SERBA SERBI KULIT : Apa sajakah "unpopular opinion" Anda tentang skincare ?




[ TahukahAnda.info ]  SERBA SERBI KULIT : Apa sajakah "unpopular opinion" Anda tentang skincare ? 





  • Skincare mahal tanpa perubahan gaya hidup sama dengan omong kosong. Perubahan gaya hidup itu seperti mengubah pola makan (kurangi makan-makanan berlemak tinggi, bergula tinggi, maupun berprotein tinggi), tidur cukup, tidak stres, tidak merokok, dan olahraga.
  • Skincare gak mengenal gender/jenis kelamin. Cowok pun sebaiknya merawat kulit. Apa yang salah? Mungkin karena efek media yang menampilkan wanita sebagai modelnya sehingga skincare terlihat khusus dan eksklusif untuk wanita dan menciptakan notion kalo cowok skincarean = banci. Skincare itu cara kita menyayangi badan juga kok, kenapa harus dikasih atribut begitu sih??
  • Skincare = BodycareSkincare maknanya dipersempit hanya menjadi merawat kesehatan kulit wajah (kadang leher juga), padahal kulit itu ada di seluruh permukaan tubuh kita. Mestinya kulit badan kita seperti tangan, kaki, torso, dll. (istilahnya dibedakan jadi bodycare, padahal mestinya sama aja) juga mendapat perhatian yang sama. Gak jarang saya meriksa pasien yang mukanya glowing tapi kulit badannya kering bersisik.
    Fun fact: Kulit kering di badan atau wajah biasanya menunjukkan bakat alergi.
  • Orang terlalu gampang tergiur dan penasaran sama produk baru, padahal sebaiknya jangan gonta-ganti skincare seenaknya. Tahan budaya konsumerismemu nak.
  • Double cleansing, hidrasi kulit, dan perlindungan kulit dari sinar UV itu adalah hal paling penting dari skincare. Serum, ampul berzat aktif, masker, dst. itu hanya pelengkap saja dan sebenarnya kadang tidak diperlukan. Yes, minimal skincare lebih bagus.
    • Walau harus double cleansing, cucilah muka maksimal 2 kali sehari. Lebih dari itu kulitmu akan sangat kering. Bila perlu, eksfoliasi wajahmu 1–2 kali/minggu.
    • Hidrasi kulit dapat dicapai dengan menggunakan hydrating toner yang sifatnya humektan (menarik air dari kelembaban udara sekitar. Paling bagus dipakai saat muka basah/lembab), moisturizer (bisa emolien, humektan, atau oklusif[1] tergantung kebutuhan), dan minum air yang cukup (minimal 2L/8 gelas per hari. Kamu butuh lebih jika berolahraga).
      Hindari menggunakan sabun pencuci wajah yang terasa tertarik/kesat/kering setelah dipakai dan terlalu sering eksfoliasi wajah.
    • Perlindungan sinar UV didapatkan dari sunscreen dan perlindungan fisik seperti topi, pakaian panjang, dll. Btw, yang kulit gelap harusnya lebih seneng karena lebih sulit terpapar sinar UV. Sinar UV nya terhalangi oleh kadar melanin (pigmen coklat) di kulit kalian.
  • Genetik >>>>>>>> skincare/bodycare/perawatan mahal ala artis. Kulit orang Korea rata-rata glowing karena genetik kulit mereka memang berpori kecil dan cerah warnanya. Kulit orang Indonesia beda, walau ada yang beruntung dan punya muka glowing ala Korea. Jangan ngarep juga punya kulit putih kayak mereka kalau gennya kulit coklat semua. Jerawatan juga bakat, loh.
  • Kalau mau atasi masalah kulit apapun, sebaiknya jangan ke dokter klinik kecantikan. Ini maaf kalau ada yang tersinggung, namanya juga unpopular opinion. Tapi jelas dong, ketika kita butuh cari tau tentang sesuatu, tentu sebaiknya kita pergi ke orang yang belajar lebih banyak tentang hal tersebut, dalam hal ini adalah dokter spesialis kulit dan kelamin (Sp.KK). Dokter klinik kecantikan adalah kebanyakan (gak semua, lho) adalah dokter umum yang kursus skill kecantikan, alias jadi beautician. Mereka mungkin ngerti ilmunya, tapi jelas lebih ahli yang sampai dapat gelar dokter spesialis, dong.
  • Hati-hati juga pilih tempat facial. Terapis yang tidak paham fisiologi kulit akan membuat luka yang malah bikin mukamu bopeng-bopeng akibat atrophic scar. Hati-hati juga dalam memanipulasi jerawat di mukamu kalau kamu gak mau nyesel. Sekali terbentuk, susah banget diilangin.


