Subscribe | Daftarkan Email Kamu disini

Rangkuman Situs, Aplikasi, Whatsapp Informasi Covid-19 + Hasil Riset Virus Corona SARS-CoV-2


Artikel Terbaru Lainnya :



0 komentar | ✍️ Apa Komentar mu ? Tulis komentarmu, klik disini

Rangkuman Situs, Aplikasi, Whatsapp Informasi Covid-19


[ AyoJalanTerus.com ]  Pemerintah pusat melalui Badan Penanggulangan Bencana Nasional resmi meluncurkan website resmi untuk memberi informasi mengenai virus corona yang menyebabkan Covid-19 di Indonesia. 

Selain itu, pemerintah daerah dan sejumlah elemen masyarakat juga ikut memberikan sumbangsih memberikan informasi seputar virus corona. 

Berikut beberapa situs dan aplikasi yang bisa digunakan untuk mencari informasi seputar hal tersebut.


1. Website Corona nasional
Website buatan anak buah Presiden Joko Widodo, yakni https://www.covid19.go.id memuat berbagai informasi Covid-19 secara nasional. 

BNPB selaku pengelola website secara berkala memperbarui data jumlah orang Indonesia yang positif terinfeksi Covid-19. Selain itu, mereka juga menampilkan data korban meninggal dan sembuh dari penyakit baru tersebut.

Tak hanya itu, data secara global, panduan,  edukasi, dan rumah sakit rujukan bagi masyarakat yang diduga atau terinfeksi Covid-19 tersedia di website tersebut.

2. Chatbot Whatsapp Kemenkominfo
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan menguji coba layanan chatbot informasi corona di WhatsApp dan pesan WhatsApp blast pada Jumat (20/3). Chatbot memungkinkan masyarakat memperoleh informasi virus corona (SARS-CoV-2) secara interaktif di WhatsApp

3. Situs Corona DKI Jakarta
Selain pusat, empat daerah juga membuat website mengenai Covid-19. Daerah yang pertama kali membuat adalah DKI Jakarta dengan website https://corona.jakarta.go.id.

Sama halnya dengan pusat, DKI juga menyajikan beragam informasi dan protokol bagi dinas terkait dalam menangani Covid-19. Khusus data, website yang dikelola anak buah Anies Baswedan itu menyajikan sebaran Covid-19 secara spesifik di DKI.

4. Website Corona Jabar
Selanjutnya, Pemprov Jawa Barat juga membuat website https://pikobar.jabarprov.go.id/ yang memuat data seperti DKI. Peta sebaran Covid-19 di Jabar juga tersedia di website tersebut.

5. Situs Corona Yogyakarta
Dua daerah lain yang membuat website serupa adalah Daerah Istimewa Yogyakarta  https://corona.jogjaprov.go.id 

6. Website Corona Jawa Tengah
Jateng dengan website https://corona.jatengprov.go.id/.

Kedua website itu juga menampilkan peta sebaran Covid-19 di daerahnya masing-masing dan menyediakan beragam panduan, edukasi, dan rumah sakit rujukan Covid-19.

7. Website Banten
Provinsi Banten juga ikut bergabung membuat situs informasi Covid-19 di wilayah mereka https://infocorona.bantenprov.go.id/

8. Website dan aplikasi kedokteran Unpad
Selain pemerintah, elemen masyarakat juga membuat website berisi informasi Covid-19. Fakultas Kedokteran Unpad diketahui mengembangkan aplikasi MAwas diRI COVID-19 (AMARICOVID-19) untuk mengidentifikasi awal gejala sakit secara mandiri.

AMARICOVID-19 ini diklaim dapat digunakan oleh secara gratis bagi masyarakat yang hendak mendapatkan rekomendasi tindakan lanjutan terkait Covid-19. Aplikasi itu dapat digunakan secara daring melalui https://is.gd/AMARICOVID19.

