Subscribe | Daftarkan Email Kamu disini

Mengapa Fisik dan Karakter Manusia Berbeda-beda? Sains Menjawabnya


Artikel Terbaru Lainnya :



[ AyoJalanTerus.com ]  Tentu kamu mengetahui bahwa ras manusia di dunia ini berbeda-beda. Pada zaman modern saat ini, klasifikasi ras manusia biasanya dikaitkan dengan aspek sains, terutama biologi, antropologi, dan sosiologi.
Secara garis besar, ras manusia adalah salah satu ciri dari manusia yang dapat beraneka ragam yang dilihat dari segi genetiknya. Biasanya, faktor genetik ini juga memengaruhi fenotipe atau tampilan luar yang sama atau identik dengan sesama rasnya.
Begitu juga dengan karakter manusia yang tentunya sangat beragam dan tak ada yang sama. Karakter dan sifat manusia akan masuk pada ranah sains di bidang psikologi.


Mengapa ras dan karakter manusia di dunia ini bisa berbeda-beda? Sampai saat ini, setidaknya ada beberapa jawaban atau teori sains yang bisa dijadikan acuan ilmiah. Apa saja?

1. Faktor genetik



Manusia memiliki blueprint sendiri-sendiri dan itu pasti berbeda antara manusia yang satu dengan yang lainnya. Setidaknya, ada tiga jenis unsur pembawa dalam diri manusia, yakni kromosom, DNA, dan gen.
Pada dasarnya, kromosom manusia normal memiliki jumlah 23 pasang atau 46 buah kromosom dan secara normal setiap manusia memiliki jumlah kromosom yang sama.
Jika kromosom pada manusia pada umumnya sama, tidak dengan DNA dan gen. Kedua unsur ini sangat unik karena bisa menjadi pembeda antara manusia yang satu dengan manusia lainnya. Itulah sebabnya tidak ada ciri DNA yang sama antarmanusia. Sidik jari, misalnya, semua orang di dunia tidak ada yang memiliki sidik jari yang sama.
Sedangkan, perbedaan ras atau warna kulit lebih cenderung terjadi akibat faktor genetik atau gen. Meskipun tidak semua ilmuwan sepakat dalam hal ini, banyak dari mereka yang menganggap bahwa faktor genetik dapat mengakibatkan perbedaan dalam kemunculan ras dan tampilan fisik di berbagai belahan dunia, seperti ditulis laman Nature.
Genetik juga diturunkan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Itulah sebabnya karakter atau sifat mayoritas dari suatu keturunan biasanya bisa sama (identik) dengan karakter leluhurnya. Setiap gen pada manusia dapat mengklasifikasikan manusia berdasarkan karakter, ras, golongan darah, dan aspek-aspek biologis lainnya.


2. Mutasi DNA


Mutasi DNA dapat mengakibatkan perubahan pada manusia, baik itu perubahan minor maupun perubahan mayor. Keragaman manusia dan semua spesies makhluk hidup lainnya dapat dilihat dan ditelusuri dari urutan basa yang terdapat dalam DNA.
Kombinasi miliaran rantai basa yang menyusun DNA inilah yang menyebabkan perubahan karakter genetik yang akhirnya membentuk keragaman genetika (genetic diversity).
Menurut laman sains Human Origins, keragaman genetik pada manusia paling tegas dan detail ada pada klasifikasi individu, yakni sebanyak 87 persen. Ini menunjukkan bahwa keragaman genetik pada dasarnya akan membuat individu manusia otomatis berbeda dengan individu lainnya.
Genetic diversity juga terbukti memiliki andil besar dalam menentukan perbedaan fisik dan karakter seseorang. Jadi, secara minor, mutasi DNA dapat mengakibatkan keragaman genetika yang membedakan antarindividu manusia itu sendiri.
Sedangkan, pada kasus mayor, mutasi DNA dan genetik dapat mengakibatkan kelainan atau penyakit khusus, seperti kanker, cacat bawaan, sindrom langka, dan lain sebagainya.

