Tolak Pernikahan Sesama Jenis, Putin: Selama Saya Menjabat, Hanya Akan Ada Ibu Dan Ayah






[ AyoJalanTerus.com ]  Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa selama dia berada di Kremlin, maka Rusia tidak akan pernah melegalkan pernikahan sesama jenis. 

Dalam pertemuan dengan komisi negara untuk membahas perubahan konstitusi Rusia pada Kamis ( 13/2), Putin menjelaskan bahwa dia tidak akan membiarkan gagasan tradisional tentang ibu dan ayah ditumbangkan oleh konsep pernikahan sesama jenis yang dia sebuat sebagai "orangtua 1" dan "orangtua 2".




"Sejauh orangtua 1 dan orangtua 2 berlaku, saya sudah berbicara di depan umum tentang hal ini dan saya akan mengulanginya lagi, selama saya presiden ini tidak akan terjadi. Akan ada ayah dan ibu," tegas Putin, seperti dimuat Reuters.

Diketahui bahwa selama dua dekade berkuasa, Putin telah menyelaraskan dirinya dengan Gereja Ortodoks dan berusaha menjauhkan Rusia dari nilai-nilai Barat liberal, termasuk sikap terhadap homoseksualitas dan fluiditas gender.

Untuk diketahui bahwa komisi negara di mana Putin berbicara, dibentuk bulan lalu setelah Putin mengumumkan perubahan besar pada sistem politik Rusia. 

Komisi itu dibentuk bulan lalu setelah Putin mengumumkan perubahan besar pada sistem politik Rusia yang secara luas dipandang dirancang untuk membantunya memperluas cengkeramannya pada kekuasaan setelah lengser pada 2024.


Proposal lain telah diajukan dan Putin diminta untuk mengomentari proposal untuk menambahkan garis dalam konstitusi yang mendefinisikan pernikahan sebagai persatuan antara pria dan wanita.

"Kita hanya perlu berpikir dalam frasa apa dan di mana melakukan ini," jawab orang nomor satu Kremlin tersebut.

Dalam komentar terpisah selama pertemuan itu, Putin mengatakan ia mendukung gagasan untuk menjadikannya tidak konstitusional bagi Rusia untuk memberikan bagian apa pun dari wilayahnya. Langkah ini kemungkinan akan membuat Jepang dan Ukraina kesal dengan perselisihan wilayah dengan Moskow.

Rusia menganeksasi semenanjung Crimea dari Ukraina pada 2014 dan telah dalam perselisihan selama puluhan tahun dengan Tokyo mengenai kepemilikan rantai pulau di Pasifik yang direbut Moskow dari Tokyo pada akhir Perang Dunia II.

Rusia dan Jepang telah mengadakan pembicaraan mengenai sengketa terakhir yang telah mencegah kedua negara secara resmi menandatangani perjanjian damai setelah Perang Dunia II.

"Kami sedang melakukan pembicaraan dengan mitra kami mengenai pertanyaan-pertanyaan tertentu, tetapi saya menyukai gagasan itu sendiri," kata Putin.

"Jadi, mari kita instruksikan para pengacara, minta mereka merumuskan ini dengan cara yang benar."

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews(Rmol)




Terima Kasih sudah membaca 😊 , Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu . Sekaligus LIKE fanspage  kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya 📌@Tahukah.Anda.Info   Membuka Mata Melihat Dunia 

📢  Sumber  





Artikel Terkait Lainnya

Terdepan Mengabarkan !



Back to Top