9. Chatbot Whatsapp Corona UNICEF

Informasi mengenai virus corona SARS-COV-2 penyebab penyakit Covid-19 juga bisa diakses lewat perbincangan di Whatsapp.

Layanan milik United Nations Children's Fund (UNICEF) ini bisa diakses ke Layanan U-Report dengan chat ke nomor 08119004567.

Layanan ini bisa memberikan informasi seputar SARS-COV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19 oleh chat bot yang disediakan.

10. Website Corona Kota Bogor
Pemkot bogor telah menyiapkan situs khusus informasi dan peta sebaran corona di wilayahnya, https://www.covid19.kotabogor.go.id/





Enam Hasil Riset Soal Virus Corona SARS-CoV-2


 Virus corona SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19 terus menyebar ke berbagai negara dan menyebabkan ribuan orang meninggal dunia sejak pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Hubei, China, pada Desember 2019.

Di Indonesia, virus ini menyebabkan 309 orang positif, 25 meninggal dan 15 orang dinyatakan sembuh sampai hari ini Jumat (20/3).
 
Peneliti dari berbagai negara berlomba untuk menemukan vaksin yang ampuh untuk membunuh virus tersebut. Penelitian lain juga dilakukan guna mengungkap sumber, cara penularan, hingga cara mendeteksi virus tersebut.

1. Sumber dari hewan

Saat pertama kali ditemukan, ilmuwan China langsung menyatakan bahwa Covid-19 berasal dari kelelawar. Pasalnya, virus tersebut hanya ditemukan pada kelelawar.
 
Namun para peneliti mengatakan ada perantara virus dari kelelawar ke manusia yang diduga adalah ular dan trenggiling. Warga China diketahui menyukai makanan eksotik seperti kelelawar hingga trenggiling.
 
Peneliti Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI), Sugiyono Saputra trenggiling merupakan kandidat kuat inang perantara karena Covid-19 pada tubuh hewan mamalia bersisik itu juga dominan. Dia berkata virus corona dari kelelawar mengalami rekombinasi dengan virus corona dari trenggiling yang kemudian bermutasi dan menginfeksi manusia.
 
"Tapi penelitian lebih lanjut perlu dilakukan. Kita perlu tahu riwayat interaksi penderita atau pasien dengan satwa liar," ujar Sugiyono.


2. Bisa hidup pada benda mati

Selanjutnya, laboratorium virologi National Institutes of Health di Amerika Serikat menyatakan Covid-19 dapat hidup hingga tiga hari pada benda berbahan stainless steel dan plastik. Hal itu diketahui setelah tim NIH melakukan uji coba dengan menempatkan virus tersebut di beberapa benda.
 
Hasil peneliti menemukan fakta bahwa bahan yang paling disukai virus corona adalah stainless steel dan plastik, di mana virus infeksi itu masih dapat dikumpulkan setelah tiga hari dan mungkin bertahan sedikit lebih lama.
 
Adapun benda lain seperti tembaga, peneliti menyatakan bertahan dalam waktu empat jam. Sedangkan di udara, penelitian menunjukkan virus corona mampu bertahan selama sekitar tiga jam.
 
3. Masa inkubasi selama 5 hari

Selanjutnya, penelitian dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health memperkirakan periode rata-rata inkubasi Covid-19 selama 5,1 hari. Selain itu, 97,5 persen orang yang mengalami gejala infeksi Covid-19 bisa dinyatakan positif dalam 11,5 hari setelah terpapar.




Terima Kasih sudah membaca 😊 , Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu . Sekaligus LIKE fanspage  kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya 📌@Tahukah.Anda.Info   Membuka Mata Melihat Dunia 

📢  Sumber  https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200320101711-199-485229/enam-hasil-riset-soal-virus-corona-sars-cov-2





😉 Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Rangkuman Situs, Aplikasi, Whatsapp Informasi Covid-19 + Hasil Riset Virus Corona SARS-CoV-2

Artikel Terkait Lainnya

________________________________

Asyik . Unik . Baik



Back to Top
  PERKEMBANGAN    COVID-19