Siapa dr Reisa Broto Asmoro ? Jubir Baru COVID-19 yang Tampil Tanpa Masker Kejutkan Netizen





Sepak Terjang dr Reisa, Jubir Baru COVID-19 yang Pernah Dalami Forensik


[ TahukahAnda.info ]  dr Reisa Broto Asmoro kini ramai jadi perbincangan netizen semenjak ikut mendampingi dr Achmad Yurianto dalam perkembangan kasus Corona Indonesia. Tidak hanya parasnya yang cantik, dr Reisa juga ternyata punya segudang pengaman sebagai dokter, bahkan sempat terjun dalam dunia forensik.

dr Reisa Broto Asmoro kini diketahui telah resmi tergabung dalam Tim Komunikasi Gugus Tugas COVID-19. Seperti apa sih perjalanan dr Reisa dalam karirnya selama ini?






1. Terkenal sebagai presenter dr OZ Indonesia

dr Reisa Broto Asmoro mulanya dikenal sebagai presenter dr OZ Indonesia. Tepatnya di tahun 2014, pada program acara Trans TV.

2. Kuliah kedokteran

dr Reisa yang lahir pada 28 Desember 1985 di Malang memiliki nama asli Reisa Kartika Sari. Ia dikenal dalam layar kaca setelah menyelesaikan pendidikan pada Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan dan Universitas Indonesia.

3. Pernah terjun di dunia forensik

Siapa yang menyangka, dokter cantik satu ini sempat terlibat dalam dunia forensik. Setelah lulus, dr Reisa Broto Asmoro pernah bekerja sebagai tenaga medis forensik di RS Polri Raden Said Sukanto, Kramat Jati.
Tidak hanya itu, ia bahkan sempat menjadi salah satu anggota DVI (Disaster Victim Identification) yang salah satunya terlibat dalam proses investigasi korban Sukhoi dan beberapa bom terorisme di Jakarta.

4. Menikah di tahun 2012

dr Reisa menikah di tahun 2012. dr Reisa menikah oleh salah satu anggota keraton Solo, yaitu Kanjeng Tedjodiningrat Broto Asmoro. dr Reisa pun mendapatkan gelar Kanjeng Mas Ayu Tumenggung, namun dr Reisa lebih senang menuliskan namanya dengan Reisa Broto Asmoro mengikuti nama keluarga sang suami.

5. Aggota dan Pengurus PB IDI

dr Reisa Broto Asmoro juga masih masuk dalam Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI). Beliau masih menjabat sebagai anggota bidang Keseketariatan, Protokoler, dan Public Relation Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI).

6. Bagian dari Tim Komunikasi Gugus Tugas COVID-19


Terakhir, seperti yang diketahui belakangan ini, dr Reisa Broto Asmoro resmi tergabung dalam Tim Komunikasi Gugus Tugas COVID-19 bersama dengan dokter Achmad Yuri. Keduanya bahu-membahu memberikan informasi dan edukasi kepada publik. Dengan tetap disiplin menggunakan masker, menjaga jarak fisik, mencuci tangan, dan tidak berkumpul.

Profil Reisa Broto Asmoro, Jubir Baru COVID-19 yang Kagetkan Netizen



Setiap hari Tim Gugus Tugas COVID-19 menyampaikan pesan-pesan edukasi kepada masyarakat. Biasanya hanya Yurianto yang menyampaikannya. Namun, saat penayangan pada Selasa (9/6/2020), terlihat Yuri didampingi oleh dokter cantik bernama Reisa Broto Asmoro.
Banyak warganet yang bertanya apakah dr Reisa menggantikan Achmad Yurianto sebagai juru bicara penanganan COVID-19? Namanya juga langsung masuk trending Google.




Ternyata dokter cantik ini secara resmi sudah masuk dalam Tim Komunikasi Gugus Tugas COVID-19. Hal ini diungkapkan oleh Fadjroel Rachman selaku juru bicara kepresidenan, "Ada 2 Jubir Covid-19 sekarang: Pak Dokter Yurianto dan Mbak Dokter Reisa: Ajak Masyarakat Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru," tulis Fadjroel dalam cuitan Twitternya.
Fadjroel menjelaskan,"Dokter Reisa secara resmi adalah TIM KOMUNIKASI GUGUS TUGAS Covid-19, sedangkan Dokter Yurianto adalah Jubir Covid-19. Keduanya bahu-membahu memberikan informasi dan edukasi ke publik. Ayo tetap disiplin memakai masker, menjaga jarak fisik, mencuci tangan & tidak berkerumun," tambahnya.

