Apakah Corona sama dengan Tha'un dan yang Meninggal Termasuk Syahid ?






[ AyoJalanTerus.com ]  Corona sudah menyebar hampir ke seluruh negara termasuk Indonesia. Korban yang meninggal juga tidak sedikit. Sebagai seorang muslim apakah meninggal karena corona sama seperti thaun yang pernah terjadi di zaman nabi, dan mendapatkan gelar syahid? Apakah menyikapi Virus Corona sama dengan menyikapi wabah Thaun?





Virus Corona uang muncul dengan jenis baru (2019-nCoV), yang sampai sekarag para ahli medis belum mampu menemukan obat dan vaksinnya, dapat disikapi sebagaimana dengan wabah thaun.

Kenapa? Karena thaun merupakan jenis penyakit yang sangat mematikan, dapat menular dan membinasakan manusia.

Nabi ﷺ menjelaskan beberapa kondisi yang menyebabkan seorang mendapat pahala mati syahid. Di antaranya adalah mati karena wabah penyakit thaun.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللهِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي سَبِيلِ اللهِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي الطَّاعُونِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي الْبَطْنِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَالْغَرِيقُ شَهِيدٌ

“Siapa yang terbunuh di jalan Allah, dia syahid. Siapa yang mati (tanpa dibunuh) di jalan Allah, dia syahid, Siapa yang mati karena wabah penyakit Thaun, dia syahid. Siapa yang mati karena sakit perut, dia syahid. Siapa yang mati karena tenggelam, dia syahid.” [HR. Muslim 1915]





Dalam hadis dari Jabir bin Atik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ juga menjelaskan:

الشَّهَادَةُ سَبْعٌ سِوَى الْقَتْلِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ: الْمَطْعُونُ شَهِيدٌ، وَالْغَرِقُ شَهِيدٌ، وَصَاحِبُ ذَاتِ الْجَنْبِ شَهِيدٌ، وَالْمَبْطُونُ شَهِيدٌ، وَصَاحِبُ الْحَرِيقِ شَهِيدٌ، وَالَّذِي يَمُوتُ تَحْتَ الْهَدْمِ شَهِيدٌ، وَالْمَرْأَةُ تَمُوتُ بِجُمْعٍ شَهِيدٌ


“Selain yang terbunuh di jalan Allah, mati syahid ada tujuh:
Mati karena thaun, syahid,
Mati karena tenggelam, syahid,

Mati karena sakit tulang rusuk, syahid,
Mati karena sakit perut, syahid,
Mati karena terbakar, syahid,
Mati karena tertimpa benda keras, syahid,
Wanita yang mati karena melahirkan, syahid.” [HR. Abu Daud 3111 dan disahihkan Al-Albani]

Selama ini kita mengenal mati syahid hanya bisa diraih dengan gugur di medan perang fi sabilillah. Ternyata ada sebab lain yang menyebabkan seorang mendapatkan pahala mati syahid, yaitu musibah-musibah yang disebutkan dalam hadis di atas. Namun mereka yang mati syahid bukan karena perang (jihad), disebut sebagai syahid secara hukum, BUKAN syahid secara hakikat. Artinya, di dunia diperlakukan seperti jenazah umumnya, namun di Akhirat dia dihukumi syahid.

Al-Hafidz Al-Aini menjelaskan makna hadis di atas:

“Mereka mendapat status syahid secara hukum, bukan hakiki. Ini karunia Allah untuk umat ini, Dia menjadikan musibah yang dialami umat ini sebagai pembersih dosa mereka, penambah pahala, bahkan sampai mengantarkan mereka derajat para syuhada hakiki.” [Umdatul Qari Syarh Shahih Bukhari, 14/180]

Demikian penjelasan singkat mengenai status kematian karena corona bisa diqiyaskan dengan kematian karena thaun yaitu syahid secara hukum. Wallohu a'lam.



Terima Kasih sudah membaca 😊 , Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu . Sekaligus LIKE fanspage  kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya 📌@Tahukah.Anda.Info   Membuka Mata Melihat Dunia 

📢  Sumber  





Artikel Terkait Lainnya

Terdepan Mengabarkan !



Back to Top