Sebut Agama Musuh Pancasila, Ketua BPIP, Prof Yudian Menista Semua Agama di Indonesia







Sebut Agama Musuh Pancasila, Ketua BPIP Menista Semua Agama di RI



[ AyoJalanTerus.com ]  Praktisi hukum Ali Lubis menanggapi pernyataan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Yudian Wahyudi.

Sebelumnya, Yudian menyebut musuh terbesar Pancasila adalah agama, bukan kesukuan dalam program Blak-blakan bersama Prof Yudian Wahyudi dengan tema "Jihad Pertahankan NKRI" di Detik.com.




"Entah setan gundul mana yang merasukimu, berani sekali kau sebut agama sebagai musuh terbesar Pancasila", ujarnya.

Ali mengingatkan Yudian sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa. Ini berarti, agama adalah keyakinan manusia Indonesia untuk menjalankan perintah Tuhan melalui kitab suci masing-masing agama.

"Di dalam UUD 1945 juga jelas, Pasal 29 ayat 1 dan 2 mengatur tentang kebebasan beragama bagi pemeluk agama," tambah Ali kepada redaksi, Rabu (12/2/2020).

Pernyataan Yudian menurut Ali, patut diduga bentuk penghinaan, penodaan atau penistaan terhadap semua agama yang diakui di Republik Indonesia sebagaimana diatur dalam Pasal 156a KUHP.

"Bahkan pernyataan tersebut berpotensi mengakibatkan pecah belah diantara pemeluk agama, sebab akan timbul rasa curiga, agama mana yang menjadi musuh terbesar Pancasila? Ini jelas sangat berbahaya," imbuhnya.

"Presiden Jokowi harus segera memecat Ketua BPIP untuk menghindari konflik dan memanasnya situasi politik nasional di tengah masyarakat," demikian harapan Ali Lubis. [ljc]


Prof Yudian, Musuh Pancasila Itu Bukan Agama Tapi Ketidakadilan Dan Kemiskinan!


 Pernyataan kontroversial disampaikan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Profesor Yudian Wahyudi. Dia menyebut bahwa agama merupakan musuh terbesar Pancasila.

Pernyataan rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta itu dianggap menyesatkan oleh sekelompok orang.




“Belum sebulan jadi Kepala BPIP, Prof Yudian sudah buat pernyataan menyesatkan. Mengatakan, agama jadi musuh terbesar Pancasila. Prof Yudian salah besar,” terang Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule kepada redaksi, Kamis (13/2).

Iwan Sumule menegaskan bahwa agama bukan musuh besar dari Pancasila. Justru keduanya bersatu padu dalam melawan musuh utama bangsa. Adapun musuh utama bangsa ini adalah ketidakadilan dan kemiskinan.

Musuh Pancasila itu ketidakadilan dan kemiskinan. Agama justru jadi sahabat Pancasila untuk melawan ketidakadilan dan kemiskinan,” tegasnya.

 Yudian sendiri telah meluruskan maksud dari pernyataannya. Dia menegaskan bahwa konteks dari ucapan itu adalah Pancasila sering dihadap-hadapkan dengan agama oleh sekelompok orang yang memiliki pemahaman sempit dan ekstrim.(rmol)


Catatan PKS Soal Kesalahan Fatal Kepala BPIP Sebut Agama Musuh Pancasila 



Pernyataan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Prof Yudian Wahyudi yang mengatakan musuh terbesar Pancasila adalah agama menginjak-menginjak nilai Pancasila dan dapat memecah belah persatuan bangsa.

"Pernyataan Kepala BPIP yang mengatakan musuh Pancasila adalah agama sangat naif, profokatif, dan menyesatkan," kata Wakil Ketua Fraksi PKS MPR RI Almuzzammil Yusuf, Rabu (12/2) seperti dikutip dari Kantor Berita RMOL Banten.




 Menurut Al Muzamil ada tiga aspek kesalahan fatal dari pernyataan Kepala BPIP. Pertama, secara filosofi kenegaraan, Pancasila itu sendiri mengandung sila pertama yang sangat menghormati eksistensi agama.

Dikuatkan dengan UUD NRI Tahun 1945 Pasal 29 ayat 1 dan 2 pasal yang mengatakan

(1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.

 (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

 "TAP MPR RI No.VI/ MPR /2001 tentang Etika Berbangsa, hasil reformasi masih berlaku, menegaskan arah kebijakan bangsa mengaktualisasikan nilai-nilai agama dan budaya luhur bangsa dalam kehidupan pribadi keluarga masyarakat bangsa dan negara," katanya.

 Kedua, secara historis bangsa ini didirikan oleh perjuangan darah, nyawa dan airmata para ulama dan tokoh agama untuk memerdekakan dan menjaga kemerdekaan bangsa.

 Seperti peristiwa Hari Pahlawan dengan Takbir Bung Tomo yang bersejarah dalam menggerakkan arek-arek Suroboyo mengusir tentara penjajah Inggris dengan korban mati syahid lebih dari 20.000 orang.

 Ketiga, secara yuridis, pernyataan Kepala BPIP ini memenuhi delik penodaan agama/penistaan agama yang diatur dalam ketentuan Pasal 156 huruf a KUHP ini sesungguhnya bersumber dari Pasal 4 UU No. 1/PNPS/1965.

 "Pernyataan Kepala BPIP ini tidak saja menghina satu agama, tapi ia telah menghina eksistensi semua agama yang sah di Indonesia," tegasnya Diketahui bunyi pasal 165 huruf a berbunyi: "Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barangsiapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalah-gunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia.

" Ketua DPP PKS Bidang Polhukam ini menanyakan kepada Presiden Jokowi, apakah orang seperti ini patut dipercaya sebagai Kepala BPIP.

"Lebih mendasar lagi pertanyaan saya: apakah ucapan ini merupakan bagian tugas dari BPIP? Pernyataan Kepala BPIP ini justru menginjak-injak nilai Pancasila," tegasnya Jika yang bersangkutan, dianggap Presiden Jokowi telah menyalahi dan menodai tugas mulia BPIP maka segera berhentikan yang bersangkutan.

 "Jika menurut Presiden Jokowi tidak bertentangan, maka Presiden Jokowi harus turut mempertanggungjawabkan pernyataan Kepala BPIP yang baru dilantik 5 Februari lalu," terangnya.(rmol)



Terima Kasih sudah membaca 😊 , Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu . Sekaligus LIKE fanspage  kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya 📌@Tahukah.Anda.Info   Membuka Mata Melihat Dunia 

📢  Sumber  





Artikel Terkait Lainnya

Terdepan Mengabarkan !



Back to Top