Ramai Bantuan 'Nasi Anjing' Bikin Resah Warga, Polisi Pastikan Menu Halal di Tanjung Priok




[ AyoJalanTerus.com ]  Polres Metro Jakarta Utara menyelidiki kasus "Nasi Anjing," nasi bungkus berlogo kepala anjing yang dibagikan kepada warga Warakas Tanjung Priok, Minggu dini hari.
"Polres Metro Jakarta Utara melaksanakan patroli, mendapat info dari warga Warakas Tanjung Priok tepatnya di sekitar Masjid Babah Alun Warakas bahwa ada pembagian makanan siap santap kepada warga Warakas yang berlogo kepala anjing dan ada tulisan berbunyi 'nasi anjing, nasi orang kecil, bersahabat dengan nasi kucing'. #Jakartatahanbanting," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Jakarta, Minggu.


Pihaknya mendapat laporan dari warga Warakas Tanjung Priok yang merasa dilecehkan dengan adanya pihak yang membagikan "Nasi Anjing" sebagai bantuan makanan untuk warga terdampak pandemi COVID-19.
Warga merasa isi dari bungkusan makanan adalah daging anjing dan makanan tersebut dibagikan kepada warganya yang mayoritas muslim.
Polisi kemudian mengumpulkan beberapa keterangan saksi dan mengamankan beberapa orang ke Polres Metro Jakarta Utara untuk dilakukan pemeriksaan yang lebih mendalam.
Saksi tersebut diantaranya pria pembuat video soal temuan "Nasi Anjing" bernama Asep Sanudi, penerima makanan bernama Ahmad Lanijaelani
dan seorang ibu rumah tangga bernama Jamah yang juga menerima makanan.
"Melakukan klarifikasi terhadap para saksi," kata dia.


Kemudian, polisi menyita beberapa bungkusan berisi nasi dan daging yang bertuliskan "Nasi Anjing,". Polisi juga meminta keterangan RT/RW dan perwakilan warga untuk mendengarkan klarifikasi dari pemberi makanan.
"Melakukan pemeriksaan laboratoris daging apa yang terdapat dalam bungkusan tersebut. Melakukan penyelidikan terkait motif lain dari pembagian makanan jadi tersebut," kata Yusri.
Pembagi makanan tersebut adalah komunitas bernama ARK QAHAL berpusat di Jakarta Barat.
Artikel Asli



Berikut isi unggahan tersebut:

"Bismillah [PERHATIAN]
Ahad lalu, ada salah satu follower mengirimkan video ini, dan langsung kami kirim tim untuk memeriksa di sekitar Warakas, Priok, dimana ada aktifitas membagi bagikan nasi.

Lalu ternyata memang benar, ada dari pihak salah satu rumah ibadah yang membagi bagikan ratusan bungkus nasi dengan lauk daging anjing kepada masyarakat umum.

Dan masyarakat yang kebagian disekitaran kolong jembatan, depan masjid Babah Alun, dan karena LAPAR, maka masyarakat makan langsung tanpa bertanya tanya ini daging apa, astaghfirullah

Dan setelah kami konfirmasi ke rumah ibadah itu, krn yg melakukam adalah pengurus di rumah ibadah itu, namun, mereka mengelak dan mengatakan ini adalah oknum, mereka menyatakan bukan pihak rumah ibadah nya, dan kami sudah agak jauh bertanya, namun pihak mereka mengelak terus dan lepas tanggung jawab dan menyatakan ini ulah oknum

Baiklah, oknumnya sendiri sekarang sudah gak tau dimana, insyaaAllah nama nya sudah ada,

Sebenarnya saya gak mau posting ini menunggu tertangkap aja, saya cuma kasih kisi2 pakai postingan leopard beberapa hari lalu
Namun krn akhirnya video nya beredar dan banyak yg posting, akhirnya saya angkat sedikit

Semoga bermanfaat

Steven Indra
Mualaf Center Indonesia
InsyaaAllah kami akan tetap ada untuk membantu mualaf dan membentengi aqidah ummat"

Ketika dikonfirmasi ke Wali Kota Jakarta Utara, Sigit Wijatmoko, mengatakan bahwa kasus tersebut telah ditangani oleh Polres Jakarta Utara.

"Saat ini kasus itu sudah dalam ranah kepolisian. Sudah ditangani Polres," kata Sigit ketika dihubungi Warta Kota, Minggu (26/4/2020).

Sigit pun mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi setiap bentuk kepedulian.

Namun niat baik juga harus dilakukan dengan cara yang benar.

"Distribusi bansos dikerjakan dengan melibatkan RW dan RT bersama satgas percepatan penanganan covid-19 di wilayahnya masing-masing"

"Kiranya hal tersebut bisa dijadikan referensi bagi siapa saja yang ingin berikan donasi kepedulian," kata mantan Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta itu.

Ia juga menyebut bahwa niat yang mulia dan baik, dikerjakan secara benar.


Dengan melibatkan pihak yang bertanggung jawab, maka akan makin mewujudkan ketahanan sosial bagi semua.




