan yang bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan(terhadap agama)”. Melakukan perbuatan adalah bersifat fisik, dengan wujud gerakan dari tubuh atau bagian dari tubuh, misalnya menginjak kitab suci suatu agama atau masuk tempat ibadah tetapi tidak sesuai norma kepatutan, norma kesopanan dan norma yang diatur oleh agama tersebut.

KETIGA, bahwa perbuatan tersebut dapat dikategorikan perbuatan penistaan agama berdasarkan pasal 156a KUHP. Karena perbuatan tersebut dapat dinilai mengandung sifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan suatu agama. Sifat disini artinya, bahwa perbuatan tersebut berdasarkan nilai-nilai spritual yang dianut umat pemeluk agama, dapat ditafsirkan atau diartikan oleh penganut agama yang bersangkutan sebagai memusuhi, menyalahgunakan atau menodai agama mereka.
KEEMPAT, bahwa Penodaan disini mengadung sifat penghinaan, melecehkan, meremehkan dari suatu agama. Karena hal tersebut dapat saja menyakitkan perasaan bagi umat pemeluk agama yang bersangkutan. Pada umumnya, orang masuk mesjid yang dengan sengaja tanpa melepas alas kaki dan membawa anjing dinilai sebagai menodai masjid, karena masjid adalah tempat suci untuk beribadah umat Islam, maka dalam Islam orang itu dinilai telah menodai agama Islam.
KELIMA, bahwa di dalam undang-undang menegaskan perbuatan pelecehan, penodaan dan penghinaan terhadap suatu agama atau simbol agama tertentu adalah kejahatan serius patut diusut secara tuntas agar tidak ada bibit-bibit perpecahan dan konflik antar agama.
Wallahualam bishawab (*)
*Penulis: Chandra Purna Irawan,S.H.,M.H.* (Ketua Eksekutif Nasional BHP KSHUMI dan Sekjen LBH PELITA UMAT)


republished by AYO JALAN TERUS -   Good Day Good News :)  



Good Day Good News


Artikel Terbaru :


Back to Top