Subscribe | Daftarkan Email Kamu disini

Masjid Dibakar, 27 Orang Tewas Dalam Kekerasan Menolak UU Anti-Muslim di India


Artikel Terbaru Lainnya :



0 komentar | ✍️ Apa Komentar mu ? Tulis komentarmu, klik disini



27 Orang Tewas saat Rusuh, PM India Minta Warga Tenang

Perdana Menteri IndiaNarendra Modi meminta warga tenang di tengah bentrokan antara umat Hindu dan Muslim dalam dua hari terakhir. Dilaporkan bentrokan tersebut menewaskan 27 orang dan lebih dari 200 orang terluka.
"Saya mengimbau saudara dan saudari saya di Delhi untuk menjaga perdamaian dan persaudaraan setiap saat. Sangat penting .. ketenangan dan normalitas dipulihkan saat ini," tulis Modi dalam cuitannya, Rabu (26/2).
Sementara itu, oposisi yang merupakan Ketua Menteri New Delhi, Arvind Kejriwal menyerukan agar Modi mengerahkan tentara dan memberlakukan jam malam untuk meredam ketegangan.
Melansir AFP, juru bicara Kepolisian Delhi, Mandeep Singh Randhawa mengatakan sejauh ini pihaknya telah menangkap 106 orang terkait bentrokan tersebut.
Sekitar 25 korban meninggal dibawa ke RS GTB dan dua lainnya di Rumah Sakit Lok Nayak.
Bentrokan antara umat Muslim dan Hindu dipicu protes atas Undang-Undang Kewarganegaraan di pinggiran New Delhi. Kedua belah pihak saling serang menggunakan batu dan benda lain, serta merusak bangunan dan kendaraan.
Korban luka bukan hanya warga sipil, tetapi juga polisi. Ada laporan polisi melakukan kekerasan terhadap warga Muslim dan jurnalis yang tengah meliput.
Seorang pemadam kebakaran juga dilaporkan luka akibat diserang massa. Lima truk pemadam turut menjadi sasaran perusakan massa.
Beleid itu disahkan oleh pemerintahan Modi yang beraliran sayap kanan. Partai pengusungnya, Bhratiya Janata (BJP) dituduh bersikap diskriminatif terhadap umat Muslim.
UU itu hanya berlaku bagi imigran pemeluk agama Hindu, Kristen, dan agama minoritas lainnya selain Islam.
Selain UU Kewarganegaraan, pertikaian antara umat Muslim dan Hindu di India juga kerap dipicu masalah konsumsi sapi. Umat Muslim menganggap sapi adalah hewan yang halal untuk dikonsumsi. Sedangkan umat Hindu menganut ajaran vegetarian karena tidak memakan bahan makanan dari sumber yang bernyawa.

[ AyoJalanTerus.com ]  NEWDELHI – Saat Donald Trump dan PM India Narendra Modi berpawai di seluruh negeri, massa secara terbuka menyerang Muslim, menjarah bisnis mereka dan menodai rumah-rumah ibadah seperti yang Anda lihat di video ini yang dilakukan oleh ekstrimis Hindu di negara tersebut.




🇮🇳 India
Saat Donald Trump dan Modi berpawai di seluruh negeri, massa secara terbuka menyerang Muslim, menjarah bisnis mereka dan menodai rumah-rumah ibadah seperti yang Anda lihat di video ini yang dilakukan oleh ekstrimis Hindu dinegara tersebut
From Arjun

Laporan BBC per hari ini, Rabu (26/2), angka korban tewas mencapai 20 orang. Di mana 189 orang lainnya terluka, dengan 60 korban luka tembak.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan memantau konflik mematikan antara kelompok Hindu dengan Muslim di New Delhi.

"Kami tentu saja mengamati situasi ini dengan baik," kata juru bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric, dilansir dari APP pada Rabu, (26/2).

Kerusuhan terjadi karena protes terhadap UU Amandemen Kewarganegaraan (Citizenship Amendment Act/CAA), yang dinilai telah merugikan Muslim di India.


At least 7 people were killed and 150 wounded in New Delhi during clashes over India's citizenship law, which critics say is anti-Muslim. The clashes were just miles from where President Trump was meeting PM Modi.

Some mobs were photographed beating a Muslim man with sticks:


View image on TwitterView image on Twitter





Tanggapi Aksi Kekerasan Terhadap Minoritas Muslim di India, PM Pakistan Justru Beri Jaminan untuk Non Muslim Minoritas di Pakistan


Pernyataan keprihatinan datang dari Perdana Menteri Pakistan Imran Khan pasca pecahnya kerusuhan massa di New Delhi India yang menyebabkan dibakarnya sebuah masjid, puluhan orang tewas, dan ratusan lainnya terluka.

"Hari ini di India kita melihat ideologi RSS (Rashtriya Swayamsevak Sangh yang diilhami Nazi mengambil alih negara bersenjata nuklir yang didiami lebih dari 1 miliar orang. Setiap kali ideologi rasis berbasis kebencian menguasai, akan terjadi pertumpahan darah."




"Seperti yang sudah saya prediksi dan sampaikan di depan sidang umum PBB tahun lalu. Begitu jin-nya sudah keluar dari botol, maka pertumpahan darah akan memburuk. IOJK (Indian-Occupied Jammu Kashmeer, red) adalah titik awalnya. Sekarang 200 juta Muslim di India menjadi sasaran. Dunia harus bertindak sekarang."

"Saya ingin memperingatkan bangsa kami bahwa siapapun di Pakistan yang menargetkan warga non-muslim kami atau rumah ibadat mereka akan ditangani dengan tegas. Kaum minoritas di negara kami adalah warga negara yang sederajat."

RSS yang dimaksud oleh Imran Khan adalah sebuah organisasi yang menegakkan budaya India dan menanamkan serta
menyebarkan paham Hindutva ke dalam nilai-nilai masyarakat, sementara IOJK adalah pendudukan India atas Jammu dan Kashmeer (daerah di Pakistan dengan warga mayoritas Muslim). Pendudukan atas Jammu inilah yang memicu konflik antara India dan Pakistan hingga saat ini.

Sebelum pembakaran masjid hari ini, polisi India diketahui melakukan tindak kekerasan kepada mahasiswa Islam di Jamia Milia Islamia pada 15 Desember tahun lalu. (Baca: VIRAL Video Kebrutalan Polisi India Pukuli Mahasiswa, Dunia Bereaksi Keras)


Today in India we are seeing the Nazi-inspired RSS ideology take over a nuclear-armed state of over a billion people. Whenever a racist ideology based on hatred takes over, it leads to bloodshed.

21.2K people are talking about this




Terima Kasih sudah membaca 😊 , Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu . Sekaligus LIKE fanspage  kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya 📌@Tahukah.Anda.Info   Membuka Mata Melihat Dunia 

📢  Sumber  





😉 Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Masjid Dibakar, 27 Orang Tewas Dalam Kekerasan Menolak UU Anti-Muslim di India

Artikel Terkait Lainnya

________________________________

Asyik . Unik . Baik



Back to Top
  PERKEMBANGAN    COVID-19