Fakta-fakta Promo Tiket Pesawat hingga 50 Persen untuk Genjot Pariwisata Mulai Berlaku Hari Ini






[ AyoJalanTerus.com ]  Demi mengantisipasi makin terpukulnya sektor pariwisata akibat merebaknya virus corona, pemerintah resmi memberikan insentif untuk promo tiket pesawat.
Keputusan untuk memberi diskon hingga 50 persen ke 10 destinasi wisata domestik ini, telah berlaku sejak Minggu (1/3) hingga 31 Mei 2020.
Adapun 10 rute destinasi wisata itu ialah Bali, Batam, Lombok, Malang, Manado, Silangit - Danau Toba, Tanjung Pinang, Belitung, Yogyakarta, dan Labuan Bajo.
Berikut kumparan rangkum fakta-fakta mengenai diskon tiket pesawat hingga 50 persen:

430 Tiket Pesawat yang Didiskon hingga 50 Persen

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan diskon ini wajib diberikan oleh semua maskapai penerbangan nasional, tak hanya Garuda Indonesia Group dan Lion Group.
Secara total, menurut hitungan Kementerian Perhubungan, kursi yang disediakan mencapai 430 ribu.
“Mengenai jumlah yang dapat diskon itu 430 ribu orang," terang Budi sebelum diskon mulai berlaku.

Harga Tiket ke Bali dan Lombok Masih Rp 700 Ribuan

kumparan mencoba mengecek harga tiket pesawat ke beberapa destinasi domestik yang ada dionline travel agent seperti Traveloka. Untuk penerbangan Jakarta - Denpasar pada 4-6 April 2020 misalnya, harga yang dibanderol mulai dari Rp 610 ribuan untuk maskapai Lion Air dan Rp 800 ribuan untuk maskapai Citilink untuk sekali penerbangan.

Sedangkan maskapaifull service seperti Garuda Indonesia, masih membanderol tiket pesawat ke Bali mulai dari Rp 1,2 jutaan. Harga ini masih tak berbeda jauh dengan harga normal sebelumnya.
Hal yang sama juga terjadi pada tiket pesawat dengan rute Jakarta - Lombok yang dibanderol mulai Rp 700 ribuan untuk maskapai Lion Air dan Citilink.
Sedangkan rute Jakarta - Labuan Bajo dibanderol mulai dari Rp 1,6 jutaan menggunakan maskapai Lion Air dan Garuda Indonesia.

Kemenhub Tegaskan Tiket Pesawat Sudah Turun

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto mengeklaim, diskon harga tiket pesawat hingga 50 persen sudah berlaku, Minggu (1/3).
“Info pantauan kami sudah (turun harga tiket pesawat). Data terlampir,” ungkap Novie kepadakumparan, Minggu (1/3).
Novie lantas melampirkan screen capture harga tiket dari sebuahonline travel agent.
Data tersebut menunjukkan untuk rute Jakarta-Denpasar penerbangan untuk Senin (2/3), harga tiket untuk maskapai pesawat Garuda Indonesia tertera sebesar Rp 1.237.000.
Harga tersebut merupakan harga baru setelah mendapatkan diskon sebesar 28 persen. Sebelumnya tiket untuk rute tersebut dijual sebesar Rp 1.709.100.


Garuda Indonesia Klaim Sudah Beri Diskon 50 Persen

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan anak perusahaannya, Citilink, mengeklaim telah memberlakukan potongan harga tiket hingga 50 persen per Minggu (1/3).
Diskon tersebut berlaku untuk sejumlah rute yaitu dari dan ke Batam, Denpasar, Yogyakarta, Labuan Bajo, Lombok, Malang, Manado, Toba (Silangit), Tanjung Pandan dan Tanjung Pinang. Pemberlakuan potongan harga ini merupakan tindak lanjut kebijakan pemberian insentif dari pemerintah untuk menurunkan tarif penerbangan ke 10 Destinasi Wisata.
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyatakan, Garuda Indonesia Group menyambut baik dan mendukung penuh program kebijakan Insentif yang dicanangkan pemerintah.
“Dukungan Garuda Indonesia Group terhadap program pariwisata di 10 Destinasi wisata yang ditetapkan pemerintah ini juga disertai dengan komitmen untuk berperan aktif mempromosikan program terkait melalui channel yang Garuda Indonesia Group miliki, guna mendorong pemulihan sektor pariwisata yang terimbas wabah Covid-19,” ungkap Irfan dalam keterangan tertulis yang diterimakumparan, Minggu (1/3).
Menurut Irfan skema pemberian potongan harga tiket ke 10 destinasi wisata dilaksanakan selama 3 bulan ke depan dimulai tanggal 1 Maret hingga 31 Mei 2020, sesuai keputusan pemerintah.
Diskon Tiket Pesawat Saja Dinilai Tak Cukup Pulihkan Sektor Pariwisata
Insentif tiket pesawat ini saja dinilai belum cukup maksimal untuk menyelamatkan sektor pariwisata dari dampak yang disebabkan virus corona.
“Insentif itu baik tapi belum cukup,” ungkap Ekonom Institute for Development of Economics and Finance ( INDEF) Bhima Yudhistira Adinegara, kepadakumparan, Minggu (1/3).
Menurut Bhima dengan adanya virus corona yang mewabah secara global saat ini, banyak wisatawan yang takut untuk berkunjung ke tempat wisata. Terutama Bali dan Lombok yang termasuk sebagai destinasi unggulan.
Ia menilai, ada baiknya pemerintah memberikan stimulus dalam bentuk lain. Misalnya dengan menghadirkan atraksi-atraksi baru yang membuat wisatawan punya dorongan kuat untuk melakukan liburan ke suatu tempat.
“Jadi dorongan yang efektif sebaiknya dengan membuatevent-event sport, musik, seminar di daerah tujuan wisata. Turis kalau datang hanya sekedar jalan-jalan kurang tertarik. Tapi kalau ada event khusus mereka akan hadir ke acara dan jalan-jalan. Ada purposes-nya ke tempat wisata,” ujarnya.
Selain itu, Bhima menyarankan pemerintah juga bisa memberikan stimulus dengan menggerakkan sektor MICE aliasMeeting, Incentive, Convention, and Exhibition (Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran).
Sebab, acara-acara MICE justru akan memberikan dampak langsung kepada sektor pariwisata seperti hotel maupun restoran.


Terima Kasih sudah membaca 😊 , Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu . Sekaligus LIKE fanspage  kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya 📌@Tahukah.Anda.Info   Membuka Mata Melihat Dunia 

📢  Sumber  





Artikel Terkait Lainnya

Terdepan Mengabarkan !



Back to Top