Membongkar Berita HOAX Seputar Jasad Sahabat Nabi 🙂🙂


Artikel Terbaru :



  Ayo  Jalan Terus  - Berangkat dari perasaan ganjil saat membaca artikel tentang Jasad sahabat Nabi SAW, ada beberapa artikel tersebut yang menyelipkan sepotong video dari Youtube. Dilihat dari judulnya jelas mengklaim bahwa itu adalah  jasad seorang sahabat Nabi bernama Zuhair bin Qais r.a. Namun, bila anda teliti menyimak video yang beresolusi sangat kecil itu, tentunya akan menemui hal-hal yang mengganggu akal sehat. Wajah yg disorot di video terlihat terlalu besar, bila dibandingkan dengan kecilnya tangan-tangan orang-orang di sekitar yang berusaha menggapainya. Belum lagi model yang lebih terlihat seperti boneka dan kurang realistis.


Videonya bisa dilihat disini

Setelah yakin bahwa ada sesuatu yang ganjal di  sini, saya pun mulai melakukan pencarian di google dengan kata kunci “jasad sahabat nabi” dan hasilnya muncul puluhan ( atau mungkin ratusan ) dengan isi redaksi yang serupa. Ya.. tentu saja serupa karena semuanya hanya bermodal copy-paste, tanpa mau recheck kebenaran  isi berita, bahkan media-media lokalpun tidak sedikit yang memuat berita hoax ini. Berikut daftar beberapa Situs web yang menayangkan berita yang sama :

- http://www.beritapopuler99.com/2016/06/subhanallah-meskipun-telah-dikubur-1400.html
- http://www.pirasi.com/1677/sudah-lebih-1400-tahun-jasad-sahabat-nabi-muhammad-ditemui-masih-berdarah/
- http://mychannel68.com/jasad-sahabat-nabi-muhammad-ditemui-masih-berdarah-walau-sudah-lebih-1400-tahun/
- http://www.beritaokezonpost.com/2016/09/subhanallah-penemuan-jasad-para-sahabat.html
- http://www.wowmenariknya.com/2016/04/cerita-jasad-sahabat-nabi-masih-berdarah-meski-sudah-1400-tahun-terkubur.html
- http://www.qiroatipusat.or.id/2015/09/jasad-para-sahabat-nabi-masih-utuh-dan.html
- http://www.kodokoala.net/2014/02/banjir-di-madinah-jasad-para-sahabat.html
- https://kanzunqalam.com/2015/01/09/misteri-jenazah-utuh-korban-airasia-qz8501-dan-mukjizat-jasad-syuhada-perang-uhud/
- http://warungkopi.okezone.com/thread/384386
- http://kisahteladan.web.id/warta-islam/jasad-sahabat-nabi-muhammad-ditemui-masih-utu/
- http://palembang.tribunnews.com/2015/12/09/sudah-lebih-1400-tahun-jasad-sahabat-nabi-muhammad-ini-masih-berdarah
- http://bicaraworld.blogspot.co.id/2013/10/jasad-saidina-hamzah-ra-timbul-ketika.html
- http://www.radarislam.com/2016/04/subhanallah-jasad-sahabat-nabi-yang.html
- https://islamislogic.wordpress.com/2014/01/02/banjir-di-madinah-2013-jasad-para-sahabat-ditemukan-utuh-dan-masih-berdarah/
- https://www.kaskus.co.id/thread/545d047dc3cb1781338b4569/jasad-sahabat-nabi-muncul-secara-utuh-saat-banjir-di-mekah/
- http://palangiran.blogspot.co.id/2012/05/jasad-para-sahabat-masih-utuh-di-uhud.html
- http://inafeed.com/1700/1400-tahun-lalu-di-kubur-jasad-sahabat-nabi-muhamad-ini-ditemukan-masih-berdarah-dan-untuh/
- http://dianovaanwar.blogspot.co.id/2012/07/inilah-bukti-tetap-utuhnya-jasad.html
- http://khofifahraisya.blogspot.co.id/2016/07/penemuana-jasad-para-syuhada-uhud-masih.html
- https://nuraanisanjaya.wordpress.com/2013/10/05/dikubur-ratusan-tahun-jenazah-sahabat-nabi-masih-utuh/
Dan.. masih banyak lagi. Cukup 20 hasil pencarian teratas di google yang mewakili. Sekadar memperlihatkan betapa mudahnya berita hoax ini menyebar luas.Jika belum pernah membaca artikelnya, silahkan baca terlebih dahulu salah satu artikel yang ada di atas. Agar kita bisa memahami alur penjelasan yang akan kita bahas di bawah. Baiklah kita ambil dulu Sari-sari penting dari artikelnya,
1. Banjir di Madinah Oktober 2013
2. Dikuburkan dikawasan padang pasir
3. Kesaksian Syaikh Mahmud Ash-Shawaf  yang dinukil oleh Dr Thariq As-Suwaidan
4. Gambar potongan koran, gambar seorang jasad yang diklaim seorang sahabat, dan
5. Potongan video yang diklaim sebagai jasad sahabat ( seperti yang telah dinukil di atas )

