Setelah 'Virus China', Donald Trump Labeli Covid-19 Dengan 'Kung Flu'




[ TahukahAnda.info ]  Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait dengan Covid-19, yaitu dengan menyebutnya sebagai "Kung Flu". Pernyataan tersebut Trump sampaikan saat melakukan kampanye di Tulsa, Oklahoma pada Sabtu malam (20/6), melansir Huffington Post.

"China mengirim kami wabah," ujar Trump.

"Covid-19, nama itu semakin jauh dari China, alih-alih menyebutnya Virus China," tambah Trump.

"Itu (Covid-19) memiliki banyak nama daripada penyakit dalam sejarah. Saya bisa menamainya, Kung Flu. Saya bisa memberinya 19 nama berbeda," lanjutnya.





Atas penyataan tersebut, sontak para pendukungnya tertawa.

"Saya bisa beri nama Kung Flu. Saya dapat memberi nama 19 versi nama yang berbeda. Banyak yang menyebutnya virus. Banyak yang menyebutnya flu. Apa bedanya. Saya pikir kita memiliki 19 atau 20 versi nama," ujar Trump.
Here's Trump calling COVID "kung flu," something the White House denired was said to reporter @weijia.
241 people are talking about this
Komentar Trumps datang ketika negara bagian Oklahoma telah melihat lonjakan kasus virus corona selama seminggu terakhir. Beberapa jam sebelum kampanye presiden berlangsung, enam anggota tim kampanyenya dinyatakan positif Covid-19. Namun, kampanye mencatat bahwa tidak ada staf yang dites positif atau siapa pun yang berhubungan langsung dengan mereka akan menghadiri kampanye hari Sabtu.
Ini juga bukan pertama kalinya pemerintahan Trump menggunakan istilah ofensif untuk menyebut virus corona. Awal tahun ini, Gedung Putih dengan keras membantah klaim bahwa pejabat pemerintah menyebut virus itu sebagai "kung flu" ketika wawancara bersama reporter CBS, Weijia Jiang, yang adalah warga Cina-Amerika.

Penyebutkan "Kung Flu" oleh Trump sendiri memberikan banyak kritik. Sebelumnya, Trump juga telah menerima kritikan tajam setelah menyebut virus corona sebagai Virus China atau Virus Wuhan.

Pakar kesehatan dan para pemimpin dunia juga ikut mengkritik Trump karena penyataannya tersebut bisa meningkatkan xenophobia di kalangan masyarakat.





"Pandemik ini membutuhkan respons global. Upaya untuk menganggap virus itu berasal dari satu budaya, etnis atau negara hanya dapat menghambat upaya ini, mengasingkan orang yang sebaliknya bisa berkolaborasi dan mendukung satu sama lain," ujar anggota Komite Amerika-China, Charlie Woo. (Rmol)





📢 Republished by [Tahukah Anda ?]  




Artikel Terkait Lainnya

Terdepan Mengabarkan !

Back to Top

Subscribe | Daftarkan Email Kamu disini