Tere Liye: Negeri ini seolah negara mainan saja, "Mereka Terlalu Lucu" ~ dengan pemandu sorak Buzzer






[ AyoJalanTerus.com ]  Saya itu lagi puasa menulis tentang pandemi Covid-19. Tapi Gusti, di Indonesia itu adaaa saja situasi yang tidak tertahankan untuk ditulis. Baiklah, namanya juga manusia, kadang tidak bisa menahan diri.


Satu setengah minggu lalu, Menteri Kesehatan mengeluarkan Peraturan Menteri No. 9 Tahun 2020, tentang PSBB, alias Pembatasan Sosial Berskala Besar. Salah-satu pasalnya tentang bahwa ojek online hanya boleh beroperasi mengangkut barang, bukan orang.







Seminggu kemudian, Menteri Perhubungan (dalam hal ini adalah Tuan Luhut sebagai pejabat pengganti), menerbitkan Peraturan Menteri No 18 tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), isinya justeru membolehkan ojek online mengangkut penumpang.

Saya tidak akan membahas substansinya. Mana yang benar, boleh angkut penumpang atau tidak, mana yg oke, itu bukan urusan sy.

Tapi ayolah, ini lucu sekali. Dua menteri, satu Presiden, beda suara. Dan lebih lucu lagi,
saat daerah nurut sama Menteri Kesehatan, melarang ojek online mengangkut penumpang, buzzer, fans politisi, mencaci maki Gubernur, Walikota, Bupati dll. Untuk kemudian memuja idolanya. Dua Permen ini jadi biang fitnah, provokasi, pertengkaran jadinya.

Negeri ini seolah negara mainan saja. Dipimpin oleh para pelawak, dengan pemandu sorak buzzer dan fans alay politik murahan.

Cukup 1% saja kalian punya akal sehat, kalian seharusnya tahu: dua peraturan menteri yang bertolak belakang ini adalah BUKTI nyata betapa tidak becusnya mereka. Apa susahnya sih koordinasi. Ngobrol gitu loh. Jangan sok kuasa semua. Mereka ini dikasih kuasa atas anggaran ribuan trilyun, utang terus nambah, rakyat disuruh bayar pajak, berebut pengin jadi penguasa, janji ini, janji itu, eeh, ngurus dua peraturan menteri biar sinkron saja tidak bisa.

Sungguh, mereka terlalu lucu.

(by Tere Liye)

*Tere Liye adalah penulis novel2 'berbahaya' seperti "Negeri Para Bedebah", "Negeri Di Ujung Tanduk", dan "Bedebah Di Ujung Tanduk"





Artikel Terkait Lainnya

Terdepan Mengabarkan !



Back to Top