Sanggahan
1. Banjir di Madinah pada bulan Oktober 2013
Benarkah ? Nyatanya tidak ada banjir di Madinah pada bulan tersebut. Cari di manapun tidak akan ketemu. Yang ada hanyalah berita tentang Arab Saudi secara umum yang terkena banjir bandang. Saya sudah menyelusuri beberapa situs berita yang memberitakan musibah banjir di Arab Saudi dan tidak ada satupun yang menyebutkan Madinah terkena dampak banjir. Yang terkena banjir adalah wilayah Riyadh, Baha, dan Hail. Itu pun terjadi di bulan November 2013, bukannya di bulan Oktober.

Kemudian bila kita telusuri ke belakang ternyata artikel-artikel serupa sudah ada sejak tahun 2011.Pertama kalinya di tayangkan oleh thegunnerstroops.blogspot.co.id di mana pada lamannya belum ada tambahan kata "banjir madinah Oktober 2013" dan masih bersih dari ilustrasi apapun. Menurut penulis, artikelnya merupakan saduran dari buku "Ensiklopedi Kisah Generasi Salaf" karya Syaikh Ahmad Salim Baduwailan. Bandingkan dengan Artikel serupa yang tayang 27 Agustus di bawah. 


Satu hal lagi, Lokasi makam ada di atas Gunung kan? Ya di Jabal Uhud. Yang tingginya 1050 Meter. Bisa kebanjiran? Cukup bayangkan saja jika banjir bisa naik hingga menggapai pemakaman, maka kota dibawahnya seperti Madinah banjirnya bakal separah apa. Tentunya ini akan menjadi kehebohan di dunia Islam jika Madinah terkena banjir segitu dahsyatnya, mengingat Madinah ada di hati tiap-tiap muslimin di seluruh dunia. Tapi nyatanya bencana banjir itu ( jika memang ada ) luput dari perhatian kita ( ada yang ingat ga? )

Yang perlu di pertimbangkan di sini adalah memang ada berita tentang "terbongkarnya" makam Hamzah bin Abdul Muthalib. Dikisahkan seorang dokter yang menolong seorang pasien tua yang bermukim di jabal Uhud. Pada saat itu orang tua menyempatkan diri membawa dokter tadi ke area pemakaman uhud seraya bercerita, bahwa pada tahun 1918 pernah terjadi hujan lebat sehingga makam Hamzah r.a. dibanjiri dengan air. Syarif ( pemimpin ) Makkah pada saat itu memimpikan Hamzah r.a. yang memintanya unutk memindahkan makamnya ke tempat yang lebih tinggi karena makamnya yang sekarang dibanjiri oleh air. Syarif Makkah berkonsultasi dengan ulama dan mereka memutuskan untuk menggali kubur dan memang ternyata banjir. Sementara pekerja mengerjakan penggalian, secara tidak sengaja alat seorang pekerja mengenai tubuh Hamzah r.a. dan seketika itu juga darah mengalir keluar dari tubuhnya. Orang-orang yang menyaksikan dibuat takjub sembari mereka berusaha menutupi luka yang berdarah tersebut dengan perban.

2.Dikuburkan di kawasan padang pasir.
Arab Saudi terkenal dengan sebutan Negara Padang Pasir. Apakah seluruh wilayahnya terdiri dari gurun pasir ? tentu saja tidak. Itu hanyalah istilah saja. Kerajaan Arab Saudi juga punya wilayah "tanah keras" seperti tempat-tempat lain pada umumnya. Begitu pun dengan pekuburan di Jabal Uhud, janganlah mengira pekuburannya seperti padang pasir yang berkontur lembek. Dan lagi, seberapa dalam sih menurut tuntunan Islam lubang kubur itu dibuat ?

Lubang kubur haruslah luas, panjang, dalam, dan lebar sesuai dengan sabda Rasulullah SAW. “Galilah kuburan,lebarkan dan dalamkan (kuburan) itu” (HR.at-Tirmizi). Dalamnya kuburan menurut ulama Mazhab Syafi’I dan kebanyakan ulama Mazhab Hanbali, adalah setinggi seorang laki-laki 4 setengah hasta (sekitar 1,5 m), menurut Imam Hanbali dalamnya kuburan itu lebih kurang setinggi dada seorang laki-laki atau perempuan. Pendapat senada juga dikemukakan ulama Mazhab Hanafi, lebih dari itu lebih baik.

Generasi sahabat adalah generasi Islam terbaik, yang paling paham tuntunan syariat. Tidak mungkin dan tidak masuk akal jika hal-hal seperti tatacara penguburan saja mereka asal-asalan, tidak membuatnya dalam, dan mengubur ala kadarnya saja. Apalagi Hamzah r.a. dikuburkan di saat Rasulullah SAW masih ada.

