Mengapa Peradaban TERTUA di dunia berada di area yang kering dan kurang mendukung kehidupan ?






[ TahukahAnda.info ]  Pertanyaan menarik .. Aneh ya, kok peradaban kuno malah muncul di daerah sekitar gurun? Bukan hanya Mesir dan Mesopotamia, Tapi juga sungai Indus, dan China.






Lalu timbul pertanyaa..... Mengapa Peradaban TERTUA di dunia berada di area yang kering dan kurang mendukung kehidupan ?

In the beginning
Pada masa zaman es mulai mencair (sekitar 11.000 SM) dapat dikatakan adalah musim semi bagi dunia, tanaman, hutan dan gurun pasir yang tertutup salju mulai bermunculan. Kira-kira seperti ini wajah dunia setelah zaman es:
Berdasarkan bukti-bukti arkeologi, saat itu manusia sudah ada di setiap belahan dunia. Dan kehidupan nomaden perlahan mulai ditinggalkan, tapi mereka belum bertani ya, hanya mengambil apa yang ada di alam. Mereka biasanya menetap di daerah dekat sumber air, dan berpindah ketika musim berburu.
Timbul pertanyaan: "Kalau mereka sudah menetap di sekitar sungai di seluruh dunia, tapi kok peradaban kuno tidak muncul di seluruh dunia? Kan sungai di dunia ini ada banyak? Apakah harus sungai yang berada di gurun?"
Tidak juga, sungai yang berada di gurun juga ternyata ada banyak dan tidak ada peradaban kuno di sana. Bahkan peradaban kuno China tidak betul-betul tepat berada di gurun Gobi. Di Australia juga ada gurun dan tidak ada peradaban kuno di sana.
Bagi mereka yang hidup di hutan, mereka tidak terlalu memikirkan untuk membangun peradaban. Jika sumber makanan di tempat mereka habis mereka akan berpindah ke tempat lainnya mengikuti hewan buruan. Mereka yang di daerah gurun juga tidak akan berlama-lama di sana, mereka akan pindah ke tempat lain.
Lalu mereka menemukan ini :
Ya sungai Nil, Eufrat, Tigris, Indus, dan sungai Kuning di China mengalir melewati lembah yang memiliki siklus banjir musiman. Ketika banjir lumpur yang subur akan menggenangi lembah tersebut. Tumbuhan gandum, padi dan biji-bijian yang merupakan sumber karbohidrat tumbuh alami di daerah tersebut.
Orang-orang dari daerah gurun dan sekitarnya kemudian pindah menetap di sana. Sederhananya, kehadiran lembah subur ini adalah oase bagi tanah tandus di sekitarnya, yang menyebabkan orang berkumpul di sana. Mereka mengolah tumbuhan biji-bijian yang berlimpah. Karena di sekitarnya gurun, menyebabkan sumber makanan hewani berkurang dan perjalanan untuk perburuan menjadi kurang efektif. Mereka mulai mendomistikasi hewan-hewan untuk diternakkan.
Sumber makanan yang melimpah dan hilangnya pekerjaan berburu membuat mereka memiliki waktu yang banyak untuk berpikir, berkreasi dan "membuat anak". Ya akhirnya populasi di daerah itu semakin meningkat, Belum lagi para pendatang baru yang ikut menetap di sana. Untuk mencukupi kebutuhan makanan yang semakin meningkat, mereka mulai berinovasi membuat pertanian, menggunakan hewan untuk membajak, membangun irigasi, dan rumah-rumah yang lebih permanen. Proyek-proyek yang tidak bisa dilakukan perorangan ini memunculkan pemimpin masyarakat, organisasi dan peraturan. Perlahan-lahan mereka membentuk masyarakat kota yang kompleks.
Hal ini tidak terjadi pada manusia yang hidup di daerah hutan, karena alam tidak memaksa mereka untuk melakukan itu. Mereka pun umumnya hidup dengan kelompoknya masing-masing.
Peradaban ini kemudian di bawa ke daerah-daerah sekitarnya. Jarak antara Mesopotamia, Mesir dan Indus tidak terlalu jauh, memungkinkan mereka berinteraksi dan saling bertukar teknologi, menyebabkan peradaban di ketiga daerah ini berkembang pada masa yang kurang lebih sama. Peradaban Mesopotamia, Mesir dan sungai Indus ada sekitar 3000 SM. Tapi tidak dengan China. Lokasinya yang terisolasi menyebabkan peradaban China berkembang 1000 tahun lebih terlambat. Tapi isolasi itu pula yang membuat China memiliki peradaban yang berbeda.
Ilustrasi Pemimpin Yu mengatasi banjir sungai Kuning pada masa China kuno.
Lalu bagaimana dengan sungai-sungai lain di dunia? Beberapa faktor mempengaruhi:
  1. Kurangnya unsur hara yang dibawa oleh sungai, daerah lembah yang ditumbuhi tanaman karbohidrat tidak ada atau kurang memadai terbentuknya populasi yang besar.
  2. Faktor alami yang kurang mendukung, bagian utara gurun Gobi mungkin masih banyak yang tertutup salju sehingga kurang cocok untuk tumbuhnya tanaman biji-bijian. DI benua Australia juga tidak ditemukan tanaman gandum dan padi.
  3. Tidak ada hewan yang cocok untuk domestikasi atau membantu pertanian, seperti di Australia tidak ada kerbau, gak mungkin kan membajak sawah pakai kangguru .. loncat-loncat hehehe
  4. Selebihnya masalah random, banyak hal random di dunia ini.
Lalu bagaimana dengan benua Amerika?
Hipotesa saya, manusia baru sampai ke bagian ujung benua Amerika sekitar 15.000 tahun yang lalu, bandingkan dengan bangsa Aborigin yang sampai di Australia sekitar 40.000 tahun yang lalu dari daratan Asia. Populasi bangsa Indian tidak besar dan daerah hutan yang sangat luas menyebabkan peradaban tidak terlalu dibutuhkan saat itu.
Tapii .. ada pengecualian, sebuah peradaban kuno muncul di Amerika Selatan, yaitu peradaban Caral di Peru yang hidup sezaman dengan peradaban Mesir (3000 tahun yang lalu). Lagi-lagi lokasinya di dekat gurun dan sungai. Tapi ini mungkin kasus yang berbeda karena di sana tidak ditemukan gandum melainkan umbi-umbian dan jagung.
Terima kasih sudah membaca. Kalau ada yang salah silahkan dikoreksi.
Sumber teori : Buku Guns, Germs and Steel. Jared Diamond
Sumber gambar:






📢 Republished by [Tahukah Anda ?]  




Artikel Terkait Lainnya

Terdepan Mengabarkan !



Back to Top