3 Fatwa Mufti Arab Saudi, Tiadakan Sholat Tarawih di Masjid Termasuk Masjidil Haram dan Nabawi






[ AyoJalanTerus.com ]   Jelang Ramadhan 2020, berbagai persiapan dilakukan umat Islam di tengah pandemi virus corona. Kementerian urusan dakwah dan Islam mengumumkan, sholat tarawih hanya akan dilakukan di rumah bukan di masjid.

"Penangguhan sholat wajib lima waktu di masjid menjadi di rumah lebih penting daripada sholat tarawih. Kita meminta Allah SWT menerima sholat tarawih di tempat yang lebih baik untuk kesehatan. Selain menerima ibadah, kita juga meminta Allah SWT melindungi semuanya dari virus corona yang menyerang seluruh dunia," kata menteri urusan Islam Arab Saudi Dr Abdul Latif Al Sheikh, dikutip dari Gulf News yang mengambil dari Al Riyadh.



Aturan sholat tarawih di rumah berlaku untuk seluruh masjid di Arab Saudi termasuk Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Penerapan sholat di rumah senada dengan saran dan intruksi dari kementerian kesehatan Saudi, untuk berhati-hati dan menjaga jarak selama pandemi virus corona.

Selain sholat tarawih di rumah, Saudi juga menginstruksikan jumlah orang yang bisa ikut sholat jenazah. Sholat hanya bisa dilakukan 5-6 orang dari keluarga dekat jenazah. Hal ini untuk mencegah terlalu banyak orang berkumpul saat pemakaman, yang meningkatkan risiko tertular COVID-19.

Selain pelarangan sholat tarawih di masjid, Saudi juga mengubah aturan jam malam yang awalnya dimulai pada pukul 19.00 atau 7 malam. Seluruh masyarakat wajib berada di rumah 24 jam kecuali untuk urusan yang benar-benar penting. Masyarakat yang melanggar aturan dikenai hukuman denda atau penjara.






Kementerian dalam negeri Saudi hanya membolehkan petugas kesehatan, keamanan, atau bidang lain terkait penanganan virus corona berada di jalanan. Selebihnya mengalami lockdown dengan terus berada di rumah untuk mencegah infeksi virus corona.


Virus corona dan dampaknya pada kehidupan manusia dipastikan mengubah wajah Ramadhan 2020. Perubahan diharapkan tidak memadamkan semangat para muslim melakukan ibadah semaksimal mungkin berharap perlindungan menghadapi virus corona atau COVID-19.(dtk)

3 Fatwa Mufti Arab Saudi Saat Ramadan Dibayang-bayangi Pandemi Corona



Berbagai pertanyaan ditujukan kepada Grand Mufti Arab Saudi sekaligus Ketua Kibar Ulama, dan Ketua Umum Penelitian Ilmiah dan Fatwa, Syaikh Abdulaziz bin Abdullah bin Muhammad Al Sheikh.
Ada tiga pertanyaanya terkait dengan bulan Ramadhan yang masih dalam bayang-bayang pandemi Corona.
Pertanyaan pertama adalah terkait dengan keabsahan shalat taraweh di rumah.
Syaikh Abdulaziz menjawab: “Berkenaan dengan sholat Tarawih di rumah di bulan Ramadhan tahun ini, karena tidak mungkin dilaksanakan di masjid-masjid.
Ini sebagai tindakan pencegahan yang diambil oleh otoritas yang berwenang untuk memerangi penyebaran virus corona.
Sesungguhnya manusia mendirikan shalat di rumah untuk mendapatkan kemuliaan di malam-malam Ramadhan yang diberkati.
Dan telah tetap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendirikan qiyamul lail di rumahnya. Dan tidak diragukan, bahwa shalat Tarawih adalah sunnah dan bukan wajib.”
Pertanyaan berikutnya adalah tentang legalitas sholat Ied di rumah.
Syaikh Abdulaziz menjawab: “Adapun shalat Idul Fitri, jika keadaan seperti ini berlanjut, maka tidak mungkin dilaksanakan di tempat-tempat shalat dan masjid yang biasa dikhususkan untuk itu. Maka diperkenankan shalat di rumah tanpa khutbah.
Telah ada fatwa yang dikeluarkan oleh Lajnah Daimah Lilfatwa: barangsiapa yang terlewat sholat Idul Fitri dan ingin menqadhanya, ini yang dianjurkan, maka menqadha shalat sebagaimana sifatnya, tanpa khutbah setelahnya.
Jika qadha dianjurkan bagi yang terlewatkan sholat Ied berjemaah dengan imam dan kaum muslimin, maka yang lebih utama, mendirikan shalat yang disyariatkan lebih berhak dilaksanakan di tempatnya, karena melaksanakan shalat sesuai dengan kemampuannya.
Allah berfirman: “Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu.” (QS. Taghobun: 16). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kalau saya perintahkah kamu semua dengan suatu perintah, maka lakukan sesuai dengan kemampuan kamu semua.” HR. Bukhori (7288) dan Muslim (1337).”
Dan pertanyaan terakhir, tentang waktu terakhir mengeluarkan zakat fitr.
Sebagaimana diketahui bahwa waktu terakhir untuk zakat al-fitr adalah saat didirikan sholat Idul Fitri. Sedangkan shalat Ied tidak dilakukan di seluruh kota Arab Saudi, kecuali Masjidil Haram Makkah dan Masjid Nabawi.
Maka kapan waktu terakhir dikeluarkan zakat fitri untuk kota-kota lain? Dan kapan waktu terakhir untuk takbir yang dimulai pada malam Idul Fitri saat matahari tenggealam, jika shalat Idul Fitri tidak diadakan?
Syaikh Abdul Aziz menjawab: “Adapun waktu terakhir pembayaran zakat fitr dan takbir yang disyari’atkan, di tempat yang tidak didirikan sholat Idul Fitri, yaitu setelah matahari terbit yang saat itu memungkinkan dilaksanakan shalat Idul Fitri di tempat tersebut. sabq

Artikel Terkait Lainnya

Terdepan Mengabarkan !



Back to Top