3. Kesaksian Syaikh Mahmud Ash-Shawaf  yang dinukil oleh Dr Thariq As-Suwaidan.
Syaikh Ash-Shawaf adalah seorang ulama Irak yang juga merupakan pendiri sekaligus pemimpin gerakan ikhwanul muslimin di Irak. Sangat sedikit informasi mengenai beliau. Sementara Dr. Thariq As-Suwaidan adalah ulama asal kuwait yang terkenal di Timur Tengah.  Dikutip dari  buku "The Muslim Brotherhoo" karya Basim al-Azhami, Ikhwanul Muslimin masuk ke Irak di awal tahun 40-an, dimana Syaikh Ash-Sawwaf menjadi motor penggeraknya.

8 Tahun Sebelumnya, Di Irak. Juga terjadi prosesi pemindahan makam sahabat, dan ini adalah prosesi pemindahan makam sahabat yang terakhir yang pernah di dokumentasikan dengan foto-foto real yang bisa dipertangjawabkan keabsahannya. 

Pada tahun 1932 (atau tahun 1351H), raja Iraq yang bernama Shah Faisal I  bermimpi dimana dalam mimpinya ia ditegur oleh Hudhaifah al-Yamani (salah seorang sahabat Nabi) yang berkata:

“Wahai raja! Ambillah jenazahku dan jenazah Jabir al-Ansari (juga salah seorang sahabat nabi) dari tepian sungai Tigris dan kemudian kuburkan kembali di tempat yang aman karena kuburanku sekarang dipenuhi oleh air; kuburan Jabir juga sedang dipenuhi oleh air.”

Mimpi yang sama terjadi berulang-ulang pada malam-malam berikutnya akan tetapi raja Faisal I tidak peduli dengan mimpi itu karena ia merasa ada hal-hal lain yang jauh lebih penting dalam kehidupannya yang berupa urusan-urusan kenegaraan. Pada malam ketiga Hudhaifa al-Yamani hadir dalam mimpi Mufti Besar Iraq. Hudhaifa al-Yamani berkata dalam mimpi sang Mufti itu:

“Aku telah memberitahu raja dua malam sebelumnya untuk memindahkan jenazahku akan tetapi tampaknya ia tidak peduli. Beritahukanlah kepada raja agar ia mau sedikit berempati untuk memindahkan kuburan-kuburan kami.”

Lalu setelah mendiskusikan masalah ini, raja Faisal, disertai oleh Perdana Menteri dan Mufti Besar bermaksud untuk melaksanakan tugas ini. Diputuskan bahwa Mufti Besar akan memberikan fatwa mengenai hal ini dan Perdana Menteri akan memberikan pernyataan kepada pers supaya semua orang tahu tentang rencana besar ini. Kemudian diumumkan kepada umum bahwa rencana ini akan dilangsungkan pada tanggal 10 Dzulhijjah setelah shalat Dzhuhur dan Ashar. Kuburan kedua sahabat Nabi itu akan dibuka dan jenazahnya (atau mungkin kerangkanya) akan dipindahkan ke tempat lain.

Karena pada waktu itu sedang musim haji, maka para jamaah haji juga ikut berkumpul di kota Mekah. Mereka meminta Raja Faisal I untuk menunda rencana itu selama beberapa hari agar mereka juga bisa melihat dengan mata kepala sendiri proses ekskavasi dari kedua tubuh sahabat nabi itu. Mereka ingin agar proses ekskavasi itu ditunda hingga mereka selesai beribadah haji. Akhirnya Raja Faisal setuju untuk menangguhkannya dan mengundurkannya hingga tanggal 20 Dzulhijjah.

Setelah shalat Dzhuhur dan Ashar, pada tanggal 20 Dzulhijjah tahun 1351 (Hijriah) atau tahun 1932 Masehi, orang-orang berdatangan ke kota Baghdad. Yang datang bukan saja kaum Muslimin melainkan juga kaum Non-Muslim. Mereka berkumpul di kota Baghdad hingga penuh sesak. Ketika kuburan Hudzaifa al-Yamani dibuka segera mereka melihat bahwa kuburan itu dipenuhi air di dalamnya. Tubuh Hudzaifa al-Yamani diangkat dengan menggunakan katrol dengan sangat hati-hati agar tidak rusak dan kemudian jenazah yang tampak masih sangat segar itu dibaringkan di sebuah tandu. Kemudian Raja Faisal beserta Mufti Besar, Perdana Menteri dan Pangeran Faruq dari Mesir mendapatkan kehormatan untuk mengangkat tandu itu bersama-sama dan kemudian meletakkan jenazah segar itu ke sebuah peti mati dati kaca yang dibuat khusus untuk menyimpan jenazah-jenazah itu. Tubuh Jabir bin Abdullah Al-Ansari juga dipindahkan ke peti mati dari kaca yang sama dengan cara yang sama hati-hatinya dan dengan segenap penghormatan.