3. Adaptasi



Manusia adalah spesies puncak yang memiliki kemampuan adaptasi paling baik di antara makhluk hidupnya dan bukti-bukti evolusi tidak membantahnya. Dari sekian banyak kemampuan adaptasi yang pernah dilakukan oleh manusia, perubahan fisik dan karakter adalah sebagian hal yang terjadi akibat adaptasi ekstrem tersebut.
National Geographic dalam lamannya menjelaskan bahwa adaptasi adalah faktor kunci yang menyelamatkan manusia dalam evolusi selama ratusan ribu tahun. Secara mendasar, setidaknya ada tiga jenis adaptasi yang sukses dialami oleh manusia, yakni morfologi, fisiologi, dan tingkah laku.
Kulit yang menghitam akibat paparan sinar matahari adalah salah satu bentuk adaptasi morfologi manusia. Untuk adaptasi fisiologi biasanya terjadi akibat perbedaan suhu dan letak geografis, misalnya perbedaan jumlah sel darah merah antara manusia gunung dan manusia pantai.

4. Faktor lingkungan


Jelas faktor lingkungan akan memengaruhi perubahan tampilan fisik dan karakter manusia. Orang-orang yang tinggal menetap di daerah Asia, Afrika, dan Amerika Latin umumnya cenderung memiliki kulit yang lebih gelap dibandingkan dengan orang-orang asli Eropa.
Hal ini terjadi karena paparan sinar matahari lebih intens dan sering terjadi pada daerah-daerah di Afrika dan Asia. Itu sebabnya, kulit dan pigmen orang Asia dan Afrika pada umumnya berwarna gelap karena telah membentuk perlindungan khusus terhadap sinar ultraviolet matahari yang dapat mengakibatkan kerusakan pada kulit manusia.
Dilansir laman Scientific American, evolusi perubahan warna pigmen pada kulit manusia terjadi sekitar 30 ribu tahun lalu dan ditandai dengan kemunculan pigmen cerah pada kulit manusia. Hal ini menunjukkan bahwa sebetulnya pigmen kulit cerah telah berevolusi akibat sedikit terpapar sinar matahari.

5. Bagaimana dengan bakat atau talenta? Apakah warisan genetik atau hasil kerja keras?


Atlet, seniman, penyanyi, penulis, koki, dan lain sebagainya merupakan profesi yang sangat dipengaruhi oleh bakat. Bagaimana sains memandang hal ini? Apakah bakat merupakan bawaan genetik atau hasil dari kerja keras?
Laman Science Focus menjawab bahwa sebetulnya bakat adalah warisan genetik, namun itu bisa dilatih dalam kurun waktu tertentu. Studi dan penelitian membuktikan bahwa bakat (talenta) dapat diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Jika manusia tidak berbakat dalam hal musik, misalnya, ia bisa saja berlatih selama bertahun-tahun agar menjadi pemusik profesional. Namun orang yang benar-benar berbakat musik, ia akan lebih mudah melewati waktu yang bertahun-tahun tersebut.
Dalam bakat, terdapat kemampuan lebih dan kecintaan seseorang terhadap hal-hal tertentu yang tidak dimiliki oleh orang lain.
Dengan kata lain, bakat atau talenta tanpa diimbangi dengan latihan tak akan maksimal, begitu juga sebaliknya. Namun, bakat yang dibarengi dengan latihan rutin akan membuat seseorang dapat mengaplikasikan bakat dan talentanya tersebut dengan sempurna.
Itulah lima ulasan sains mengenai perbedaan manusia dalam hal ras, karakter, dan juga talenta. Ternyata ada banyak hal yang dapat membuat manusia berbeda, ya!

😉 Anda Sudah Membaca ✔️ Mengapa Fisik dan Karakter Manusia Berbeda-beda? Sains Menjawabnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel Terkait Lainnya

________________________________

Asyik . Unik . Baik



Back to Top