Kapan Indonesia mulai Tinggalkan ilmu agamis dan mulai sekuler seperti era Enlightenment Eropa ?








[ TahukahAnda.info ]  Halo, saya akan menjawab menurut perspektif saya sebagai seolah Muslim.


Tulisan ini mungkin didominasi oleh opini pribadi, jadi ketika ada yang kurang berkenan jangan salahkan agama yang saya anut, salahkan saya yang hanya manusia biasa.

Oke, pertama, apa sih sebenernya Era Enlightenment?
  • Era Enlightenment atau Abad Pencerahan (Aufklärung; bahasa Jerman) adalah suatu masa di sekitar abad ke-18 di Eropa yang diketahui memiliki semangat revisi atas kepercayaan-kepercayaan tradisional, memisahkan pengaruh-pengaruh keagamaan dari pemerintahan. Bertolak dari pemikiran ini, masyarakat mulai menyadari pentingnya diskusi-diskusi dan pemikiran ilmiah. Ideologi Sekularisme menjadi dasar tonggak peradaban maju Eropa.[1]
  • Intinya abad pencerahan itu adalah masa dimana orang-orang mulai berpikir rasional, meninggalkan sihir/takhayul, orang-orang mulai belajar filsafat, bahkan meninggalkan kepecercayaan yang dulu mereka anut. Abad pencerahan bisa dibilang kelanjutan dari Abad Pembaharuan (Renaissance)[2]
Apakah akan tiba saatnya Indonesia menganut hal ini?
Selagi masih ada orang-orang yang beriman, maka hal ini adalah mustahil.
Secara keseluruhan, tidak. Bahkan daratan eropa pun ku rasa tidak sepenuhnya sekuler (mungkin sekuler secara sistem, bukan perorangan ya).
Kalau mulai?
Pernah ketemu orang yang gak percaya Tuhan? Atau komentar-komentar orang Indonesia yang bersifat sekuler? saya rasa sudah ada. Kenapa dilihat dari orang yang gak percaya Tuhan? Karena ujung tombak dari sekulerisme adalah Atheisme[3]
Jadi sudah dimulai, sejak jauh-jauh hari yang lalu. Hanya saja, seperti yang kubilang di atas, selagi masih ada orang-orang beriman, maka hal ini mustahil secara keseluruhan.
Saya dulu pernah belajar Filsafat Ilmu, oh man itu mata kuliah yang sulit sekali, bagaimana kamu harus terus berpikir terbuka tapi tetap menjaga keimanan mu dengan batasan-batasannya.
Belajar tentang pemikiran Filsuf-Filsuf barat dari Yunani Kuno sampai para Filsuf Islam dari semenanjung Arab sana. Dari sana disimpulkan bahwa hal-hal dalam kehidupan tidak bisa dipisahkan dari agama (kalau yang ku pelajari adalah bahwa semua hal tidak terlepas dari Al-Qur'an, semua hal berkaitan dengan itu, semua hal telah diatur disana).
Kamu tahu, dari abad yang katanya pencerahan ini, lahir juga paham-paham dalam ekonomi yang kita kenal sebagai ekonomi sosialisme dan ekonomi komunisme di sekitar abad ke-18. Apakah ekonomi membaik dg paham seperti itu? Tidak juga, yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin, yang punya uang yang paling berkuasa, semuanya timpang tindih.
Yang menarik adalah, orang-orang berpikir dengan sekulerisme, suatu negara dijamin akan maju. Bahwa agama menjadi "pengganggu" dalam tatanan kehidupan.
Ah, kau harus tahu, agama hadir untuk menyusun sendi-sendi kehidupan yang lebih baik bukan mengacaukannya, agama yang benar tentunya (bukan agama sesat yang menyembah segala rupa jenis setan/iblis).
Dulu bahkan Islam meraih kebangkitannya di hampir seluruh dunia tanpa meninggalkan agama bukan? Bahkan kalau Eropa kala itu berhasil ditaklukan, Eropa yang kita kenal saat ini mungkin adalah negara Islami modern. Kok bisa bilang gitu?
Pernah baca bukunya Ernst H. Gombrich yang judulnya Sejarah Dunia untuk Pembaca Muda? Ah kau harus baca buku ini,
Ernst H. Gombrich bisa dibilang adalah sejarawan asal Eropa, yang sudah menyaksikan kisah-kisah sejarah penting. Menariknya, buku yang dia tulis benar-benar menceritakan sejarah dari awal mula peradaban manusia sampai abad modern kala itu bak dongeng-dongeng sebelum tidur. Ernst menceritakan sejarah hanya dalam 300 halaman, memang cocok sekali untuk oembaca muda.
Ada satu bab, yang paling menarik perhatianku, ini dia,
Chapter 20: Tiada Tuhan Selain Allah, Muhammad Utusan Allah
Apa dia, Ernst, seorang muslim? Bukan. Tapi dia percaya kalau kala itu Konstantinopel tidak jatuh, pasukan Muslim berhasil menaklukkan Eropa, maka Eropa hari ini adalah peradaban Islam modern.
Artinya apa? Bahwa agama tidak akan lepas dari kehidupan, perannya sangat penting, jangan berharap sekuler adalah satu-satunya solusi.
Tapi jangan salah paham, kita tidak perlu membawa atas nama agama saat berebut kursi jabatan atau kekuasaan, jangan menjual nama agama sebagai langkah untuk mendapatkan posisi yang kau inginkan.
Kalau tidak ada lagi orang beriman, dan mayoritas orang sudah mulai sekuler, bagaimana?
Maka mulai hari itu, dunia yang kita kenal tidak akan lama lagi bertahan.
Wallahualam.
Sekian, mohon maaf, dan terima kasih.
Catatan Kaki





📢 Republished by [Tahukah Anda ?]  




Artikel Terkait Lainnya

Terdepan Mengabarkan !



Back to Top