Pemandangan yang sangat menakjubkan itu sekarang sedang dilihat oleh banyak orang laki-laki dan perempuan, muda dan tua, miskin dan kaya, Muslim dan Non-Muslim. Kedua jenazah suci dari sahabat sejati Nabi yang kurang dikenal kaum Muslimin ini kelihatan masih segar dan tak tersentuh bakteri pengurai sedikitpun. Keduanya dengan mata terbuka menatap kedepan menatap kenabian yang mana keduanya membuat para penonton terperangah dan tak bisa menutup mulutnya. Kebisuan mengharu biru……….. Mereka seolah tak percaya atas apa yang mereka saksikan pada hari itu.

Selain tubuh keduanya yang tampak segar bugar, juga peti mati mereka yang juga tampak masih utuh dan baru; juga pakaian yang mereka kenakan pada saat dikubur semuanya utuh dan kalau dilihat sekilas seolah-olah kedua sahabat nabi dan pahlawan Islam ini masih hidup dan hanya terbaring saja.

Kedua jasad suci ini akhirnya dibawa dan dikebumikan kembali di kuburan yang baru tidak jauh dari kuburan sahabat sejati nabi lainnya yaitu Salman Al-Farisi yang terletak di Salman Park kurang lebih 30 mil jauhnya dari kota Baghdad......

Hubungannya dengan Syaikh Ash-Shawwaf....
Sangat dimungkinkan bahwa apa yang di nukilkan Dr. Thariq As-Suwaidan mengenai kesaksian Syaikh Ash-Shawwaf adalah mengenai 2 makam sahabat yang lain yang berada di Irak. Mengingat beliau juga tinggal di Negara yang sama, dan berada di masa yang sama saat proses pemindahan makam. Berita tentang banjir di Madinah sudah terbukti hoax, berarti juga pada tahun 2013 itu tidak ada makam di Jabal Uhud yang kebanjiran. Dan.. seumpama kita mau berandai-andai bahwa benar ada proses pemakaman ulang Hamzah r.a. di tahun 2013, maka Syaikh Ash-Shawwaf sudah berumur berapa tahun? Mengingat ia mendirikan organisasi Ikhwanul Muslimin di Irak di awal tahun 40-an. Anggaplah saat itu beliau masih berumur 35 tahun (ulama muda). Maka umur beliau di tahun 2013 adalah 108 Tahun. Sangat jarang ada manusia mencapai umur segitu. Mungkin saja sih... tapi tetap saja berita banjir Madinah 2013 itu hoax, jadi kita hanya berandai-andai saja

Kemungkinan kedua, bila dikaitkan dengan cerita dokter dan pasien seperti yang telah diceritakan di atas, tahun tergenangnya makam Hamzah r.a. adalah di tahun 1918. Ini masih masuk dalam masa Syaikh Ash-Shawaf. dan memungkinkan beliau menghadiri pemakaman ulang Hamzah r.a.

Kemungkinan ketiga, dan ini agak lemah. Fakta bahwa pada tahun 1925, Kelompok Wahabi menguasai kota Madinah saat itu. Mereka kemudian menghancurkan banyak peninggalan Islam, salah satunya adalah wilayah pekuburan di Jabal Uhud dimana Hamzah r.a. bersama 70 syuhada perang uhud lainnya dikuburkan.


Pertanyaannya, apakah area pekuburan itu hanya diratakan saja dengan tanah atau ada proses penguburan ulang? menurut saya yang paling benar adalah yang pertama, area pekuburannya hanya diratakan dengan tanah, Jadi Syaikh Ash-Shawwaf kecil kemungkinan berada disini menghadiri, walaupun tahun kejadian masih dalam satu masa dengan beliau

Hanya ini saja yang bisa saya temukan mengenai kejadian-kejadian seputar makam Sayyidina Hamzah bin Abdul Muthalib r.a. Sebenarnya masih ada lagi seperti yang disebutkan di kitab al-Bidayah wan Nihayah karya Ibnu Katsir, dimana kisahnya hampir mirip seperti cerita dokter dan pasien di atas. Diriwayatkan bahwa ketika Mu’awiyah r.a ingin mengalirkan air dari mata air di kota madinah melalui kuburan para syuhada Uhud, beliau memerintahkan manusia untuk memindahkan jenazah keluarga mereka yang dikubur disana. Peristiwa ini terjadi pada masa kekhilafan beliau, yaitu lima puluh tahun setelah perang Uhud. Namun mereka mendapati keadaan jasad mereka seperti mereka ketika dikuburkan, sampai-sampai semua yang hadir melihat ketika sekop  melukai kaki Sayyidus Syuhada’ Hamzah bin Abdul Muthalib, darahnya masih tetap mengalir.