  • Semakin berminyak kulitmu, semakin dehidrasi kulitmu. Pada dasarnya, kulit menghasilkan minyak untuk mencegah kulit mengalami kekeringan, sehingga barrier kulitnya terjaga. Logikanya, kalau makin banyak minyak yang diproduksi, artinya kulitnya sedang kering banget sehingga membutuhkan banyak minyak. Walaupun lagi-lagi dalam hal ini genetik, hormonal, gaya hidup, dan jenis kelamin juga berpengaruh.
  • Hal penting yang suka diabaikan orang:
    • Cuci tangan bersih menggunakan air+sabun/hand sanitizer sebelum skincare-an atau memegang wajah.
    • Ganti sarung bantal dan guling serta selimut setidaknya 1 kali/minggu. Mereka penyebab jerawat.
    • Rajin mandi, cuci muka, ganti baju/masker/hijab/underwear.
    • Jangan menggosok-gosok kulitmu terlalu keras.
  • Beberapa beauty influencer sebenarnya tidak paham dengan produk apa yang mereka review. Mereka cuma review apa yang mereka rasakan setelah menggunakan produk tersebut. Hati-hati teracuni, lebih baik cari sumber legit seperti website yang membahas komposisi bahan produk satu persatu[2] dan disesuaikan dengan KEBUTUHAN kulit kalian. Karena,
  • Skincare itu kayak jodoh. Cocok di kamu belum tentu cocok di orang lain. Hati-hati dalam merekomendasikan produk (apalagi rangkaian skincare) ke orang lain.
  • Goal skincare bukan untuk putih, tapi untuk kulit sehat. Kulit sehat adalah kulit tanpa masalah. Gak ada jerawat, gak berminyak/kering, gak sensitif, terasa kenyal dan terlihat cerah. Cerah, bukan putih.
  • Banyak yang gak sadar kalau mereka jerawatan karena mereka alergi sama suatu produk (bentuk dari dermatitis atopi atau rosacea papulopustular). Menggunakan produk tersebut berkelanjutan akan membuatnya semakin parah. Tes alergi dulu sebelum coba suatu produk, bisa di permukaan lengan yang dalam (yang lebih putih biasanya warnanya) atau di bawah rahang.
  • Kadang "kulit sensitif" itu bukan karena memang bawaannya demikian, tapi karena terlalu banyak eksfoliasi dan/atau coba-coba skincare sehingga barrier kulit terganggu.
    Cobalah puasa skincare, gunakan hanya moisturizer lembut tanpa pewangi dan zat aktif, sabun cuci muka yang lembut (tanpa busa, pewangi, dan tidak menimbulkan rasa kesat), dan sunscreen saja. Biasanya kulitmu akan kembali membaik dan tidak lagi "sensitif". Yes, puasa skincare kadang diperlukan.
  • Krim abal-abal semuanya PASTI menjanjikan glowing instan, tanpa efek samping, tanpa ketergantungan, tanpa mercury/hydroquinon, bahkan bilangnya ber-BPOM. Tips:
    • Plis teliti lagi BPOM-nya sebelum mencoba.
    • Untuk mencurigai suatu krim, krim tersebut biasanya warnanya terang mencolok, baunya menyengat, dan memberikan efek putih yang abnormal. Coba aja bandingkan sama kulit leher atau tangan.
    • Krim-krim tersebut biasanya mengandung steroid. Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan stretch mark permanen, penipisan kulit, terlihat urat-uratnya (telangiectasia), berkumis/berambut, dst[3]. Efeknya cepat terlihat, memang.
    • Skincare itu gak ada yang murah, apalagi dengan klaim dewa kayak gitu. Plis curiga kalau harganya murah tapi klaim selangit.
    • Pasti bikin ketergantungan.
