Subscribe | Daftarkan Email Kamu disini

Ke Pasar vs Ke Masjid saat Wabah Corona (Pelajaran dari Ashabul Kahfi) ~ By. Ahmad Sarwat, Lc.MA


Artikel Terbaru Lainnya :



[ AyoJalanTerus.com ]  Ke Pasar vs Ke Masjid saat Wabah Corona




(Pelajaran dari Ashabul Kahfi)

Ada anak murid yang tanya, kalau ke masjid saja tidak boleh, kenapa ke pasar masih boleh?

Logikanya keren juga nih anak murid. Jadi gini ya anak murid. Ke masjid itu kewajiban apa sunnah? Tergantung tujuannya kan.

Kalau shalat Jumat wajib, kalau selain shalat Jumat kan sunnah muakkadah. Tapi kalau ada madharat, maka kewajiban Jumat pun jadi gugur. Shalat jumat ketika ada udzur oleh para ulama boleh ditinggalkan. Toh kita masih shalat zhuhur.

Nah, ke pasar itu wajib apa sunnah?

Tergantung tujuannya juga kan. Kalau sekedar jalan-jalan cuci mata, tidak wajib kan. Kalau ngerampok jelas haram. Tapi dalam keadaan madharat seperti ini, pada dasarnya ke pasar dalam arti berbaur dengan banyak orang jadi haram juga.

Tapi kalau orang serumah kelaparan, bisa mati karena kelaparan, gara-gara tidak ada persediaan makan, sedangkan makanan adanya hanya di pasar, maka beli makanan di pasar jadi wajib hukumnya, meski ada madharatnya.

Namun tetap ada aturannya kalau terpaksa ke pasar.

Ada sedikit kemiripan dengan kasus pemuda Ashabul Kahfi sebagaimana dimuat dalam Al-Quran.

فَابْعَثُوا أَحَدَكُمْ بِوَرِقِكُمْ هَٰذِهِ إِلَى الْمَدِينَةِ فَلْيَنْظُرْ أَيُّهَا أَزْكَىٰ طَعَامًا فَلْيَأْتِكُمْ بِرِزْقٍ مِنْهُ وَلْيَتَلَطَّفْ وَلَا يُشْعِرَنَّ بِكُمْ أَحَدًا
Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah ia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemah-lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seorangpun. (QS. Al-Kahfi : 19)

1. Jangan ramai-ramai belanja sekeluarga. Ini bukan family shopping, bukan jalan-jalan, bukan cuci mata. Cukup satu orang saja yang ke pasar.

فابعثوا أحدكم

2. Pilih makanan yang paling penting saja, jangan borong apalagi panic buying. Kita hanya butuh kalori sekedar sekepal nasi dan sebutir telor ceplok/rebus.

فلينظر أيها أزكى طعاما

3. Jangan makan di pasar, mal, resto atau di tempat umum. Makanannya dibungkus yang bersih dan dibawa pulang untuk persediaan orang serumah.

فليأتكم برزق منه

4. Nggak usah pamer-pamer ke pasar, apalagi selfi-selfi. Biar tidak mencolok dan mengesankan aman dan boleh.

Sehingga tidak merangsang orang untuk ramai-ramai ikutan ke pasar. Diam-diam aja biar jangan ada yang tahu.

وليتلطف ولا يشعرن بكم أحدا

Kalau perlu sampai virus coronanya pun tidak tahu Anda menyusup masuk pasar.

CATATAN:

1. Ini jelas bukan tafsir Al-Quran, cuma kebetulan saja ada kemiripan dengan kasus ashabul kahfi yang lockdown di dalam gua selama 300 tahun ditambah 9 tahun.

2. Pelajarannya yang penting dicatat bahwa untuk urusan makan dan menyambung hidup, bahkan pemuda Ashabul Kahfi pun tetap butuh makan. Dan mereka mengutus satu orang ke pasar cari makanan.

Semoga kita semua dilindungi Allh SWT. Amin.

(By. Ahmad Sarwat, Lc.MA)



Terima Kasih sudah membaca 😊 , Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu . Sekaligus LIKE fanspage  kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya 📌@Tahukah.Anda.Info   Membuka Mata Melihat Dunia 

📢  Sumber  





😉 Anda Sudah Membaca ✔️ Ke Pasar vs Ke Masjid saat Wabah Corona (Pelajaran dari Ashabul Kahfi) ~ By. Ahmad Sarwat, Lc.MA

Artikel Terkait Lainnya

________________________________

Asyik . Unik . Baik



Back to Top