Nah bagi yang penasaran siapa sih sosok dr Reisa Broto Asmoro? Yuk, lihat profilnya:

1. Kuliah Kedokteran


Lahir pada 28 Desember 1985 di Malang, dokter Reisa memiliki nama asli Reisa Kartika Sari. Ia dikenal dalam layar kaca setelah menyelesaikan pendidikan pada Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan dan Universitas Indonesia.
Wajah Reisa sudah familiar di masyarakat karena dirinya menjadi dokter host untuk acara Dr Oz Indonesia di Trans TV pada 2014 bersama almarhum dr Ryan Thamrin.

2. Karier


Setelah lulus, dr Reisa Broto Asmoro pernah bekerja sebagai tenaga medis forensik di RS Polri Raden Said Sukanto, Kramat Jati. Bahkan ia menjadi salah satu anggota DVI (Disaster Victim Identification) yang salah satunya terlibat dalam proses investigasi korban Sukhoi dan beberapa bom terorisme di Jakarta.

3. Ikut Ajang Kecantikan


Tak hanya menjadi host di acara kesehatan. Reisa Broto Asmoro juga pernah mengikuti ajang kecantikan Puteri Indonesia pada 2010. Kala itu, ia menjadi perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta dan berhasil meraih gelar Puteri Indonesia Lingkungan 2010, ia juga dinobatkan sebagai Duta Energi Bersih.
Reisa juga pernah menjadi runner up Miss Internasional Indonesia tahun 2011.

4. Menikah


Pada 2012, Reisa dipersunting oleh salah satu anggota keraton Solo, yaitu Kanjeng Tedjodiningrat Broto Asmoro. Ia mendapatkan gelar Kanjeng Mas Ayu Tumenggung, namun dr Reisa lebih senang menuliskan namanya dengan Reisa Broto Asmoro mengikuti, nama keluarga sang suami.

5. Menjadi Bagian Tim Komunikasi Gugus Tugas COVID-19


Kepiawaiannya menjadi presenter dan memiliki ilmu kedokteran yang mumpuni membuat dr Reisa Broto Asmoro dipilih secara resmi menjadi bagian dari Tim Komunikasi Gugus Tugas COVID-19 bersama dengan dokter Achmad Yuri. Keduanya bahu-membahu memberikan informasi dan edukasi kepada publik. Dengan tetap disiplin menggunakan masker, menjaga jarak fisik, mencuci tangan, dan tidak berkumpul.

dr. Tifa Kritik Pedas Penampilan Jubir Baru Gugus Tugas Covid-19


Foto ini mengandung DUA MAKNA....


Yang kedua-duanya sangat humiliating (menghinakan -red).

(1) Makna pertama:

Seorang Dokter senior, Dirjen, Jendral pula, dikacangin, tampil  seperti Ajudan pembawa tas sang  Tuan Putri yang  Dokter kemaren sore, hanya gara-gara soal cakep. Makanya yang ngga cakep harus pake masker. Yang cakep mah bebaas.


(Btw dikontrak kan karena cakepnya, masa dimaskerin?)

(2) Makna kedua:

Tim Pencitraan Pemerintah, betul-betul melecehkan perempuan.

Perempuan cuma dipake buat permen, pengalih perhatian.

Supaya rakyat sibuk dengan Reisa, abai lihat angka Covid yang makin tinggi, tinggiiii.

Padahal...

Makna yang paling hakiki kenapa Reisa dipajang adalah:

Pemahaman bahwa rakyat Indonesia bodoh, diperbodoh, atau suka membodohi dirinya sendiri.

Ujiannya ada di sikap rakyat melihat Reisa tiap sore.

1. Jadi haus. Lalu beli le minerale.

2. Jadi

asik lihat berita Corona lagi. Setelah bosan lihat pak Yuri lagi pak Yuri lagi.

3. Jadi cari link-link berita tentang Reisa. Dan twitter, IG, FB sibuk dengan Reisa.
Lupa berita Corona.

Saya lalu merenung:

Jangan-jangan Tim Pencitraan Pemerintah salah denger perintah bossnya:

"Cari Raisa! Yang waktu itu saya kasih sepeda!"

Eaa kok yang dikontrak Reisa. Dikira karena urusannya Corona, maka yang dipake Reisa dokter bukan Raisa penyanyi.

Padahal maksudnya pak boss, Raisa yang cantik dan pinter nyanyi, dan kan waktu itu udah dikasih sepeda pas ke Istana main tebak-tebakan.

Jadi kalo pak Yuri bacain laporan tiap sore, sambil didampingi Raisa sambil seling nyanyi, biar rakyat dan juga pak Yuri, agak rileks.

Nah lo kok jadi Reisa yang ini? Cakep sih, tapi suaranya basah gitu, seperti waktu bilang: "Lee Mineralee".

Salah antara a sama e.

10/6/2020

(dr. Tifauzia Tyassuma)


Artikel Terkait Lainnya

Terdepan Mengabarkan !



Back to Top

Subscribe | Daftarkan Email Kamu disini