Sekjen MUI Minta Pihak yang Ingin Ubah Pancasila Keluar dari Indonesia, Ayo Rapatkan Barisan!




[ TahukahAnda.info ]  Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ustadz Tengku Zulkarnain, menyindir pihak yang ingin mengubah Pancasila. Menurutnya, pihak-pihak yang ingin mengganti Pancasila seharusnya keluar dari Indonesia.


"Kemarin Ada yg Berteriak Lantang:"Siapa Mau Mengubah Pancasila, Keluar dari Indonesia...!"

Lha, sekarang Ada Tuh yg Terang Terangan Mau Mengganti PANCASILA Menjadi EKASILA Alias GOTONG ROYONG. Berani Sampeyan Serukan GET OUT From OUR COUNTRY, Alias MINGGAT-O...! Berani...? Ayo...”  tulis Ustaz Tengku Zul, dikutip dari akun Twitter pribadinya (22 Juni 2020).



Selain itu, Ulama dari Sumatera ini mengajak segenap Umat Islam untuk terus merapatkan barisan.

"Kaum Muslimin Sekalian.
Sekaranglah Waktunya Merapatkan Barisan.
Allah


Taqdirkan RUU HIP Menyatukan kita Semua, MUI se-Indonesia, Muhammadiyah, NU, Mathla'ul Anwar, Semua Ormasy Islam dan Seluruh Umat Islam se Tanah Air.

Tetap Fokus Berjuang Tolak Idiologi Komunis," tegasnya.


Taqdirkan RUU HIP Menyatukan kita Semua, MUI se-Indonesia, Muhammadiyah, NU, Mathla'ul Anwar, Semua Ormasy Islam dan Seluruh Umat Islam se Tanah Air.
Tetap Fokus Berjuang Tolak Idiologi Komunis," tegasnya.



Wasekjen MUI: Rapatkan Barisan!





Sudah lama umat Islam Indonesia terpecah belah. Alhamdulillah TAQDIR ALLAH, dengan adanya pihak yang memajukannya RUU HIP yang isinya ingin mengubah Pancasila menjadi Ekasila alias Gotong Royong dan menjadikan Ketuhanan yang Maha Esa menjadi Ketuhanan yang Berkebudayaan, Umat Islam Indonesia kini menjadi bersatu dalam satu barisan Umat Islam yang kokoh.

MUI se-Indonesia, Muhammadiyah, NU, Mathla'ul Anwar dan seluruh Ormas Islam kini bersatu menentang Masuknya Ideologi Komunis yang anti agama yang mulai terang terangan mengacak acak ajaran agama, ranah yang selama ini sangat dijaga dj NKRI tercinta ini.

Tidak terbayangkan jika Ketuhanan yang Maha Esa dijalankan dengan berkebudayaan...

Padahal UUD 1945 jelas mengatakan pada Pasal 29 ayat 1:"Negara Berdasar Ketuhanan yang Maha Esa".

Pasal 2:"Negara menjamin tiap tiap warga negara untuk memeluk agama/kepercayaan dan menjalankan agama/kepercayaannya masing masing."

Agama yang dianut, akan dijalankan sesuai dengan kepercayaannya masing masing. Misalnya kita Umat Beragama Islam yang BERAQIDAH AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH, bukan beraqidah berdasarkan kebudayaan.

Bagaimana menjalankan Ajaran Agama yang berkebudayaan, bukan berdasarkan Syari'at...?

Oleh karena itu umat Islam wajib menyatukan langkah, merapatkan barisan, tetap fokus dalam menolak tegas RUU HIP. Jangan terpengaruh dengan pengalihan ISU yang sengaja dilontarkan oleh pihak pihak anti agama. Apalagi pakai cara menyerang individu dan Majelis Ulama Indonesia atau Ormas Islam yang menolak tegas RUU HIP tersebut sebagai upaya mereka memecah konsentrasi umat dalam perjuangan ini.

Follow akun akun Ulama yang berjuang menentang RUU HIP, Bela para tokoh dari serangan kelompok anti agama. Inilah saatnya Umat Islam Bersatu dan berjuang membela agamanya.

(Saved dan Share tulisan ini. Tulisan senada di Instagram mendadak DILENYAPKAN)

Allahu Akbar...

Medan, 24 Juni, 2020

KH Tengku Zulkarnain 
(Wasekjen MUI)


Kemarin Ada yg Berteriak Lantang:"Siapa Mau Mengubah Pancasila, Keluar dari Indonesia...!"
Lha, sekarang Ada Tuh yg Terang Terangan Mau Mengganti PANCASILA Menjadi EKASILA Alias GOTONG ROYONG.
Berani Sampeyan Serukan GET OUT From OUR COUNTRY, Alias MINGGAT-O...!
Berani...?
Ayo...



Kaum Muslimin Sekalian.
Sekaranglah Waktunya Merapatkan Barisan.
Allah Taqdirkan RUU HIP Menyatukan kita Semua, MUI se-Indonesia, Muhammadiyah, NU, Mathla'ul Anwar, Semua Ormasy Islam dan Seluruh Umat Islam se Tanah Air.
Tetap Fokus Berjuang Tolak Idiologi Komunis.
(Retwit Terus)




📢 Republished by [Tahukah Anda ?]  





Artikel Terkait Lainnya

Terdepan Mengabarkan !

Back to Top

Subscribe | Daftarkan Email Kamu disini