Harga Minyak Dunia Turun, Malaysia Jual Pertamax Rp4.500, Disini Cashback 50% untuk 10 Ribu Ojol






Imbas Minyak Dunia Turun Malaysia Jual Pertamax Rp4.500, Apa Kabar Negara +62 ? 

 Jakarta - Mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini menilai penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi suatu hal paling mendesak yang harus dilakukan pemerintah pada saat ini. 


Imbas Minyak Dunia Turun Malaysia Jual Pertamax Rp4.500, Rudi Rubiandini: Harga yang Pantas Diterima Masyarakat Sebesar Rp5.500 per Liter





Menurutnya, penyesuaian harga BBM naik ataupun turun harus mengikuti kesepakatan awal yang telah berjalan yaitu setiap periode dua minggu sekali, sehingga tidak menghilangkan kepercayaan konsumen dalam hal ini masyarakat pada pemerintah, yang selama ini dilakukan pada tanggal 1 atau 15.

"Apalagi sekarang sudah harusnya turun sejak sebulan lalu, sehingga kewajiban menurunkan harga BBM sudah sangat mendesak," kata Rudi Rubiandini melalui keterangan tertulisnya kepada Industry.co.id, Minggu (12/4/2020).

Namun, lanjut Rudi, pemerintah harus bijak menyikapi nilai jual-nya kepada masyarakat, di satu sisi jangan sampai ada kesan mengeksploitasi masyarakat dengan memberi harga terlalu tinggi jauh dari nilai keekonomian.

"Tapi jangan juga terlalu rendah sehingga membutuhkan subsidi yang tinggi dari pemerintah," terang Mantan Wamen ESDM di era SBY ini.

Dijelaskan Rudi, bila menggunakan parameter baru yang sedang terjadi yaitu USD senilai Rp16.000 dan harga minyak USD 35/barrel, maka harga minyak mentah setara Rp3.500, ditambah biaya pengolahan, transportasi, dan Ppn maka bisa menjadi Rp4.500.

"Bila ditambah keuntungan Pertamina 10%, maka akan menjadi seharga Rp5.000," jelas Rudi.

Selanjutnya untuk menjaga kelangsungan tugas Pertamina menjaga satu harga sampai ke pelosok ditambah menutupi penurunan pendapatan di sisi hulu maka masih pantas ditambah lagi dengan nilai Rp500 - 1.000 per liter BBM.

"Artinya, harga yang dijual ke masyarakat Rp5.500 - 6.000 adalah harga yang sudah memasukkan segala macam aspek sehingga Pertamina mendapat perlindungan dan masyarakat juga membeli dengan harha yang wajar dan masih terjangkau," terangnya.




Sebagai perbandingan, saat ini di negara tetangga Malaysia harga Ron 95 (Pertamax) adalah 1,25 Ringgit atau setara dengan Rp4.500 per liter.

"Jadi wajar kalau di Indonesia dijual dengan harga Rp5.500," ungkapnya.

"Jangan sampai anugerah harga minyak dunia turun tidak dirasakan dan dinikmati masyarakat Indonesia, tetapi hanya dinikmati oleh pemerintah dan BUMN saja," tutup Rudi.


Pertamina Beri Cashback 50% Beli BBM untuk 10 Ribu Ojol Tiap Hari


Pertamina meluncurkan program khusus untuk para Ojek Online berupa cashback untuk pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Pertamina melalui aplikasi MyPertamina. Program berbagi #berkahdirumah ini memberikan cashback 50% dengan maksimal nilai Rp15.000 per hari yang bisa didapatkan oleh 10.000 pengemudi ojol setiap harinya.

Penerapan social distancing dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berdampak cukup berat bagi para pengemudi ojek oline. Mereka tidak boleh membawa penumpang demi menghindari penyebaran virus corona (COVID-19) semakin meluas. Padahal sebagian besar dari mereka menggantungkan hidupnya dari orderan. Saat ini mereka hanya diperbolehkan mengantar barang atau menerima pesanan makanan.




Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, menjelaskan program ini merupakan upaya Pertamina untuk meringankan beban hidup para pengemudi ojol terutama pada masa wabah COVID-19.  Pada saat masyarakat memilih untuk beraktivitas di rumah saja sesuai dengan himbauan pemerintah, para ojek online ini menjadi salah satu profesi yang sangat bermanfaat dan dihandalkan untuk membantu memberikan pelayanan penghantaran kebutuhan sehari-hari.

“Sebagai apresiasi atas jasa yang diberikan Ojek Online, Pertamina memberikan program khusus dalam pembelian BBM yang menggunakan aplikasi MyPertamina. Diharapkan program yang berjalan 3 bulan ke depan ini juga bisa meringankan beban biaya yang harus dikeluarkan Ojek Online dalam menjalankan pekerjaannya,” ujar seperti dilansir dari situs resmi Pertamina.

Ia mengatakan total cashback saldo yang akan diberikan Pertamina untuk keseluruhan program ini sebesar Rp 13,5 miliar.



