Bagiaman Taubat nya Pentato, Apakah Bisa Diterima?


Artikel Terbaru Lainnya :



  Ayo   Jalan Terus    - SESEORANG biasanya ingin merasakan tampil beda daripada orang lain. Hal yang beda itu yang bisa membuatnya bangga akan dirinya sendiri. Meski, perbedaan yang ia miliki tidaklah benar dalam pandangan syariat Islam. Seperti halnya bertato.

Memang, menggunakan tato bisa membuat seseorang lebih mencolok, artinya menjadi pusat perhatian orang lain. Hanya saja, kita tahu bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala membenci akan hal itu. Maka, alangkah lebih baik jika kita meninggalkannya. Sebab, masih ada cara lain yang lebih baik untuk menjadi orang yang dikagumi. Tapi, bagaimana jika sudah terlanjur menggunakan tato? Apakah ketika ia bertaubat, akan diterima oleh Allah?





Pertama, menggunakan tato hukumya haram, dan terdapat larangan khusus dari Nabi ﷺ. Dari Abu Juhaifah Radhiyallahu ‘Anhu, beliau mengatakan, “Nabi ﷺ melaknat orang yang mentato dan yang minta diberi tato,” (HR. Bukhari no. 5347).

http://2.bp.blogspot.com/-XaERMxLABrA/UPQckFQyASI/AAAAAAAAArg/mOO_NvwYzqk/s1600/creepy-tattoos-yomico-moreno-3.JPG

Karena itu, kewajiban orang yang memiliki tato di tubuhnya, dia harus bertaubat kepada Allah, memohon ampunan dan menyesali perbuatannya. Kemudian berusaha menghilangkan tato yang menempel di badannya, selama tidak memberatkan dirinya. Namun jika upaya menghilangkan tato ini membahayakan dirinya atau terlalu memberatkan dirinya maka cukup bertaubat dengan penuh penyesalan. Dan insyaAllah taubatnya diterima oleh Allah, ia pun bisa melaksanakan shalatnya secara sah.

An-Nawawi menukil keterangan Imam ar-Rafi’i, “Dalam Ta’liq al-Farra’ dinyatakan: tato harus dihilangkan dengan diobati. Jika tidak mungkin dihilangkan kecuali harus dilukai, maka tidak perlu dilukai, dan tidak ada dosa setelah bertaubat,” (al-Majmu’, 3: 139. Disadur dari Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 28110).




Dalam Fatawa yang lain, dinyatakan, “Tidak diragukan bahwa mentato badan adalah dosa besar, meskipun demikian hal itu tidak ada pengaruhnya dengan keabsahan shalat,” (Fatawa Syabakah Islamiyah, di bawah bimbingan Dr. Abdullah Al-Faqih, no. 18959). Wallahu ‘alam.- Sumber 



Terima Kasih sudah membaca 😊 , Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu . Sekaligus LIKE fanspage  kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya 📌@Tahukah.Anda.Info  

📢  Sumber  

Repulished by AyoJalanTerus.com ]  Membuka Mata Melihat Dunia 



😉 Anda Sudah Membaca ✔️ Bagiaman Taubat nya Pentato, Apakah Bisa Diterima?

Artikel Terbaru Lainnya



Artikel Terkait Lainnya

________________________________

Asyik . Unik . Baik

Back to Top