Demi Menjadi Hamba Allah & Dekat Dengan Masjid, Model Ganteng Ini Rela Tinggalkan Dunia Gemerlap nya









KISAH LUIS IBRAHIM; MENINGGALKAN GEMERLAP DUNIA MODELING DEMI CINTANYA KEPADA MASJID


AyoJalanTerus.com ]   Mungkin tak pernah terpikirkan oleh kita, bagaimana kecintaan terhadap masjid bisa membuat seseorang mau meninggalkan kemudahan hidup duniawi yang mungkin jadi pekerjaan impian kebanyakan orang hanya untuk mengurus masjid. Kenyataannya, jika seseorang sudah sungguh-sungguh jatuh cinta kepada agama Allah, maka Allah akan karuniakan kemudahan hidupnya di jalanNya.

“Yang penting barokah,” katanya.

“Islam itu hanya akan bisa maju dan berkembang jika ekosistemnya bisa dijaga dengan baik. Harus ada orang yang kaya secara materi, harus ada orang yang ahli ilmu (tahu Fiqih, Hadist, tafsir), harus ada yang menghafalkan Al Qurán. Untuk orang-orang yang tidak kaya, tidak ahli ilmu dan tidak menghafal Al-Qurán seperti saya, tanggungjawabnya adalah menjaga masjid,” Ujar Luis Ibrahim merendah, seseorang yang sebenarnya juga sempat belajar menghafal Al Qurán semasa muda

Dalam keseharian, beliau jugalah yang akan siap pasang badan untuk menjaga masjid di Sevilla dari berbagai hal yang mengganggu ketentraman ibadah. Beliau serinng berurusan dengan jamaah yang sedang sakit, memiliki masalah dengan keimigrasian, dan isu-isu politis misalnya ketika di beberapa media online setempat dikabarkan Masjid Sevilla diklaim sementara orang akan di-Malaysia-kan karena intensitas bantuan Negara tersebut bagi pembangunan dari Masjid. Pendek kata, 24 jam waktunya didedikasikan untuk kepentingan muslim dan masjid di Sevilla baik secara online maupun offline.


Lebih dari itu, kecintaannya pada masjid menjadikan Luis Ibrahim tak hanya menjadi seorang tokoh di masjid, melainkan juga melakukan tugas-tugas yang mungkin tak biasa dilakukan seorang pemimpin agama di Indonesia, yaitu mengerjakan tugas sebagai marbot. Di satu waktu dan kesempatan, Luis bertemu dengan berbagai petinggi Kesultanan di Malaysia termasuk mantan Perdana Menteri  Mahathir Muhammad. Namun di waktu yang lain juga bertindak sebagai marbot masjid yang mengurus berbagai kebutuhan dasar sehari-hari. Membersihkan masjid, menerima tamu, memastikan dzikir mingguan setiap Kamis dan Mingu berjalan, memastikan TPA dengan anak-anak berjalan dengan beberapa ustadzah yang membantu, dan masih banyak lagi kesibukannya di Masjid sehari-hari.



“Salam… Maaf Hajj, saya gak jadi datang… Mesti benerin pintu WC di masjid dan mengecat bagian pengimaman yang rada rontok,” tulisnya dalam sebuah pesan singkat ketika membatalkan suatu pertemuan dengan kerabatnya. Apapun dilakukannya untuk kesejahteraan masjid, termasuk melakukan tugas-tugas sebagai marbot oleh tangannya sendiri.

Subhanallah… Pernahkah kita merasa begitu mencintai masjid, padahal di sini lokasi masjid tak kurang dari 100 meter di dekat rumah kita? Sementara di Sevilla, ruang yang disebut masjid itu menempati ruang basement di apartemen dengan kapasitas, fungsi dan kondisi yang belum representatif untuk disebut sebagai sebuah “Mesjid Jami” sebagaimana nama yang disandangnya saat ini.





Demi Menjadi Hamba Allah Dan Dekat Dengan Masjid, Model Ganteng Ini Rela Tinggalkan Dunia Gemerlap nya


Syukur yang sangat mendalam terpancar dari sosok model bernama Luis Ibrahim Hernandez Martinez yang senang dipanggil dengan sebutan Luis atau Ibrahim. Model yang memiliki tinggi badan 193 cm dan senyum yang menawan tersebut dahulu begitu mudah mencicipi kehidupan duniawi sebagai seorang model.

Demi Menjadi Hamba Allah Dan Dekat Dengan Masjid, Model Ganteng Ini Rela Tinggalkan Dunianya

Ia pun banyak menghiasi berbagai cover majalah dari berbagai jenis seperti fashion, kesehatan, iklan hingga berulang kali menjadi model catwalk ternama di Cape Town. Cape Town sendiri merupakan salah satu kota pusat mode dan industri periklanan. Di sanalah Luis Ibrahim menghabiskan waktunya sebelum kembali ke Spanyol.


Tepat diusianya yang menginjak 30 tahun, secara tiba-tiba Luis Ibrahim meninggalkan karirnya yang tengah naik daun dan mengabdikan diri sepenuhnya menjadi hamba Allah serta lebih banyak menghabiskan waktu di masjid.

Kini tak ada lagi lampu blitz dan kamera, yang ada hanyalah rutinitasnya memimpin para muslim di Sevilla guna melantunkan dzikir dan shalawat serta berbagai kegiatan lain di masjid.

“Menjadi model itu gampang. Tinggal makan yang benar, istirahat yang cukup, olahraga teratur. Satu kali foto mungkin cukup untuk menghidupi saya dan keluarga 6 bulan atau setahun, tergantung iklannya,” ujar lelaki yang kini memilih mencari nafkah dengan membuat dan berjualan kerajinan perak yang dijual ke toko-toko, seperti dikutip dari Daily Muslim.


Terima Kasih sudah membaca 😊 , Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu . Sekaligus LIKE fanspage  kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya 📌@Tahukah.Anda.Info   Membuka Mata Melihat Dunia 

📢  Sumber  





Artikel Terkait Lainnya

Terdepan Mengabarkan !



Back to Top