4. Gambar potongan koran, dan gambar seorang jasad yang diklaim seorang sahabat.


Mengenai gambar potongan koran tersebut, saya tidak menjumpai asal usulnya darimana, kalau anda mencoba mencari gambar tersebut dengan Goole Image, yang muncul hanyalah laman-laman berbahasa Indonesia, yang tentu saja laman artikel hoax yang sedang kita bahas ini. Satu hal yang pasti, ilustrasi koran tersebut tidaklah berkaitan dengan konten. Pertama, Laman-laman yang pertama kali memuat artikel tentang jasad syuhada uhud tidak pernah ada yang memuat ilustrasi koran tersebut. Kedua, karena dengan melihat judul korannnya saja kita bisa tahu, bahwa yang ditemukan di sana adalah potongan-potongan tubuh yang berserakan di gurun berpasir, bukannya di area pekuburan di Jabal Uhud. Ketiga, isi berita tidak membahas mengenai jasad Hamzah r.a., Keempat, Tidak menceritakan tentang banjir. Jadi kesimpulan, mungkin saja itu benar berita tentang syuhada yang ditemukan jasadnya, tapi menyambungkannya dengan cerita Hamzah r.a. adalah suatu hal yang batil dan keliru.

Kemudian mengenai potongan gambar jasad yang diklaim sebagai sabahat Nabi SAW yang bernama Hujr bin 'Adi r.a, sahabat yang turut serta menghancurkan imperium Persia Majusi di Iran dan Mada'in, yang kemudian wafat di Suria. Ini jelas-jelas suatu kebohongan yang nyata. Fakta sebenarnya membuktikan bahwa foto yang tersebar bukanlah foto sahabat Hujr Ibn Adi Radhiyallahu 'anhu, melainkan foto dari salah seorang korban kebengisan Koalisi  Syi'ah. Korban ini bernama Mahrus al-Syarabji dari Hazzah-Damaskus. Beliau syahid –bi idznillah- pada 1/5/2013. Foto tersembut diambil dari video aslinya berjudul:
شام ريف دمشق حزة الشهيد محروس الشربجي 1 5 2013 تحذير الفيديو قاسي جداً
Berikut link Video aslinya :


Pembuktian lain, jika dilihat dari keterangan sejarah ada disebutkan Hujr meninggal dalam kondisi terpenggal kepalanya. Itu seperti disebutkan dalam sebuah karya klasik Ibnu Hajar berjudul Al Isabah Fi Tamyiz As Sahabah. Dikisahkan Hujr bin ‘Adi yang merupakan seorang sahabat yang kritis terhadap pemerintahan Muawiyah serta pernah turut serta dalam Perang Qadisiyah, tewas dibunuh atas perintah Khalifah Muawiyah pada 51 H. Konon sebelum dipenggal lehernya, Hujr meminta para algojo untuk membiarkan dirinya berwudhu’ dan sholat dua rakaat terlebih dahulu. Usai sholat, para algojo lantas menggiringnya ke sebuah kawasan di pinggiran kota Damaskus. Di sana sudah disiapkan sebuah kuburan yang menganga dan kain kafan untuk jasadnya. “Engkau telah berkata bahwa engkau tidak gentar?” kata salah seorang algojonya setengah mengejek. Alih-alih menjadi marah dan panik, Hujr dengan tenang menjawabnya dengan kalimat, “Aku tidak akan gentar walaupun telah kulihat kubur yang telah tergali, kafan yang telah terbentang, dan pedang yang telah terhunus!“ Kemudian seorang algojo maju ke hadapannya dan berkata, “Hulurkan lehermu!” Ia menjawab, “Aku tidak akan membantu pembunuhan terhadap diriku.” Maka secepat kilat, algojo itu memenggal lehernya.

Mengacu kepada kisah di atas, penampakan foto yang diklaim jasad Hujr ibn ‘Adi ini jelas-jelas hanyalah hoax semata-mata alias berita dusta. Karena jika itu benar jasad beliau, tentunya keadaannya harus terpisah antara badan dengan lehernya. Memang, tentara Koalisi Syi'ah di bawah pimpinan Hizbullah telah berusaha membongkar dan mencuri jenazah Sahabat Hujr Ibn Adi. Tetapi, informasi terakhir menyatakan mereka gagal. Karena kuburan beliau menjadi begitu dalam tertutup berlapis-lapis tanah setelah melewati masa lebih 1300 tahun. Semoga Allah menjaga jasad nabi-Nya, begitu juga jasad sahabat dan keluarga Nabi dari tangan-tangan jahil laknatullah.

Kembali ke artikel hoax yang kita bahas, atas dasar apa pula menyisipkan foto palsu itu di artikel padahal isi artikelnya membahas tentang sayyidina Hamzah r.a.? Apalagi itu adalah foto rekaan semata. Bukti banyaknya pemilik akun blog dan website yang asal nyomot berita saja, tanpa memperdulikan hak-hak pembacanya yang butuh bacaan yang berkualitas dan bisa dipercaya.

