"NEW NORMAL" yang justru digalakkan Padahal kasus COVID-19 naik drastis capai 1000 kasus per hari




[ TahukahAnda.info ]  Saya sebenarnya gatel menjawab pertanyaan seperti ini, karena pasti banyak yang berfikir. "Iya corona itu tidak berbahaya kok, DBD dan TBC lebih banyak membunuh orang di Indonesia." Dan pernyataan itu konyol sekali.





Oke di mana konyolnya, pertama DBD dan TBC tidak menular secepat Covid-19. Penularan covid-19 sangat mudah, hingga satu droplet dari bersin anda saja bisa membuat orang lain tertular. Hal ini sama sekali tidak terjadi pada penyakit lain. Bahkan pada H5N1 sekalipun yang secara notabene masih saudara dekat dengan Covid-19.
Kedua, orang yang meremehkan covid-19 cenderung tidak sadar jika ia juga bisa menjadi perantara penyebaran virus ini. Beberapa orang memang imun terhadap virus covid-19, namun bukan berarti mereka tidak menjadi perantara. Jika sampai orang itu sampai menyebarkan virus ke orang yang tidak imun. Maka secara langsung, orang itu sudah menjadi agen kematian bagi orang lain. Mau anda menjadi penyebab tragedi kematian orang lain?
Balik lagi ke pertanyaan, kok sekarang digalakkan new normal? Padahal kita sedang dalam masa darurat bertambahnya kasus covid-19?
To be honest, jawabannya satu. Masalah ekonomi. Pemerintah Indonesia saya lihat sudah keteteran ekonominya. Bantuan langsung tunai misalnya, sudah dipangkas dari 600ribu menjadi 300ribu. Dan ribuan orang terkena PHK karena covid-19 ini berlarut-larut.
Nah, masalah berlarut-larut ini juga ada sumbangsih kesalahan dari masyarakat kita sendiri? Lo kok bisa?
Kita sudah melewatkan masa emas untuk mengkarantina virus agar tidak menyebar ke seluruh Indonesia. Di awal bulan April, jika kita tegas, kita bisa menghentikan penyebaran virus di sekitar DKI dan kota-kota besar. Namun ketika WFH diberlakukan, orang justru berbondong-bondong pulang kampung, tanpa alasan dan tujuan yang jelas. Hayo, ngaku saja, berapa orang yang baca ini ikut pulang kampung, padahal dia tidak kena PHK? Selamat ya, anda sudah ikut menyebarkan virus ini kemana-mana tanpa anda sadari.
Malaysia, Vietnam, dan Thailand bisa mengurung virus ini supaya tidak menyebar. Tapi kita tidak bisa mencontoh mereka, akibatnya jelas, angka kematian kita sangat tinggi dibandingkan dengan mereka. Bandingkan juga dengan Singapura, jumlah total kasus di negara itu ketika saya menulis ini adalah 38,985 kasus, dan angka kematian hanya 25 orang. Sedangkan di negara kita per saya nulis kasusnya 34,316 dengan jumlah kasus 1959. Jauh bukan?
Dan bagi yang meremehkan gejala virus ini, sebaiknya anda segera bertobat. Beberapa rekan dan kolega saya di kantor terkena virus ini. And it's not a common flu, it's worse. Thankfully, some of them are recovering right now.


📢 Republished by [Tahukah Anda ?]  




Artikel Terkait Lainnya

Terdepan Mengabarkan !

Back to Top


Subscribe | Daftarkan Email Kamu disini