Kisah Didi Kempot dan Mamiek Prakoso Bawakan Seni Jawa hingga Berhasil Taklukkan Ibu kota




[ AyoJalanTerus.com ]  Kabar duka kembali menyelimuti dunia musik tanah air. Penyanyi tembang campursari yang belakangan begitu hype, Didi Kempot dikabarkan meninggal dunia. Dilansir dari Kompas (05/05/2020), penyanyi bernama asli Didi Prasetyo atau tenar dengan nama panggung Didi Kempot itu menghembuskan nafas terakhir di di Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo Jawa Tengah.

Ada banyak kenangan yang menjadi saksi sejarah bagi perjalanan seorang Didi Kempot. Salah satunya saat merintis karir bersama sang kakak, Mamiek Prakoso yang juga telah berpulang. Bermodalkan kemampuan di bidang kesenian Jawa, keduanya berangkat ke Jakarta dan meniti karir di jalurnya masing-masing hingga sukses menaklukkan ibu kota. Begini ceritanya.

Baik Didi maupun Mamiek, keduanya memang dikenal luas oleh masyarakat sebagai pegiat kesenian Jawa yang sukses di ibu kota. Meski tak mudah, kedua bersaudara itu berhasil meniti karirnya di jalur masing-masing. Keberhasilan Didi dan Mamiek ini juga tak lepas dari didikan seni dari sang ayah, Ranto Edi Gudel atau Mbah Ranto yang juga berprofesi sebagai pemain ketoprak.

Sukses merengkuh popularitas di bidangnya masing-masing



Kedua bersaudara yang dikenal dekat satu sama lain ini, akhirnya berhasil menjadi seniman yang sukses menaklukkan ibu kota Jakarta dengan kesenian Jawa yang dibawanya. Hanya saja, baik Didi maupun Mamiek memilih jalur popularitasnya masing-masing. Jika Didi dikenal sebagai tembang campursari yang populer, Mamiek justru tenar di panggung hiburan sebagai anggota grup lawak Srimulat.

Pesan Mamiek kepada Didi Kempot sebelum dirinya tiada



Didi Kempot saat menghadiri pemakaman sang kakak, Mamiek Prakoso [sumber gambar]
Ada sebuah kenangan manis yang selalu diingat Didi sebelum Mamiek meninggal dunia pada 3 Agustus 2014. Di tengah perbincangan keduanya, ia dinasehati sang kakak soal masa depannya sebagai seniman. Kala itu, Mamiek mengibaratkan Didi sebagai berlian yang bentuknya masih separuh. Hal ini difilosofikan sebagai popularitas yang selama ini didapatnya sebagai penyanyi campursari. Itu artinya, Mamiek mengisyaratkan agar Didi tetap terus berkarya karena masih memiliki separuh (peluang) lagi hingga menjadi berlian seutuhnya.


Didi Kempot mendadak terkenal kembali



Meski dikenal luas lewat tembang-tembang campursarinya, nama Didi Kempot sempat tenggelam dari hingar bingar industri musik tanah air. Namun, dirinya kemudian mendadak tenar kembali setelah lagu Pamer Bojo” menjadi hits di kalangan anak-anak muda di tahun 2019. Mengusung lirik lagu yang bertema soal kesedihan, patah hati, cinta yang tak terbalas, menjadi kekuatan seorang Didi Kempot untuk kembali eksis belantika musik Indonesia.

Dikabarkan meninggal dunia di tengah kejayaan popularitas sebagai penyanyi


Berkat lagu-lagunya yang banyak menggambarkan realitas seputar kehidupan asmara dan lika-likunya, Didi Kempot pun kembali eksis di belantika musik nasional. Terutama di kalangan anak-anak muda yang disebut sebagai sobat ambyar. Julukan sebagai Godfather of Brokenheart pun disematkan pada dirinya. Seiring popularitasnya yang naik, penyanyi kelahiran 31 Desember 1966 dikabarkan telah meninggal dunia pada Selasa (5/5/2020).
Kabar meninggalnya Didi Kempot sendiri datang dari Asisten Manajer Humas RS Kasih Ibu, Divan Fernandez. Menurut dirinya, penyanyi tembang campur sari berjuluk Godfather of Brokenheart  itu dibawa ke rumah sakit dalam keadaan tidak sadar. Meski sempat dilakukan pertolongan, takdir ternyata berkehendak lain. Selamat jalan Didi Kempot. Karya-karyamu akan selalu abadi dan dikenang sepanjang masa.


📢  Sumber https://www.boombastis.com/kisah-didi-kempot-dan-mamiek-prakoso/266437




Artikel Terkait Lainnya

Terdepan Mengabarkan !

Back to Top


Subscribe | Daftarkan Email Kamu disini