5. Potongan video yang diklaim sebagai jasad sahabat Zuhair bin Qais r.a.
Kita sudah membahas ini di awal. Intinya jangan mudah tertipu dengan berita hoax, gunakan indera anda. Videonya adalah bagian dari propaganda kaum Syiah untuk menipu kaum muslimin, atau mungkin pengupload video yang tidak bertanggung jawab yang asal memberi judul, dan membuat banyak muslimin tertipu, Allah akan membalas perbuatannya. Musuh-musuh Islam sangat senang menyebarkan potongan-potongan hoax seperti ini agar Islam terlihat seperti ajaran abal-abal. Perhatikan gambar di bawah ini,


Gimana, mirip kan sama video ?

Ya.. dikalangan kaum Syiah memang ada ritual seperti ini, membuat replika potongan kepala Sayyidina Imam Husein r.a. dan mengaraknya di jalan-jalan kota. Sebagai peringatan atas terbunuhnya beliau dengan cara dipenggal pada masa Khalifah Yazid bin Muawiyah, Hari yang masyhur disebut sebagai Asyura.
Beberapa berita jasad syuhada lainnya yang sahih dan  bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya :
Janganlah mengira bahwa terbongkarnya potongan-potongan hoax diatas, berarti janji Allah untuk memelihara jasad Syudaha itu tidak berlaku. Itu adalah pemikiran yang sangat keliru. Ada banyak berita yang menceritakan kisah terjaganya jasad orang-orang yang mati syahid, yang tentunya dapat dengan mudah kita temui sumbernya, dan dapat dipertanggungjawabkan keotentikannya.
1. Jasad Umar bin Khattab r.a.
Salah satu yang masyhur kita kenal adalah kisah jasad Umar bin Khattab yang diriwayatkan al-Bukhari dalam kitabnya Jami’ Ash-Shahih atau yang lebih dikenal dengan Sahih Bukhari.
Dalam kitab sejarah disebutkan bahwa sebab meninggalnya Sayyidina Umar bin Khattab adalah ditusuk hingga ambruk hingga beliau pun mengakhiri hidupnya di dunia ini. Namun, setelah jasad beliau dikubur, dengan izin Allah SWT, tak ada satu kekuatan pun yang dapat menggerogoti jasad beliau.


Hadis di atas menjelaskan peristiwa pada masa Khalifah Walid bin Abdul Malik. Saat itu, salah satu dinding di komplek pemakaman Rasulullah SAW ambrol. Tampaklah kaki dari salah satu makam di sana, dan orang-orang mengira bahwa itu adalah kakinya Rasulullah SAW. Namun ternyata itu adalah kaki Sayyidina Umar bin Khattab r.a. Makam beliau memang berada di sebelah makam Rasulullah SAW, dan kaki itu masih utuh dan dalam keadaan baik.
Masya Allah..  Sayyidina Umar bin Khattab RA yang mengakhiri hidup secara jasmani di dunia ini setelah jasadnya di tusuk, namun setelah wafat tidak ada satupun benda atau binatang yang dapat menggerogoti jasad beliau.

2. Abdullah bin Amr dan Amru bin Jamuh r.a
Kisahnya di abadikan juga dalam Sahih Bukhari,  Jabir bin Abdullah r.a berkata, “Pada malam hari menjelang terjadinya Perang Uhud, aku dipanggil ayahku, beliau berkata, “ Aku merasa bahwa aku akan menjadi orang yang pertama kali terbunuh diantara para sahabat Nabi SAW. Dan sepeninggalanku, aku tidak meninggalkan orang yang lebih penting dari dirimu selain Rasulullah SAW. Aku memiliki hutang, maka lunasilah hutang-hutang itu. Perlakukanlah saudara-saudara perempuan dengan baik.  Dan benar, pada pagi harinya beliau menjadi orang pertama yang terbunuh. Beliau dikubur bersama orang lain dalam satu liang. Namun, aku merasa tidak nyaman membiarkan beliau dikubur bersama orang lain dalam satu liang, maka enam bulan kemudian aku membongkar kuburnya, dan aku mendapati keadaan jasadnya seperti ketika dulu aku menguburkannya.”(HR. Bukhari)

Dalam riwayat Ahmad disebutkan, “…Pada masa kekhilafan Mu’awiyah bin Abu Sufyan, ada seseorang yang mendekatiku seraya berkata, “ Wahai Jabir, para pekerja Mu’awiyah telah membangkitkan ayahmu (menggali kuburannya), hingga terlihat sebagian jasadnya.” Maka aku segera mendatanginya dan kudapati keadaan jasad beliau sama seperti aku menguburkannya, tidak berubah sama sekali… maka aku menimbunnya kembali.” (HR. Ahmad)

