Kena Dampak Corona, Kekayaan Orang Terkaya di Indonesia Ini Hilang Rp70 Triliun






[ AyoJalanTerus.com ]  Merebaknya Virus Corona di sejumlah negara di dunia berpengaruh besar terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia. Kejatuhan pasar saham dan harga minyak dunia, menjadi sektor yang yang harus mengalah dari menyebarnya wabah Virus Covid-19.
Kondisi ini turut berdampak kepada kekayaan para miliarder dunia. Salah seorang miliarder yang kena dampak ekonomi virus corona adalah Budi Hartono.
Bloomberg mengabarkan kekayaan pemilik Djarum Group ini turun US$4.7 miliar atau sekitar Rp70.5 triliun, menjadi US$12.4 miliar atau Rp186 triliun. Padahal pada 9 Maret 2020, kekayaan Budi Hartono mencapai US$15.3 miliar, atau sekitar Rp229.5 triliun.
Budi Hartono menjadi satu-satunya miliarder Indonesia yang masuk dalam daftar 100 orang terkaya di dunia versi Bloomberg. Dia berada pada posisi ke-92. Sumber kekayaannya selama ini berasal dari Djarum dan PT Bank Central Asia Tbk.

Orang Terkaya di Indonesia

Lembaga penelitian Hurun kembali mengeluarkan daftar orang terkaya dunia. Terkuak, dua bersaudara, R Budi Hartono dan Michael Hartono menjadi pengusaha Indonesia yang masuk dalam daftar 100 orang terkaya dunia di 2020.
R Budi Hartono berada pada peringkat 60 dengan nilai kekayaan bersih mencapai USD18 miliar (setara Rp246,6 triliun). Dengan bisnis inti dari sektor keuangan, yakni Bank Central Asia (BCA).
Sementara Michael Hartono berada di posisi 68, dengan nilai kekayaan USD 17 miliar (Rp232,9 triliun. Sumber kekayaan masih sama yakni Bank Central Asia (BCA).

Miliader Baru Dunia

Masih dari Hurun, tahun ini dunia kedatangan tambahan 346 miliarder baru sehingga totalnya menjadi 2.816 miliarder, dari 71 negara.
Jeff Bezos menempati posisi jawara sebagai orang terkaya dunia. Dengan nilai kekayaan mencapai USD 140 miliar (Rp1.918 triliun).
Diikuti Bernard Arnault dengan nilai kekayaan USD 107 miliar (Rp 1.465 triliun) dan Bill Gates di posisi ketiga dengan kekayaan USD 106 miliar (Rp 1.452 triliun).

Dollar AS Masih Kuat

China dan Amerika Serikat (AS) masih memimpin sebagai negara yang memiliki jumlah miliarder terbanyak dibandingkan yang lain. Masing-masing jumlahnya sebanyak 799 dan 626 orang.
Sebuah ledakan dalam sektor teknologi dan pasar saham di AS, India dan China mendorong para miliarder untuk mencapai rekor tertinggi. AS memiliki jumlah rekor 626 miliarder.
"China, meskipun mengalami perang dagang, menambahkan 182 wajah baru miliarder menjadi 799 miliarder, tiga kali lipat jumlah di AS, memperluas kesenjangan dengan AS," ujar Ketua dan Kepala Peneliti Hurun Report, Rupert Hoogewerfseperti mengutip laman Hurun.net, Kamis (27/2/2020).
Dia menuturkan jika ini merupakan tahun yang baik untuk pasar saham secara umum. Nasdaq memimpin dengan kenaikan 26 persen, sementara pasar saham India dan Cina naik masing-masing 15 persen dan 14 persen. Dolar AS melanjutkan penguatan, meskipun tipis hanya 3 persen terhadap Yuan China dan Euro, dan 1 persen terhadap Rupee India.
"Rubel Rusia naik 7 persen terhadap dolar, membalikkan tren depresiasi selama dua tahun terakhir," jelas Hoogewerf dilansir dari Liputan6.com.



Terima Kasih sudah membaca 😊 , Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu . Sekaligus LIKE fanspage  kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya 📌@Tahukah.Anda.Info   Membuka Mata Melihat Dunia 

📢  Sumber  





Artikel Terkait Lainnya

Terdepan Mengabarkan !



Back to Top