"TENTANG LIBERALISASI ARAB SAUDI SAAT INI", Siapa yang bertanggung Jawab ?


Artikel Terbaru :






  Ayo  Jalan Terus  - TENTANG SAUDI SAAT INI

Tentang apa yang terjadi di sana akhir-akhir ini, mungkin risalah AsySyaikh 'Ali athThanthawi rahimahullah yang sudah diingatkan 56 tahun lalu ini bisa mewakili isi hati.

Kalam beliau:


"Sesungguhnya negeri ini agamanya dalam kondisi berbahaya, meskipun tak nampak nyata. Tetapi hal ini akan betul-betul tampak setelah puluhan tahun berjalan, ketika para penuntut ilmu tidak ambil peduli. Semoga Allah tidak mentaqdirkan hal ini.

Sungguh, aku sudah memperingatkan, mengatakan, dan menulis berulang kali namun tak satupun orang yang peduli. Aku telah sampaikan kepada para masyayikh dan para pejabat pemerintahan, tapi itupun tiada bekasnya: waspadalah sebelum datang hari dimana tak bermanfaat lagi peringatan.

Aku benar-benar peringatkan penduduk negeri suci ini seperti apa yang telah terjadi di Mesir, Syam dan Iraq dari urusan membuka penutup wajah dan menampakkan mata bagi wanita, tersebarnya kefasikan, lemahnya agama dan pemeluknya, serta menguatnya kekafiran dan penguasaannya.

Dan aku tak berkuasa untuk apapun kecuali hanya sekedar ucapan, dan aku telah mengucapkannya. Dan hanya kepada Allah kita meminta pertolongan."

Ali AthThanthawi (Asal Damaskus)
Makkah alMukarramah: Awal Sya'ban 1384 H


_________________________________________
Dan sekarang kita berada di tahun 1440 H, artinya beliau menulis 56 tahun yang lalu. Betapa tajam bashirah beliau rahimahullah

Sungguh akupun sangat khawatir dengan apa saat ini terjadi di sana. Wa la aqulu illa Hasbunallah wa ni'mal wakil.

(By Ihsanul Faruqi)


Pasukan AS Tiba di Saudi


Pasukan Amerika tiba di Saudi, Sabtu (20/7/2019). Trump pernah bilang bahwa Raja Salman tidak akan bisa bertahan lebih dari dua minggu di singgasana tanpa penjagaan dari Amerika ternyata bukan bercanda.

Salman beranggapan dengan dilindungi Amrik negaranya akan aman. Salman ga paham bahwa dengan masuknya pasukan Amrik ke Saudi artinya Saudi dalam situasi genting dan kedaulatan telah hilang. Terus kita menitipkan dua kota suci kepada rezim macam ini?

Dulu Erdogan pernah menawarkan untuk membuka pangkalan militer Turkey di Saudi. Saudi menolak dengan alasan kedaulatan. Sekarang Salman dengan bangga mengemis minta perlindungan kepada Trump, presiden terlemah sepanjang sejarah Amrik.



Dalam waktu bersamaan kondisi sosial masyarakat Saudi semakin bobrok. Baru di era Salman dan anaknya kita bisa melihat pemandangan seperti ini di Saudi. Kalian paham kenapa liberalis disini sekarang mendadak manis kepada wahabi? Video ini jawabannya.

Terlepas banyak hal yang gw ga sepakat dg Sadam Hussein, tapi nasehat dia fakta hari ini. Bagaimana negara Arab terutama Teluk dikhianati Amrik namun kekayaannya dikuras. Saudi masih dibombardir Houthi padahal belanja senjata kpd Amrik begitu gila. Sekarang minta
perlindungan pula.

Pemerintah Arab Saudi telah memutuskan untuk menjadi tuan rumah pasukan Amerika Serikat, dalam langkah bersama untuk meningkatkan keamanan regional, menyusul ketegangan yang meningkat di Teluk Persia, kata kementerian pertahanan kerajaan itu.

"Berdasarkan kerja sama timbal balik antara Arab Saudi dan Amerika Serikat, dan keinginan mereka untuk menjaga keamanan kawasan (Teluk) .... Raja Salman memberikan persetujuannya untuk menjadi tuan rumah pasukan Amerika," kata seorang juru bicara kementerian itu kepada kantor berita pemerintah Saudi, SPA.

Dikutip dari Channel News Asia pada Sabtu (20/7/2019), keputusan itu mengakhiri 'hiatus' (berhenti sementara) Arab Saudi dalam menerima kehadiran pasukan AS pada 2003 lalu, menyusul berakhirnya perang dengan Irak.

Sebelumnya, kehadiran AS di Arab Saudi berlangsung selama 12 tahun, dimulai dengan Operasi Badai Gurun pada tahun 1991, ketika Irak menginvasi Kuwait.




republished by AYO JALAN TERUS -   Good Day Good News :)  



Good Day Good News


Artikel Terbaru :


Back to Top