Jabir bin Abdullah r.a berkata, “ Ketika ayahku terbunuh pada Perang Uhud, Rasulullah SAW bersabda, “Wahai Jabir, maukah aku beritahukan apa yang dikatakan Allah kepada ayahmu?” Jabir menjawab, “Iya.” Beliau bersabda, “Allah tidak mengajak bicara seseorang kecuali dari balik hijab, kecuali kepada ayahmu. Allah mengajak berbicara ayahmu dengan berhadap-hadapan, Dia berfirman, “Wahai Abdullah, berangan-anganlah, niscaya Aku penuhi.” Abdullah menjawab, “Wahai Rabbku, kembalikanlah aku ke dunia, sehingga aku terbunuh di jalanmu sekali lagi.” Allah berfirman, “Aku telah memutuskan bahwa seseorang yang telah mati tidak akan kembali ke dunia lagi.” Abdullah berkata,  “Wahai Rabbku, kalu begitu kabarkanlah keadaanku kepada orang-orang yang ada di belakangku.” Maka Allah SWT menurunkan ayat,

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur dijalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Rabbnya dengan mendapat rezki.”

 Dalam riwayat Imam Malik dari Abdullah bin Abi Sha’sha’ah, disebutkan bahwa Amru bin Jamuh dan Abdullah bin Amru adalah dua orang dari golongan Anshar. Kuburan keduanya digali karena dilewati proyek aliran air. Mereka berdua dikuburkan dalam satu liang. Keduanya termasuk orang-orang yang mati syahid dalam Perang Uhud. Ketika kuburan mereka digali untuk dipindahkan ke tempat lain, keadaan mereka tidak berubah, seolah-olah mereka baru saja meninggal kemarin. Salah seorang dari mereka ada yang terluka, dia meletakkan tangannya pada lukanya tersebut dan dikuburkan dalam keadaan seperti itu. Ketika tangan itu ditarik dari lukanya, tangan itu kembali lagi seperti sedia kala. Padahal jarak antara Perang Uhud dan waktu penggalian kubur tersebut empat puluh enam tahun.

3. Di Indonesia, ada Kyai Abdullah.

Dikutip dari detik.com : 

Nama Kiai Abdullah kini ramai menjadi perbincangan di Tangerang karena jasadnya yang sudah dikubur selama 26 tahun ternyata masih utuh bahkan bau wangi. Kondisi jenazah persis sama seperti saat dikubur dulu. Hanya tubuhnya agak menyusut saja, dan rambutnya memutih..

Kesolehan dan ilmu yang mumpuni yang dimiliki Kiai Abdullah lama-lama tersiar ke seantero Tangerang. Itu sebabnya, Pemda Tangerang pada tahun 1973 memintanya untuk menjadi Wakil Ketua Pengadilan Agama Tengerang.

Kiai Abdullah meninggal dunia lantaran penyakit ginjal yang dideritanya. Beliau dimakamkan di belakang musala An-Najat berdasarkan wasiat yang disampaikannya kepada anaknya, Mukhtar sebelum meninggal. Sang kiai beralasan ingin dikubur di sana mengingat musala itu merupakan tempat perjuangannya pertama kali di dunia dakwah.

Soal utuhnya jasad Kiai Abdulah setelah dikubur selama 26 tahun dikatakan salah seorang Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Said Budairy sebagai karunia Allah. Menurutnya, jenazah itu dilindungi oleh Allah. "Kejadian seperti itu sudah sering terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Dan biasanya yang jasadnya seperti itu adalah orang-orang yang hafidz Alquran dan alim," jelasnya.

Nama Kiai Abdullah kini ramai menjadi perbincangan di Tangerang karena jasadnya yang sudah dikubur selama 26 tahun ternyata masih utuh bahkan bau wangi. Kondisi jenazah persis sama seperti saat dikubur dulu. Hanya tubuhnya agak menyusut saja, dan rambutnya memutih..

Kesolehan dan ilmu yang mumpuni yang dimiliki Kiai Abdullah lama-lama tersiar ke seantero Tangerang. Itu sebabnya, Pemda Tangerang pada tahun 1973 memintanya untuk menjadi Wakil Ketua Pengadilan Agama Tengerang.

Kiai Abdullah meninggal dunia lantaran penyakit ginjal yang dideritanya. Beliau dimakamkan di belakang musala An-Najat berdasarkan wasiat yang disampaikannya kepada anaknya, Mukhtar sebelum meninggal. Sang kiai beralasan ingin dikubur di sana mengingat musala itu merupakan tempat perjuangannya pertama kali di dunia dakwah.

Soal utuhnya jasad Kiai Abdulah setelah dikubur selama 26 tahun dikatakan salah seorang Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Said Budairy sebagai karunia Allah. Menurutnya, jenazah itu dilindungi oleh Allah. "Kejadian seperti itu sudah sering terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Dan biasanya yang jasadnya seperti itu adalah orang-orang yang hafidz Alquran dan alim," jelasnya.