  • Belilah skincare yang harganya mahalan sedikit. Walau ada sih yang kemahalan merknya aja. Menurut saya sih nggak rugi, kan gak akan habis dalam 1 bulan. Itung-itung investasi.
  • Kulit kering, tidak pakai sunscreen, apalagi dengan gaya hidup jelek, bikin cepet muncul tanda penuaan.
  • Menurut saya, produk untuk kulit sensitif itu perawatan kulit terbaik dan sepertinya paling aman untuk semua orang. Ini termasuk dengan hand body lotion yang nggak ada baunya dan sabun bayi yang gak berbau dan tidak mengandung Sodium Laureth Sulfate.
  • Jangan sembarangan sama retinol. Salah-salah mukamu terbakar saking potennya.
  • Yes, kamu bisa alergi setelah pemakaian skincare dalam jangka panjang. Ada yang reaksi alerginya telat. Tapi kalau nggak muncul alergi, sebaiknya jangan ganti-ganti skincare.
  • Masker DIY dan segala berbau DIY adalah jurang kerusakan kulitmu. Ini bahaya karena:
    • pH nya tidak sesuai dengan kulit. pH normal kulit kita adalah 4–6. Memang asam karena berfungsi untuk membunuh bakteri yang masuk. Walau demikian, ada beberapa bakteri & jamur (kita sebut flora) normal yang hidup di situ. Jika keseimbangannya terganggu, flora normal ini akan menginfeksi. Kasus ini terjadi pada jerawat dan berbagai macam penyakit lainnya, termasuk keputihan. Pakai masker yang ada baking sodanya lah, asam kuat kayak jeruk nipis, dll. Berbahaya banget buat kulit kamu, karena kita gak tau dosis dan takaran yang benarnya seperti apa. Salah-salah kulitmu malah tambah jelek. Cara mempertahankan pH normal gimana?
    • Yes, hidrasi. Lagi-lagi kuncinya hidrasi. Sumber[4]
    • Higienisitas saat pembuatan maskernya, yakin sudah terjamin? Yang ada malah nambahin bakteri gak perlu ke muka, jadi infeksi.
    • Pakai "scrub" alami juga berpotensi merusak barrier kulit jika tidak dalam ukuran partikel yang benar dan cara pemakaian yang salah.
    • Potensi alergi yang kita gak tau. Hati-hati pokoknya. Gak pernah ada penelitian legit tentang masker beginian.
    • Dosis gajelas. Salah-salah malah ngerusak kulit.
    • Daripada dibikin masker DIY, mending buah dan sayur (dan oats)-nya dimakan. Jelas bagus buat jaga kesehatan juga.
    • Kalau ada yang cocok ya syukur, tapi hati-hati kalau mau nyaranin masker beginian ke orang lain.
    • Minuman kolagen yang beredar di pasaran hanyalah bubuk sirup bergula dengan sedikit kandungan oral collagen. Makanan/minuman dengan kadar gula tinggi malah bisa merusak kulitmu lowhh~. Lebih baik teliti dulu kandungan komposisinya dan research terkait mengenai produk tersebut sebelum membelinya.
      Saya bukan berarti bilang kalau oral collagen supplementation tidak berguna ya, karena beberapa penelitian[5][6] menunjukkan bahwa oral collagen supplementation berguna untuk meningkatkan hidrasi, elastisitas, dan kelembutan kulit. Hanya saja, benarkah produk yang kita akan konsumsi ini mengandung dosis kolagen yang cukup dan sudah melalui tes intervensi ke pasien? Jika tidak, sebaiknya urungkan niatmu membelinya.
Catatan Kaki






📢 Republished by [Tahukah Anda ?]  




Artikel Terkait Lainnya

Terdepan Mengabarkan !



Back to Top