Bagikan Sembako

Dewan Pimpinan Wilayah - DPW Serikat Pekerja BPJamsostek DKI Jakarta melakukan kegiatan sosial dalam rangka membantu sesama di tengah pandemi Covid-19 dan menyambut bulan suci Ramadan 1441 H di beberapa panti asuhan di Jakarta, Sabtu (25/4/2020).

Sekretaris Wilayah Serikat Pekerja DKI Jakarta Dimas Rapanta mengatakan kegiatan sosial dengan tema sharing and caring dilakukan di beberapa panti asuhan di Jakarta.

"Selain dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan, kegiatan ini juga sebagai ucapan syukur atas ulang tahun serikat pekerja BPJamsostek yang ke-21," kata Dimas melalui keterangan tertulisnya.

Kegiatan sosial pembagian sembako ini dibagi menjadi 4 tim yang memberikan bantuan sembako kepada 4 panti asuhan yaitu Yayasan Yatim Piatu Al-Andalusia, Panti Asuhan Elderly social budi mulia, Panti Asuhan Ar-roihan, dan Panti Asuhan Orphanage Tebet.



'Nasi Anjing' Bikin Resah Warga, Polisi Pastikan Menu Halal


Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menegaskan makanan sumbangan di tengah pandemi virus corona bertuliskan 'Nasi Anjing' terdiri dari bahan makanan halal.

Dia membenarkan temuan aparat kepolisian soal penerimaan bantuan makanan siap saji berlogo kepala anjing. Logo itu disertai tulisan 'Nasi Anjing, Nasi Orang Kecil, Bersahabat dengan Nasi Kucing #Jakartatahanbanting' di Tanjung Priok Jakarta Utara.

Yusri menjelaskan bahwa pembagian makanan itu dilakukan di sekitar Masjid Babah Alun, Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Minggu (26/4) dini hari. Pembagian makanan 'Nasi Anjing' tersebut sempat meresahkan masyarakat.


"Pada saat tim Tiger Polrestro Jakut melaksanakan patroli, mendapat informasi dari warga Warakas, Tanjung Priok bahwa ada pembagian makanan siap santap kepada warga yang berlogo kepala anjing," kata Yusri melalui keterangan resmi, Minggu (26/4).

Yusri menjelaskan, warga sekitar yang mendapatkan makanan itu pun merasa dilecehkan dengan bungkusan nasi dengan tulisan tersebut.

Para warga, kata Yusri, berasumsi bahwa isi makanan yang dibungkus itu pun adalah daging anjing yang diharamkan umat Islam.

"Serta kenapa warga umat muslim yang diberikan makanan anjing," kata Yusri.
Oleh sebab itu, pihak kepolisian pun mengusut temuan tersebut dan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Setidaknya, polisi memeriksa tiga orang saksi dan menyita sejumlah barang bukti guna mengetahui pengirim makanan siap saji itu.

"Akhirnya diketahui merupakan komunitas ibadah kristiani dengan nama ARK QAHAL berpusat di Jakarta Barat," kata Yusri.


Setelah itu, pihak kepolisian pun melakukan pemeriksaan dan juga mengklarifikasi temuan tersebut kepada pihak-pihak yang bersangkutan.

Dalam hal ini, aparat kepolisian juga melakukan pengujian terhadap sampel bahan makanan yang dibagikan oleh komunitas tersebut kepada warga di wilayah Tanjung Priok.

"Melakukan pemeriksaan laboratoris daging apa yang terdapat dalam bungkusan," lanjut Yusri.

Setelah melakukan penyelidikan, Yusri menjelaskan bahwa pihak kepolisian mendapati kesimpulan bahwa makanan yang dibagikan itu menggunakan bahan-bahan yang halal.

"Mendatangi tempat pembuatan nasi [anjing] tersebut dan mendapati bahwa pembuatan nasi dengan bahan halal," Ungkap Yusri menjelaskan temuan penyelidikan.

Menurut dia, pihak komunitas menjelaskan bahwa penggunaan kata 'Nasi Anjing' dalam makanan tersebut adalah karena binatang itu dianggap memiliki sikap yang setia. Selain itu, porsi dalam makanan bungkusan itu pun lebih banyak jika dibandingkan dengan nasi kucing.

Beberapa bahan yang digunakan dalam makanan bungkusan itu berupa cumi, sosis sapi, ikan teri, dan lain-lain sesuai dengan menu standar.

"Dugaan sementara terjadi salah persepsi antara pembuat atau pemberi nasi dengan penerima nasi," pungkas Yusri.

Terkait dengan hal itu, pihak kepolisian pun telah mempertemukan pihak-pihak terkait untuk saling menjelaskan kesalahan persepsi tersebut.

Kesimpulannya, kata Yusri, pihak pemberi makanan diminta untuk mengganti istilah nasi anjing dengan istilah lain yang tidak menimbulkan persepsi tertentu. (mjo/bac)



Artikel Terkait Lainnya

Terdepan Mengabarkan !



Back to Top