Kisah Karamah Habibana di Mekkah ~ Masya Allah.... Silahkan disimak ....


Artikel Terbaru :



  Ayo  Jalan Terus  -  Yang merasa paling Pancasila dan menuduh kita intoleran. Sudahkah bikin Tesis tentang Pancasila setebal 329 halaman?

Tesis ini berjudul “Pengaruh Pancasila terhadap Penerapan Syariah di Indonesia”. Ditulis dengan sangat sistematis sampai Jaya Suprana pun dibuatnya terkagum-kagum. Ini softcopy nya dibawah
Penulisnya Habibana di Mekkah. Disela kesibukan perjuanganya, beliau masih sempat menyusun Disertasi Doktoralnya (S-3) di USIM Malaysia. Kalau lagi ngetik Disertasi tuh, beliau bisa habiskan waktu berjam-jam bahkan sampai jelang shubuh. Baru deh dilanjutkan shalat malam
Beliau itu jenius, peraih predikat Cumlaude di Saudi. Senang berdiskusi, apalagi kalau ada tamu yg punya keilmuan tinggi dgn berbagai latar belakang pendidikan. Dari mulai dokter, akademisi, pengusaha, politisi dan ulama akan diajaknya berdiskusi.

Bayangin jam 2 pagi masih asyik tanya jawab dengan para tamu. Kadang saya yg gak tahan menemani karena gak kuat ngantuk. Mau ijin pulang ke hotel gak boleh. Akhirnya disuruh nginap di rumahnya
Koleksi buku dan kitabnya ribuan. Sekali beli kitab, bisa puluhan kitab diborongnya. Rumahnya baik disini atau di Mekkah sudah kayak perpustakaan
Dan yg lebih hebatnya adalah kebersihan hatinya. Saking bersih hatinya, seringkali beliau menjawab pertanyaan saya sebelum saya mengucapkannya, baru terlintas di pikiran!
Bahkan pernah waktu itu kami bertiga, jarak saya sekitar 10 meter dari beliau yg sedang ngobrol berdua dengan tamu. Tiba-tiba saja beliau menjawab pertanyaan yg masuk ke WA saya tanpa melihat hape saya. Masya Allah
Kalau istilah orang tasawuf itu “kasyaf” atau terbuka tirai atas ijin Allah. Seperti Khalifah Umar bin Khattab yg memberi instruksi pada pasukannya saat di mimbar Madinah. Padahal pasukannya sedang di Persia. Dan suara instruksi beliau terdengar oleh pasukannya di Persia. Karena instruksi itulah pasukan Islam menang.
Jadi sayapun ijin ke beliau pulang lebih dahulu ke Indonesia untuk menyelesaikan tesis saya. Eh bukannya ngerjain tesis, jadi lupa, saking “khusunya” jadi relawan..
Jadi kalau kemarin saya sendiri sering menyentil kemana mahasiswa tidak turun? Gak malu sama emak-emak? Nah setidaknya ada yg mewakilinya masih berstatus mahasiswa
Ah, bilang aja kamu malas menyusun tesis, kata temanku..
Angan-angan saya yg ingin melihat beliau dijemput di Halim Perdanakusuma dengan karpet merah, pengawalan Paspampres dan Kopassus dengan jutaan ummat yg menyambutnya membentang sampai ke Monas untuk memimpin sujud syukur kemenangan Prabowo-Sandi harus ditunda dalam kalbu untuk sementara waktu..  [swa]


republished by AYO JALAN TERUS -   Good Day Good News :)  



Good Day Good News


Artikel Terbaru :


Back to Top