Apakah yang bisa dilakukan oleh bangsa Indonesia namun tidak bisa dilakukan oleh bangsa lain?






[ TahukahAnda.info ]  Mempertahankan persatuan.
Saya akan membandingkan Indonesia dengan salah satu negara mungil tetapi sama pentingnya di kawasannya: Belgia. Seperti Indonesia yang penting untuk ASEAN dan kawasan Asia Tenggara, Belgia merupakan negara yang penting untuk Eropa karena hampir semua markas institusi Uni Eropa (selain di Strasbourg dan Luxembourg) ada di Brussels.
Coba bayangkan luas wilayah Indonesia dengan luas wilayah Belgia:



Lihatlah betapa jomplang nya perbandingan antara Belgia dan Indonesia, dari segi luas wilayah, ekonomi, dan jumlah penduduk.
Kalau perbandingan tadi kurang sreg karena dua peta negara berbanding sejajar, coba deh bandingkan dengan ukuran riil nya:
Dengan melihat ini, anda mungkin akan beranggapan bahwa Belgia merupakan salah satu negara yang stabil, bukan?
 Sayang sekali, bahwa Belgia merupakan salah satu negara di dunia yang pernah lama sekali tidak memiliki pemerintahan.
Bayangkan bahwa hampir 2 tahun Belgia pernah tidak mempunyai pemerintahan karena dua kubu yang tinggal disini, yaitu Waloons yang berbahasa Perancis dan Vlaams yang berbahasa Belanda, belum bisa menemukan jalan tengah bagaimana membentuk pemerintah karena mereka sama-sama saling bersikukuh untuk menjabat. Lebih susah nya lagi, Belgia secara geografis 'dibagi' melalui satu garis lurus yang melintang dari Barat ke Timur; daerah yang ada di Utara adalah milik Vlaams dan daerah yang ada di Selatan merupakan daerah Waloons. Sialnya, ibu kota Belgia, Brussels, alih-alih ada di tengah, malah terletak di bagian Utara Belgia, jadi di Brussels semua hal-hal yang menyangkut urusan resmi dan negara wajib ain hukumnya untuk berbahasa Perancis dan Belanda.
Saya ingat dulu naik kereta dari Brussels menuju kota Namur di selatan Belgia; begitu berangkat, officer kereta nya memberikan pengumuman dalam dua bahasa yaitu Perancis dan Belanda. Begitu kita lewat perbatasan ke Belgia daerah selatan, pengumumannya hanya dalam bahasa Perancis.
Kalau ini belum bikin puyeng, Belgia juga punya bahasa resmi ketiga yaitu bahasa Jerman. Hal ini dikarenakan ada sedikit minoritas warga Belgia di dekat perbatasan dengan Jerman yang masih mempertahankan bahasa mereka, meskipun jumlah nya sedikit sekali. Dengan demikian, Paspor Belgia itu sumpek gara-gara kebanyakan bahasa; satu informasi penjelasannya ada dalam bahasa Perancis, Belanda, Jerman dan Inggris.
Berbahagialah kita yang warga negara 62, yang meskipun ukuran negara kita 62 kali lebih besar dari Belgia, tetapi kita disatukan dengan bahasa Indonesia. Coba kalau kita punya masalah seperti Belgia? Di Jawa Timur nanti yang pake bahasa Madura sama boso Jowo pada tawuran, belum lagi yang pake bahasa Hokkien dll.
Wah wis nggarai sirah ngelu.
Sumber:






📢 Republished by [Tahukah Anda ?]  




Artikel Terkait Lainnya

Terdepan Mengabarkan !



Back to Top