Caranya

Untuk mengikuti program ini, ada syaratnya. pengemudi Ojek Online harus mengunduh aplikasi MyPertamina dan mengaktifkan fitur LinkAja. Kemudian pengemudi dapat melakukan pembelian BBM non subsidi (Pertalite dan Pertamax Series) dengan pembayaran non tunai LinkAja yang ada di aplikasi MyPertamina.
Selanjutnya, pengemudi dapat melakukan screenshoot user profile mitra Ojek Online dan meng-upload ke MyPertamina (pilih banner Ojek Online, lalu pilih Info Lebih Lanjut dan Upload). Kemudian upload screenshoot bukti pembayaran BBM dengan LinkAja dan masukkan reference number. Program ini hanya berlaku di SPBU yang telah menyediakan fitur transaksi non tunai dengan LinkAja, yang daftarnya dapat dilihat di https://mypertamina.id/spbu/








Selain mendapatkan cashback, semua pengemudi Ojek Online yang melakukan tahap-tahap tersebut, maka juga bisa mendapatkan kupon ganda untuk mengkuti Undian Berbagi Berkah MyPertamina 2020. Program ini berlaku pada periode 14 April – 12 Juli 2020 untuk Ojek Online di seluruh Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Pertamina Call Center 135 atau mengakses ke website www.mypertamina.id.





Aturan Ojol Selama PSBB

Aturan mengenai ojol sempat menjadi pedebatan. Di awal disebutkan demi mencegah perluasan wabah COVID-19, ojol sama sekali tidak boleh membawa penumpang. Salah satunya Pergub DKI Jakarta No.33 Tahun 2020 tentang pembatasan penggunaan moda transpotasi untuk pergerakan orang dan barang. Pasal 18 Ayat 6 menyebutkan angkutan roda dua berbasis aplikasi dibatasi pengunaannya hanya untuk pengangkutan barang.
Namun belakangan Menteri Perhubungan Ad Interim Luhut Binsar Pandjaitan meneken Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).
Peraturan Menhub itu juga mengatur tentang ketentuan transportasi umum terkait antisipasi meluasnya penyebaran Covid-19. Salah satu yang menjadi sorotan adalah mengenai ketentuan ojek online yang dinilai tidak memberikan penegasan apakah angkutan roda dua berbasis aplikasi itu bisa memuat penumpang.
Dalam Pasal 11 Ayat (1) huruf c, disebutkan: "Sepeda motor berbasis aplikasi dibatasi penggunaannya hanya untuk pengangkutan barang." Namun, aturan Permenhub yang lebih umum mengenai sepeda motor dapat mengangkut penumpang selama untuk kepentingan pribadi dan masyarakat diatur dalam pasal dan ayat yang sama, tetapi di huruf d. Pengemudi sepeda motor masih dibolehkan ada penumpang selama memenuhi sejumlah ketentuan.
Isi aturan tersebut berbunyi: "Dalam hal tertentu untuk tujuan melayani kepentingan masyarakat dan untuk kepentingan pribadi, sepeda motor dapat mengangkut penumpang dengan ketentuan harus memenuhi protokol kesehatan sebagai berikut: 1. aktivitas lain yang diperbolehkan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar; 2. melakukan disinfeksi kendaraan dan perlengkapansebelum dan setelah selesai digunakan; 3. menggunakan masker dan sarung tangan; dan 4. tidak berkendara jika sedang mengalami suhu badan diatas normal atau sakit.




Cashback BBM Jangan Cuma buat Ojol, Dong!




 Pertamina memberikan bantuan kepada driver ojek online (ojol) berupa cashback bahan bakar minyak (BBM) hingga 50%. Program cashback atau pengembalian tunai hingga 50% diberikan kepada 10 ribu pengemudi ojol.

Cashback akan diberikan untuk pembelian bensin Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo melalui aplikasi MyPertamina. Promo berlaku hingga 12 Juli 2020. Namun, promo ini hanya dapat dinikmati untuk maksimal cashback sebesar Rp15 ribu.

Pengamat transportasi yang juga Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno, menyayangkan hak spesial itu hanya berlaku untuk ojek online. Padahal, jasa transportasi lainnya juga terpukul di tengah pandemi virus Corona (COVID-19) ini.

"Profesi pengemudi ojek online (ojol) atau daring bukanlah satu-satunya profesi pengemudi angkutan umum yang mengalami penurunan pendapatan di masa pandemi COVID-19. Namun, perhatian pemerintah dan BUMN cukup berlebihan terhadap pengemudi ojek daring. Walaupun dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, ojek bukan termasuk angkutan umum. Seyogyanya pemerintah dan BUMN dapat bertindak adil terhadap seluruh profesi pengemudi angkutan umum," ucap Djoko dalam pernyataannya yang diterima detikOto, Rabu (15/4/2020).

Djoko menegaskan, seharusnya pemerintah sekalipun melalui BUMN dalam mengambil kebijakan sektor transportasi harus berlaku adil dan tidak memihak ke kelompok tertentu. Hal ini sangat berpotensi menimbulkan kecemburuan pada pengusaha jasa angkutan lainnya.

"Seperti misalnya angkutan kota (angkot), taksi, ataupun bus-bus angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP) maupun angkutan antar kota antar Provinsi (AKAP), bus pariwisata, angkutan antar jemput antar provinsi (AJAP) atau travel, bajaj, becak motor, bentor (becak nempel motor), ojek pangkalan (opang) dan sudah pasti juga para pelaku usaha jasa angkutan barang/logistik," sebut Djoko.

Menurutnya, jika pemerintah dan BUMN mau adil, tidak hanya pengemudi ojol yang mendapatkan cashback BBM atau bentuk bantuan lainnya. Sebaiknya juga diberikan bantuan kepada seluruh pengemudi transportasi umum yang lainnya.

"Ketidakadilan ini harus segera diakhiri, supaya ketegangan di kalangan masyarakat bisa mereda. Negara ini sedang dirundung duka janganlah lagi ditambah masalah akibat ketidakadilan itu," tutup Djoko.



Artikel Terkait Lainnya

Terdepan Mengabarkan !



Back to Top