Kota Suci Syiah Qom Pusat Wabah Virus Corona, Wakil Menteri Kesehatan Iran Positif Covid-19






[ AyoJalanTerus.com ]   Dunia dalam kondisi sangat berbahaya, virus corona atau COVID-19 sudah benar-benar menjadi pembunuh nyata yang tak terlihat itu.


Yang paling menakutkan, kini penyebaran virus itu tak hanya terkonsentrasi dan mengganas di negara China saja. Iran kini juga menjadi pusat penyebaran virus mematikan itu.

Hasil tes positif Covid-19 Wakil Menteri KEsehatan Iran Iraj Harirchi diumumkan sehari setelah dia ambil bagian dalam sebuah konferensi pers yang disiarkan di televisi, ketika itu dia tampak batuk-batuk dan berkeringat.

Sebab, berdasarkan data Global Cases by Johns Hopkins CSSE, Iran sudah menempati posisi kedua di dunia dalam jumlah kematian akibat corona terbanyak. Hingga hari ini, Kamis 27 Februari 2020, tercatat sudah 26 orang tewas.

Dan paling menyeramkan, serangan virus corona tersentral di Kota Suci Qom. Kota ini menjadi ladang kematian corona, tercatat sudah 26 warga meninggal dunia akibat virus maut itu.

Total hingga saat ini ada sebanyak 245 orang di Iran yang terjangkit corona termasuk wakil Menteri Kesehatan, Harirchi.

Memang, pemerintah Iran sudah mencurigai virus ini bakal berpusat di Kota Suci Qom, sebab kota itu merupakan wilayah yang paling banyak didatangi peziarah dan wisatawan dari berbagai negara wilayah dunia.

Sementara itu, China masih menjadi negara nomor satu dalam daftar kematian terbanyak akibat corona. Kematian terbanyak terjadi di Kota Hubei dengan total sudah 2,641 orang yang meninggal dunia.


Saat ini sudah hampir 100.000 orang di dunia yang terjangkit corona. China menempati posisi pertama dengan total korban corona 78,497 jiwa.





Wakil Menteri Kesehatan Iran Positif Covid-19


Wakil Menteri Kesehatan Iran dites positif mengidap penyakit coronavirus baru, sementara negara itu berusaha mencegah wabah Covid-19 yang telah menewaskan 15 orang di negeri Syiah tersebut.

Seorang jubir Kementerian Kesehatan mengkonfirmasi bahwa Iraj Harirchi terinfeksi Covid-19 dan sedang dikarantina, lapor BBC Selasa (25/2/2020).

Sementara Presiden Iran Hassan Rouhani mendesak agar rakyat tidak panik, para pejabat melaporkan ada 95 kasus yang telah dikonfirmasi sejak pekan lalu, tetapi angka sebenarnya diduga lebih tinggi.

Tidak seperti di Italia, para pejabat Iran menolak diberlakukannya karantina di daerah-daerah yang terpapar coronavirus. Mereka mengatakan karantina merupakan cara lawas yang sudah ketinggalan zaman dan mereka tidak percaya dengan metode itu.

Kota suci umat Syiah Qom dan Mashhad, masih bebas diakses, meskipun Qom merupakan pusat penyebaran coronavirus di Iran.

Di kota Qom bermukim para “ayatullah” yang meyakini bahwa keberadaan tempat-tempat suci keramatnya –yang menarik kunjungan jutaan wisatawan mancanegara setiap tahun– serta seminari-seminari Syiah yang didatangai pelajar dari berbagai belahan dunia, merupakan kebanggaan umat Syiah sedunia.

Hasil tes positif Covid-19 Harirchi diumumkan sehari setelah dia ambil bagian dalam sebuah konferensi pers yang disiarkan di televisi, ketika itu dia tampak batuk-batuk dan berkeringat.

Dalam konferensi pers itu dia membantah klaim seorang anggota parlemen dari Qom yang mengatakan bahwa kota suci Syiah itu merupakan pusat wabah coronavirus di Iran, dan bahwa para pejabat terlibat penyembunyian kasus-kasus infeksi coronavirus.

Ahmad Amirabadi-Farahani menuding bahwa Covid-19 muncul di Qom sejak tiga pekan lalu dan di sana saja terdapat 50 kematian akibat virus maut tersebut.

Angka kematian itu dibantah oleh Harirchi, yang bersumpah akan mengundurkan diri dari jabatannya jika angka tersebut benar terbukti walaupun separuh dari angka itu saja.

Amirabadi-Farahani menolak menarik klaim yang sudah diutarakannya, dengan mengatakan bahwa dia sudah mengirimkan nama 40 orang yang meninggal dunia akibat Covid-19 ke kementerian dan menunggu pengunduran diri Harirchi.

Ironisnya, sekarang Harirchi sendiri terbukti positif mengidap coronavirus.

Iran juga diyakini sebagai sumber dari kasus-kasus awal yang dilaporkan terjadi di negara tetangga seperti Afghanistan, Bahrain, Iraq, Kuwait dand Oman, yang sekarang memberlakukan pembatasan perjalanan bagi orang-orang yang datang dari atau akan pergi ke negeri Syiah tersebut.

Di Uni Emirat Arab, markas maskapai penerbangan Emirtes dan Etihad yang rutin terbang ke Iran, per hari Selasa dilaporkan telah terjadi 13 kasus infeksi coronavirus, termasuk di antaranya adalah pasangan suami-istri asal Iran.*


Wakil Presiden Iran Terinfeksi Virus Corona






(Wapres Iran Masoumeh Ebtekar)

Iran kembali dibuat gempar oleh ‘serangan’ Virus Corono COVID-19  yang pertama kali menyebar di daratan China ini.

Wakil Presiden Iran Urusan Wanita dan Keluarga Masoumeh Ebtekar, dinyatakan positif terkena Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona jenis baru.

Laporan Associated Press (AP), Kamis (27/2/2020) menyebutkan, kantor berita IRNA milik pemerintah Iran melaporkan Ebtekar telah mengkarantina dirinya sendiri di rumah.

Kondisi ini terjadi dua hari setelah Iraj Harirchi, Kepala Satuan Tugas Virus Pemerintah Iran, lebih dulu dinyatakan positif Covid-19.

Selain Ebtekar dan Harirchi, pejabat Iran yang terkonfirmasi positif terjangkit Covid-19 adalah Ketua Komite Keamanan dan Urusan Luar Negeri Parlemen Iran Mojtaba Zolnour, yang mengumumkan dalam sebuah video bahwa ia juga telah terinfeksi penyakit itu.

Anggota Parlemen Mahmoud Sadeghi juga telah mengonfirmasi bahwa dirinya terinfeksi Covid-19.

Hingga saat ini jumlah kematian Iran akibat Covid-19 mencapai 26 orang. Jumlah kematian ini adalah yang tertinggi di luar China. Sementara untuk angka penderita virus corona di Iran mencapai 245 kasus.




Terima Kasih sudah membaca 😊 , Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu . Sekaligus LIKE fanspage  kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya 📌@Tahukah.Anda.Info   Membuka Mata Melihat Dunia 

📢  Sumber  





Artikel Terkait Lainnya

Terdepan Mengabarkan !



Back to Top