Subscribe | Daftarkan Email Kamu disini

Sedih & Ironi, Mayoritas Leasing Tolak Driver Online Tunda Bayar Cicilan Kendaraan


Artikel Terbaru Lainnya :



0 komentar | ✍️ Apa Komentar mu ? Tulis komentarmu, klik disini
[ AyoJalanTerus.com ]  Sejak kebijakan penangguhan pembayaran kredit kendaraan karena terdampak Virus Corona diumumkan Presiden Joko Widodo, pada awal pekan ini. Para pengemudi transportasi daring, atau driver online berbondong-bondong mengajukan fasilitas itu ke pihak perusahaan pembiayaan atau leasing.


Namun di lapangan, kenyataan pahit harus ditelan para driver online. Sebab, mayoritas leasing atau perusahaan pembiayaan kendaraan di Indonesia mengumumkan tidak ada kebijakan tersebut.





Ketua Asosiasi Driver Online (ADO) Wiwit  Sudarsono mengungkapkan, cicilan kendaraan para anggotanya bulan ini harus tetap dibayarkan secara penuh. Sebab, para leasing mengaku belum mendapatkan pengumuman resmi stimulus ekonomi yang diinstruksikan Jokowi melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu.

"Akibat ketidaktegasan OJK dalam mengeluarkan regulasi. Hampir semua finance atau leasing mengabaikan imbauan presiden (Soal penundaan pembayaran cicilan kendaraan ojek dan taksi)," ujar Wiwit, dikutip Jumat 27 Maret 2020.

OJK melalui POJK No.11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease. Sejatinya, telah meminta leasing untuk melakukan relaksasi kredit bagi debiturnya yang terdampak Corona.

Wiwit mengatakan, aturan itu pun tidak kuat dan tegas. Karena pada akhirnya OJK memberikan kewenangan sepenuhnya untuk leasing dalam menentukan kebijakannya sendiri.

Lebih lanjut dia menyampaikan, sejak pandemi Corona meluas di Indonesia akhir bulan lalu, penghasilan para driver online terjun bebas. Apalagi, sejak kebijakan pembatasan sosial atau social distancing diberlakukan pemerintah.

Karena itu menurutnya, perlu ada kebijakan yang tegas dari OJK atau Pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini.

"Kami tidak memiliki solusi lain, selain relaksasi kredit yang dijanjikan oleh pemerintah kepada para driver ojol (Ojek online) dan taksol (Taksi online)," ungkapnya. (viva)


 ***

 "Tukang ojek dan sopir taksi yang sedang memiliki kredit motor atau mobil, atau nelayan yang sedang memiliki kredit, saya sampaikan ke mereka tidak perlu khawatir karena pembayaran bunga atau angsuran diberikan kelonggaran selama 1 tahun," ujar Jokowi.

 Link: Kompas

 ***

KENYATAANNYA...

Mayoritas Leasing Tolak Driver Online Tunda Bayar Cicilan Kendaraan
https://www.viva.co.id/otomotif/1207945-mayoritas-leasing-tolak-driver-online-tunda-bayar-cicilan-kendaraan

 Pantas saja waktu ada berita gembira yang disampaikan Jokowi itu, warganet sudah langsung merespon...

 "KABAR GEMBIRA !
 PENTING DI SAVE
 Dan DISEBARLUASKAN

 Buat Yg Punya CICILAN & ANGSURAN

 Kabar BURUK nya :
 Dia ... Yg Ngomong

 *Kita tunggu Episode Pembelaan Dari para #AnjingPeking Bila ternyata BOHONG," ujar akun @Anggraini_4yu pada 25 Maret lalu saat Jokowi berjanji.

KABAR GEMBIRA !
PENTING DI SAVE
Dan DISEBARLUASKAN

Buat Yg Punya CICILAN & ANGSURAN

Kabar BURUK nya :
Jokowi Yg Ngomong

*Kita tunggu Episode Pembelaan Dari para Bila ternyata BOHONG

461 people are talking about this



KABAR BAIK... JADI KABAR BURUK https://bit.ly/3aorkB9 

View image on Twitter
Kabar baik : seluruh driver online baik ojol maupun taxi daring didispensasi tunggakannya selama 1 tahun akibat wabah Corona ini

Kabar buruk : yang ngasih tahu jokowi

See Tololransi's other Tweets


KABAR BAIK... JADI KABAR BURUK https://bit.ly/3aorkB9 

View image on Twitter
Makany pak sebelum diomongin tuh omongin dulu sm mereka penyedia jasa keuangan nya...,,,klo dh gini kan repot...

See dede_andi's other Tweets




😉 Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Sedih & Ironi, Mayoritas Leasing Tolak Driver Online Tunda Bayar Cicilan Kendaraan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik, bijak dan sesuai dengan topik 👌,
Terima kasih atas perhatiannya. 🙂

Artikel Terkait Lainnya

________________________________

Asyik . Unik . Baik



Back to Top
  PERKEMBANGAN    COVID-19