Dan masih banyak lagi kisah-kisah serupa, yang mungkin di hadirkan semuanya disini. Mulai dari kisah-kisah sahabat Nabi yang lainnya, Tabiin, Ulama-ulama terdahulu, hingga orang-orang Saleh di masa sekarang pun akan ada kita temui kisahnya. Semua ini membuktikan firman Allah SWT

وَلَا تَقُولُوا لِمَنْ يُقْتَلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتٌ بَلْ أَحْيَاءٌ وَلَكِنْ لَا تَشْعُرُونَ

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.” (QS. Al Baqarah: 154
Rangkuman
  • Kisah banjir di pekuburan uhud dan tersingkapnya jasad Hamzah bin Abdul Muthalib adalah benar adanya.
  • Berita banjir Madinah di bulan Oktober adalah hoax, dan tidak ada yang terjadi pada makam Hamzah r.a. pada saat itu
  • Makam Hamzah r.a. yang sekarang di  jabal uhud bukanlah berupa daerah padang pasir
  • Kesaksian Syaikh Ash-Shawaf yang dinukil oleh Dr. As-Suwaidan tidak bisa dipastikan tahun kejadiannya
  • Ilustrasi potongan koran tidak mewakili isi artikel yang berkisah tentang Hamzah r.a., karena ia menceritakan hal/syuhada yang lain
  • Gambar yang diklaim sebagai Hujr bin 'adi r.a. adalah hoax, sebenarnya adalah seorang mujahidin di Syam
  • Video yg isinya diklaim sebagai jasad Zuhair bin Qais r.a. adalah hoax, videonya sebenarnya menayangkan patung kepala Husein bin Ali r.a. yang diarak di jalan oleh kaum Syiah. 
Semoga dengan menyimak artikel ini, bisa membawa kesadaran kita. Bahwa begitu banyak dan mudahnya berita-berita palsu menyebar dan menjadi bahan komsumsi muslimin khususnya di tanah air. Jangan lupa bagikan artikel ini agar semakin banyak yang tahu dan peduli. Tinggalkan komentar di bawah jika ada isi pembahasan yang dirasa kurang lengkap atau ada penukilan yang keliru. Insya Allah saya akan dengan senang hati mengedit kembali artikel ini, agar tetap berjalan di relnya yang benar. Wallahu A'lam



Referensi:
-http://islamitucinta.blogspot.co.id/2011/08/dua-tubuh-sahabat-nabi-itu-masih-utuh.html
-http://www.rightfulreligion.com/e49_fresh-dead-bodies-of-2-companions-of-prophet-muhammad-(pbuh)-in-iraq

-http://forum.twelvershia.net/general-sunni-vs-shia/shia-asad-qasir-making-statues-and-seeking-their-blessing-permitted/
-http://www.gettyimages.com/detail/news-photo/shiite-men-carry-a-sculpture-of-imam-husseins-head-with-news-photo/79115319#shiite-men-carry-a-sculpture-of-imam-husseins-head-with-wounds-all-picture-id79115319
-http://nasir-eclectic.blogspot.co.id/2010/05/miracles-islamic-perspective-in-brief.html#axzz4bKHylwJq
-http://www.kabarmakkah.com/2015/09/masya-allah-jasad-sayyidina-umar-bin.html
-https://mybeliefs.co.uk/2010/04/14/101/
-http://d-humaniora.blogspot.co.id/2010/04/kuburan.html
-http://islam.uga.edu/muslim_brotherhood_iraq.html
-http://www.bbc.com/news/world-middle-east-22367587
-http://thegunnerstroops.blogspot.co.id/2011/01/kesaksian-bumi-tidak-memakan-jasad-para.html
-http://sawanih.blogspot.co.id/2013/05/jasad-sahabat-mulia-hujr-bin-adi-ra.html
-http://jaser-leonheart.blogspot.co.id/2013/05/dusta-syiah-atas-nama-shahabat-hujr-bin.html

-http://gupshup.org/gs/religion-and-philosophy/192805-true-story-hazra-hamzas-ra-grave.html
-http://idealmuslimah.com/the-hereafter/death-and-the-grave/47-the-hereafter/death/1651-the-prophets-and-the-shuhada-remain-alive-with-allah.html
-https://www.eramuslim.com/peradaban/sirah-tematik/para-syuhada-uhud.htm#.WMk_orj-uFE
-https://ahlulhadist.wordpress.com/2007/09/02/jabir-bin-abdullah-wafat-74h/




republished by AYO JALAN TERUS -   Good Day Good News :)  



Artikel Terkait Lainnya

*★*――――*★**★*――――*★**★*――――*★**★*――――*★*

Asyik . Unik . Baik


Artikel Terbaru :


Back to Top