5 Fakta Penting Coca Cola, Minuman Rasis Pembasmi Hama Hingga dapat sembuhkan Corona




[ TahukahAnda.info ]  Siapa yang tak kenal dengan minuman soda dengan merek Coca Cola. Tentu hampir semua pernah merasakan sensasi minuman yang satu ini. Namun siapa yang menyangka jika ada beberapa fakta menarik mengenai Coca Cola. Bahkan beberapa diantara fakta tersebut sangat mengagetkan.

Dari rangkuman redaksi, memang ada beberapa catatan menarik mengenai minuman soda Coca Cola yang tak banyak diketahui. Fakta dan catatan menarik ini kembali diangkat tentu berkaitan penelitian yang dilakuan sebuah tim di Inggris yang menggunakan minuman ini sebagai terapi pengobatan bagi pasien Corona COVID-19.





Nah, dalam kesempatan ini, berhasil terangkum 5 fakta atau catatan menarik mengenai minuman soda asal Amerika Serikat ini:

1. Obat ketergantungan pada morfin

Pada tahun 1886, John Pemberton membuat prototipe dari morfin. Maklum, saat itu ia mengalami ketergantungan pada morfin. Ia mengembangkan Coca Cola di Eagle Chemical and Chemical House di Pemberton. Minuman dari campuran coke dan morfin ini pertama kali di jual di Atlanta sebagai obat paten.

2. Sponsor pertama di ajang Olimpiade

Minuman soda asal Amerika Serikat ini tercatat dalam sejarah sebagai sponsor pertama di ajang Olimpiade. Tepatnya di Olimpiade Amsterdam pada 1928. Coca Cola juga menjadi sponsor Olimpiade London pada Agustus 1948.

3. Menjadi obat hama


Pada tempo dulu, Coca Cola menjadi formula mengusir hama di ladang pertanian. Tak hanya di Amerika Serikat, pengusiran hama khususnya serangga dengan mencampurkan peptisida dan Coca Cola ini juga ramai dilakukan di beberapa negara lainnya seperti India.

4. Minuman rasis


Coca Cola ternyata pernah terjerumus dalam konflik rasial. Pada tempo dulu sekitar tahun 1900-an, Coca Cola identik sebagai minuman orang kulit putih di Amerika Serikat. Sedangkan sang kompetitor, Pepsi identik sebagai minuman orang afro-amerika.

5. Minuman wajib tentara Amerika Serikat


Selama Perang Dunia II, Coca Cola mensuplai minuman bagi pasukan Amerika Serikat. Lebih dari 5 juta botol disebarkan ke tentara AS yang tengah bertugas di Pasifik Selatan. Hal itu juga dibuktikan dengan masih tersimpannya sebuah photo barisan tentara AS di Panama menenggak minuman soda ini.[viva]





Minuman Coca Cola Dapat Sembuhkan Pasien Corona, Kok Bisa?


Di tengah usaha tanpa lelah mencari vaksin untuk melawan pandemi virus Corona COVID-19, beberapa peneliti dan tim medis juga terus mencari jalan alternatif dalam penanganan pasien Corona. Salah satunya, formula mencampurkan sebuah obat dengan Coca Cola.

Seperti dilansir BGR, Kamis 11 Juni 2020, sebuah tim yang terdiri dari para penelita dan dokter di Inggris tengah melakukan riset bahwa penggunaan obat yang mengandung acalabrutinib mampu membantu dalam penanganan pasien.

Dari hasil tes tahap awal, diketahui jika obat yang mengandung acalabrutinib ternyata sangat membantu. Sebanyak 9 dari 11 pasien kritis yang diberikan obat dengan kandungan acalabrutinib tersebut kondisinya berangsur membaik setelah tiga hari. Bahkan tak lagi harus menggunakan ventilator untuk bernafas.




Tak hanya itu, dari hasil tes darah yang telah dilakukan, pemberian obat yang biasa diberikan pada pasien penderita kanker darah itu ternyata juga ikut membantu membentuk sistem kekebalan tubuh dan  peningkatan oksigenasi. Ditambah efek samping yang relatif kecil.

Lalu apa fungsinya minuman soda Coca Cola? Seperti diketahui, obat yang mengandung acalabrutinib di pasaran hampir semuanya dalam bentuk kapsul. Baru perusahaan farmasi AstraZeneca yang kini menyediakan dalam bentuk cairan lewat produknya Calquence.

Masalah timbul saat akan memberikan obat dengan kandungan acalabrutinib tersebut pada pasien kritis yang tentu tak bisa menelan obat  secara langsung. Belum ditambah dengan ketersediaan dan harga mahal dari Calquence.

Nah, untuk mengatasi hal itu, tim peneliti dan dokter berencana akan menguji melarutkan obat dengan kandungan acalabrutinib dalam cairan Coca Cola agar bisa diberikan pada pasien Corona yang dalam kondisi kritis. Selain tentu agar biaya pengobatan bisa lebih murah.

Diketahui bahwa minuman Coca Cola memiliki keasaman yang ideal untuk melarutkan obat. Dan kabarnya, mencampur obat dengan minuman soda termasuk Coca Cola ini juga telah dilakukan beberapa apoteker di Inggris.

Namun tentu saja kebenaran dari teori ini baru akan terjawab setelah para peneliti dan dokter di Inggris menyelesaikan tahap lanjutan penelitiannya atau fase 2. Terutama apakah tidak akan memberikan efek samping lainnya. Harapannya agar tidak justru menjadi bumerang. Tunggu saja![viva]




📢 Republished by [Tahukah Anda ?]  




Artikel Terkait Lainnya

Terdepan Mengabarkan !



Back to Top